Holiday @Sing – day 3

Pagi ini bangun dengan sangat segar, seperti hari kemarin diawali dengan breakfast ala kadarnya di kamar dan dilanjut dengan bersiap diri untuk segera keluar dari kamar. Pagi ini kami berencana untuk pergi ke Science Center, tepatnya sich mau ke Snow City, karena dari kemarin Qnan sudah merengek untuk pergi ke Snow City. Sebetulnya, Snow City adalah tujuan yang tidak tercantum di itinerary kami…. karena beberapa waktu lalu saat kami sempat berlibur ke Sing pun, Science Center pernah menjadi tujuan kami. Tapi apa mau dikata, kalo Qnan tetap merengek ingin melihat Snow City.
Oya, sebelum kami menuju Snow City kami mencoba untuk breakfast dimsum di Tak Poo (yang katanya salah satu restaurant dimsum enak dan paling hits di daerah Chinatown) Menu dimsum adalah favorit Qnan, jadi anak inilah yang paling semangat begitu kami ajak mampir ke Tak Poo yang letaknya hanya beberapa meter dari hotel kami. Tentunya pun menu dimsum yang kami pilih “no pork”… πŸ™‚ Lumayan mengenyangkan walaupun terlihat menu yang kami makan sedikit, hehee… bayangannya kalo makan dimsum itu harus banyak-banyak, secara makan tanpa nasi gitu loh.. (perut Indonesia mah tetep) πŸ˜€
Selesai breakfast, langsung naik MRT menuju stasiun Jurong East dilanjut dengan naik bus no 335 dan turun tepat di depan Science Center dan Snow City. Yeaaaayyy… begitu happy nya Qnan begitu tiba disana, karena rasa penasarannya yang begitu kuat dengan Snow City.

CIMG8148

Akhirnya hanya Qnan dan mas Bayu yang masuk main ke dalam Snow City,.. aku masih saja bermasalah dengan hidungku ini yang suka tiba-tiba mampet kalo kena udara yang dingin banget, apalagi ini udara -12 derajat celcius. Ampyuuunn maaaakk..!! Ticket masuk Snow City 15$sgd saja, tapiiiiii.. kalo kita mau ambil hasil foto-foto nya saat didalam, 1 lembarnya dihargai 20$sgd. Duuh, mending gak usah deh.. lagian juga gak ada yang terlalu istimewa kok. Ditambah lagi cerita dari Qnan kalo ternyata Snow World yang ada di Genting Highland nya KL jauh lebih bagus dibanding Snow City ini 😦 Yah, walaupun sedikit kecewa tapi Qnan tetap saja bisa menikmati dengan suasana hati yang happy. Aku menunggu diluar selama -/+ 45 menit saja, sangat tidak membosankan karena sambil nunggu Qnan sambil liat banyak anak-anak KG yang sedang wisata juga, lucu-lucu… karena dalam sekelompok kecil saja terlihat kalo mereka berasal dari berbagai ras suku bangsa, china, india, melayu juga ada yang bule…. lucu banget!! Jadi membayangkan andai dulu Qnan yang seperti itu… πŸ˜‰

Yes,..! selesai dari Snow City, kamipun berjalan-jalan di sekitar Science Center. Walaupun dulu pernah masuk kesini sebetulnya pengen lagi buat kembali masuk ke Science Center, tapi kok waktunya yang sudah terlalu mepet karena sudah ada tujuan lain setelah ini.

CIMG8145

Science Center

Tujuan kami selanjutnya adalah Bugis Street, entah apa yang kami butuhkan untuk kembali menyambangi Bugis Street, namun rasanya selalu saja ada yang kurang kalo kami gak mampir kesana,.. hahaaaaayy… πŸ˜€ Akhirnya kami hanya numpang makan di Hawker center Albert Street, pas juga saat itu turun hujan sekalian deh nunggu hujan sampai reda. Ada sedikit perkembangan yang aku temui di Bugis Street, karena jalanannya diperlebar dengan lantai keramik yang sudah diganti baru. Terakhir aku datang kesini di bulan Mei 2014, ternyata 5 bulan setelah itu sudah ada perubahan yang cukup signifikan. Berjalan sepanjang Bugis Street jadi berasa lebih nyaman dan luas…
Oiya, Qnan juga sempat minta dibelikan durian yang sudah dikupas yang dijual tepat di sebrang hawker center Albert Street ini.. Harganya sich cuma 4$sgd tapi rasanya juga standard saja. Selesai kami berjalan-jalan di Bugis Street (dan seperti biasanya, gak ada satupun barang yang dibeli)kamipun kembali ke hotel dengan rencana sore ini kami akan meetup dengan Dhendi di Lau Pa Sat.
Tepat jam 6 sore kami kembali keluar dari hotel dengan tujuan Lau Pa Sat,walaupun akhirnya kami harus menunggu Dhendi selesai meeting dulu dan baru keluar kantor -/+ jam 7 malam. Selama kami menunggu, kami asik mengamati orang-orang yang berlalu lalang disekitar gedung UBS karena ibaratnya wilayah situ adalah Sudirmannya Jakarta gitu,.. πŸ™‚
Setelah kami bertemu Dhendi, kamipun langsung menyeberang ke Lau Pa Sat buat dinner,.. setelah dinner selesai, yang awalnya kami pengen mampir ke Mustafa Center lagi jadi tergoda buat mampir ke apartemen tempat Dhendi tinggal selama ini, setelah selesai kunjungan ke apartemen (macam orang lagi sidak saja), kamipun melanjutkan untuk berjalan kaki ke MBS (masih ditemani Dhendi) dan kamipun menemukan suasana baru yang selama ini belum pernah kami temui, apalagi setelah itu kami sempat melihat pertunjukan laser yang sangat indah.. Keren banget deh pokoknya!! Gak nyesel walaupun malam itu akhirnya kami membatalkan pergi ke Mustafa. Akhirnya kami pun kembali ke hotel kira-kira jam 11.30 malam, lagi-lagi untung saja Qnan gak rewel, justru dia yang paling happy karena bisa melihat pertunjukan laser yang indah itu.
Malam ini tidur dengan nyenyak,… dan berencana besok pagi aku akan tetap pergi sendiri ke Mustafa Center buat beli parfumnya mas Bayu, semoga kuat bangun pagi.. πŸ™‚

Holiday @Sing – day 2

Alhamdulillah,… pagi ini kami bangun dengan kondisi badan yang sudah sangat terasa segar bugar, tidur semalam terasa nyenyak sekali walaupun suasana diluar masih sangat ramai sampai tengah malam.
Pagi ini aku menyiapkan breakfast khusus untuk ke-2 orang tercintaku ❀ ❀ Semalam aku sempatkan membeli sosis ayam, hot dog dan telur mentah, dengan fasilitas yang alakadarnya dikamar semua makanan itu sudah aku sulap menjadi menu breakfast yang lumayan enak buat kami nikmati bersama di kamar ini. Ada white coffe yang memang kami bawa dari Jakarta, ada telur setengah matang yang yummy banget, juga setangkup hotdog berisikan sosis ayam.

Baru setelah itu, satu persatu kami bersiap diri. Tepat jam setengah 10 pagi kami keluar kamar, sebetulnya tergolong kesiangan sich.. Tapi entah kenapa di Singapore ini jam segitu masih banyak toko-toko yang tutup. Jadi terkesan memang masih pagi banget.. Pagi ini tujuan kami adalah S.E.A Aquarium yang ada di RWS (Resort World Sentosa), jadi tujuan awal yang kami tuju adalah station MRT Harbourfront, eh ternyata deket banget ya jarak antara Chinatown ke Harbourfront kalo naik MRT. Sejalur karena sama-sama ada di jalur ungu, hanya melewati 1 station saja yaitu Outram Park, kami sudah langsung sampai di Harbourfront. Tinggal naik ke lantai 3 Vivo City, nyebrang lah kami ke Sentosa dengan menggunakan EZlink card yang sudah kami punya.

CIMG7695

Menyempatkan berfoto-foto sebentar di sekitaran Universal Studio, karena lokasi dari S.E.A Aquarium ini bersebrangan dengan Universal Studio πŸ™‚ Qnan sudah gak sabar banget pengen lihat dalamnya aquarium raksasa ini. Oya, kami sudah membeli ticket ini sejak dari Jakarta secara online.

Wuiiihh,.. ternayata memang keren banget!! Selain luas banget karena terdiri dari beberapa bagian, S.E.A Aquarium ini juga nyaman banget, tanpa terasa hampir 4 jam kami mengelilingi gedung ini dan rasanya belum puas juga. Beberapa kali terlontar dari mulut Qnan kata “Amazing……”

CIMG7967

Setelah puas mengelilingi tempat ini, rasa lapar pun sudah mulai menyapa. Sempat bawa beberapa hotdog yang tadi aku buat di hotel, tapi itu semua sudah kandas πŸ™‚ Maklum lah, waktu 4 jam kami habiskan di dalam gedung yang cukup dingin tentu perutpun mudah terasa lapar. Akhirnya kami memutuskan untuk menyudahi saja petualangan kami di dalam aquarium ini. Berhubung kami sudah beberapa kali mengunjungi Sentosa, Qnan pun sudah tidak terlalu berminat ketika aku ajak buat jalan-jalan ke Siloso Beach. Saat itu yang dia mau cuma pergi makan. Karena aku ada referensi tempat makan yang (katanya) enak di Harbourfront Centre maka kamipun memutuskan untuk meninggalkan Sentosa, kembali ke Vivo City. Untuk mencari Thuck Shop (tempat makan) di Harbourfront Centre gak terlalu sulit, begitu kami sampai di Vivo City ikuti petunjuk arah menuju Harbourfront Centre dan Thuck Shop ada di lantai 2. Hhhm.. lumayan lah menu makan yang ada disini, lumayan bervariasi. Mulai dari nasi Padang sampai nasi sayur lengkap ada, tapi kalo aku sich tetap memilih mie tomyam. Harganya pun masih asik lah, 1 mangkok tomyam dijual dengan harga $4.6 dan rasanyapun enak! Selesai makan dan perut kenyang, kamipun melanjutkan perjalanan ke Clarke Quay karena kami sudah memesan ticket Singapore River Cruise dari Jakarta dan ticket fix date, yang artinya hanya bisa kami gunakan di tanggal tersebut.

Setiba di Clarke Quay langsung menukarkan voucher dengan sebuah ticket. Kami pun mulai menaiki kapal yang akan mengelilingi sungai di tengah kota Singapore ini. Bagiku ini pengalaman yang sangat luar biasa, karena selain kami bisa merasakan membelah sungai di tengah kota ini, kapalnya pun bagus banget! Selama perjalanan itu kami disuguhi video mengenai sejarah dari tempat-tempat yang kami lalui, tapi tetap saja mata asik terpana dengan gedung-gedung yang dilalui, kalo buatku sich jujur saja yang aku nikmati justru perjalanan naik kapalnya ini loh,…. di tengah cerahnya sore, terkena tiupan angin dengan duduk didalam kapal itu nikmat bangeeeeetttt!

CIMG8026CIMG8013

Perjalanan mengelilingi sungai berakhir di Merlion Park, kebetulan sekali karena kami memang ingin kembali mengunjungi si patung Singa ini setiap kali ke kota ini. Sempat beristirahat sebentar sambil memandangi orang yang berebutan untuk berfoto dengan background Merlion, hehehe.. kocak2 melihat gaya dari mereka.

Lelah berjalan cukup jauh dari Merlion Park, melewati Esplanade Theatre akhirnya kami kembali naik MRT pulang menuju hotel di Chinatown. Awanya sore ini mau janjian dengan temanku lagi untuk ketemu di Lau Pa Sat, tapi kok kayaknya kaki udah pegel banget ya..? Mending pulang deh…
Setelah masuk kamar kira-kira jam setengah 7 malam, langsung mandi dilanjut jalan-jalan lagi di sekitaran Smith Street dan Pagoda Street, karena sejak kami tinggal didaerah sini justru belum pernah menelusuri wilayah ini. Maksudnya sich sekalian cari makan malam, tapi begitu kami memasuki hawker center yang ada disitu ternyata sudah banyak kios yang tutup, saat itu waktu menunjukkan pukul 20.30 tinggal beberapa kios saja yang buka dan agak meragukan karena kebanyakan adalah chinese food, yang sudah bisa dipastikan mengandung ‘pork’ πŸ˜€ Qnan sampai hafal betul, ada password setiap kali kami akan memesan makanan, yaitu.. “This is pork, ha..?” dengan logat Singlish yang sengaja kami buat semirip mungkin.
Akhirnya malam itu kami kembali ke Smith Street dan memilih makan di Chinatown Food Street. Asik banget sebetulnya dengan pilihan makanan yang sangat banyak disepanjang jalan ini, tapi lagi2 kami perlu untuk lebih selektif lagi dalam memilih, karena memang kebanyakan mengandung ‘pork’, sekalinya ada yang jual satay eeehhh,.. nasinya abis. Akhirnya pesan roti patra dengan bumbu kari, beberapa gorengan seperti fish ball, gorengan udang juga cumi, dan terakhir yang kami pesan adalah Mie Laksa. Semuanya enak banget! sempurna deh rasanya di lidah kami… Setelah kenyang, lagi-lagi Qnan pengen buru2 balik kamar. Waktu memang sudah menunjukkan pukul 22.15, pasti Qnan sudah kecape’an makanya dia ingin cepat kembali ke kamar πŸ™‚ dan benar saja, begitu masuk kamar, Qnan langsung sikat gigi, cuci tangan, cuci muka, masih ngajakin cerita-cerita sebentar, terakhir loh..?? kok ternyata dia sudah tertidur dengan pulasnya πŸ˜€

Istirahat malam ini pasti akan terasa pulas sekali, karena perjalanan yang cukup panjang sudah kami lakukan sepanjang hari ini.. Terimakasih Tuhan untuk keindahan-keindahah yang sudah kami temui di hari ini.
See you, tomorrow morning! ❀ ❀

Holiday @Sing – day 1

Yeaayy,… kali ini kami kembali liburan di hari-hari dimana yang lainnya sedang sibuk bekerja dan bersekolah πŸ˜€ Kembali lagi pula tujuan kami adalah negara tetangga kita, negara kecil tapi mengasyikkan…

Pagi ini, Minggu tgl. 12 Oktober 2014 kami berangkat dari rumah pukul 04.30WIB dengan naik taxi. Flight kami adalah pukul 07.05WIB tapi berhubung dapat berita kalo arah menuju dan keluar bandara ini salah satunya sedang dalam perbaikan, maka kamipun berinisiatif untuk datang lebih pagi.

CIMG7634

Ternyata memang rejeki kami buat liburan, penerbangan ini tepat waktu dan akhirnyapun kami tiba di Changi terhitung masih pagi, jam 10.05 waktu Singapore kami sudah berkeliaran di bandara. Rencana awal kami akan menitipkan koper kami di Left Baggage terminal 1, karena kami ingin jalan-jalan dulu mengelilingi Changi, cari barang diskonan! Biasanya sich seru banget tuh kalo bisa hunting barang lucu yang dijual di gerai-gerai airport Changi ini,hehhehee…. Tapi, rencana awal kami langsung buyar gegara Qnan kebelet “pup” (ups, maaf…) Iyaaa,,.. gegara Qnan harus segera menuntaskan hasratnya itu dan dia sangat tidak bisa kalo harus melakukanya di Dry Toilet, padahal seluruh toilet di bandara ini Dry Toilet sayangku Qnan… πŸ™‚ otomatis kamipun berpindah rencana dengan sesegera mungkin check in hotel walopun masih jam segini. Dengan naik taxi kira-kira 20 menit, kamipun tiba di salah satu hotel di Smith Street Chinatown. Alhamdulillah gak terlalu sulit mencari hotel ini..

Suasana depan hotel _sepanjang Smith Street_

Suasana depan hotel _sepanjang Smith Street_

Begitu (mencoba) untuk check in, tentu saja kami ditolaknya. Hahaha.. akhirnya tetap cari toilet dan alhamdulillah Qnanpun menemukan Wet Room Toilet πŸ˜€ Urusan hasrat Qnan yang sudah terselesaikan dengan baik, akupun menitipkan koper besar kami di receptionist. Mas Bayu pengen langsung jalan-jalan ke Mustafa Center sekaligus makan siang nasi lemak kegemaran kami semua. Nasi lemak di foodcourt Mustafa itu favorit kami karena hanya dengan $4sgd saja aku sudah bisa menikmati nasi lemak dalam porsi yang cukup besar (karena lauknya banyak banget) itu yang aku suka!
Waktu saat ini masih menunjukkan pukul 12 siang, pas banget lah sambil nunggu jam 2 waktu kami bisa check in hotel, pas juga buat kami makan siang ke Mustafa sekaligus liat-liat, intinya sich lagi2 mas Bayu yang pengen cari sepatu kerja. Begitu tiba di Mustafa, yang kita lakukan adalah makan siang dulu.. Setelah perut terisi penuh dan tenaga sudah pulih kembali, hasrat jalan-jalan semakin besar nih rasanya.. hahaha… muterin se Mustafa yang entah apa sebetulnya yang dicari πŸ˜€ kalo aku sich jelas memang dapat pesanan dari ibuku titip dibeliin handkerchief buatan China yang bahannya katun halus banget.

Tinggal mas Bayu yang masih sibuk liat sana liat sini, pengen ini pengen itu πŸ™‚ buntut-buntutnya malah sama sekali gak ada yang dibeli karena ragu-ragu. Ditambah dengan Qnan yang sudah merengek pengen segera check in hotel, akhirnya acara jalan2 yang masih nanggung ini harus segera disudahi. Kembali ke chinatown, kira-kira jam setengah 3 sore langsung masuk kamar dan tepaaaarrr… Gimana gak tepar, karena kami keluar rumah dari pagi2 buta dan belum sempat tidur di pesawat. Akhirnya, mas Bayu tertidur pulas, Qnan malah asik guling-guling dikasur setelah bosan dilanjut mengerjakan homework (anak ini masih ingat saja dengan tugas di sekolahnya, walaupun lagi liburan begini)hahahaha… Sementara Qnan sibuk dengan urusannya sendiri, mas Bayu tertidur nyenyak begitu ketemu bantal, aku juga asik berchat ria dengan kawan baikku yang tinggal dan bekerja di Singapore ini. Janjian buat ketemuan dinner malam ini, setelah aku tanya Qnan dia pengen malam ini jalan-jalan ke Orchard dan janjian dinner pun diputuskan di Food Republic Wisma Atria jam 6 sore ini.

Eeeehh,.. akhirnya waktu janjian pun meleset, karena kira-kira jam setengah 7 aku baru sampai di Wisma Atria, untung Dhendy temanku yang baik hati dan tidak sombong itu masih sabar menunggu kedatangan kami ber-3. Setelah ngobrol-ngobrol panjang lebar, makan kenyang banget (karena ditraktir macam-macam menu), kamipun melanjutkan untuk jalan-jalan ke Somerset. Ini karena kami mau borong Ovomaltine, infonya lagi dijual murah banget nih si Ovo yang biasanya dijual sekitaran 11$sgd, saat itu cuma dijual 9,8$sgd… Duh, gimana langsung gak terbelalak nih mata πŸ™‚ ❀ ❀

Lumayan panjang ternyata jalan kaki kami kali ini, dari Ion sampai Somerset. Akhirya pulanglah kami dari station MRT Somerset tiba di Chinatown jam 10 dan suasana depan hotel masih terlihat ramai dan sepertinya akan tetap ramai sampai tengah malam nanti, dan ternyata itu benar!!
Masuk kamar langsung istirahat dan tertidur pulas, bersiap untuk besok pagi kami jalan-jalan ke Sea World….
Yeeaayyy, gak sabar menunggu pagi.. πŸ™‚

Singapore yang India #latepost-day2

Hooaaaaammm…….. pagi ini bangun kesiangan, jam 6 pagi waktu Singapore baru terbangun! Baru kali ini menginap di hostel yang kamar mandinya di luar kamar alias sharing bathroom dan itu jelas membuat aku semakin malas bangun dari tempat tidur, hehehhee…. πŸ˜€ Begitu melek, pastinya ngobrol sana sini dulu lah dengan teman tidurku ini. Apalagi temanku ini adalah “soulmate” aku banget di tempat kerja, tapi karena sejak 3 tahun ini dia ditempatkan di Batam jadi selama ini acara pergosipan hanya bisa kami lakukan by phone. Acara main bareng begini jadi ajang pergosipan yang seru juga menyenangkan sekali…..!! Sandra, you’re still is my best friend πŸ™‚ ❀ ❀

Ternyata, gosip sana sini gak terasa waktu sudah semakin siang akhirnya kami putuskan untuk pergi turun ke lantai dasar dulu buat breakfast.. Wuiih, ternyata breakfast di hostel 1 ini terasa berbeda,… Ada roti, boleh dipanggang atau enggak, ada telur rebus dan ada pisang … hahahhaa ini lah yang paling enak! Belum lagi minumannya yang tersedia juga bermacam2, mulai dari juice, teh, susu, teh tareek walaupun semua dalam bentuk instant.

Breakfast..

Breakfast..

Selesai breakfast, kembali ke kamar mau bersiap mandi begitu lihat keluar jendela, hwaaaaa…. hujan turun dengan derasnya. Yah, gagal deh rencana mau berfoto-foto ke Merlion. Begitu selesai mandi dan beberes semuanya, akhirya nekat keluar hostel dengan dengan hujan yang rintik cenderung hampir terang sich… Akhirnya lanjut jalan tetap ke Merlion, naik MRT lanjut saat mau keluar ke Six Battery rd hujan kembali datang dengan lucunya, akhirnya ya berputar arah lanjut ke Lucky Plaza. Putar2 di Lucky Plaza tadinya mau lanjut makan siang disitu tapi akhirnya kami putuskan untuk ke Bugis street saja walaupun diluar sana hujan masih saja turun dengan cantiknya. Selesai mereka belanja (aku sebut mereka, karena aku sama sekali gak belanja dan 1-1nya barang yang aku beli di Bugis street itu payung!) hahahahaha….. πŸ˜€ kebetulan butuh beli payung dan kebetulan juga saat itu hujan gak ada berhentinya.

Akhirnya kami makan di hawker center Albert street, nyebrang dari Bugis Street tetap dengan kehujanan perut sudah minta diisi banget nih! Sebetulnya banyak yang pengen aku makan disitu, pengen Yong Taufu, pengen nasi lemaknya juga, tapi juga pengen chicken rice. Akhirnya pilihan jatuh di chicken rice..

Chicken rice

Chicken rice

Oya, hari ini juga kali pertama aku datang ke Harbourfront Singapore, itupun gegara aku harus antar Sandra yang mau balik Batam. Wuuiih keren juga ternyata Harbourfront ini..Selama ini bolak balik ke Sing, bolak balik ke Vivo City juga tapi gak pernah terpikir buat sekedar melihat Harbourfront ini. Kesempatan kali ini datang tanpa sengaja. Oiyaaaa…… saat jalan-jalan di Vivo City, tanpa sengaja juga ketemu dengan toko candy dan teryata juga jual Ovomaltine selai roti. Yippiee.. senengnya gak karuan, karena kebetulan di Jakarta ini aku susah banget buat ngedapetinnya, sekali ada pun harganya lumayan mahal. 1 jar yang biasa dijual di Jakarta sekitar 180 ribu, disitu aku bisa dapat dengan harga $10.5 Sing saja,..ih rasanya pengen borong banyak2 deh, tapi sayangnya pembelian pun dibatasi per customer hanya 2 jar saja.
Seru, seru, seru,…. Justru sisa waktu jalan2 berdua ku dengan Sandra ini jadi terasa seru banget!
Next trip, semoga bisa ketemuan lagi di Sing ya Cha,…
Udah ah, gak ada yang seru lagi yang bisa diceritakan disini.
Karena besok pagi sudah harus kembali ke Jakarta. See you..!

Singapore yang India #latepost-day1

Tgl. 17 -19 Mei 2014 ini, kembali aku menyusuri Singapore dengan beberapa teman kantor. Berangkat di hari Sabtu pagi, kira2 jam 8 pagi sudah take off dari Bandara Soekarno Hatta, tiba di Sing kira2 pukul 11 siang. Termasuk sangat lancar.. Hanya saja, seperti biasanya (ini sudah kali ke-2) teman kami ada yang sedikit terhambat di bagian Imigration Changi hanya gara2 nama yang terlalu pendek, hahahhaa… πŸ˜€ ternyata nama yang terlalu singkat pun akan menjadi masalah saat kita bertemu orang-orang di bagian imigrasi yaa..

Dari Changi, seperti biasanya juga kami naik MRT kali ini tujuan kami adalah daerah Little India. Kalo tempat ini jujur saja bukan daerah jajahanku, jadi agak2 gugup juga. Daerah Little India selama ini yang aku tau hanya Serangoon Plaza dan Mustafa Centre (standard banget bukan..??) Tapi kali ini memang kami sengaja memilih tempat menginap di daerah yang sebelumnya belum pernah kami singgahi. Naik MRT dari Changi, kami turun di Farrer Park exit G, ketemu Serangoon rd.. Awalnya agak bingung jalan ke arah hostel kami, kebetulan ada 2 hotel yang kami pesan. Untuk Claremont Hotel ternyata deket banget dari MRT station ini, begitu exit G belok kanan jalan sedikit saja sudah sampailah kita di hotel ini. Tapi untuk kita bisa sampai di Mitra Inn (hostel backpacker)tempat kita menginap yang lain, itu ternyata cukup jauh… Tapi ya masih bisa dibilang nyaman lah, karena memang berjalan kaki di Sing itu bagi aku sangat menyenangkan! πŸ™‚

Hari pertama, tujuan kami hanya ke Sentosa Island, malamnya dilanjut jalan2 di Mustafa sekalian makan malam. Jujur saja, tidak ada yang terlalu istimewa di Mustafa Center ini, hanya karena temani salah satu kawan yang sedang mencari sesuatu akhirnya putar2 juga dari lantai 1 – 3. Oya, kami makan malam di salah satu restaurant India dengan menu yang India banget.. Kami ber 3 semua memesan Roti Prata dengan rasa yang berbeda, ditambah ayam yang dibumbu merah menyala (gak tau namanya) juga nasi goreng yang rasa rempahnya India banget! Dan 1 yang tidak mungkin terlupa dan terlewat, teh tareek. Semuanya enak..! Apalagi ditraktir pulak, thanks alot! (big hug..) Ini dia gambarnya..

Teh Tareek-nya ueenaak bangets!

Teh Tareek-nya ueenaak bangets!

Roti Prata bumbu kari

Roti Prata bumbu kari

Kenyang makan, lanjut jalan setelah itu balik hotel nongkrong di hotel. Sepertinya justru suasana ngobrol di depan hotel yang cukup ramai dengan tetap dipenuhi aroma dupa membawa kita serasa ada di negara India, bukan d Singapore.. πŸ™‚
Malam ini ditutup dengan minum juice, terasa segar, balik badan pulang kamar deeehh….
Masih ada besok pagi buat kita kembali jalan2..

One night in Singapore (last day) >_<

Hari terakhir kami di Singapore.. Pagi-pagi banget, pkl.06.30 waktu Singapore aku sudah kembali bersiap untuk temani mereka semua jalan. Sayangnya, justru dari mereka semua yang belum siap.. 😦 Rasanya pagi ini pengen segera mengakhiri jalan-jalan singkat ini, sudah terlalu cape! Tenaga sudah terkuras di hari kemarin.

Schedule pagi ini hanya ke Bugis street dan Bugis Junction. Aku sengaja gak breakfast pagi ini karena pengen nyobain breakfast di Nasi Lemak QiJi Bugis Village. Begitu keluar dari hotel ambil jalan ke arah North Bridge Rd, melewati Masjid Sultan, sempat mampir foto-foto sebentar kemudian lanjut lagi jalan. Menyeberang ke Bugis Village, sengaja tengok QiJi, o..ow.. ternyata masih tutup! 😦 karena pagi itu yang belum sarapan hanyalah aku seorang, akhirnya aku putuskan untuk makan di hawker center Albert Street saja. Tetap memesan nasi lemak berwarna hijau,.. hmmmmm.. enaak banget deh! Gak dapat makan nasi lemak QiJi, diganti inipun gak masalah πŸ™‚

Lanjut menyeberang ke Bugis Street untuk antar mereka cari oleh-oleh, betul-betul hanya sekedar menemani karena akupun sudah gak berminat banget cari souvenir! Oiya, aku cuma beli se’pack coklat buat teman di Jakarta yang memang titip pesan coklat Bugis. Kalo Qnan sich jelas aku belikan coklat di Β The Cocoa Trees πŸ™‚ mana mau dia makan coklat souvenir yang rasanya STD banget !! hahhaaahaa..

Mumpung toko masih banyak yang tutup... :)

Mumpung toko masih banyak yang tutup… πŸ™‚

Selesai di Bugis Street, menyeberang lah kami ke Bugis Junction. Hwaaaa…. ternyata mall belum buka juga 😦 akhirnya ya muter-muter aja di Bugis Junction sambil apalagi kalo bukan foto-foto. Kaki sebetulnya sudah terasa kembali menegang dan kaku. Akhirnya tepat di pkl 10 pagi, mall pun buka, sempat muter-muter Β sebentar saja akhirnya aku memutuskan untuk kembali ke hotel duluan. Kaki udah gak bisa diajak kompromi! Mungkin juga karena aku sudah terlalu bosan dengan tempat ini, apalagi akupun tergolong orang yang gak terlalu suka belanja. Lengkap lah sudah alasan untuk memilih kembali ke hotel duluan. Oiya, tapi ada 1 makanan yang selalu ngangenin setiap kali ke Bugis Junction, yaitu Old Chang Kee πŸ™‚ setelah menyempatkan mampir untuk membeli beberapa potong Old Chang Kee, akupun segera berbalik arah menuju hotel dan teman-temanpun kembali ke Bugis Street.

Sempat beristirahat di hotel cukup lama, nyemil Old Chang Kee, bbm’an sama mas Bayu (krn bisa bbm saat di hotel saja) :), tepat pkl. 11.30 aku check out, keluar dari kamar masih kembali menunggu yang lain bersiap. Tepat pkl. 12.00 akhirnya aku duluan dengan beberapa teman untuk langsung menuju Changi Airport, naik taxi karena waktu yang sudah semakin mepet.

Walaupun akhirnya pesawat harus delayed, mundur -/+ 1 jam, lumayan lah masih ada waktu untuk cari coklat di The Cocoa Trees.Β Kalau sampai pesanan Qnan gak sempat terbeli,… hwaaaaaa… bisa2 dia ngambek deh! Untung saja coklat Milky Way ada, jugaΒ Snickers. Legaaaaaa……… Titipan Qnan sudah lengkap semua, pencil case + pencil’nya Smiggle juga sudah aku dapetin kemarin pas jalan di Orchard. Dulu, terakhir Qnan ke Sing di usia 5.5thn paling senang bela beli di Smiggle, tapi pasti barang yang dibeli gak berumur panjang. Sekarang,… saat dia sudah semakin besar, dan lihat teman-temannya banyak menggunakan stationary dari Smiggle yang lucu-lucu, baru deh menyesal…… (ndak apa2 nak, itu pelajaran buat kamu).

Hhhhhhmmmmm… Akhirnya, selesai juga perjalanan singkat ini. Pengen segera kembali ke Jakarta!! Pengen segera sampai rumah, pengen segera melihat Qnan kegirangan dengan oleh-oleh yang aku bawakan.

Good bye, Sing……. Β Meet in another time! πŸ™‚

One night in Singapore (first day) ^_^

Perjalananku ke Singapore kali ini adalah perjalanan tersingkat yang pernah aku rasakan. Gimana gak singkat banget..? Pergi di hari Sabtu tgl. 5 Oktober 2013 pukul 11.05 WIB dan kembali lagi ke Jakarta di hari Minggu, tgl. 6 Oktober 2013 pukul 14.55 waktu Sing πŸ™‚ Gak sempat ngapa2in, cuma cukup buat jalan ke Orchard, Merlion Park, dan esok harinya ke Bugis street juga Bugis Junction.

Kali ini aku berangkat tidak bersama tim solid’ku (aku, mas Bayu dan Qnan) melainkan berangkat bersama teman-teman 1 departemen sebanyak 7 orang, yang notabene 99% nya belum pernah melakukan perjalanan internasional, yang tentunya sedikit berbeda dengan aturan main perjalanan domestik. Tepat jam 9 pagi seluruh tim sudah berkumpul di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, lebih baik kepagian daripada terlambat πŸ™‚ Oiya, kami menggunakan pesawat Tiger air (pengalaman kali pertama buat aku), begitu juga untuk kembalinya nanti kami tetap menggunakan Tiger air. Kami mendapatkan ticket dengan harga promo, yang kalo diitung-itung per orang kena 600rb’an untuk perjalanan pulang pergi. Harga yang cukup ekonomis untuk merasakan menginjakkan kaki di negeri Singa ini.. πŸ™‚

Tepat pukul 09.30 kamipun sudah bersiap untuk memasuki ruang tunggu, yang ternyata….. pintu imigrasi belum terbuka dan kamipun harus menunggu cukup lama di depan pintu pemeriksaan imigrasi +/- 45 menit, dan itu sangat membosankan…… 😦

Pintu pemeriksaan imigrasi yang masih tertutup

Pintu pemeriksaan imigrasi yang masih tertutup

Setelah antrian terlihat semakin panjang, mulai lah pintu pemeriksaan imigrasi dibuka. Duh,… pak,.. pak,… nyaris aku membatalkan perjalanan ini karena saking lamanya menunggu! #ini mah lebay bangeeett πŸ˜€

Setelah pintu pemeriksaan dibuka, pemeriksaan pun tergolong sangat cepat (atau malah terkesan buru-buru yaa…?) gak ada pertanyaan satupun juga, begitu juga tidak ada pemeriksaan isi tas secara lebih mendetail (pengalaman bawa cairan 100ml, yang akhirnya harus masuk ke bagasi saat perjalanan ku ke KL beberapa bulan lalu, dan itu sangat menyusahkan! hahhaaa) Akhirnya tibalah Β kami bisa duduk tenang di ruang tunggu Zona 6, dan ternyata pesawat delay euy… dan kamipun harus kembali menunggu +/- 45 menit lagi sampai dengan waktu boarding.

Flight kami yang seharusnya dijadwalkan pukul 11.05 wib pun akhirnya harus molor sampai dengan pukul 11.50 wib. Hmmmm… semakin berasa kan, membayangkan waktu yang semakin singkat saja nanti di Sing! Tapi ya sudahlah,.. Mau diapakan lagi?? dan semakin meyakinkan aku (pasti aku tidak akan bisa menikmati perjalanan ini dengan baik), yang memang kenyataannya aku berangkat hanya bertugas sebagai penunjuk jalan, jadi jangan harap bisa bersenang-senang yaaaa……. πŸ™‚

Tiba di Terminal 2 Changi Airport dengan pendaratan yang cukup baik,… Langsung kembali antri untuk pemeriksaan imigrasi, kembali bernasib baik karena dapat dilakukan dengan sangat cepat dan tidak ada pertanyaan apapun juga. Setelah seluruh rombongan bisa dengan sukses melewati pemeriksaan imigrasi, segeralah kami menuju Ticket Office pembelian kartu EZlink card yang untungnya masih di Terminal 2 juga. Untuk dewasa EZlinkcard dijual dengan harga $12, dengan saldo (kalo gak salah $7). Langsung deh memasuki kereta ke arah Pasir Ris untuk transit di Tanah Merah, dan melanjutkan kembali ke arah Bugis. Hanya perlu waktu tidak lebih dari 30 menit, kamipun sudah tiba di MRT station Bugis. Karena kami masih banyak bawa gembolan, aku putuskan saja untuk naik bis sampai di hotel. Oiya, karena rombongan terdiri dari laki-laki dan perempuan, akhirnya untuk tempat menginappun sengaja aku bagi menjadi 2, yang perempuan di Santa Grand Bugis Hotel sedangkan yang laki-laki di ABC Backpackers Hostel yang kebetulan letaknya sebrang-sebrangan. Dari depan Bugis Street kami menaiki bus no 33 (walaupun sebetulnya banyak banget pilihannya).

Duh, siang itu udara di Singapore sangat panas….. Tapi cocoklah untuk kami yang memang berniat untuk jalan-jalan, daripada terhalang hujan lebih baik disambut dengan teriknya matahari…. setelah berisitirahat, beres-beres juga mandi-mandi dulu (walaupun ada beberapa teman yang memilih untuk gak mandi, ih jorok!) kamipun langsung melangkah keluar hotel dan untuk tujuan pertama kali adalah Orchard road.

Berjalan ke MRT station Bugis menyusuri Victoria Street sore ini terasa enak banget, jadi gak terasa tau-tau sudah sampai. Tapi sore itu kenapa kok terasa penuh sesak sekali ya..? Ooww, ternyata hari ini hari Sabtu.. (belum pernah aku merasakan week end di Singapore sebelumnya..) Begitu tiba di Orchard, kok malah teman-teman mengeluh lapar, hahahhaaaa… :)mau gak mau deh akhirnya langsung menggiring mereka nyebrang ke Lucky Plaza untuk makan di food court. Ini sebetulnya juga termasuk waktu yang aku tunggu-tunggu… Pengen cepat nyobain makanan disini yang ngangenin buat aku, sebetulnya banyak banget yang aku kangenin. Pengen makan Laksa, Yong Taufu, Nasi Lemak, Noodle’nya juga…. Pokoknya semuanya deh! Tapi mana muat perutku buat menampung itu semua hanya dalam satu waktu… Akhirnya pilihan jatuh di Yong Taufu dengan kuah Tomyam. Hhhmmm… yummy….

Yong Taufu kuah tomyam, yummy....

Yong Taufu kuah tomyam, yummy….

Selesai makan, langsung menuju Merlion Park. Naik MRT dari Orchard turun di Raffles Place kemudian ambil exit G menuju Six Battery Road. Pertama kali yang kami temui adalah Singapore River, pemandangan yang cantik (tapi lebih sangat cantik lagi saat sore hari). Sayangnya karena sudah malam dan gelap, kami tidak bisa melihat boat yang sedang mengitari sungai dengan jelas, akhirnya hanya terlihat gemerlap lampu saja. Berjalan menyusuri The Fullerton Hotel, akhirnya sampai juga kami di Merlion Park.

Bersama team..

Bersama team..

Menunggu yang lainnya selesai berfoto-foto , kecuali aku yang hanya bisa duduk terbengong-bengong terpana melihat begitu banyak manusia terkumpul di satu tempat ini…. Dalam hati hanya berkata “luar biasanya daya tarik negeri kecil ini, hanya sebuah patung Singa saja sudah mampu menarik ribuan orang untuk melihatnya” πŸ™‚ Nih, kalo gak percaya begitu banyaknya manusia malam itu… (aku malah lebih tertarik untuk fotoin segerombolan orang ini) πŸ™‚

CIMG7605dan hebatnya lagi,…….. kebanyakan orang Indonesia! Yihaaaaaa,… dimana-mana terdengar orang ngomong pake “bahasa”, ada segerombolan ibu-ibu arisan, ada beberapa keluarga, ada juga yang model backpackeran ber-2, ber-3’an…. Hadeeeeh, serasa sedang berkumpul di Taman Monas saja! Tapi ya inilah Singapore,.. negara yang memiliki daya tarik luar biasa.

Selesai acara berfoto-foto, kamipun melanjutkan kembali berjalan… Kalau mau ngikutin Itenirary yang sudah dibuat, harusnya kami langsung menuju Mustafa. Tapi setelah didiskusikan kiri kanan, atas bawah, depan belakang.. πŸ™‚ kamipun sepakat untuk kembali saja ke Bugis. Masih ada juga yang lapar dan minta untuk singgah makan dulu, karena tidak semuanya merasa lapar akhirnya aku putuskan untuk cari makan di dekat Arab street, sekalian jalan pulang ke hostel.

Singapore malam itu terasa sangat panas, keringat gak berhenti-berhentinya terus mengucur di dahi. Setelah kami naik MRT dari Raffles Place kembali ke Bugis, dari MRT station Bugis kami putuskan untuk berjalan kaki santai saja (walaupun kaki terasa semakin pegal dan kaku kalo diajak berjalan pelan) pegel bangeeetttt boooo….!!!, keluar di Victoris Street, menyusuri sepanjang Victoria, bertemu dengan Arab Street, belok kanan (sempat mampir beli minum di SevEl) melanjutkan jalan di Arab Street, kemudian belok kiri ke jalan North Bridge Rd akhirnya bertemulah dengan 3 restoran India dengan menu Nasi Briyani dan kawan-kawannya. Sebetulnya untuk bau makanan ini cukup enak, tapi kalo aku suruh makan kok ya gak terlalu suka tuh…. Nasi briyani itu bumbu rempahnya kuat banget, ditambah dengan porsi yang sangat banyak rasanya gak mungkin lah menghabiskan 1 porsi Chicken briyani seorang diri! Oiya, akhirnya kami pun mampir di salah satu restaurant yang bernama “Al Tasneem”, kenapa memilih yang ini..?? Karena dulupun aku dan mas Bayu memilih makan disini, selain restaurant yang paling besar dibanding yang lain, juga yang paling banyak pengunjungnya dibanding yang lain juga…. πŸ™‚

IMG-20131005-00814

IMG-20131005-00815

Selesai memesan 3 bungkus Chicken Briyani untuk ‘take away’, akhirnya kami pun pulang ke hostel. Yang lainnya lanjut makan, aku lanjut masuk kamar dan tidooooooorrrrrr………..!! Besok masih mau ke Bugis Junction juga ke Bugis Street.

Terimakasih Tuhan,.. Walaupun aku merasakan cape’ yang amat sangat tapi aku sudah bisa menjadi petunjuk jalan bagi teman-teman (tidak ada kesalahan sedikitpun, apalagi sampe nyasar!). Sampai ketemu besok pagi2…!! πŸ™‚