One night in Singapore (first day) ^_^

Perjalananku ke Singapore kali ini adalah perjalanan tersingkat yang pernah aku rasakan. Gimana gak singkat banget..? Pergi di hari Sabtu tgl. 5 Oktober 2013 pukul 11.05 WIB dan kembali lagi ke Jakarta di hari Minggu, tgl. 6 Oktober 2013 pukul 14.55 waktu Sing 🙂 Gak sempat ngapa2in, cuma cukup buat jalan ke Orchard, Merlion Park, dan esok harinya ke Bugis street juga Bugis Junction.

Kali ini aku berangkat tidak bersama tim solid’ku (aku, mas Bayu dan Qnan) melainkan berangkat bersama teman-teman 1 departemen sebanyak 7 orang, yang notabene 99% nya belum pernah melakukan perjalanan internasional, yang tentunya sedikit berbeda dengan aturan main perjalanan domestik. Tepat jam 9 pagi seluruh tim sudah berkumpul di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, lebih baik kepagian daripada terlambat 🙂 Oiya, kami menggunakan pesawat Tiger air (pengalaman kali pertama buat aku), begitu juga untuk kembalinya nanti kami tetap menggunakan Tiger air. Kami mendapatkan ticket dengan harga promo, yang kalo diitung-itung per orang kena 600rb’an untuk perjalanan pulang pergi. Harga yang cukup ekonomis untuk merasakan menginjakkan kaki di negeri Singa ini.. 🙂

Tepat pukul 09.30 kamipun sudah bersiap untuk memasuki ruang tunggu, yang ternyata….. pintu imigrasi belum terbuka dan kamipun harus menunggu cukup lama di depan pintu pemeriksaan imigrasi +/- 45 menit, dan itu sangat membosankan…… 😦

Pintu pemeriksaan imigrasi yang masih tertutup

Pintu pemeriksaan imigrasi yang masih tertutup

Setelah antrian terlihat semakin panjang, mulai lah pintu pemeriksaan imigrasi dibuka. Duh,… pak,.. pak,… nyaris aku membatalkan perjalanan ini karena saking lamanya menunggu! #ini mah lebay bangeeett 😀

Setelah pintu pemeriksaan dibuka, pemeriksaan pun tergolong sangat cepat (atau malah terkesan buru-buru yaa…?) gak ada pertanyaan satupun juga, begitu juga tidak ada pemeriksaan isi tas secara lebih mendetail (pengalaman bawa cairan 100ml, yang akhirnya harus masuk ke bagasi saat perjalanan ku ke KL beberapa bulan lalu, dan itu sangat menyusahkan! hahhaaa) Akhirnya tibalah  kami bisa duduk tenang di ruang tunggu Zona 6, dan ternyata pesawat delay euy… dan kamipun harus kembali menunggu +/- 45 menit lagi sampai dengan waktu boarding.

Flight kami yang seharusnya dijadwalkan pukul 11.05 wib pun akhirnya harus molor sampai dengan pukul 11.50 wib. Hmmmm… semakin berasa kan, membayangkan waktu yang semakin singkat saja nanti di Sing! Tapi ya sudahlah,.. Mau diapakan lagi?? dan semakin meyakinkan aku (pasti aku tidak akan bisa menikmati perjalanan ini dengan baik), yang memang kenyataannya aku berangkat hanya bertugas sebagai penunjuk jalan, jadi jangan harap bisa bersenang-senang yaaaa……. 🙂

Tiba di Terminal 2 Changi Airport dengan pendaratan yang cukup baik,… Langsung kembali antri untuk pemeriksaan imigrasi, kembali bernasib baik karena dapat dilakukan dengan sangat cepat dan tidak ada pertanyaan apapun juga. Setelah seluruh rombongan bisa dengan sukses melewati pemeriksaan imigrasi, segeralah kami menuju Ticket Office pembelian kartu EZlink card yang untungnya masih di Terminal 2 juga. Untuk dewasa EZlinkcard dijual dengan harga $12, dengan saldo (kalo gak salah $7). Langsung deh memasuki kereta ke arah Pasir Ris untuk transit di Tanah Merah, dan melanjutkan kembali ke arah Bugis. Hanya perlu waktu tidak lebih dari 30 menit, kamipun sudah tiba di MRT station Bugis. Karena kami masih banyak bawa gembolan, aku putuskan saja untuk naik bis sampai di hotel. Oiya, karena rombongan terdiri dari laki-laki dan perempuan, akhirnya untuk tempat menginappun sengaja aku bagi menjadi 2, yang perempuan di Santa Grand Bugis Hotel sedangkan yang laki-laki di ABC Backpackers Hostel yang kebetulan letaknya sebrang-sebrangan. Dari depan Bugis Street kami menaiki bus no 33 (walaupun sebetulnya banyak banget pilihannya).

Duh, siang itu udara di Singapore sangat panas….. Tapi cocoklah untuk kami yang memang berniat untuk jalan-jalan, daripada terhalang hujan lebih baik disambut dengan teriknya matahari…. setelah berisitirahat, beres-beres juga mandi-mandi dulu (walaupun ada beberapa teman yang memilih untuk gak mandi, ih jorok!) kamipun langsung melangkah keluar hotel dan untuk tujuan pertama kali adalah Orchard road.

Berjalan ke MRT station Bugis menyusuri Victoria Street sore ini terasa enak banget, jadi gak terasa tau-tau sudah sampai. Tapi sore itu kenapa kok terasa penuh sesak sekali ya..? Ooww, ternyata hari ini hari Sabtu.. (belum pernah aku merasakan week end di Singapore sebelumnya..) Begitu tiba di Orchard, kok malah teman-teman mengeluh lapar, hahahhaaaa… :)mau gak mau deh akhirnya langsung menggiring mereka nyebrang ke Lucky Plaza untuk makan di food court. Ini sebetulnya juga termasuk waktu yang aku tunggu-tunggu… Pengen cepat nyobain makanan disini yang ngangenin buat aku, sebetulnya banyak banget yang aku kangenin. Pengen makan Laksa, Yong Taufu, Nasi Lemak, Noodle’nya juga…. Pokoknya semuanya deh! Tapi mana muat perutku buat menampung itu semua hanya dalam satu waktu… Akhirnya pilihan jatuh di Yong Taufu dengan kuah Tomyam. Hhhmmm… yummy….

Yong Taufu kuah tomyam, yummy....

Yong Taufu kuah tomyam, yummy….

Selesai makan, langsung menuju Merlion Park. Naik MRT dari Orchard turun di Raffles Place kemudian ambil exit G menuju Six Battery Road. Pertama kali yang kami temui adalah Singapore River, pemandangan yang cantik (tapi lebih sangat cantik lagi saat sore hari). Sayangnya karena sudah malam dan gelap, kami tidak bisa melihat boat yang sedang mengitari sungai dengan jelas, akhirnya hanya terlihat gemerlap lampu saja. Berjalan menyusuri The Fullerton Hotel, akhirnya sampai juga kami di Merlion Park.

Bersama team..

Bersama team..

Menunggu yang lainnya selesai berfoto-foto , kecuali aku yang hanya bisa duduk terbengong-bengong terpana melihat begitu banyak manusia terkumpul di satu tempat ini…. Dalam hati hanya berkata “luar biasanya daya tarik negeri kecil ini, hanya sebuah patung Singa saja sudah mampu menarik ribuan orang untuk melihatnya” 🙂 Nih, kalo gak percaya begitu banyaknya manusia malam itu… (aku malah lebih tertarik untuk fotoin segerombolan orang ini) 🙂

CIMG7605dan hebatnya lagi,…….. kebanyakan orang Indonesia! Yihaaaaaa,… dimana-mana terdengar orang ngomong pake “bahasa”, ada segerombolan ibu-ibu arisan, ada beberapa keluarga, ada juga yang model backpackeran ber-2, ber-3’an…. Hadeeeeh, serasa sedang berkumpul di Taman Monas saja! Tapi ya inilah Singapore,.. negara yang memiliki daya tarik luar biasa.

Selesai acara berfoto-foto, kamipun melanjutkan kembali berjalan… Kalau mau ngikutin Itenirary yang sudah dibuat, harusnya kami langsung menuju Mustafa. Tapi setelah didiskusikan kiri kanan, atas bawah, depan belakang.. 🙂 kamipun sepakat untuk kembali saja ke Bugis. Masih ada juga yang lapar dan minta untuk singgah makan dulu, karena tidak semuanya merasa lapar akhirnya aku putuskan untuk cari makan di dekat Arab street, sekalian jalan pulang ke hostel.

Singapore malam itu terasa sangat panas, keringat gak berhenti-berhentinya terus mengucur di dahi. Setelah kami naik MRT dari Raffles Place kembali ke Bugis, dari MRT station Bugis kami putuskan untuk berjalan kaki santai saja (walaupun kaki terasa semakin pegal dan kaku kalo diajak berjalan pelan) pegel bangeeetttt boooo….!!!, keluar di Victoris Street, menyusuri sepanjang Victoria, bertemu dengan Arab Street, belok kanan (sempat mampir beli minum di SevEl) melanjutkan jalan di Arab Street, kemudian belok kiri ke jalan North Bridge Rd akhirnya bertemulah dengan 3 restoran India dengan menu Nasi Briyani dan kawan-kawannya. Sebetulnya untuk bau makanan ini cukup enak, tapi kalo aku suruh makan kok ya gak terlalu suka tuh…. Nasi briyani itu bumbu rempahnya kuat banget, ditambah dengan porsi yang sangat banyak rasanya gak mungkin lah menghabiskan 1 porsi Chicken briyani seorang diri! Oiya, akhirnya kami pun mampir di salah satu restaurant yang bernama “Al Tasneem”, kenapa memilih yang ini..?? Karena dulupun aku dan mas Bayu memilih makan disini, selain restaurant yang paling besar dibanding yang lain, juga yang paling banyak pengunjungnya dibanding yang lain juga…. 🙂

IMG-20131005-00814

IMG-20131005-00815

Selesai memesan 3 bungkus Chicken Briyani untuk ‘take away’, akhirnya kami pun pulang ke hostel. Yang lainnya lanjut makan, aku lanjut masuk kamar dan tidooooooorrrrrr………..!! Besok masih mau ke Bugis Junction juga ke Bugis Street.

Terimakasih Tuhan,.. Walaupun aku merasakan cape’ yang amat sangat tapi aku sudah bisa menjadi petunjuk jalan bagi teman-teman (tidak ada kesalahan sedikitpun, apalagi sampe nyasar!). Sampai ketemu besok pagi2…!! 🙂

KL – Penang yang kukenang… @ Day-5

Hari ini merupakan hari terkahir kami di Penang, karena sore ini kami harus kembali ke Kuala Lumpur. Pagi ini kami habiskan untuk ‘nongkrong’ di kedai kopi dekat bus stop Jl Burmah. Puas-puasin minum kopi juga teh tareek yang enak ini, sambil makan nasi lemak juga kuih yang beranek ragam (asli, pulang dari jalan-jalan langsung berat badan naik drastis!!) Selesai berlama-lama di kedai kopi, kamipun kembali ke hotel untuk kembali beristirahat. Setelah tanya ke pihak hotel mengenai jam check out, akhirnya kami memutuskan untuk check out pukul 11 siang ini dan menitipkan tas di loker dengan biaya RM1.00, lumayan lah daripada kami harus berjalan-jalan dengan menenteng travel bag.. 🙂

Tepat pukul 11 siang, kami keluar kamar untuk check out sekaligus menitipkan 1 travel bag, 1 ransel  plus 1 kantong besar isi oleh2 (biscuit tambun Ghee Hiang) di loker hotel hanya dengan biaya RM1.00. Melanjutkan berjalan kaki menuju Jl. Transfer menyusuri Lorong Hutton sampai di Chowrasta Market, cukup dengan melihat sebentar situasi pasar di Penang. Sempat membeli keychain juga biscuit tambun Ghee Hiang *lagi* 🙂 Udara juga cuaca pagi ini terasa sangat terik, keringat di dahi Qnan sudah semakin deras bercucuran, apalagi saat itu kami berjalan kaki dengan jarak yang lumayan panjang. Akhirnya kami pun menunggu bus  CAT di bus stop Chowrasta dengan tujuan berkeliling mencari lokasi yang indah untuk kembali kami berfoto-foto. Memutuskan untuk turun di Lebuh Pantai, kembali menyusuri sepanjang Lebuh Pantai sampai kaki semakin terasa pegal dan Qnan mulai kepanasan. Kembali menunggu bus CAT di depan gedung Standard Chartered sangat lama, -/+ 45 menit kami harus menunggu untunglah kami tiba kembali di Tune Hotel sesuai dengan perkiraan kami sebelumnya.

CIMG1114

@ HSBC Lebuh Pantai

@ Lebuh Pantai

@ Lebuh Pantai

Beristirahat 30 menit di lobby hotel, kamipun memutuskan untuk langsung menuju Komtar. Flight kami menuju KL sore ini pukul 16.30, dengan perkiraan perjalanan dari Komtar menuju Penang Airport memakan waktu -/+ 1.5 jam (belum lagi kami harus menunggu bus di Komtar yang entah berapa lama). Naik taxi dari depan hotel ke Komtar (kalo kita berjalan kaki paling lama memakan waktu 15 menit) berhubung bawaan kami cukup banyak, dengan matahari yang sangat menyengat saat itu rasanya gak ada salahnya kami mengeluarkan 10RM untuk membayar taxi 🙂

Ternyata memang cukup lama menunggu bus 401E memasuki terminal Komtar (mungkin karena tergolong bus dengan jarak tempuh yang cukup jauh). Begitu bus datang, langsung full penumpang… heheheee, tapi tetap saja terasa nyaman walaupun kami tidak mendapatkan tempat duduk, untungnya masih ada orang yang berbaik hati memberikan tempat duduknya untuk Qnan.  Penumpang yang berdiri hanya beberapa orang saja, AC di dalam bus pun cukup dingin, didukung jalanan yang lancar tak terasa 1 jam pun berlalu dan kamipun tiba di Penang Airport.

Tidak perlu check in karena kami sudah mencetak boarding pass saat keberangkatan kami dari KL menuju Penang, jadi langsung masuk ke ruang tunggu penumpang. Itupun tidak terlalu lama menunggu, pesawat menuju KL pun sudah datang dan kami diperbolehkan untuk menaiki pesawat. Pengalaman yang aku rasakan selama perjalanan kami dari Jakarta – KL – Penang – KL semua pesawat on the time, gak ada yang molor walau hanya 10 menit pun! Luaaaaarrr biasaaa,…. *pengalaman yang jarang2 terjadi nih….

Tiba di KL tepat pukul 17.30 dengan melanjutkan perjalanan menggunakan Aerobus dari LCCT menuju KL Sentral dan dari KL Sentral kami masih memilih menggunakan LRT menuju KLLC  alasannya cepet banget sich…dibanding harus menggunakan taxi di waktu jam pulang kerja seperti ini,… oohh tidaaaaaakkkkk!!! Barulah begitu sampai di KLLC kami menggunakan taxi menuju Sucasa.

Puas rasanya kami sudah diberi kesempatan untuk menikmati perjalanan menuju Penang ini! Yang ternyata Penang ‘lebih sangat memberi arti’ dibandingkan sedikit perjalanan yang sempat kami rasakan di KL beberapa hari lalu. Eits,…… tapi masih ada 1 hari lagi besok untuk kami bisa berkeliling di KL ini dan masih banyak tempat juga yang kami ingin kunjungi (tapi apa mungkin dalam 1 hari saja kami bisa mendapatkan itu semua…???) Kita lihat saja besok,….. 🙂 See You!

KL – Penang yang kukenang… @ Day-4

Hari ini adalah hari ke-4 kami di Malaysia, dan merupakan hari ke-2 kami di Pulau Penang. Schedule kami hari ini jelas untuk mengelilingi George Town dan wisata pantai ke Batu Ferringhi (kesukaan Qnan untuk bermain pantai). Tepat pukul 8 pagi kami keluar dari hotel untuk mencari menu breakfast, dan yang kami tuju adalah hawker center di New World Park. Oooww,.. ternyata jelas belum buka lah ya,.. Akhirnya mata kami tertuju ke dekat bus stop yang ada di dekat pertokoan seberang New World Park. Sebuah kedai non permanent yang terlihat menjual makanan dan dipenuhi oleh pembeli. Apa istimewanya ya kedai ini..?? Akhirnya kakipun melangkah mendekatinya,.. Yang ternyata memang menjual makanan mulai dari nasi lemak yang berlauk ikan, telur atau ayam tinggal pilih, selain itu juga dijual bermacam kuih muih yang menggugah selera. Belum lagi pilihan minumannya, ada teh tareek yang ternyata enak banget loh..!! Tapi, ternyata kopi susu-nya sangat lebih enak…… hhhmmm baru kali ini menemukan kopi yang pas di lidah aku.

Selesai dengan breakfast kami di kedai dekat bus stop yang sangat mengesankan ini, kamipun melanjutkan berjalan kaki ke bus top di Jl Transfer untuk menunggu bus CAT kembali. Tujuan kami pagi ini berkeliling George Town sambil berfoto. Pertama kali yang kami singgahi adalah sebuah lapangan luas bernama Esplanade Penang yang pasti kami bisa berjalan menyeberangi taman dengan pemandangan yang luar biasa indah dan menemukan bangunan lama berupa gedung putih megah bernama Gedung Majlis Perbandaran Pulau Pinang.

CIMG0880

George Town

@ Gedung Majlis Perbandaran Pulau Pinang

@ Gedung Majlis Perbandaran Pulau Pinang

Setelah lelah berpanas-panasan mengelilingi Esplanade Penang dan sekitarnya, kami pun melanjutkan perjalanan untuk makan siang di dekat hotel saja, hawker center yang kami impi-impikan… 🙂 Selesai makan siang, kamipun beristirahat di hotel terlebih dulu (maklum karena kami membawa Qnan). Kira-kira pukul 16.00 kami bersiap untuk pergi ke Batu Ferringhi, dengan naik bus 101. Perjalanan cukup panjang dan lama, ditambah lagi dengan supir bus yang selalu bawa dengan penuh semangat alias ngebut…. 🙂 akibatnya Qnan pun langsung manyun karena menahan rasa yang gak karuan. Untunglah begitu kami turun dan melihat jelas pantainya, rasa eneg juga pusing yang tadi kami rasakan langsung menghilang…. Sungguh indah luar biasa, selain pantainya bersih, pemandangan sekitarnya pun sangat indah. Jadi teringat Siloso beach di Sentosa Island. Qnan sudah gak sabar buat ganti baju dan langsung bermain pasir, lari kesana kemari, pokoknya sangat menikmati…. Gak terasa tiba2 waktu sudah menunjukkan pukul 19.00 (walopun masih terlihat terang) dan sunset pun mulai terlihat dengan jelas.

@ Batu Ferringhi

@ Batu Ferringhi

Setelah puas bermain pasir dan berfoto-foto, akhirnya kamipun bersiap untuk melanjutkan makan malam kami di Gurney Drive. Sebelumnya Qnan mengajak untuk makan di Mc Donald seberang pantai, setelah perut kenyang akhirnya kami menunggu bus 101 , yang kebetulan juga melewati Gurney Drive Hawker Center. Namun bus 101 itu tidak bisa membawa kami untuk turun tepat di depan hawker center, melainkan kami harus turun di bus stop Gurney Drive dan kami pun harus berjalan menyeberangi pertigaan yang ada, tidak jauh dari situ kamipun sudah dapat melihat sebuah keramaian yang ternyata betul itulah Gurney Drive Hawker Center! Setelah puas makan dengan menu yang semuanya enak,.. kamipun kembali ke hotel dengan melanjutkan naik bus 101, turun di Komtar namun kali ini kami harus menyeberangi memasuki pertokoan di dalam Komtar karena ternyata bus tidak memasuki terminal dan kami pun harus berganti bus walaupun masih tetap dengan bus 101.

Hari ini sangat menyenangkan, karena akhirnya kamipun menemukan banyak spot yang bagus untuk berfoto-foto… dan tentunya menemukan kembali keindahan pantai yang luar biasa,… Batu Ferringhi, sepertinya Qnan ingin kembali menemuimu. Terimakasih Tuhan untuk perjalanan kami hari ini!

KL – Penang yang kukenang… @ Day-2

Hari ke-2 kami di Kuala Lumpur, pagi ini rencananya akan kami lalui dengan mengunjungi Genting Highland yang terkenal itu. Yang tergolong ‘must see’  kalo kita sempat berkunjung ke Malaysia khususnya KL (katanyaaaaa……) 🙂

Sepertinya hari ini kami terlambat untuk memulai petualangan kami, karena kami baru keluar dari apartemen -/+ pukul 09.30 waktu KL. Jelas sangat berbeda dibandingkan jika kami menginap di Hotel. Karena saat kami menginap di tempat saudara seperti ini rasanya justru ‘keenakan’ untuk bermalas-malasan. Selain Qnan lebih senang untuk bermain bersama sepupunya, akupun dan mas Bayu harus menyesuaikan waktu dengan si empunya rumah. Tapi lumayan juga, masih saja tetap ada yang bisa aku ambil di sela-sela waktu, sempat mengelilingi sekitar apartemen. Dan,…. yippieeee,,,, ketemu orang yang jualan nasi lemak tepat dibawah jembatan penyeberangan depan Apartemen Nomad Sucasa ini. Hhhmmm,.. ternyata rasanya jauh lebih enak nasi lemak ini dibandingkan nasi lemak dari Restaurant Rasamas 🙂

Keluar dari Apartemen Sucasa kami diantar menuju LRT station di KLCC, ternyata disini kami harus membeli token terlebih dahulu untuk menggunakan LRT sesuai dengan tujuan kami. Di KL ini akupun tidak terlalu mendalami mengenai tata cara penggunaaan public transport yang ada, berhubung aku merasa tidak akan terlalu sering menggunakannya. Rupanya membeli token agak ‘lebih ribet’ dibandingkan apabila kita menggunakan smart card tentunya. Uang yang kami gunakan untuk membeli token pun harus betul uang pas, sedangkan untuk memiliki uang pas sampai sen-sen nya itu yang agak sulit buat kami yang hanya memiliki lembaran ringgit saja 🙂 hahahaaaa.. Akhirnya dari KLCC kami naik LRT menuju KL Sentral, aku lupa berapa ringgit yang harus aku keluarkan untuk kami ber-3. Yang aku ingat tidak lebih dari 5 ringgit saja. Setibanya di KL Sentral kamipun langsung menuju tempat penjualan ticket bus ke Genting di counter Resorts World Tours, Go Genting! Kami mendapat ticket bus sekaligus Genting skyway dengan jam keberangkatan bus pukul 11.00am dari KL Sentral seharga $4.30 untuk dewasa, dan $3.20 untuk anak-anak untuk sekali jalan. Ticket untuk kembalinya pun kami langsung pesan di tempat yang sama dengan jam kepulangan kami pilih pukul 06.30pm, toh apabila kami selesai sebelum jam tersebut kami masih tetap  bisa pulang asalkan tempat duduk dalam bus masih kosong.

Ticket bus and Genting skyway

Ticket bus and Genting skyway + ticket Snow World

Perjalanan sangat lancar  yang memakan waktu -/+ 1 jam menuju Lower Skyway, tempat kami harus berpindah untuk berganti skyway menuju Genting Highland. Tidak terlalu mengantri, mungkin karena bukan di akhir minggu dan juga bukan di musim liburan. Itulah enaknya kami bepergian bukan pada saat peak season..:) Tibalah saatnya kami naik cable car *jujur saja agak takut*, karena perjalanan inipun memakan waktu  cukup lama yaitu -/+ 30 menit (sangat lama buat aku yang agak takut ketinggian), tapi menjadi hiburan yang sangat menyenangkan untuk Qnan yang terlihat sangat menikmati perjalanan menggunakan cable car ini melewati hutan belantara, diiringi sejuknya udara pegunungan. Yaaaahhh….. daripada tegang, better foto-foto saja. Ini trik dari mas Bayu 🙂 daripada liat kebawah, mending fotoin kereta kereta lainnya yang terlihat indah berderet-deret melintasi hutan. Hihiiiii.. jujur, karena memang takut.
Skyway menuju Genting Highland

Skyway menuju Genting Highland

Begitu kami turun dari skyway, 1 tempat yang kami tuju dan langsung kami cari adalah…..Indoor Entertainment Park, karena hanya ini yang memungkinkan untuk Qnan bisa bermain. Langsung Qnan pun minta untuk masuk ke Snow World, hei..hei..hei… ternyata untuk mencari 1 tujuan saja cukup sulit karena begitu luasnya tempat ini. Sampai terlontar dari Qnan ‘kok jauh banget ya bu..? jalannya harus naik turun lagi” hahahaaa… Walaupun begitu tetap saja dia happy juga semangat!

Akhirnya sampai juga kami di Snow World, setelah sempat berfoto-foto disekitar arena permainan dan sebelum kami membeli ticket untuk masuk Snow World, Qnan mengajak ku untuk makan terlebih dulu. Okelah, kami akhirnya pergi untuk mencari makan terlebih dulu….. Sepertinya Qnan sudah tidak terlalu berminat untuk makanan fast food seperti KFC ataupun Mc D. Jatuhlah pilihan di sebuah food court bernama “Market Food Street”  yang banyak macam pilihan makanannya. Qnan memang paling suka makan udang, mas Bayu pun sangat tertarik dengan aneka pilihan makanannya, bahkan sambal udang petai pun ada 😀 iseng banget mas Bayu pun ambil udang petai yang kalo dari wanginya memang sangat menggoda. Tapi aku sempat curiga, bentuk petainya disini ternyata jauh lebih besar dibandingkan yang sering aku temui di Jakarta ini. Ternyata memang betul, begitu kami rasakan, rasa petainya pun sangat tajam dengan aroma yang lebih tajam pula. Hahahahaaaaa………… sampai akhirnya malah gak kemakan deh,.. Selesai makan pun, mas Bayu malah sibuk cari permen mint untuk penghilang rasa juga aroma yang gak hilang2. Tobaaaattttt…….!!! Belum lagi dengan harga dari makanan yang kami pesan agak ajaib juga, untuk harga sesendok udang petai yang membuat mabuk itu dihargai 8.00RM dan 7 ekor udang yang dimakan Qnan pun dihargai 21.00RM. Hahahahaaaaa… wajarlah, kalo harga makanan begitu sampai di Genting jadi begitu mahal, mengingat perjalanannya saja tadi yang cukup jauh dan menantang 🙂

Entertainment Park - Genting

Entertainment Park – Genting

Setelah selesai makan, kamipun langsung menuju ke Snow World untuk membeli ticket, yang kebetulan pas banget 15 menit lagi pintu dibuka. Kami mendapatkan ticket untuk pukul 14.30 – 15.10, dengan harga 25.00RM untuk anak-anak dan 30.00RM untuk dewasa. Tidak lama menunggu kamipun diperbolehkan untuk memasuki area Snow World dengan diberikan koin untuk mengunci loker. Sayangnya kami tidak diperbolehkan membawa kamera maupun hp. Sebelumnya kamipun mengambil jacket, sarung tangan juga sepatu. Disini  kami disediakan dengan berbagai ukuran mulai dr ukuran anak sampai ukuran XXL, tapi ya gitu deeeehh dengan kondisi semuanya tidak terlalu baik…. Kancing jacket banyak yang sudah tidak lengkap, kondisi sepatu yang lembab, juga sarung tangan yang lembab juga. Tapi yaaaa….namanya juga barang pinjaman, hehehe,,, Suhu di dalam ruang yaitu -6 derajat celcius, bbbrrrr.. suhu yang sangat dingin buat aku. Belum terlalu lama didalam hidung langsung terasa mampet (kebiasaan penyakit di udara dingin), tangan juga kaki udah terasa membeku, berbeda dengan  Qnan yang masih asik dan sangat menikmati bermain dengan salju. Akhirnya baru 20 menit didalam, terpaksa aku menyerah….. Aku keluar terlebih dulu, sedangkan mas Bayu masih menemani Qnan yang masih saja asik bermain dengan salju.

Selesai kami di Snow World, rasanya sudah tidak ada lagi tempat  yang menarik minat baik Qnan maupun aku. Kamipun memutuskan untuk berjalan-jalan saja mengambil arah pulang ke tempat dimana skyway akan membawa kembali ke tempat pemberhentian bus Go Genting! Masih terheran heran dengan magnet apa gerangan yang banyak sekali menyedot wisatawan untuk datang berkunjung ke Genting ini.. Padahal, over all (kalo boleh jujur) menurut aku  tidak ada sesuatu yang ‘unique’ di Genting ini, mungkin karena tempatnya saja yang di dataran tinggi sehingga wisatawan bisa menemukan udara dingin dan segar, hawa khas pegunungan. Selebihnya tidak ada yang terlalu istimewa,….

Kamipun akhirnya memutuskan untuk turun. Hwaaaaaa… ternyata perjalanan dengan menggunakan skyway saat turun jauuuuhhh lebih mengerikan ketimbang saat kami naik tadi. Karena rasanya kami dilepaskan dari ketinggian ke jurang yang dalam,… aaarrgghh ini sich jelas karena memang aku yang terlalu takut dengan ketinggian. Beberapa menit sempat sama sekali gak berani untuk melihat bawah, tapi setelah itu sudah kembali ke jalan yang normal, hehehee…. Saat itu, justru Qnan yang tertawa kegirangan melihat ayah dan ibu’nya sempat pasang muka tegang. Betul2 yang terbayang, andaikan kabel ini putus apa yang akan terjadi..? (pertanyaan yg terlontar dari mas Bayu). Masih sama saat keberangkatan tadi, kami memerlukan waktu -/+ 30 menit dan begitu tiba kami langsung mencari bus yang akan berangkat kembali ke KL. Rupanya kami harus menunggu bus selanjutnya, walaupun jam keberangkatan kami yang tertera di ticket adalah pukul 18.30, tapi kami tetap diperbolehkan untuk mengikuti bus keberangkatan pukul 17.00.

Tiba kembali di KL Sentral, waktu masih menunjukkan pukul 18.00. Saat itu Qnan sudah gak sabar untuk ingin segera kembali ke apartemen (yang ada dalam bayangannya hanya ingin bercanda dan bermain bersama saudara sepupunya) 🙂 Segera kami membeli token LRT dengan tujuan Ampang Park, dengan harapan kami bisa lebih dekat dan cepat tiba di apartemen kembali. Yang ternyata ,… ow….ow… sepanjang jalan Ampang di jam pulang kerja betul-betul macet , yang akhirnya kami memilih untuk berjalan kaki saja dibandingkan kami harus naik taxi. Jarak yang lumayan jauh untuk kaki kecil Qnan, kira-kira 2 km kami harus berjalan kaki menuju Apartemen Sucasa, dengan waktu tempuh -/+ 30 menit dengan berjalan santai.

Terimakasih Tuhan, untuk perjalanan juga petualangan kami di hari kedua kami di Malaysia. Full day at Genting,.. Bagi yang penasaran dengan berita kehebohan Genting,… Go Genting!! ;p

KL – Penang yang kukenang… @ Day-1

Kali ini liburan kami akan menuju negeri tetangga kita sendiri, Malaysia 🙂 Berangkat dari rumah pagi jam 05.30 WIB, padahal flight baru jam 08.30. Tapi jelas saja alasan kami saat itu karena malas terburu-buru, dengan harapan setibanya di Bandara masih bisa breakfast ataupun bersantai-santai dulu. Masih tetap sama seperti liburan sebelumnya, kami masih setia dengan menggunakan Air Asia, pesawat berbudget rendah 🙂 Tapi, untuk saat ini kok kami justru malah merasa lebih nyaman memasuki Terminal 3 di bandara Soekarno Hatta ini, dibandingkan harus memasuki Terminal 2 yang sangat terasa sesak juga cenderung kumuh. Mungkin karena Terminal 3 masih baru ya…?? Menurut info yang aku dapat, Terminal 3 ini nantinya akan menjadi terminal khusus untuk penerbangan berbudget rendah. Semoga saja kebersihannya masih bisa tetap terjaga seperti saat ini.

Setelah selesai check in, kamipun berniat untuk meng’up grade bagasi untuk kepulangan dari KL menuju Jakarta, dengan alasan   pasti bawaan akan lebih banyak dan jauh lebih berat (karena pasti ada oleh-oleh) dibandingkan keberangkatan kami dari Jakarta ini. Dengan menambah berat  maksimal menjadi 30kg aku harus menambah 150ribu, is better lah….. dibanding aku harus menambah bagasi on the spot. (Ini saran dari petugas Air Asia-nya langsung lho, saat tadi kami check in..)

Setelah kami selesai di urusan check in dan up grade bagasi, langsung menuju ruang tunggu. Sebelumnya, mampir dulu ke Circle K untuk beli minuman juga roti, berhubung di terminal 3 ini ternyata tidak ada restaurant yang mengundang minat kami. Karena memang hanya ada 1 restaurant  dan itupun aku pernah mendapatkan pelayanan yang kurang baik, jadi rasanya enggan untuk masuk kesitu lagi.. (restaurant apa hayo,…?? Yang pernah masuk ke Terminal 3 pasti bisa langsung nebak karena  memang hanya 1-1 nya restaurant yang ada di lantai dasar) 🙂

Kami lanjutkan menuju ruang tunggu, dengan melewati bagian imigrasi, stempel Paspor lancar. Tapi begitu kami memasuki bagian pemeriksaan barang, ada 1 travel bag yang saat itu memang aku tenteng karena isinya baju ganti Qnan juga printilan lainnya. Duh, lagi2 aku membuat suatu kesalahaan besar kali ini…. Padahal bukan kali pertama untuk aku melakukan perjalanan internasional, dimana aturan yang ada adalah tidak boleh membawa cairan lebih dari 100ml. Ternyata (betul2 tanpa sadar), aku memasukkan Body Lotion’ku di travel bag ini…. Hwaaaaa…..:'(( Petugas langsung meminta kami untuk meninggalkan (alias dibuang) atauuuuuu…kami susulkan masuk kedalam koper yang akan masuk ke bagasi. Hiks…. hiks…. pilihan yang sama beratnya, karena membayangkan untuk kembali ke tempat check in saja sudah cape’ tapi kalo harus dibuang pun jelas lebih sayang…… karena harganya pun tidak lebih murah dari  airport tax yang tadi kami bayarkan. Akhirnya setelah kasak kusuk sama mas Bayu :), aku putuskan untuk aku yang lari mengejar si koper yang semoga saja belum masuk ke bagasi pesawat. Yang pada akhirnya si botol Body Lotion pun bisa aku susulkan masuk ke dalam koper :)) pelajaran yang sangat berharga *untuk diingat2 kalo mau melakukan penerbangan internasional*

Akhirnya kamipun menaiki pesawat, penerbangan kali ini betul2 on time tanpa terlambat semenit’pun. Diatas pesawat kami disambut oleh pramugari asal Malaysia, jadi berasa sudah sampai di KL. Dari penyampaian informasi penerbangan pun sudah menggunakan bahasa Melayu Malaysia, bahkan saat kami bertransaksi di atas pesawat’pun sudah menggunakan mata uang Ringgit. Adaaaa saja yang selalu ingin dibeli Qnan diatas pesawat 🙂 yang sepertinya juga gak penting2 banget dibutuhkan, tapi ya namanya anak2 selalu terkesan dengan hal-hal baru. Perjalanan udara kami memerlukan waktu kurang lebih 1 jam 40 menit, dengan perbedaan waktu antara Jakarta dan Kuala Lumpur 1 jam lebih cepat.

Begitu turun dari pesawat, agak kaget juga melihat Bandara’nya yang ternyata hhhmmm…sangat standard, atau bahkan dibawah standard ya? heheheee… Yah, namanya juga LCCT (Low Cost Carrier Terminal) jadi ya memang bandaranya untuk pesawat – pesawat murah saja. Perjalanan dari turun pesawat sampai tempat pengambilan bagasi ternyata cukup jauuuuhhh….. 🙂 tapi, tetap saja dinikmati dong namanya juga berpetualang, hhahahahhaa.. Sebelum kami mengambil bagasi, kamipun harus kembali antri untuk pemeriksaan imigrasi yang ternyata tidak terlalu ketat, juga gak terlalu banyak tanya. Berbeda dengan pemeriksaan imigrasi yang pernah kami rasakan di Singapore, yang terkesan lebih tertib dengan pertanyaan yang lebih detail. Kami bersamaan dengan orang-orang dari Bangladesh maupun India, dan mereka terlihat nyata datang ke Malaysia bukan untuk berwisata. Setelah selesai urusan keimigrasian, kamipun langsung mengambil bagasi. Keluar dari pengambilan bagasi langsung terlihat beberapa counter yang menjual ticket bus menuju KL Sentral. Di Counter yang bertuliskan Aerobus LCCT – KL Sentral, aku pun membeli 2 ticket dewasa dan 1 ticket anak. TIcket dewasa seharga 8.00 RM dan untuk anak seharga 4.00 RM, hehehheeee harga yang cukup murahlah untuk harga bus yang cukup nyaman juga dengan tujuan yang cukup jauh pula menuju KL Sentral. Perjalanan menuju KL Sentral memakan waktu +/- 1 jam, dengan kondisi jalan yang cukup lancar. Lagi2 dibuat kaget dengan tempat pemberhentian bus di KL Sentral yang terlihat kumuh, awalnya agak ragu-ragu. Betulkah ini yang dinamakan KL Sentral…? Tapi berhubung, semua penumpang turun akhirnya kamipun ikutan turun 🙂 (kebiasaan kalo di tempat baru, mengekor saja).

Setelah kami memasuki gedung KL Sentral, barulah terlihat apabila KL Sentral adalah pusatnya angkutan yang akan membawa kita kemanapun tujuannya. Baik dengan menggunakan LRT ataupun Rapid KL (bus kota). Oya, sebelum kami keluar dari KL Sentral, kami sempatkan terlebih dulu untuk makan siang (walaupun agak terlambat, karena saat itu jam sudah menunjukkan pukul 3 sore)

@ KL Sentral

@ KL Sentral

Akhirnya pilihan makan siang kami pun jatuh ke Restaurant Rasamas, mas Bayu memilih menu Nasi Lemak dengan tambahan Chicken Rice (doyan apa lapar mas..? ;p) sedangkan aku memilih menu favorit-ku Curry Laksa,hhmmmmm sudah langsung terbayang yummy’nya. Qnan jelas memilih menu yang standar anak-anak, Fried Chicken dengan Chicken Rice. Ternyata dari ke-3 macam menu yang kami pesan, tetap juaranya adalah….. Curry Laksa!! Mas Bayu pun menyesal kenapa gak pesan Laksa saja ya, karena ternyata Nasi Lemak yang diidolakan’nya pun tidak seenak yang dia bayangkan 🙂 Tapi,.. ya sudahlah, bisa menjadi bahan referensi bagi kami kalo mau cari Nasi Lemak yang enak jangan cari di dalam restaurant, justru nasi lemak emper jalanan akan jauh lebih nikmat!

Setelah perut kenyang, kami pun bersiap untuk keluar dari KL Sentral. Tujuan kami adalah Apartemen Nomad Sucasa di Jl. Ampang, kebetulan ini adalah tempat saudara sepupuku tinggal. Jadi selama di Kuala Lumpur, kami akan tinggal disini. Sebelumnya kami membeli ticket taxi terlebih dulu seharga 16.00 RM. Setelah ticket kami dapat, kami pun mendatangi supir taxi yang sudah menunggu di luar, kamipun menyebutkan tujuan kami. Dan pertanyaan yang keluar dari si supir adalah, ” Sudah tahu jalannya..??” Damn!! Ternyata Si Supir Taxi yang nampak jelas keturunan India itupun gak tau jalan, tapi masih lebih bagus si supir ini ketimbang kebanyakan supir taxi di Indonesia ;p nampak jelas dia berusaha untuk menghubungi teman-temannya agar dapat menemukan alamat tersebut. Aku sih duduk tenang saja, gak takut argo melonjak karena dibawa putar2 ndak jelas, wong kita sudah bayar duluan. Masalah nanti muter2 itu kan resiko si supir taxi yang ‘kuper’ karena tidak tau jalan, heheheeee…..Untung saja, kamipun tidak dibawanya untuk keliling KL. Karena ternyata Jl. Ampang yang aku tuju itu pusat perkantorannya KL, yaaaa.. semacam Kuningan lah kalo di Jakarta, karena disekitar situ hanya ada kantor, mal, hotel juga apartemen. Cukup mudah sebetulnya untuk mencari alamat tersebut. Wah, berarti jelas si supir tadi yang kurang pergaulan.

Malam pertama kami di KL, kami habiskan untuk berjalan disekitaran Suria KLCC, termasuk makan malam disana dan diakhiri dengan berfoto dengan background Twin Towers yang tersohor itu,…..

Twin Towers

Twin Towers


Pentingnya “Jalan-jalan”

‘Jenuh’.. Bagaimana tidak? Setiap hari kita melakukan rutinitas yang benar2 tidak bervariasi. Bangun pagi, siapkan kebutuhan Qnan juga ayahnya. Antar Qnan sekolah, langsung pergi ke tempat kerja. Sampai di kantor ya ketemunya sama kerjaan yang itu2 juga. Kalau hasil kerja kita selalu “ok” dimata orang-orang sekitar kita sih no problem,.. Ada saatnya pasti kerjaan kita kena ‘teguran’ atau mendapat ‘keluhan’ dari orang-orang itu, baik atasan, rekan kerja atau bahkan para customer kita. Tapi, yaaaa…. itulah seninya bekerja 🙂 Yang pasti, di akhir bulan kita mendapatkan ‘hasil’nya, meskipun terkadang kita merasa kurang puas karena tidak bisa mengaktualisasikan diri kita secara penuh.

Nah,… sebab itu penting banget yang namanya ‘jalan-jalan’. Jalan-jalan pergi ke mal? halahhh.. cuma ngabisin duit aja, sedikit sekali pelajaran yang bisa kita ambil. Malah mungkin sama sekali gak ada yang bisa diambil.. Apalagi jalan-jalannya sama anak, malah ngajarin anak konsumtif!!! Makanya, kalau aku sih milih jalan-jalan itu ya benar2 jalan-jalan ke suatu tempat yang ‘hidup’, bisa melihat secara langsung culture yang berbeda, orang2 yang berbeda ataupun kebiasaan yang berbeda juga..

Jelas pilihannya ya jalan-jalan ke luar kota atau bahkan mungkin ke luar negeri. Dengan begitu kita bisa refreshing skalian ngajarin anak sesuatu yg mungkin sebelumnya belum pernah dia lihat sama sekali. Jelas bukan cuma buat anak,.. ayah ibu nya pun bisa skalian ‘study banding’ heheheee… Satu contoh, saat kita jalan-jalan ke luar kota biasanya kita bisa menemukan ‘bahasa’ yang berbeda dengan bahasa yang biasa kita dengar sehari-hari, begitu juga ‘perilaku’ dan ‘kebiasaan’ orang yang berbeda di setiap daerah. Menurutku itu seruuuuu… Seru untuk kita bahas, bisa kita ambil untuk kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari kita apabila memang itu baik, sekaligus memberikan contoh langsung apabila memang itu tidak baik.

Oleh karena itu, paling tidak setiap 6 bulan sekali tentukan arah,.. Kemana kita akan pergi? Gak peduli berapa biaya yang harus dikeluarkan. Tapi, kalau untuk aku pribadi udah ada cara yang sangat efektif untuk supaya kita bisa jalan-jalan tetap dengan biaya yang ekonomis, tapi dijamin tetap aman dan nyaman.

Tentukan jauh-jauh hari tempat / kota mana yang akan kita tuju, cari tau mengenai apa saja yang menarik dari tempat yang akan kita tuju, cari tau juga cara yang paling mudah untuk mencapai tempat yang akan kita tuju, juga kemungkinan yang akan kita temui apabila kita membawa anak (yang notabene masih dibawah 10thn). Biasanya aku selalu melakukan hal ini setiap kali kami pulang dari ‘jalan-jalan’. Sehingga pekerjaan ‘mencari tau’ ini dapat aku lakukan -/+ 6(enam) sampai dengan 8 (delapan) bulan sebelum hari H 🙂 Tentu ini menjadi side job yang sangat meyenangkan untuk aku pribadi, di sela-sela waktu kerja atau di sela-sela weekend, kegiatan untuk browsing tempat dan segala macam printilannya, menjadi hiburan yang sangat menyenangkan.

Untuk transportasi dan akomodasi kita juga bisa tentukan dari awal, tentunya yang paling memudahkan dan aman untuk kita. Apabila jarak tempuh jauh (lebih dari 10 jam) biasanya kami memilih menggunakan pesawat. Pakai saja penerbangan dengan tarif murah (saat ini sudah banyak sekali ditemui maskapai penerbangan murah, tp tetap nyaman). Untuk akomodasi jelas kita bisa pilih budget hotel, dan akhirnya di kota tujuan 90% adalah jalan-jalan (bukan shoping) :)) Pasti menyenangkan!!