Trip Belitong – day1

Hari untuk kami berangkat berlibur akhirnya tiba juga. Berhubung kami mendapatkan jam penerbangan yang cukup siang, maka jam 09.00 pagi pun kami baru keluar dari rumah menuju bandara. Tapi, tetep yaaa…. Sampai bandara pun sudah tergolong mepet banget, jam 10.30 (tepat 1 jam sebelum waktu boarding) kami baru tiba di Bandara Soekarno Hatta. Awalnya aku sempat berkeinginan untuk bisa breakfast dulu disana,.. Tapi apa mau dikata, ternyata sampai di sana pun sudah mepet banget. Akhirnya cukup beli snack di KFC dan buru2 lah kami check in.

Proses check in cukup cepat dan tidak berkendala sedikitpun, sempat beli makanan lagi sepanjang perjalanan menuju ruang tunggu dan ternyata memang betul, tidak lama setelah kami menunggu waktu boarding pun tiba. Perjalanan yang kami tempuh di udara hanya memakan waktu kurang dari 1 jam saja. Perasaan baru saja merem karena terkantuk-kantuk tetiba sudah ada panggilan “Cabin Crew, Prepare for landing……” Hehehehhee,… kata2 ini yang selalu diingat dan ditirukan oleh Qnan.

Perasaan bahagiaaaaaa banget begitu bisa menginjakkan kaki di tanah Belitong. Sudah membayangkan betapa indahnya laut dan pemandangan alam Belitong. Apalagi ditambah siang itu begitu terik,,…… Kamipun berpikir pasti hari hari kami di Belitong akan secerah hati kami bertiga ❤ ❤ ❤ ihiiiiks,….

Setiba di Bandara Tanjung Pandan pun kami sudah dijemput oleh tour guide kami “Bang Echa” dialah yang akan membawa kami keliling Belitong sampai dengan hari Minggu nanti saat kami kembali ke Jakarta. Pertama kali yang kami tuju, apalagi kalo bukan makan siang karena kebetulan waktu sudah menunjukkan pukul setengah 2 siang dan perut jelas sudah terasa sangat lapar. Mie Atep adalah tujuan kami pertama, sudah membayangkan nikmatnya mie khas Belitong ini yang segar dan menggoda. Ditambahkan dengan minuman segar ‘jeruk kunci’ khas Belitong yang juga sangat menggoda. Oya, di tempat ini juga aku dan Qnan baru merasakan Ketam Isi (kepiting yang diambil dagingya, dibumbui dan dimasukkan kembali ke cangkang kepitingnya) Ish,….Ish,… Ish,… rasanya endesssss bangget!! Saking crunchy-nya cangkang kepiting itu, awalnya aku makan secangkang-cangkangnya! Wakakakkakkaakkk………… Tapi lama2 langsung sadar diri, kok si pelayan di restaurant itu menatap aku dengan aneh. Rupanya, caraku makan Ketam isi yang aneh!! 😀

Selesai makan, kamipun langsung meluncur ke hotel untuk check in. Hotel yang kami pilih adalah MaxOne Hotels at Belstar Belitung. Waw,..rupanya lokasi hotel termasuk tengah kota, tidak terlalu jauh dari pusat kota Tanjung Pandan dan itu sangat mengasyikkan.Cuaca kota Tanjung Pandan mulai meredup, sepertinya hujan akan segera turun. Hiksss,… Qnan mulai panik karena takut tidak bisa melanjutkan jalan-jalan sore nanti 🙂 Maklum lah, saking bahagianya dia, jadi pengennya segera jalan-jalan, jalan -jalan dan jalan-jalan…

Akhirnya hujan pun benar-benar turun dengan cukup deras begitu  kami memasuki kamar hotel, dilanjut shalat, istirahat leyeh-leyeh sebentar sambil menunggu hujan mereda dan akhirnya kamipun memanggil kembali Bang Echa untuk jemput kami jalan-jalan sore ini. Waktu menunjukkan pkl 16.00 saat kami keluar hotel dan hujanpun sudah berhenti. Tujuan kami adalah Tanjung Pendam sampai dengan matahari terbenam nanti, tapi sayangnya moment sun set tersebut tidak kami dapatkan karena cuaca yang masih mendung.

1478176477401

Memutuskan untuk meninggalkan Tanjung Pendam, bergeser untuk wisata kuliner. Yippieeeeee….. ini yang ditunggu-tunggu selalu disetiap acara jalan-jalan kami. Berhubung kota Tanjung Pandan (mungkin lebih tepatnya pulau Belitong) ini banyak kedai kopi dan ada satu tempat ngopi yang katanya sih ngehitz banget. Iya, namanya Kedai Kopi Tong Dji. Tidak perlu berpikir panjang dan lama, mas Bayu dan aku langsung oke begitu diajak Bang Echa untuk ngopi2 dulu…. Kecuali Qnan yang agak tidak bahagia (hahahhhaaa..) karena yang terbayang dibenaknya adalah ibu dan ayahnya ngopi dan dia harus bengong. Begitu tiba di lokasi, kamipun langsung WoW!! Tempatnya tidak terlalu bagus, tapi justru sangat ‘authentic’. Sebetulnya Kedai Kopi Tong Dji ini sudah dijual secara franchise oleh pemiliknya, dan mereka rata-rata membangun dengan tempat yang jauh lebih bagus dan kekinian. Tapi justru bagi kami,  tempat yang asli begini yang sangat berseni dengan duduk menghadap jalan, bangku dan meja kayu yang sangat sederhana tapi tetap saja nyaman. Pantas saja (menurut cerita Bang Echa), orang betah berlama-lama nongkrong untuk ngobrol dan minum kopi di kedai ini. Selain memang seperti sudah budayanya orang Belitong, kedai kopi adalah tempat mereka bertukar informasi. Oiya, akhirnya Qnan pun bisa ikut menikmati segelas es susu coklat yang cukup enak 🙂

1478176457981

Selepas waktu Maghrib kamipun mulai bergeser untuk mencari tempat makan malam yang lagi-lagi harus khasnya kota ini. Pilihan pun jatuh ke Rumah Makan “Belitong Timpo Duluk” Lagi lagi kami dibuatnya WoW!! Tempatnya asli banget bekas rumah tinggal dengan diisi oleh berbagai macam koleksi barang-barang tempo dulu yang lucu-lucu. Begitu masuk tempat ini, langsung pesan makan ‘Dulang Set’ jadi di menu ini sudah lengkap ada beberapa jenis lauk pauk dan sayurnya untuk porsi kami ber-3 dan yang pasti menu yang wajib coba yaitu Ikan Gangan sudah termasuk ada di dalam menu ini. Sambil menunggu makanan selesai disiapkan, kamipun berfoto-foto sepuasnya. Tempatnya sangat ‘Instagramable’ 🙂 Cantik sekali untuk yang suka berfoto dengan suasana tempo dulu.

1478176458172

Selesai santap makan malam kamipun memutuskan untuk menyudahi acara jalan-jalan kami hari ini. Badan sudah mulai terasa lelah, tapi perut kenyang dan hati bahagia, jadilah kami ingin segera kembali ke hotel dan istirahaaaatttt. Eh, tapi kenyataanya begitu kami tiba di hotel, Qnan masih minta untuk berenang dulu. Hahahhaaa, yo wes lah, silahkan berenang Qnan… Ibu  dan ayah pun leyeh-leyeh menunggumu di pinggir kolam.

Malam pun sudah menunjukkan pukul 21.00 dan kami memang sudah harus betul-betul istirahat. Karena besok pagi kami janjian dijemput Bang Echa jam 9 pagi dan tujuan kami adalah Belitung Timur. See you!!!

 

 

 

KL – Penang yang kukenang… @ Day-1

Kali ini liburan kami akan menuju negeri tetangga kita sendiri, Malaysia 🙂 Berangkat dari rumah pagi jam 05.30 WIB, padahal flight baru jam 08.30. Tapi jelas saja alasan kami saat itu karena malas terburu-buru, dengan harapan setibanya di Bandara masih bisa breakfast ataupun bersantai-santai dulu. Masih tetap sama seperti liburan sebelumnya, kami masih setia dengan menggunakan Air Asia, pesawat berbudget rendah 🙂 Tapi, untuk saat ini kok kami justru malah merasa lebih nyaman memasuki Terminal 3 di bandara Soekarno Hatta ini, dibandingkan harus memasuki Terminal 2 yang sangat terasa sesak juga cenderung kumuh. Mungkin karena Terminal 3 masih baru ya…?? Menurut info yang aku dapat, Terminal 3 ini nantinya akan menjadi terminal khusus untuk penerbangan berbudget rendah. Semoga saja kebersihannya masih bisa tetap terjaga seperti saat ini.

Setelah selesai check in, kamipun berniat untuk meng’up grade bagasi untuk kepulangan dari KL menuju Jakarta, dengan alasan   pasti bawaan akan lebih banyak dan jauh lebih berat (karena pasti ada oleh-oleh) dibandingkan keberangkatan kami dari Jakarta ini. Dengan menambah berat  maksimal menjadi 30kg aku harus menambah 150ribu, is better lah….. dibanding aku harus menambah bagasi on the spot. (Ini saran dari petugas Air Asia-nya langsung lho, saat tadi kami check in..)

Setelah kami selesai di urusan check in dan up grade bagasi, langsung menuju ruang tunggu. Sebelumnya, mampir dulu ke Circle K untuk beli minuman juga roti, berhubung di terminal 3 ini ternyata tidak ada restaurant yang mengundang minat kami. Karena memang hanya ada 1 restaurant  dan itupun aku pernah mendapatkan pelayanan yang kurang baik, jadi rasanya enggan untuk masuk kesitu lagi.. (restaurant apa hayo,…?? Yang pernah masuk ke Terminal 3 pasti bisa langsung nebak karena  memang hanya 1-1 nya restaurant yang ada di lantai dasar) 🙂

Kami lanjutkan menuju ruang tunggu, dengan melewati bagian imigrasi, stempel Paspor lancar. Tapi begitu kami memasuki bagian pemeriksaan barang, ada 1 travel bag yang saat itu memang aku tenteng karena isinya baju ganti Qnan juga printilan lainnya. Duh, lagi2 aku membuat suatu kesalahaan besar kali ini…. Padahal bukan kali pertama untuk aku melakukan perjalanan internasional, dimana aturan yang ada adalah tidak boleh membawa cairan lebih dari 100ml. Ternyata (betul2 tanpa sadar), aku memasukkan Body Lotion’ku di travel bag ini…. Hwaaaaa…..:'(( Petugas langsung meminta kami untuk meninggalkan (alias dibuang) atauuuuuu…kami susulkan masuk kedalam koper yang akan masuk ke bagasi. Hiks…. hiks…. pilihan yang sama beratnya, karena membayangkan untuk kembali ke tempat check in saja sudah cape’ tapi kalo harus dibuang pun jelas lebih sayang…… karena harganya pun tidak lebih murah dari  airport tax yang tadi kami bayarkan. Akhirnya setelah kasak kusuk sama mas Bayu :), aku putuskan untuk aku yang lari mengejar si koper yang semoga saja belum masuk ke bagasi pesawat. Yang pada akhirnya si botol Body Lotion pun bisa aku susulkan masuk ke dalam koper :)) pelajaran yang sangat berharga *untuk diingat2 kalo mau melakukan penerbangan internasional*

Akhirnya kamipun menaiki pesawat, penerbangan kali ini betul2 on time tanpa terlambat semenit’pun. Diatas pesawat kami disambut oleh pramugari asal Malaysia, jadi berasa sudah sampai di KL. Dari penyampaian informasi penerbangan pun sudah menggunakan bahasa Melayu Malaysia, bahkan saat kami bertransaksi di atas pesawat’pun sudah menggunakan mata uang Ringgit. Adaaaa saja yang selalu ingin dibeli Qnan diatas pesawat 🙂 yang sepertinya juga gak penting2 banget dibutuhkan, tapi ya namanya anak2 selalu terkesan dengan hal-hal baru. Perjalanan udara kami memerlukan waktu kurang lebih 1 jam 40 menit, dengan perbedaan waktu antara Jakarta dan Kuala Lumpur 1 jam lebih cepat.

Begitu turun dari pesawat, agak kaget juga melihat Bandara’nya yang ternyata hhhmmm…sangat standard, atau bahkan dibawah standard ya? heheheee… Yah, namanya juga LCCT (Low Cost Carrier Terminal) jadi ya memang bandaranya untuk pesawat – pesawat murah saja. Perjalanan dari turun pesawat sampai tempat pengambilan bagasi ternyata cukup jauuuuhhh….. 🙂 tapi, tetap saja dinikmati dong namanya juga berpetualang, hhahahahhaa.. Sebelum kami mengambil bagasi, kamipun harus kembali antri untuk pemeriksaan imigrasi yang ternyata tidak terlalu ketat, juga gak terlalu banyak tanya. Berbeda dengan pemeriksaan imigrasi yang pernah kami rasakan di Singapore, yang terkesan lebih tertib dengan pertanyaan yang lebih detail. Kami bersamaan dengan orang-orang dari Bangladesh maupun India, dan mereka terlihat nyata datang ke Malaysia bukan untuk berwisata. Setelah selesai urusan keimigrasian, kamipun langsung mengambil bagasi. Keluar dari pengambilan bagasi langsung terlihat beberapa counter yang menjual ticket bus menuju KL Sentral. Di Counter yang bertuliskan Aerobus LCCT – KL Sentral, aku pun membeli 2 ticket dewasa dan 1 ticket anak. TIcket dewasa seharga 8.00 RM dan untuk anak seharga 4.00 RM, hehehheeee harga yang cukup murahlah untuk harga bus yang cukup nyaman juga dengan tujuan yang cukup jauh pula menuju KL Sentral. Perjalanan menuju KL Sentral memakan waktu +/- 1 jam, dengan kondisi jalan yang cukup lancar. Lagi2 dibuat kaget dengan tempat pemberhentian bus di KL Sentral yang terlihat kumuh, awalnya agak ragu-ragu. Betulkah ini yang dinamakan KL Sentral…? Tapi berhubung, semua penumpang turun akhirnya kamipun ikutan turun 🙂 (kebiasaan kalo di tempat baru, mengekor saja).

Setelah kami memasuki gedung KL Sentral, barulah terlihat apabila KL Sentral adalah pusatnya angkutan yang akan membawa kita kemanapun tujuannya. Baik dengan menggunakan LRT ataupun Rapid KL (bus kota). Oya, sebelum kami keluar dari KL Sentral, kami sempatkan terlebih dulu untuk makan siang (walaupun agak terlambat, karena saat itu jam sudah menunjukkan pukul 3 sore)

@ KL Sentral

@ KL Sentral

Akhirnya pilihan makan siang kami pun jatuh ke Restaurant Rasamas, mas Bayu memilih menu Nasi Lemak dengan tambahan Chicken Rice (doyan apa lapar mas..? ;p) sedangkan aku memilih menu favorit-ku Curry Laksa,hhmmmmm sudah langsung terbayang yummy’nya. Qnan jelas memilih menu yang standar anak-anak, Fried Chicken dengan Chicken Rice. Ternyata dari ke-3 macam menu yang kami pesan, tetap juaranya adalah….. Curry Laksa!! Mas Bayu pun menyesal kenapa gak pesan Laksa saja ya, karena ternyata Nasi Lemak yang diidolakan’nya pun tidak seenak yang dia bayangkan 🙂 Tapi,.. ya sudahlah, bisa menjadi bahan referensi bagi kami kalo mau cari Nasi Lemak yang enak jangan cari di dalam restaurant, justru nasi lemak emper jalanan akan jauh lebih nikmat!

Setelah perut kenyang, kami pun bersiap untuk keluar dari KL Sentral. Tujuan kami adalah Apartemen Nomad Sucasa di Jl. Ampang, kebetulan ini adalah tempat saudara sepupuku tinggal. Jadi selama di Kuala Lumpur, kami akan tinggal disini. Sebelumnya kami membeli ticket taxi terlebih dulu seharga 16.00 RM. Setelah ticket kami dapat, kami pun mendatangi supir taxi yang sudah menunggu di luar, kamipun menyebutkan tujuan kami. Dan pertanyaan yang keluar dari si supir adalah, ” Sudah tahu jalannya..??” Damn!! Ternyata Si Supir Taxi yang nampak jelas keturunan India itupun gak tau jalan, tapi masih lebih bagus si supir ini ketimbang kebanyakan supir taxi di Indonesia ;p nampak jelas dia berusaha untuk menghubungi teman-temannya agar dapat menemukan alamat tersebut. Aku sih duduk tenang saja, gak takut argo melonjak karena dibawa putar2 ndak jelas, wong kita sudah bayar duluan. Masalah nanti muter2 itu kan resiko si supir taxi yang ‘kuper’ karena tidak tau jalan, heheheeee…..Untung saja, kamipun tidak dibawanya untuk keliling KL. Karena ternyata Jl. Ampang yang aku tuju itu pusat perkantorannya KL, yaaaa.. semacam Kuningan lah kalo di Jakarta, karena disekitar situ hanya ada kantor, mal, hotel juga apartemen. Cukup mudah sebetulnya untuk mencari alamat tersebut. Wah, berarti jelas si supir tadi yang kurang pergaulan.

Malam pertama kami di KL, kami habiskan untuk berjalan disekitaran Suria KLCC, termasuk makan malam disana dan diakhiri dengan berfoto dengan background Twin Towers yang tersohor itu,…..

Twin Towers

Twin Towers


Pentingnya “Jalan-jalan”

‘Jenuh’.. Bagaimana tidak? Setiap hari kita melakukan rutinitas yang benar2 tidak bervariasi. Bangun pagi, siapkan kebutuhan Qnan juga ayahnya. Antar Qnan sekolah, langsung pergi ke tempat kerja. Sampai di kantor ya ketemunya sama kerjaan yang itu2 juga. Kalau hasil kerja kita selalu “ok” dimata orang-orang sekitar kita sih no problem,.. Ada saatnya pasti kerjaan kita kena ‘teguran’ atau mendapat ‘keluhan’ dari orang-orang itu, baik atasan, rekan kerja atau bahkan para customer kita. Tapi, yaaaa…. itulah seninya bekerja 🙂 Yang pasti, di akhir bulan kita mendapatkan ‘hasil’nya, meskipun terkadang kita merasa kurang puas karena tidak bisa mengaktualisasikan diri kita secara penuh.

Nah,… sebab itu penting banget yang namanya ‘jalan-jalan’. Jalan-jalan pergi ke mal? halahhh.. cuma ngabisin duit aja, sedikit sekali pelajaran yang bisa kita ambil. Malah mungkin sama sekali gak ada yang bisa diambil.. Apalagi jalan-jalannya sama anak, malah ngajarin anak konsumtif!!! Makanya, kalau aku sih milih jalan-jalan itu ya benar2 jalan-jalan ke suatu tempat yang ‘hidup’, bisa melihat secara langsung culture yang berbeda, orang2 yang berbeda ataupun kebiasaan yang berbeda juga..

Jelas pilihannya ya jalan-jalan ke luar kota atau bahkan mungkin ke luar negeri. Dengan begitu kita bisa refreshing skalian ngajarin anak sesuatu yg mungkin sebelumnya belum pernah dia lihat sama sekali. Jelas bukan cuma buat anak,.. ayah ibu nya pun bisa skalian ‘study banding’ heheheee… Satu contoh, saat kita jalan-jalan ke luar kota biasanya kita bisa menemukan ‘bahasa’ yang berbeda dengan bahasa yang biasa kita dengar sehari-hari, begitu juga ‘perilaku’ dan ‘kebiasaan’ orang yang berbeda di setiap daerah. Menurutku itu seruuuuu… Seru untuk kita bahas, bisa kita ambil untuk kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari kita apabila memang itu baik, sekaligus memberikan contoh langsung apabila memang itu tidak baik.

Oleh karena itu, paling tidak setiap 6 bulan sekali tentukan arah,.. Kemana kita akan pergi? Gak peduli berapa biaya yang harus dikeluarkan. Tapi, kalau untuk aku pribadi udah ada cara yang sangat efektif untuk supaya kita bisa jalan-jalan tetap dengan biaya yang ekonomis, tapi dijamin tetap aman dan nyaman.

Tentukan jauh-jauh hari tempat / kota mana yang akan kita tuju, cari tau mengenai apa saja yang menarik dari tempat yang akan kita tuju, cari tau juga cara yang paling mudah untuk mencapai tempat yang akan kita tuju, juga kemungkinan yang akan kita temui apabila kita membawa anak (yang notabene masih dibawah 10thn). Biasanya aku selalu melakukan hal ini setiap kali kami pulang dari ‘jalan-jalan’. Sehingga pekerjaan ‘mencari tau’ ini dapat aku lakukan -/+ 6(enam) sampai dengan 8 (delapan) bulan sebelum hari H 🙂 Tentu ini menjadi side job yang sangat meyenangkan untuk aku pribadi, di sela-sela waktu kerja atau di sela-sela weekend, kegiatan untuk browsing tempat dan segala macam printilannya, menjadi hiburan yang sangat menyenangkan.

Untuk transportasi dan akomodasi kita juga bisa tentukan dari awal, tentunya yang paling memudahkan dan aman untuk kita. Apabila jarak tempuh jauh (lebih dari 10 jam) biasanya kami memilih menggunakan pesawat. Pakai saja penerbangan dengan tarif murah (saat ini sudah banyak sekali ditemui maskapai penerbangan murah, tp tetap nyaman). Untuk akomodasi jelas kita bisa pilih budget hotel, dan akhirnya di kota tujuan 90% adalah jalan-jalan (bukan shoping) :)) Pasti menyenangkan!!

Bantimurung,….

Taman Nasional Bantimurung

Beberapa hari tinggal di Makassar rasanya kurang pas kalo kita belum mengunjungi Taman Nasional Bantimurung yang terletak di Kabupaten Maros, sekitar 40km dari kota Makassar. Siapa sih yang gak pernah dengar Bantimurung..? Yang katanya disana kita bisa menemui museum kupu-kupu juga air terjun nya yang indah.

Perjalanan kami mulai siang hari kira-kira pukul 11.00 waktu Makassar, karena sebelumnya kami memilih untuk mencari oleh-oleh dulu sebelum rasa malas muncul untuk berkeliling (yang menurut kami membuang waktu) hanya untuk mencari oleh-oleh. Karena setiap kali perjalanan ke luar kota, aku dan suamiku tidak terlalu ‘bernafsu’ untuk memburu oleh-oleh. Justru yang kami utamakan adalah dapat mengunjungi seluruh ‘icon’ yang ada di kota tersebut. Walau terkadang agak sulit untuk membagi waktu, karena mau nggak mau kami pun harus menyesuaikan dengan kemampuan fisik  Qnan dalam setiap perjalanan kami.

Tiba di Taman Nasional Bantimurung -/+ pukul 12.30, perjalanan lumayan panjang dengan ruas jalan yang agak sempit dan beberapa kali menemui perbaikan jalan. Begitu memasuki gerbang Taman Nasional disambut oleh patung kera besar juga gerbang yang tentu saja berbentuk Kupu-kupu yang sangat besar. Begitu turun dari mobil, kami bisa menghirup udara yang cukup menyegarkan. Sudah gak sabar untuk bisa segera melihat air terjun dengan kupu-kupu berterbangan bebas yang dapat kita nikmati setiap saat (ini menurut info yang aku dapat sebelumnya yaa….) 🙂

Tapi, begitu kami memasuki area Taman Nasional Bantimurung, sangat kecewa… Ternyata kenyataannya tidak seindah apa yang sudah aku bayangkan 😦 Saat itu aku membayangkan taman yang indah dan terawat, dihiasi kupu-kupu yang berterbangan dengan indahnya) Kenyataannya, yang aku temukan adalah sebuah taman yang cukup luas tapi gak terawat dengan baik, banyak sampah yang tidak dibuang pada tempatnya dan yang paling mengecewakan,… tidak satupun aku temukan kupu-kupu yang berterbangan dengan bebas. Yang paling kecewa tentu saja Qnan, karena dari rencana yang sudah kami susun dari Jakarta tujuan kami ke Bantimurung adalah untuk menikmati air terjun yang indah dengan dikelilingi oleh kupu-kupu yang  berterbangan dengan bebasnya. Beberapa kali Qnan bertanya dan tentu saja mendesakku untuk menemukan kupu-kupu yang dimaksud,.. Sampai akhirnya aku harus bertanya pada petugas yang ada, dan jawabannya adalah…. “Saat ini memang agak sulit untuk menemukan kupu-kupu berterbangan diwilayah sekitar taman juga air terjun, populasi mereka sudah bergeser karena semakin banyaknya pengunjung yang datang ke taman wisata ini”. Sedih sekali rasanya mendengar pejelasan dari bapak petugas ini… 😦

Setelah mendengar penjelasan itu, Qnan akhirnya mengajak untuk melihat museum kupu-kupu nya saja. Tapi, lagi-lagi…. kami dibuat kecewa. Museum kupu-kupu dalam keadaan tertutup dan terkunci, setelah kami kembali bertanya kepada petugas, jawabannya adalah karena petugas penjaga museum sudah pulang. OMG,…. bagaimana pariwisata kita akan maju dan dikenal dunia kalo’ caranya seperti ini 😦 Sangat kecewa tentu,.. karena semua yang ada dalam bayangan kami tidak dapat kami temukan satupun juga. Semoga ini hanya kami yang menemukan, tidak untuk di lain hari. Terimakasih untuk pengalamannya di hari ini….. Semoga kamidapat kembali di lain waktu, dengan keadaan yang sudah berbeda.

Air terjun Bantimurung

Gerbang Bantimurung

M A K A S S A R

Kali ini kami pergi liburan ke Makassar, lengkap dengan seluruh keluarga besar. Tentunya sangat menyenangkan, tidak terlalu merepotkan karena dari seluruh keluarga kami sudah tidak ada lagi yang memiliki baby.  Sehingga perjalanan liburan bisa kami lalui dengan lancar tanpa hambatan.

Aku dan keluarga berangkat dari Jakarta, karena 2 kakak’ku berangkat dari kota tempat tinggalnya masing-masing (Samarinda dan Yogyakarta) dan kami sepakat untuk langsung bertemu di Makassar saja. Kebetulan kakak iparku memang orang asli dari Makassar, sehingga selama liburan kami tidak lagi memikirkan akomodasi kami selama disana (tempat untuk kami menginap dan kendaraan yang akan kami gunakan selama disana pun sudah tersedia). Lumayan lah,… banyak mengurangi budget! 🙂

Berangkat dari Jakarta menggunakan Lion Air, pkl.11.30 WIB (yang kenyataannya harus mundur sampai dengan pkl. 13.30 WIB kami baru diterbangkan). Tiba di Makassar pkl.16.30 WITA, perjalanan yang lumayan lama dan tentu saja waktu yang sangat lama untuk yang menjemput kami setibanya di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar 🙂  Kami berangkat bertepatan dengan hari ulang tahun Qnan yang ke-6, karena liburan kami kali ini sekaligus sebagai hadiah ulang tahunnya.

Bandara Sultan Hasanuddin – Makassar

Setelah menempuh perjalanan cukup panjang dan lama (untuk ukuran perjalanan domestik), akhirnya keluar dari Bandara apalagi yang dicari kalo’ bukan tempat makan. Perut kelaparan, otak sudah membayangkan makanan khas kota Daeng ini.. Ternyata kami diajak ke suatu tempat di depan Benteng Fort Rotterdam yang terkenal itu, namanya Kampung Popsa. Untuk rasa dari makanan yang ada memang nilainya gak sampai di angka 7 (penilaian 1 – 10) ;p, tapi untuk suasana dan view yang kami dapatkan memang top abissss…. Sore-sore saat matahari tenggelam, sangat indah pemandangan yang dapat kami nikmati. Kebetulan kami duduk pas di tepi pantai, dengan model seperti dermaga resto ini memang sangat menarik perhatian para pengunjung karena terlihat dari tempat duduk yang paling diminati adalah tempat duduk outdoor.

Hari ini ditutup dengan menikmati makan sore kami di Kampung Popsa, karena besok masih banyak lagi rencana yang akan kami lalui. Menikmati keindahan Makassar mulai dari pantainya, makanannya dan juga tentu penduduk aslinya. Sampai ketemu besok lagi Daeng,..!

Pemandangan tepi pantai dari Kampung Popsa

Singapore (Part II-Last day)

Tanggal 21 April 2011, karena ini hari terakhir kami di Sing,… Jam 08.30 pagi kami sudah mulai berjalan keluar dari hostel dengan tujuan Kampoong Glam. Karena dari hari pertama kami menginjakkan kaki di daerah Bugis ini, belum pernah sekali pun kami mengunjungi Kampoong Glam lagi. Sayang sekali rasanya kalo kami gak menyempatkan diri untuk mengunjungi Sultan Mosque, Kampoong Glam dan sekitarnya… (sangat unik dan menarik). Dimulai dengan berjalan melewati North Bridge road, kemudian melewati Arab street, menyeberangi Haji Lane dan singgah di Kampoong Glam.. sekedar untuk berfoto.

@ North bridge road

Ice cream $1

Kembali ke hostel dengan mampir terlebih dulu di Hawker center Albert street untuk breakfast sekaligus lunch, karena setelah ini kami harus langsung ke bandara. Masih tetap ingin menikmati nasi lemak dengan soya pearl’nya, akhirnya kami memesan menu makan itu kembali, dan Qnan tetap dengan menu ‘noodle’nya.. Keluar dari Hawker center bertemu ice cream uncle,… yipppiieee… akhirnya kami menikmati ice cream $1 dulu!

Kali ini perjalanan dari Albert street menuju bus stop di depan Bugis Street dengan melewati pertokoan di sepanjang Bugis Village, dan kami baru menemukan ternyata banyak resto yang selama ini kami cari2 (Nasi Lemak Qi Ji Restaurant yang katanya uenaaakk bgt…!!) selain itu kami juga menemukan Ah Mei Cafe, yang katanya juga enak untuk beberapa menu dessert-nya. (Walopun Ah Mei Cafe juga sudah pernah aku temukan ada di Jakarta ini) tapi rasanya tetap beda kalo belum sempat merasakan yang ada di negara asalnya.. 🙂

Keluar dari hostel tepat di jam 12 siang waktu Singapore, dengan perkiraan perjalanan menuju Changi memakan waktu -/+ 1.5 jam dengan menggunakan MRT. Akhirnya kami tiba di Changi pukul 13.30 an dan masih harus refund EZLinkCard kami di Ticket Office Terminal 1, setelah itu kami langsung menuju Terminal 2 untuk check in. Masih ada beberapa saat untuk kami menunggu,.. Sambil menunggu, sambil berpikir,….untuk next vacation tujuan mana lagi yaaa,..yg harus kami tuju (walopun, jujur… belum puas rasanya menjelajahi negara kecil ini). See u next time,…

Singapore (Part II-D3)

Hari ini kembali dimulai dengan breakfast di hostel masih dengan menu yang sama (bread, tea & coffee). Jam 9 pagi kami sudah keluar dari hostel, dengan tujuan pertama yaitu Esplanade Theatre. Naik MRT dari Bugis, kami mencoba untuk turun di City Hall dengan melewati mall bawah tanah (Citylink Mall) akhirnya kamipun sampai di Esplanade Theatre. Sangat penasaran dengan gedung yang beratap seperti kulit durian ini, walopun kami berjalan cukup jauh namun akhirnya puas juga karena akhirnya kami tau isi dari gedung ini seperti apa. Karena sebelumnya kami hanya pernah melihat atap gedung ini saat kami ke Merlion Park.

Inilah Esplanade Theatre..

Setelah kami puas berputar di Esplanade, tujuan kami selanjutnya tentu saja Mustafa Centre (kalo ke Sing jgn sampai terlewatkan untuk selalu mampir kesini). Tapi, karena sebelumnya kami belum pernah tau yg namanya Little India sepakatlah kami untuk sekedar mampir ke Little India, toh antara Little India dan Mustafa saling berdekatan. Begitu turun MRT di Little India, kami mengambil jalan keluar ke arah Serangoon road dan begitu keluar dari MRT station langsung ada ‘sign’ yang menunjukkan arah menuju Little India. Baru saja jalan sebentar, mas Bayu langsung mengeluh dengan bau dupa yg sudah mulai tercium dimana2 🙂 tapi rasa penasaran untuk lebih tau daerah Little India yang sesungguhnya juga sangat besar….. Tapi, lama2 enggak kuat juga Mas Bayu mencium bau dupa yang makin lama ngebuat jadi ‘mblenger’ juga, bahkan sampai2 gak lagi bisa tersenyum! Acara foto2 pun akhirnya gak terlalu sukses, karena ‘photographer’ lagi mual! hahahhaaa…. Akhirnya kami memutuskan untuk langsung saja ke Mustafa Centre. Tujuan kami yang utama apalagi kalo bukan untuk membeli coklat, sisa waktunya kami gunakan just for sight seeing! Kebetulan di luar juga turun hujan cukup deras, membuat kami menghabiskan waktu cukup lama didalamnya. Setelah kecape’an dan Qnan juga sudah mulai rewel, akhirnya keluar lah kami dari Mustafa. Sebelumnya kami mampir makan di Mustafa cafe, dengan menu nasi lemak dengan harga $4 sudah sangat membuat kami kenyang. Karena hujan masih saja turun, dan Qnan juga tertidur akhirnya kami naik taxi untuk pulang dulu ke hostel. Jarak dari Mustafa ke hostel kami memang tidak terlalu jauh, naik taxi pun kami hanya cukup mengeluarkan 3.8$ (walopun tetap saja $4 yg kami bayarkan), heheee…. 🙂

Setelah beristirahat siang, sore hari pun kami melanjutkan perjalanan lagi. Sayang sekali hari itu kota Singapore sangat tidak mendukung, dari siang tadi hujan belum berhenti juga walopun tidak terlalu deras tapi tetap saja mengganggu acara jalan2 kami. Apalagi kami bawa Qnan,.. terbersit rasa takut kalo’ badannya jd anget gara2 kena air hujan. Tapi, akhirnya kami pun tetap pergi yang biasanya kami selalu berjalan kaki ke MRT station Bugis, kali ini kami harus naik bus. Tujuan kami sore itu ke Merlion Park (Qnan yang merengek pengen liat Merlion lagi). Naik MRT turun di Raffless Place, kemudian exit G ke arah Six Battery road.. begitu melihat luar,.. hwwaaaa, tnyata diluar hujan lebih deras dibanding di Bugis tadi!! Menyesal dan kesal rasanya,.. mengingat ini hari terkahir kami bisa jalan2 sore disini. Akhirnya kami putuskan saja untuk kembali ke Bugis, dan jalan2 sepuasnya di Bugis Street. Diakhiri dengan (lagi2) makan malam di Albert Hawker Center dengan menu nasi lemak yang (sangat) enak dengan harga $2.5, dan minuman soya pearl yang cuma $1 rasanya puaaaaaaassss sekaliii,……… kembali ke hostel naik bis, dilanjutkan dengan jalan2 sepanjang North bridge road yg selama 3 hari ini belum sempat kami lewati.

Terimakasih Tuhan, hari ini kami diberikan kelancaran juga kenikmatan dalam perjalanan kali ini…

Singapore (Part II-D2)

Hari ke-2 kami diawali dengan bangun pagi jam 6 (jangan salah jam 6 pagi baru waktu Subuh lho..) 🙂 Beres2 kamar yang berantakan, mandi, leyeh2 lagi.. Jam 07.30 kami baru keluar untuk breakfast, hari itu banyak sekali tamu yang berasal dari Indonesia (sepertinya sih rombongan ibu2 dari Surabaya, dan ada 1 group lagi dari Medan). Seperti biasa, menu breakfast yang ditawarkan ya cuma teh, kopi, roti dengan selai Strawberry dan kacang-nya,.. tapi walopun begitu tetap aku tunggu2 waktu breakfast di ABC Hostel ini, karena kami bisa duduk2 di luar dengan view Victoria Street. Jalanan biasanya masih terlihat sepi, bis juga masih sedikit yang melewati Victoria street, udara pagi masih bersih banget….

Hari ini rencana kami menuju Science Center rd, dengan naik MRT dari Bugis tujuan Joo Koon, kami turun di Jurong East. Perjalanan ini paling nyaman karena kami tidak perlu repot berpindah jalur, karena Jurong East masih berada di jalur hijau. Setelah sampai di Jurong East, kami menuju Bus station interchange dan mencari bus no.335 jurusan Science Center rd. Kebetulan saat itu kami bersamaan dengan banyak turis lainnya, dengan perjalanan yang tidak terlalu lama kami sampai di depan Science Center. Wuih,.. ternyata tempatnya luas juga karena dalam 1 area terdiri dari beberapa gedung yaitu; The Annexe, Science Center, Omni Theatre dan Snow City. Letaknya sih saling berdekatan, tapi 1 area saja sudah sangat luas, lumayan pegel juga untuk anak seumuran Qnan untuk mengelilingi wilayah tersebut..

Qnan berpose tanpa badan dan kaki..

Mas Bayu dengan magic mirror-nya

Ada satu kejadian janggal yang merusak mood Qnan saat berada di Science Center, gara-gara ada robot badut yang sedang menaiki dan menuruni tali.. Ntah kenapa yang selama ini Qnan enggak pernah takut sama yang namanya badut, boneka, ondel-ondel, patung  atau apapun juga sejenisnya. Kali ini Qnan sampai menangis histeris,…. sehisterisnya! Alhasil, kami pun tidak sampai berjalan ke lantai 2 gedung Science Center ini. Yang awalnya Qnan ingin bermain air di Water Works-pun akhirnya kandas begitu saja,.. karena jalan menuju Water Works memang harus memasuki gedung Science Center tersebut, dan tentunya melewati si badut ‘aneh’ itu…. 😦 Selesai berkeliling dengan mood Qnan yang sudah gak baik, akhirnya kami pun memutuskan untuk kembali pulang. Dengan menggunakan bis no.335 (dari halte yang ada di depan Science Center, tanpa perlu menyeberang) kami pun turun di China Garden MRT station untuk pulang kembali ke Bugis.

Sampai di Bugis, menyempatkan untuk berisitirahat terlebih dahulu karena sore ini kami berencana menuju Lau Pa Sat untuk dinner di sini. Lau Pa Sat menurut cerita yang pernah aku baca, merupakan tempat orang menjual makanan (khususnya makanan khas Singapore). Duh, kalo sudah yang namanya kuliner, kaya’nya memang sangat tidak mungkin untuk dilewatkan. Kira2 jam 6 sore, kami berjalan dari hotel menuju Bugis lanjut naik MRT turun di Raffles Place. Waduh,… kalo jam pulang kantor seperti ini jangan harap kita bisa berjalan santai. Selain MRT pasti penuh sesak, cara jalan mereka pun yang perlu kita waspadai, salah2 kita berdiri bisa ketabrak deh,.. Gimana enggak ketabrak,  arus manusia berjalan seperti arus air yang mengalir, jadi agak repot kalo kami berjalan nya tidak mengikuti ritme jalan mereka.. dan Qnan pun harus tetap kami pegang kuat2.

Lau Pa Sat

Sampai di Lau Pa Sat banyak sekali makanan yang pengen kami coba, mulai dari Sate (yang katanya di tempat ini lah banyak dijual aneka ragam sate), chicken rice, Yong Tau Fu, bermacam dessert. Wah, pokoknya buat bingung deh.. akhirnya pilihan jatuh di Yong Tau Fu, dengan cara self service kami bisa memilih sendiri apa yang kita mau (sama persis seperti yang aku temui di Jakarta) setelah memilih 6 item dan memilih menggunakan kuah Tom Yam, hanya $3 yang perlu aku bayarkan… hhhmmm rasanya enak pula! Qnan memilih dessert Ice Cream dengan bubor ketan hitam, rasanya enak juga tidak terlalu manis tapi cukup menyegarkan, itu pun kami hanya perlu membayar $2 saja.. Ada juga penjual macam2 gorengan (seperti Old Chang Kee) yang menjual 3 item hanya dengan $2 saja. Beberapa lama disitu, jadi pengen semuanya dirasain.. Tapi perut mana muat?? Mending pulang aja deh, drpd taruhan berat badan meningkat dahsyat!

Tentu saja kami gak langsung pulang hotel, karena masih jam 8 malam kami pun memutuskan untuk jalan2 dulu di Bugis Junction (kebetulan ada yang nitip beli tas Charles & Keith) setelah dapet tas-nya, kami pun menyeberang untuk melanjutkan jalan2 di Bugis Street. Eeehh, rupanya ada yang lapar lagi.. mampir lagi lah kami di Hawker center Albert street. Sudah kecapean jalan kaki, Qnan pun sudah sering minta digendong, akhirnya kami memutuskan untuk pulang hotel dengan menaiki Bus SBS no.7 yang melewati Victoria street, turun tepat di seberang jalan Kubor. Hari ini ditutup dengan duduk2 sejenak di teras hotel, sambil minum soft drink…. Thx God, perjalanan hari ini terbilang lancar….

Singapore (Part II-D1)

Hari ini tanggal 18 April 2011, kali ini kami kembali berangkat ke Singapore namun dengan jumlah hari yang lebih pendek dari perjalanan kami sebelumnya. Kami berangkat dari Jakarta dengan menggunakan (lagi-lagi…) Air Asia, namun dengan jam pemberangkatan yang lebih baik menurutku. Kami mendapatkan flight jam 07.15 WIB, so kami pun berangkat dari rumah jam 04.30 pagi dengan menggunakan taxi. Perjalanan dari rumah ke Bandara hanya perlu waktu sekitar 45 menit saja,… Jadi masih cukup waktu untuk kami agak santai setibanya di Bandara. Setelah check in dan melewati pemeriksaan imigrasi denga lancar, kamipun harus menunggu untuk dibukanya Gate 3D (kalo gak salah…) tempat kami harus menunggu boarding. Beberapa menit saja kami menunggu, akhirnya pintu ruang tunggu dibuka. Ups,… ternyata ada yang terlewat, aku lupa untuk memasukkan koper ke bagasi. Alhasil koper yang cukup besar ini ditolak oleh petugas untuk bisa masuk ke kabin pesawat. Hahahahhaaaa,… disini mas Bayu jadi sewot plus *sedikit* ngomel, dgn kecorobohan ku ini. Tapi,.. untung saja si petugas berbaik hati, tidak mengharuskan untuk kami kembali  ke tempat check in, petugas menyarankan untuk nanti sebelum menaiki pesawat serahkan saja koper ke petugas yang ada disitu. Akhirnya tiba juga waktu kami harus menaiki pesawat *on time banget* sebetulnya deg2an juga, takut koper tertinggal atau salah masuk pesawat *dengan banyak pesan dan banyak tanya ke petugas* akhirnya kami serahkan juga koper, dengan masih saja penuh rasa was2 (karena ini memang kecorobohan-ku!!) 😦

Pesawat landing dengan tepat waktu juga, jam 09.45 waktu Sing kami sudah mendarat di Bandara International Changi. Selama perjalanan Qnan tumben juga gak bobo, sama sekali gak rewel juga… Mungkin karena dia senang, jadi terasa gak ada kendala dalam hatinya 🙂 Setelah pemeriksaan imigrasi, kami sempat berputar2, antara mau makan dulu, sambil cari Ticket Office MRT untuk beli EZ linkcard, juga sekedar cari outlet yang siapa tau lagi ada discount! (haaallaaahhhh… tetep org Indonesia yg dicari selalu saja discount)

keluar dari pesawat, Qnan tetap setia mengendong ‘Qnun’

hasil bidikan Qnan, ayah ibu bergaya..

Akhirnya ketemu juga Ticket office MRT di Terminal 2, harga EZ linkcard untuk dewasa sebesar $12, sedangkan untuk anak seharga 5$. Kali ini Qnan sudah harus mempunyai kartu sendiri, karena setelah diukur tinggi badannya sudah lebih dari 90cm. Untuk anak dengan tinggi badan dibawah 90cm masih boleh ‘dompleng’ orang tuanya,.. Oya, kami harus menunggu kembali beberapa saat lagi karena petugas penjualan tiket sedang istirahat. Jam 12.00 tiket penjualan akan dibuka kembali, sekalian sambil nunggu.. beristirahat lah juga kami sambil duduk lesehan.. Hoho, dimana2 tertulis No drink & No eat, tapi ya gimana dong… Qnan minta makan biscuit-nya (pasti karena dia lapar) akhirnya Qnan makan biscuit sambil mumpet2, lucu jugaa,… Tidak lama kemudian ticket office terbuka, dengan menunjukkan Paspor Qnan akhirnya pembelian EZ linkcard pun selesai, dan kami bersiap untuk naik MRT menuju Tanah Merah.

wajah-wajah kelelahan..

Oya, naik MRT dari Changi memang harus turun dulu di Tanah Merah, semua yang bertujuan ke kota seperti City Hall, Raffles Place  termasuk Bugis semuanya harus berganti kereta ke arah Joo Koon. Karena tujuan kami masih sama seperti perjalanan kami sebelumnya (yaitu ABC Hostel di daerah Bugis), maka kami pun bersiap untuk turun di Bugis. Sampai kami lupa, ternyata kami belum sempat makan… Sambil berjalan pelan melalui Victoria Street, mampir lah dulu kami di Restaurant Hj. Maemunah di Jalan Pisang (restaurant andalan, krn menunya Melayu bgt..!!) Untuk makan siang kami bertiga, kami harus mengeluarkan sekitar $9. Harga yang cukup mahal, dibanding kalo kita bisa makan di Hawker Center tentunya,.. Setelah kenyang melanjutkan kembali ke Jalan Kubor (tempat ABC Hostel) yang hanya tinggal beberapa meter saja… lewat 2 gang dari Jalan Pisang, Jalan Kledek barulah kami menemui Jalan Kubor. Langsung chek in, masuk kamar leyeh2…. karena sore ini kami punya rencana untuk ngajak Qnan berenang di Siloso Beach – Sentosa Island….

Kira2 jam 4 sore, kami bersiap untuk berangkat kembali ke Sentosa Island. Lagi2 masih dengan naik MRT tujuan kami saat ini Outram Park (interchange), untuk pindah ke jalur ungu menuju Harbour Front. Menuju Vivo City di lantai 3, kami langsung membeli ticket monorail menuju Sentosa seharga $9 untuk kami bertiga. Station yang kami singgahi pertama adalah Imbiah, sempat berfoto2 sebentar.. Ternyata kali ini Sentosa terlihat ramai sekali, agak berbeda dengan waktu kami datang sebelumnya.. Akhirnya berfoto, dengan latar belakang orang-orang yang sedang berfoto juga! Lucu jadinya,…

berfoto dengan backgroud banyak orang

Ms Bayu dengan background KFC!!

Lanjut menuju Beach Station, ternyata banyak juga orang yang pengen ke Siloso Beach. Mungkin karena waktunya sangat tepat untuk menuggu sunset. Qnan yang paling bersemangat untuk berenang dan main pasir, akhirnya kami bermain sampai dengan jam 18.30 (walo matahari masih terang) dan kami pun memutuskan untuk kembali saja ke Bugis.  Sebelum kembali mampir dulu di 7 Eleven, isi perut makan roti walopun gak gitu nendang tapi lumayan lah bisa cukup mengganjal perut sampai di Bugis nanti, karena kami berencana untuk makan di Hawker Albert Street (belakang Bugis Street). Hari ini kami akhiri dengan beli makan di Hawker Center Albert Street, sampai hostel jam 10 malam langsung istirahat untuk mempersiapkan perjalanan besok pagi…. C U!!

Singapore (Part I-D4 Last Day)

Hari ini kami berencana untuk menyelesaikan target2 kami menjelajahi beberapa tempat yang kemarin belum sempat kami singgahi. Tujuan kami hari itu adalah Merlion Park dan China Town, dari hotel sudah ditetapkan untuk ke Merlion Park  terlebih dahulu karena masih pagi dengan harapan tidak terlalu panas.. Tapi kok tau2 qta sudah sampai di China Town (salah tujuan) 🙂 Akhirnya berjalan keluar dari MRT station China Town, agak bingung cari Pagoda street.. Walaupun nyasar, tetap saja ada tempat menarik yang bisa kami lihat karena setiap sudut jadi tetap terasa menarik! Setelah tanya Security (akhirnya nyerah bertanya juga..) sebetulnya dimana letak Pagoda street, akhirnya mendapat kan pencerahan juga dari si Security itu (walopun dengan bahasa SingLish nya yg kental)..

Turun lagi ke MRT station China Town, ambil jalur yang langsung ke Pagoda street ternyata begitu keluar dari MRT station langsung kami sudah ada di Pagoda street,… Unique! itu yang pertama kali kami rasakan memasuki wilayah ini. Sepanjang jalan banyak yang menjual cendera mata dan ternyata harganya pun cukup murah = Bugis street, tapi disini lebih bervariasi. Ada yang menjual batu giok, hiasan2 yang berbau oriental, juga menjual makanan khas oriental. Penjual nya pun lebih banyak yang bisa berbahasa Melayu, begitu melihat kami yang terlihat “sangat Melayu” mereka pun langsung saja menawarkan barang dengan bahasa Melayu cadel,.. 🙂 Cukup banyak dapat blanja tambahan disini, termasuk kaos2 malah justru kami dapatkan di sini dengan harga $10 untuk 3 kaos ukuran anak2 umur 3-5 tahun, lumayan lah buat oleh2 ponakan juga buat Qnan sendiri.

Pagoda Street

Sampai tengah hari kami di China town, akhirnya kami memutuskan untuk lanjut ke Merlion Park. Naik MRT turun di City Hall,…. tetap aja keluar dari MRT station nya celingak celinguk gak jelas, krn sama sekali gak terlihat sign yg menunjukkan arah ke MerlionPark. Akhirnya jalan tak tentu arah, dgn tanya2 orang disekitar arah menuju Merlion Park, eeehh..pada gak tau juga! 😦 Cuma bisa liat Esplanade Theatre  dari jauh, blm ketemu jalan menuju kesana  udh capek duluan akhirnya memutuskan utk balik ke Bugis dulu, istirahat. Lagi2 beginilah resiko jalan2 bawa anak, tp tetap menyenangkan kok.. Karena hari ini adalah hari terakhir, maka sore hari kami pun bersiap untuk berjalan kembali (keukeuh harus ketemu Merlion Park) Kali ini kami memilih untuk naik MRT turun di Raffles Place, kemudian ambil pintu keluar menuju Six Battery road, dan akhirnyaaaa… ketemu juga tuh Boat Quay, sambil berjalan melewati Furletton Hotel, Raffles Landing Site, akhirnya sampai juga kami di Merlion Park. Ternyata ada dua buah patung Merlion, ukuran besar dan kecil di tempat yang saling berdekatan.

Setelah puas kami berjalan menyusuri Singapore River, akhirmya kami memutuskan untuk pulang kembali ke Bugis. Akhirnya perjalanan kami diakhiri disini,.. Alhamdulillah, hampir semua tempat yang merupakan icon dari Singapore sudah kami singgahi. Semoga, next trip kami masih bisa singgah di negara kecil nan bersih ini dengan tujuan wisata yang tentu berbeda…

Qnan dengan Little Merlion

Background : Esplanade Theatre