“Passion”ku sudah bukan lagi disini, tapi disitu…

Passion ku saat ini bukan lagi disini, tapi disitu….
Iya, itu…sesuatu yang bukan hanya memikirkan diri sendiri, sudah bukan lagi saatnya untuk menuntut, tapi saatnya untuk apa yang bisa kita beri juga kita bagi ke orang lain.
Pangkat dan jabatan itu adanya di dunia, gak menghasilkan apa-apa. Paling juga menghasilkan uang sesaat. Padahal kalo yang namanya uang, seberapapun banyaknya pasti akan selalu merasa kurang. Coba aja, kita digaji oleh perusahaan tempat kita bekerja, mau seberapun banyaknya pasti selalu merasa kurang, akhirnya kita lupa untuk bersyukur.
Seberapapun jabatan yang didapat juga pasti nantinya akan selalu kurang, karena memang gak menghasilkan apa-apa.
Bagi aku passion ku saat ini adalah sesuatu yang bisa membahagiakan orang lain juga lingkungan sekitar. Caranya? Ya berbagi….
Semakin kita berbagi semakin kita merasa selalu berlebih.
Beda dengan semakin banyak gaji, justru semakin terasa kurang aja nih duit.. Gaji meningkat, kebutuhan juga meningkat.
Beda dengan jabatan yang disandang di tempat kerja, semakin punya jabatan semakin banyak musuhnya *kalo ada yang iri 🙂
Tapi kalo aku berbagi, kebutuhan untuk selalu berbagi juga semakin meningkat, akhirnya aku gak cuma memikirkan diri sendiri.
Akhirnya, selalu berdoa memohon untuk Tuhan berikan aku usia yang bermanfaat, berikan aku usia sedikit lebih banyak biar aku bisa berbuat sesuatu yang bermanfaat untuk diri sendiri juga orang lain. Berikan aku kesempatan untuk berbuat baik walau itu hanya setitik..
Aamiin…………..

#lagi bosan kerja
#lagi jenuh dengan lingkungan

Advertisements

Bapak itu orang yang sangat baik….

“Bapak itu orang yang sangat baik…..” kata-kata itu yang terus terdengar ditelingaku saat orang-orang memelukku untuk mengucapkan salam duka cita. Kata-kata itu tidak terucap hanya dari satu atau dua orang saja, hampir semua pelayat yang datang berkata demikian.

image

Perasaanku saat itu jelas sangat terpukul dengan kepergian Bapak yang tergolong cepat dan tanpa basa basi, mungkin begitu cara Tuhan untuk mengambil Bapak dari sisi kami semua disini…. karena keseharian Bapak juga seperti itu, Bapak itu seorang yang sangat easy going, easy come dan easy go… pokoknya Bapak itu cerminan orang yang sangat jauh dari istilah ‘ribet’. Semuanya sangat sederhana dan selalu terlihat mudah.
Bapak juga terkenal dengan pribadi yang sangat tidak banyak bicara, sabar, selalu ramah dan tersenyum. Pantas saja kalo Bapak justru jadi sangat disegani.
Kata-kata “Bapak itu orang yang sangat baik…. ” semoga menjadi jalan penerang menuju rumah abadinya. Aamiin…….

image

Saat Bapak memilih pulang ke Solo..

Air mata masih terus menetes setiap kali mengingat di hari Selasa pagi tgl. 5 Mei 2015 di ruang ICU itu.. Setelah berjuang kurang lebih satu jam saja, akhirnya Tuhan memilih mengambil Bapak untuk kembali ke Rahmatullah. Innalillahi wainaillaihi roji’un….
Sebelumnya Bapak mengalami sesak nafas, oleh karena itu Ibu pun gak mau menunggu terlalu lama untuk langsung membawa Bapak ke dokter, dan benar saja menurut dokter Bapak memerlukan bedrest selama 3 hari karena terdeteksi mengalami gangguan di jantungnya. Senin tgl. 4 Mei 2015 pukul 08.30 Ibu menelephon aku yang saat itu sudah masuk kerja. Langsung saat itu juga aku sama mas Bayu ijin pulang dari tempat kerja, jemput Qnan dan langsung meluncur ke Subang.
Sampai di Subang aku masih bisa menemui Bapak dalam kondisi yang baik. Bapak masih mau menikmati pemberian chocolate Toblerone mini dari Qnan, oleh-oleh aku dari Singapore beberapa hari sebelumnya. Qnan selalu ingat, chocolate itu kesukaan Yangkung… maka hukumnya wajib untuk dia berbagi chocolate apapun yang dia punya 🙂
Senin malam itu aku berdua Qnan menemani Bapak di ruang rawat inap RS sampai jam 10 malam, karena Ibu hari itu sedang puasa maka sore itu aku sarankan Ibu untuk segera pulang dengan diantar mas Bayu untuk berbuka puasa dan beristirahat. Pasti Ibu sangat lelah karena sudah menemani Bapak dari pagi sampai aku datang tadi. Selama aku menemani Bapak malam itu, semuanya terlihat baik dan normal saja. Aku sempatkan juga buat menyuapi Bapak beberapa sendok bubur, tapi Bapak bilang gak nafsu makan mungkin karena pengaruh sudah diinfus sejak siang tadi. Akhirnya Bapak tertidur pulas sampai dengan aku pulang ke rumah dan digantikan mas Bayu juga Ujang yang bertugas menemani Bapak malam itu.
Sampai keesokan paginya, mas Bayu memberi kabar bahwa kondisi Bapak sempat drop, tensi Bapak tiba-tiba ada di 80/60 ditambah sesak nafas yang cukup berat. Jam 05.30 pagi mas Bayu menelephon kami, dengan suara yang sedikit panik mas Bayu minta aku untuk segera datang ke RS. Akhirnya Ibu yang segera berangkat ke RS, karena aku masih harus menunggu kedatangan mas Anton dari Yogya. Selang 1 jam dari Ibu berangkat ke RS, akhirnya akupun menyusul bersama mas Anton juga Qnan. Saat kami memasuki ruangan, Bapak dalam kondisi tidur (tapi mungkin tidak terlalu nyenyak), sehingga Bapak pun langsung tersenyum menyambut mas Anton dengan bersalaman. Tidak banyak kalimat yang keluar dari mulut Bapak, walaupun tampak nyata Bapak dalam kondisi yang baik-baik saja.
Pagi itu sudah tersedia sarapan buat Bapak, tapi menurut info dari Ibu saat itu Bapak baru saja selesai puasa karena harus diambil darah. Oleh karenanya makananan sarapan pun belum tersentuh oleh Bapak. Beberapa saat kemudian datang beberapa suster untuk laporan penggantian shift dan berdoa bersama untuk kesembuhan Bapak. Setelah itu Ibu minta untuk suster menggantikan baju juga sprei yang Bapak pakai karena sudah terasa basah kuyup, entah oleh keringat yang keluar dari tubuh Bapak atau juga mungkin dari pipis yang merembes melalui diapers yang Bapak gunakan. Sambil menunggu suster datang untuk menggantikan pakaian Bapak, Bapak masih sempat diajak bicara oleh Ibu juga mas Anton. Tiba-tiba Bapak mengingatkan Ibu mengenai biaya perawatan Bapak saat itu dan juga mengenai uang deposito yang Bapak miliki….. Entah saat itu kenapa jantungku langsung berdegup kencang, perasaanku langsung tidak enak, rasanya badanku langsung terasa ringan dan melayang. Padahal cuma gara-gara Bapak bicara seperti itu, feeling-ku pun langsung gak enak.. 😦
Beberapa saat kemudian suster datang untuk menggantikan baju juga sprei yang Bapak pakai. Saat itu pun Bapak masih sempat menanyakan jam tangan yang beliau pakai, kenapa tidak ada..? Langsung aku jawab, ada kok pak.. Mas Bayu yang melepas dan disimpan diatas kulkas. Mungkin karena Bapak terlalu banyak bergerak saat berganti baju, saat itupun langsung Bapak sesak nafas kembali, aku langsung memanggil Ibu juga mas Anton yang sedang berbincang di teras kamar. Langsung saat itu juga, semua berubah menjadi panik. Suster mencoba untuk menggantikan tabung oksigen dengan ukuran yang lebih besar dan entah alat apalagi yang perlu mereka ganti. Berbagai macam pertolongan mereka lakukan, saat itu Bapak beberapa kali muntah. Suasana ruang rawat inap tersebut jadi mendadak sibuk dan panik, terlihat beberapa suster berlarian entah apa yang mereka cari. Aku hanya bisa berdiri terpaku sambil tidak berhentinya mulut ini terus berdoa…
Di dalam ruangan, sudah banyak suster, ada Ibu yang terus memegangi Bapak, Mas Anton, Mas Bayu juga Qnan. Anakku ini tergolong sangat kuat dan sama sekali tidak terlihat takut melihat situasi sepert ini,… justru aku yang sudah sangat lemah, rasanya kakipun tak mampu menopang badanku sendiri namun aku terus berdoa untuk kesembuhan Bapak saat itu,… Bayangan akan ditinggalkan Bapak untuk selamanya mulai sedikit timbul tenggelam dalam pikiranku. Saat itu aku merasakan ketakutan yang luar biasa, berulang kali aku menyebut nama Tuhan.. Badanku mulai melemah, gak ada lagi yang bisa aku pikirkan dengan baik selain hanya mulut tak berhenti berdoa memohon supaya Bapak bisa kembali sehat.
Setelah semuanya sudah tak mungkin lagi dilakukan di ruang rawat inap, akhirnya mereka memutuskan untuk membawa Bapak ke ruang ICU. Aku hanya bisa mengikuti rombongan itu dari belakang, saat Bapak ditemani ibu, Mas anton juga Mas Bayu memasuki ruang ICU, aku hanya bisa berdiri lemas di depan pintu masuk. Aku menemani Qnan yang masih saja terlihat bingung, beberapa kali dia bertanya “Ibu, YangKung kenapa…?” terlontar juga dari mulut Qnan saat itu, “Inan bingung, kenapa ibu terus menangis..?” tapi saat itu tak ada satu katapun yang bisa aku jawab dari pertanyaan Qnan tersebut. Aku hanya merasakan air mata terus mengalir di pipiku, hidungkupun terasa mampet, kepalaku pun terasa semakin berat. Tuhan,… apa yang akan terjadi di Bapak hari ini..?
Setelah -/+ 1 jam aku menunggu diluar dengan perasaan yang tidak menentu, akhirnya Mas Bayu meminta aku untuk masuk ke ruang ICU, begitu juga Mas Anton meminta aku untuk segera menemui Bapak. Saat itu juga tangisku pecah, sudah bukan lagi airmata yang menetes… aku mulai merasa semua terasa gelap, aku tau maksud dari mereka memintaku untuk menemui Bapak. Bapak sedang dalam sakratul maut dan aku diminta untuk memaafkan dan minta maaf ke Bapak… Tapi apa yang terjadi..? Masih saja aku tak sanggup untuk melakukannya, melihat Bapak dalam kondisi seperti itu membuat aku sangat tidak tega untuk mendekatinya.
Akhirnya tepat pukul 09.40 WIB dokter yang menangani Bapak pun menyatakan bahwa Bapak sudah meninggalkan kita semua,… Innalillahi wainailahhi rojiun… Kami semua ikhlas Bapak pergi, walaupun terasa sangat cepat. Dalam waktu yang sangat singkat pula ibu memutuskan untuk membawa jenazah Bapak ke Solo untuk dimakamkan disana. Semua teman, sahabat juga tetangga di sekitar rumah Bapak pun langsung turun tangan untuk membantu proses pemberangkatan jenazah, semua terasa mudah dan lancar sampai keberangkatan kami siang itu ke Solo.
Sepanjang jalan tak henti-hentinya Ibu bercerita tentang Bapak, salah satunya tentang Bapak beberapa waktu lalu sebelum operasi hernia di RS Medistra Jakarta. Ceritanya Ibu sempat bertanya, “Nanti setelah operasi, maunya kita jalan-jalan kemana? Mau ke Bali atau pergi Umroh?” dan Bapak menjawab, “Mau ke Solo”. Pertanyaan itu Ibu ajukan beberapa kali dan selalu Bapak menjawab sama “Mau ke Solo”. Ternyata hari itulah Selasa, tgl. 5 Mei 2015 kami semua mengantarkan Bapak untuk pulang ke Solo….
Kami semua sayang Bapak dan kami semua sangat mengagumi sikap dan perilaku Bapak selama hidupnya.
Semoga Allah SWT memberikan jalan terang untuk Bapak,… Aamiin…….

1431235173123

Happy Milad, dear Bapak…..

Tepat hari ini Bapak berulang tahun dan Alhamdulillah masih diberikan kesehatan yang luar biasa.
Bapakku ini dimata aku anak bontotnya tergolong orang yang luar biasa.
Banyak hal yang bisa dianggap luar biasa dari sosok beliau.
Sampai dengan hari ini masih punya kebiasaan untuk tidak pernah melewatkan membaca surat kabar KOMPAS di pagi hari dan akan memegang KOMPAS lebih lama di hari Minggu karena sambil mengisi TTS 🙂
Sampai dengan hari ini juga masih disibukkan dengan pasien-pasiennya yang masih juga mau untuk datang berobat ke dokter sepuh ini, padahal diluar sana sudah banyak sekali dokter muda yang bertebaran dengan membuka praktek sampai pelosok desa.
Kalo mengenang Bapak duluuuuu pas saat aku masih kecil,.. beliau ini tergolong Bapak yang suka membuat kejutan. Tiba-tiba datang dari Bandung dengan membawa alat musik organ baru. Padahal gak ada satu orangpun di rumah ini yang bisa memainkannya. Itu semua karena apa..? Karena Bapak sudah menyiapkan guru les organ yang khusus didatangkan dari Jakarta seminggu sekali untuk mengajari kami bermain organ. Termasuk kakak laki-lakiku yang belajar bermain gitar gara-gara Bapak juga, yang akhirnya saat ini mas ku justru terjerumus total ke dunia musik, walaupun masku ini seorang Arsitek tapi justru saat ini punya sekolah musik di Yogyakarta. Pernah juga tetiba membeli satu set panci yang seingat aku harganya sangat mahal untuk ukuran tahun 80-an, katanya sich panci buatan Amerika. Ibuku bukannya senang tapi malah justru marah-marah karena tau harga panci yang begitu mahal,.. tapi beberapa bulan setelah itu bahkan sampai dengan hari inipun panci itu justru jadi panci kesayangan ibuku 🙂 Teryata memang kejutan-kejutannya gak pernah salah..
Begitu juga dengan hobby-nya jalan-jalan,…. Bapak ini hobby sekali jalan-jalan. Walaupun kami tinggal di sebuah kota kecil di Jawa Barat yang berjarak -/+ 134km dari Jakarta, tapi untuk urusan semua obyek wisata plus museum juga tempat-tempat bersejarah yang ada di Jakarta ini aku sudah pernah mengunjunginya. Padahal belum tentu anak yang lahir, tinggal dan dibesarkan di kota Jakarta ini justru pernah menyambanginya 🙂 Bapak memang luar biasa!! Gak mau anak-anaknya hanya terkungkung di sebuah kota kecil di era tahun 80-an menjadi anak yang kurang pergaulannya. Sehingga kami punya kebiasaan setiap hari Minggu untuk pergi ke Jakarta hanya untuk berwisata. Entah itu hanya ke Lubang Buaya, museum Fatahillah, TMII, museum Adam Malik, museum Ahmad Yani atau pergi ke Ancol. Aku yakin tidak ada satu tempat wisata dan tempat bersejarah yang terlewatkan, aku yakin itu!

Happy Milad, dear Bapak <3

Happy Milad, dear Bapak ❤


Bapak juga tergolong orang yang sangat suka membaca dan itu jelas menurun kepada kami anak dan cucu-cucunya. Merupakan hal yang rutin untuk kami berbelanja buku di Toko buku Gunung Agung di daerah Kwitang Jakarta Pusat, dan alhamdulillah sampai hari ini buku-buku cerita yang dulu pernah aku beli masih terawat dengan baik dan sekarang pun jadi bacaannya Qnan di waktu luang.
Kalo cerita tentang Bapak dan kebiasaan-kebiasaannya sich jelas panjang banget….
Oiya, kebiasaan Bapak yang sampai sekarang masih berlaku itu Bapak suka sekali makan enak. Segala jenis makanan yang mengandung keju, susu juga durian itu adalah favorit Bapak banget! Sebetulnya ibu sangat khawatir dengan kebiasaan makan Bapak yang sepertinya tidak mengenal pantang. Tapi, kalo semua makanan itu dinikmati dengan penuh syukur rasanya semua makanan itu akan baik-baik saja masuk ke dalam tubuh Bapak. Bapak juga sangat hobby olahraga tennis, bahkan olahraga tennis ini baru Bapak tinggalkan beberapa tahun belakangan ini.. Mungkin kira-kira baru 2 tahun lalu Bapak sudah gak aktif bermain tennis.
Bapak adalah eyang kakung yang tidak banyak bicara sama cucu-cucunya, tapi suka melipir pergi berdua sama Qnan untuk beli ice cream ataupun coklat. Hampir tidak pernah bisa menolak permintaan dari cucu-cucunya… Kalo ada permintaan dari cucunya, selalu senyuman ataupun anggukan yang diberikannya.
Semoga di ulang tahun ini Bapak selalu diberikan kesehatan juga umur yang bermanfaat.. Aamiin..

Holiday @Sing – day 3

Pagi ini bangun dengan sangat segar, seperti hari kemarin diawali dengan breakfast ala kadarnya di kamar dan dilanjut dengan bersiap diri untuk segera keluar dari kamar. Pagi ini kami berencana untuk pergi ke Science Center, tepatnya sich mau ke Snow City, karena dari kemarin Qnan sudah merengek untuk pergi ke Snow City. Sebetulnya, Snow City adalah tujuan yang tidak tercantum di itinerary kami…. karena beberapa waktu lalu saat kami sempat berlibur ke Sing pun, Science Center pernah menjadi tujuan kami. Tapi apa mau dikata, kalo Qnan tetap merengek ingin melihat Snow City.
Oya, sebelum kami menuju Snow City kami mencoba untuk breakfast dimsum di Tak Poo (yang katanya salah satu restaurant dimsum enak dan paling hits di daerah Chinatown) Menu dimsum adalah favorit Qnan, jadi anak inilah yang paling semangat begitu kami ajak mampir ke Tak Poo yang letaknya hanya beberapa meter dari hotel kami. Tentunya pun menu dimsum yang kami pilih “no pork”… 🙂 Lumayan mengenyangkan walaupun terlihat menu yang kami makan sedikit, hehee… bayangannya kalo makan dimsum itu harus banyak-banyak, secara makan tanpa nasi gitu loh.. (perut Indonesia mah tetep) 😀
Selesai breakfast, langsung naik MRT menuju stasiun Jurong East dilanjut dengan naik bus no 335 dan turun tepat di depan Science Center dan Snow City. Yeaaaayyy… begitu happy nya Qnan begitu tiba disana, karena rasa penasarannya yang begitu kuat dengan Snow City.

CIMG8148

Akhirnya hanya Qnan dan mas Bayu yang masuk main ke dalam Snow City,.. aku masih saja bermasalah dengan hidungku ini yang suka tiba-tiba mampet kalo kena udara yang dingin banget, apalagi ini udara -12 derajat celcius. Ampyuuunn maaaakk..!! Ticket masuk Snow City 15$sgd saja, tapiiiiii.. kalo kita mau ambil hasil foto-foto nya saat didalam, 1 lembarnya dihargai 20$sgd. Duuh, mending gak usah deh.. lagian juga gak ada yang terlalu istimewa kok. Ditambah lagi cerita dari Qnan kalo ternyata Snow World yang ada di Genting Highland nya KL jauh lebih bagus dibanding Snow City ini 😦 Yah, walaupun sedikit kecewa tapi Qnan tetap saja bisa menikmati dengan suasana hati yang happy. Aku menunggu diluar selama -/+ 45 menit saja, sangat tidak membosankan karena sambil nunggu Qnan sambil liat banyak anak-anak KG yang sedang wisata juga, lucu-lucu… karena dalam sekelompok kecil saja terlihat kalo mereka berasal dari berbagai ras suku bangsa, china, india, melayu juga ada yang bule…. lucu banget!! Jadi membayangkan andai dulu Qnan yang seperti itu… 😉

Yes,..! selesai dari Snow City, kamipun berjalan-jalan di sekitar Science Center. Walaupun dulu pernah masuk kesini sebetulnya pengen lagi buat kembali masuk ke Science Center, tapi kok waktunya yang sudah terlalu mepet karena sudah ada tujuan lain setelah ini.

CIMG8145

Science Center

Tujuan kami selanjutnya adalah Bugis Street, entah apa yang kami butuhkan untuk kembali menyambangi Bugis Street, namun rasanya selalu saja ada yang kurang kalo kami gak mampir kesana,.. hahaaaaayy… 😀 Akhirnya kami hanya numpang makan di Hawker center Albert Street, pas juga saat itu turun hujan sekalian deh nunggu hujan sampai reda. Ada sedikit perkembangan yang aku temui di Bugis Street, karena jalanannya diperlebar dengan lantai keramik yang sudah diganti baru. Terakhir aku datang kesini di bulan Mei 2014, ternyata 5 bulan setelah itu sudah ada perubahan yang cukup signifikan. Berjalan sepanjang Bugis Street jadi berasa lebih nyaman dan luas…
Oiya, Qnan juga sempat minta dibelikan durian yang sudah dikupas yang dijual tepat di sebrang hawker center Albert Street ini.. Harganya sich cuma 4$sgd tapi rasanya juga standard saja. Selesai kami berjalan-jalan di Bugis Street (dan seperti biasanya, gak ada satupun barang yang dibeli)kamipun kembali ke hotel dengan rencana sore ini kami akan meetup dengan Dhendi di Lau Pa Sat.
Tepat jam 6 sore kami kembali keluar dari hotel dengan tujuan Lau Pa Sat,walaupun akhirnya kami harus menunggu Dhendi selesai meeting dulu dan baru keluar kantor -/+ jam 7 malam. Selama kami menunggu, kami asik mengamati orang-orang yang berlalu lalang disekitar gedung UBS karena ibaratnya wilayah situ adalah Sudirmannya Jakarta gitu,.. 🙂
Setelah kami bertemu Dhendi, kamipun langsung menyeberang ke Lau Pa Sat buat dinner,.. setelah dinner selesai, yang awalnya kami pengen mampir ke Mustafa Center lagi jadi tergoda buat mampir ke apartemen tempat Dhendi tinggal selama ini, setelah selesai kunjungan ke apartemen (macam orang lagi sidak saja), kamipun melanjutkan untuk berjalan kaki ke MBS (masih ditemani Dhendi) dan kamipun menemukan suasana baru yang selama ini belum pernah kami temui, apalagi setelah itu kami sempat melihat pertunjukan laser yang sangat indah.. Keren banget deh pokoknya!! Gak nyesel walaupun malam itu akhirnya kami membatalkan pergi ke Mustafa. Akhirnya kami pun kembali ke hotel kira-kira jam 11.30 malam, lagi-lagi untung saja Qnan gak rewel, justru dia yang paling happy karena bisa melihat pertunjukan laser yang indah itu.
Malam ini tidur dengan nyenyak,… dan berencana besok pagi aku akan tetap pergi sendiri ke Mustafa Center buat beli parfumnya mas Bayu, semoga kuat bangun pagi.. 🙂

Allah itu Maha Baik..

Selalu bersyukur dan terus bersyukur, masih diberikan kesabaran yang panjang… Karena aku yakin Allah punya rencana yang indah, tak ada satu manusiapun yang mampu merusak rencanaNya.

Hari ini Allah jelaskan semuanya,.. Tidak akan pernah mendendam dengan sesama manusia, tidak akan pernah punya prasangka yang buruk selama kami masih sama-sama menjadi manusia ciptaan Tuhan, tidak akan mau untuk merusak hati dan pikiran sendiri dengan hal-hal yang negatif.

Sekali lagi, Allah itu Maha Baik diwaktu dan saat yang tepat, menunjukkan segala sesuatu di depan mata supaya aku bisa terus untuk belajar, belajar dan belajar menghadapi hidup.

Matur nuwun GUSTI ALLAH!

Holiday @Sing – day 2

Alhamdulillah,… pagi ini kami bangun dengan kondisi badan yang sudah sangat terasa segar bugar, tidur semalam terasa nyenyak sekali walaupun suasana diluar masih sangat ramai sampai tengah malam.
Pagi ini aku menyiapkan breakfast khusus untuk ke-2 orang tercintaku ❤ ❤ Semalam aku sempatkan membeli sosis ayam, hot dog dan telur mentah, dengan fasilitas yang alakadarnya dikamar semua makanan itu sudah aku sulap menjadi menu breakfast yang lumayan enak buat kami nikmati bersama di kamar ini. Ada white coffe yang memang kami bawa dari Jakarta, ada telur setengah matang yang yummy banget, juga setangkup hotdog berisikan sosis ayam.

Baru setelah itu, satu persatu kami bersiap diri. Tepat jam setengah 10 pagi kami keluar kamar, sebetulnya tergolong kesiangan sich.. Tapi entah kenapa di Singapore ini jam segitu masih banyak toko-toko yang tutup. Jadi terkesan memang masih pagi banget.. Pagi ini tujuan kami adalah S.E.A Aquarium yang ada di RWS (Resort World Sentosa), jadi tujuan awal yang kami tuju adalah station MRT Harbourfront, eh ternyata deket banget ya jarak antara Chinatown ke Harbourfront kalo naik MRT. Sejalur karena sama-sama ada di jalur ungu, hanya melewati 1 station saja yaitu Outram Park, kami sudah langsung sampai di Harbourfront. Tinggal naik ke lantai 3 Vivo City, nyebrang lah kami ke Sentosa dengan menggunakan EZlink card yang sudah kami punya.

CIMG7695

Menyempatkan berfoto-foto sebentar di sekitaran Universal Studio, karena lokasi dari S.E.A Aquarium ini bersebrangan dengan Universal Studio 🙂 Qnan sudah gak sabar banget pengen lihat dalamnya aquarium raksasa ini. Oya, kami sudah membeli ticket ini sejak dari Jakarta secara online.

Wuiiihh,.. ternayata memang keren banget!! Selain luas banget karena terdiri dari beberapa bagian, S.E.A Aquarium ini juga nyaman banget, tanpa terasa hampir 4 jam kami mengelilingi gedung ini dan rasanya belum puas juga. Beberapa kali terlontar dari mulut Qnan kata “Amazing……”

CIMG7967

Setelah puas mengelilingi tempat ini, rasa lapar pun sudah mulai menyapa. Sempat bawa beberapa hotdog yang tadi aku buat di hotel, tapi itu semua sudah kandas 🙂 Maklum lah, waktu 4 jam kami habiskan di dalam gedung yang cukup dingin tentu perutpun mudah terasa lapar. Akhirnya kami memutuskan untuk menyudahi saja petualangan kami di dalam aquarium ini. Berhubung kami sudah beberapa kali mengunjungi Sentosa, Qnan pun sudah tidak terlalu berminat ketika aku ajak buat jalan-jalan ke Siloso Beach. Saat itu yang dia mau cuma pergi makan. Karena aku ada referensi tempat makan yang (katanya) enak di Harbourfront Centre maka kamipun memutuskan untuk meninggalkan Sentosa, kembali ke Vivo City. Untuk mencari Thuck Shop (tempat makan) di Harbourfront Centre gak terlalu sulit, begitu kami sampai di Vivo City ikuti petunjuk arah menuju Harbourfront Centre dan Thuck Shop ada di lantai 2. Hhhm.. lumayan lah menu makan yang ada disini, lumayan bervariasi. Mulai dari nasi Padang sampai nasi sayur lengkap ada, tapi kalo aku sich tetap memilih mie tomyam. Harganya pun masih asik lah, 1 mangkok tomyam dijual dengan harga $4.6 dan rasanyapun enak! Selesai makan dan perut kenyang, kamipun melanjutkan perjalanan ke Clarke Quay karena kami sudah memesan ticket Singapore River Cruise dari Jakarta dan ticket fix date, yang artinya hanya bisa kami gunakan di tanggal tersebut.

Setiba di Clarke Quay langsung menukarkan voucher dengan sebuah ticket. Kami pun mulai menaiki kapal yang akan mengelilingi sungai di tengah kota Singapore ini. Bagiku ini pengalaman yang sangat luar biasa, karena selain kami bisa merasakan membelah sungai di tengah kota ini, kapalnya pun bagus banget! Selama perjalanan itu kami disuguhi video mengenai sejarah dari tempat-tempat yang kami lalui, tapi tetap saja mata asik terpana dengan gedung-gedung yang dilalui, kalo buatku sich jujur saja yang aku nikmati justru perjalanan naik kapalnya ini loh,…. di tengah cerahnya sore, terkena tiupan angin dengan duduk didalam kapal itu nikmat bangeeeeetttt!

CIMG8026CIMG8013

Perjalanan mengelilingi sungai berakhir di Merlion Park, kebetulan sekali karena kami memang ingin kembali mengunjungi si patung Singa ini setiap kali ke kota ini. Sempat beristirahat sebentar sambil memandangi orang yang berebutan untuk berfoto dengan background Merlion, hehehe.. kocak2 melihat gaya dari mereka.

Lelah berjalan cukup jauh dari Merlion Park, melewati Esplanade Theatre akhirnya kami kembali naik MRT pulang menuju hotel di Chinatown. Awanya sore ini mau janjian dengan temanku lagi untuk ketemu di Lau Pa Sat, tapi kok kayaknya kaki udah pegel banget ya..? Mending pulang deh…
Setelah masuk kamar kira-kira jam setengah 7 malam, langsung mandi dilanjut jalan-jalan lagi di sekitaran Smith Street dan Pagoda Street, karena sejak kami tinggal didaerah sini justru belum pernah menelusuri wilayah ini. Maksudnya sich sekalian cari makan malam, tapi begitu kami memasuki hawker center yang ada disitu ternyata sudah banyak kios yang tutup, saat itu waktu menunjukkan pukul 20.30 tinggal beberapa kios saja yang buka dan agak meragukan karena kebanyakan adalah chinese food, yang sudah bisa dipastikan mengandung ‘pork’ 😀 Qnan sampai hafal betul, ada password setiap kali kami akan memesan makanan, yaitu.. “This is pork, ha..?” dengan logat Singlish yang sengaja kami buat semirip mungkin.
Akhirnya malam itu kami kembali ke Smith Street dan memilih makan di Chinatown Food Street. Asik banget sebetulnya dengan pilihan makanan yang sangat banyak disepanjang jalan ini, tapi lagi2 kami perlu untuk lebih selektif lagi dalam memilih, karena memang kebanyakan mengandung ‘pork’, sekalinya ada yang jual satay eeehhh,.. nasinya abis. Akhirnya pesan roti patra dengan bumbu kari, beberapa gorengan seperti fish ball, gorengan udang juga cumi, dan terakhir yang kami pesan adalah Mie Laksa. Semuanya enak banget! sempurna deh rasanya di lidah kami… Setelah kenyang, lagi-lagi Qnan pengen buru2 balik kamar. Waktu memang sudah menunjukkan pukul 22.15, pasti Qnan sudah kecape’an makanya dia ingin cepat kembali ke kamar 🙂 dan benar saja, begitu masuk kamar, Qnan langsung sikat gigi, cuci tangan, cuci muka, masih ngajakin cerita-cerita sebentar, terakhir loh..?? kok ternyata dia sudah tertidur dengan pulasnya 😀

Istirahat malam ini pasti akan terasa pulas sekali, karena perjalanan yang cukup panjang sudah kami lakukan sepanjang hari ini.. Terimakasih Tuhan untuk keindahan-keindahah yang sudah kami temui di hari ini.
See you, tomorrow morning! ❤ ❤