Beryl’s chocolate

http://instagram.com/p/bTQfWKlM64/

Advertisements

KL – Penang yang kukenang… @ Last Day

Hari ini adalah hari terakhir kami di Kuala Lumpur, dan pagi ini kami masih harus ke Beryl’s untuk membeli oleh-oleh coklat. Jujur saja, dari kemarin memang kami tidak sempatkan untuk membeli oleh-oleh. Pagi ini aku menyempatkan diri untuk breakfast di Nasi Kandar Pelita, salah satu tempat makan yang membuat aku penasaran sejak awal. Sebetulnya rasa ingin untuk mencicipi Nasi Kandar ini sudah ada sejak kami tiba di Kuala Lumpur, dan semakin menjadi ketika kami ada di Penang. Karena setau aku, Nasi Kandar Pelita ini justru asalnya dari kota Penang. Selama di Penang gak kesampean juga makan di Nasi Kandar Pelita ini karena masih banyak makanan lain yang juga lebih menggiurkan 🙂

@ Nasi Kandar Pelita

@ Nasi Kandar Pelita

Sesampainya di Nasi Kandar Pelita, akhirnya menu yang aku pesan hanya Mie goreng Magi (sama dengan Indomie goreng) entah kenapa begitu melihat menu yang ada langsung berasa kenyang banget… Rata-rata menu yang ditawarkan semua dalam porsi yang sangat besar (menurut aku), potongan ayamnya saja hiiiiiii….ngeri banget kalo aku harus menghabiskannya, sumpah gede banget!! Sepertinya 1 ekor ayam hanya dibagi menjadi 4 potongan, yang tentu saja menghasilkan potongan yang super besar.

Selesai kami breakfast, kamipun langsung ke tujuan terakhir… Yaitu Beryl’s Chocolate Kingdom, yang ternyata tempatnya bukan di suatu tempat yang terlalu ramai. Tapi begitu kami memasuki area gedungnya, akupun langsung memahami bahwa tempat ini jelas merupakan salah satu tempat wisata. Begitu masuk kami langsung diberi sticker yang ditempel di baju kami, yaitu nomor urutan kedatangan.

@ Beryl's Chocolate Kingdom

@ Beryl’s Chocolate Kingdom

Berbagai type chocolate ditawarkan disana, mulai dari dark chocolate, white chocolate, ataupun milk chocolate. Gak terlalu repot untuk memilih karena kita bisa mencicipi dari segala macam chocolate yang ada.  Setelah berbelanja chocolate khususnya untuk stock Qnan di kulkas juga oleh-oleh 🙂 kamipun langsung kembali ke Sucasa untuk melanjutkan perjalanan ke LCCT.

Perjalanan dari Sucasa menuju LCCT memakan waktu -/+ 1 jam perjalanan dengan menggunakan taxi. Tiba di LCCT pukul 13.30 untuk menunggu penerbangan kami kembali ke Jakarta di pukul 15.00. Lebih baik  menunggu lama di bandara dibandingkan kami harus terburu-buru untuk check in. Setibanya di LCCT kami masih sempatkan untuk makan siang terlebih dahulu, setelah itu dilanjutkan berjalan-jalan di sekitar ruang tunggu LCCT, yang lagi-lagi ada dalam pikiranku “Kok bandaranya begini banget yaaa..??” Tapi, begitu ingat kembali bahwa ini adalah bandara untuk penerbangan yang murah meriah, heheheeeeee….. ya lumayan lah!

Perjalanan liburan kami kali ini adalah perjalanan liburan terpanjang juga terlama yang pernah kami lakukan (mungkin karena ada 2 kota tujuan yang kami singgahi yaitu KL – Penang). Itu saja rasanya belum puas untuk mengelilingi juga singgah di tempat2 yang ‘must see’ kita lakukan saat berkunjung ke negeri Jiran ini…

Terimakasih Tuhan untuk segalanya yang sudah kami rasakan!

KL – Penang yang kukenang… @ Day-6

Hari Minggu tanggal 3 Maret 2013, hari kesekian kami di Malaysia.. 🙂 Karena hari ini merupakan hari terakhir kami untuk menjelajahi Kuala Lumpur, jadi banyak sekali sebetulnya daftar tempat yang ingin kami kunjungi. Pengen ke Batu Cave, Petaling Street, pengen tau Putra Jaya juga selain ke Petronas Twin Towers.

Hmmmm,…. akhirnya pagi ini kami berombongan (karena akhirnya di guide oleh sepupuku) dengan menggunakan mobil pribadi, tentunya lebih nyaman tapi tetap saja tidak untuk-ku. Aku pengennya bisa tahu dan merasakan public transport di KL, dengan lika likunya yang tentu saja menyenangkan. Tapi ya apa mau dikata, punya saudara yang terlalu baik … 🙂 kemanapun kami mau, mereka siap untuk mengantar. Pagi ini tujuan pertama kami adalah wilayah persekutuan Putrajaya, dimana merupakan pusat pemerintahan negara Malaysia yang terletak agak jauh dari pusat bisnis kota KL. Sangat bersih dan rapi, kesan pertama yang aku ambil. Disitu juga ada Masjid Putrajaya yang cukup terkenal  dikelilingi dengan danau buatan, dimana ada beberapa boat yang terlihat hilir mudik. Indah memang….

Masjid Putrajaya - Wilayah Persekutuan

Masjid Putrajaya – Wilayah Persekutuan

Lelah berkeliling  dan berfoto-foto di Putrajaya, kamipun melanjutkan perjalanan dengan tujuan Mines Resort, sebuah mall namun dengan suasana yang berbeda, karena mall ini berdiri diatas danau buatan. Menyempatkan untuk menaiki boat mengelilingi danau tersebut, tapi lupa berapa RM / orang yang harus dibayarkannya (lagi2 karena dibayarin sich… heheheeee..) Yang pasti pengalaman mengelilingi danau yang dimulai dari dalam mall dan diakhiri kembali ke dalam mall pun sangat mengesankan. Masalahnya di Indonesia belum ada mall yang berkonsep seperti ini 🙂

Pas jam makan siang, makan dulu di Nando’s    (restaurant dengan menu serba ayam dari Afrika Selatan) yang tentu saja rasanya tetap saja gak pas lidah’ku yang Melayu ini.. Tapi, ya gak apa2 lah… Ada pengalaman makan Nando’s di luar Indonesia. Selesai makan siang, perjalanan kami lanjutkan ke KLCC tapi lagi2 karena memenuhi selera anak2, akhirnya yang kami tuju pun adalah Petrosains yang berlokasi di dalam Suria KLCC. Semacam Science Center di Singapore tapi dengan konsep yang berbeda karena Petrosains ini berdiri di dalam mall. Saat memasuki Petrosains kami harus menggunakan Dark Ride. Kenapa di sebut ‘Dark Ride’…?? karena kami harus duduk di sebuah kereta di dalam ruangan gelap yang berlahan akan membawa kami menuju ruang exhibition, selama dalam perjalanan di kereta kami akan disuguhkan beberapa cerita mengenai alam Malaysia. Oiya,  ticket masuk ke Petrosains untuk Child sebesar RM15 untuk non MyKad dan RM25 untuk Adult non MyKad. Harga yang gak terlalu mahal lah untuk hiburan yang berbau edukasi seperti ini.. (Pantas saja antriannya begitu panjang untuk kami bisa masuk ke Petrosains ini)

Selesai berkeliling di Petrosains dengan waktu yang sangat terbatas, karena kami harus melanjutkan untuk masuk ke Petronas Twins Towers. Untung jaraknya tidak terlalu jauh (masih di lokasi yang sama di dalam Suria KLCC). Nah, untuk wisata yang 1 ini memang saat ini merupakan wisata yang tergolong cukup mahal di Malaysia. Konon beberapa tahun lalu untuk dapat memasuki Twins Towers tidak dikenai biaya sama sekali, namun seiring berjalannya waktu, semakin banyak wisatawan yang ingin tau secara langsung menara dengan tinggi 452 meter ini. Oleh karena itu akhirnya dikomersilkan lah menara ini setiap kali wisatawan ingin melihat secara langsung dan merasakan naik ke level 86 yang merupakan puncak tertinggi gedung ini. Ticket untuk bisa masuk ke Twin Towers terbilang mahal, untuk Child non MyKad saja sebesar RM30 dan untuk Adult non MyKad sebesar RM80.

@ Dinosaurus - Petrosains

@ Dinosaurus – Petrosains

Level 86 - Petronas Twin Towers

Level 86 – Petronas Twin Towers

Pengalaman yang luar biasa juga aku bisa merasakan ada di puncak tertinggi dari menara ini. Jujur saja,… agak mengerikan juga loh, karena saat kita ada diatas bangunan ini akan terasa seperti bergerak-gerak tertiup angin. Apalagi begitu kami ada di level 86, orang yang masuk pun dibatasi tidak lebih dari 50 orang saja. Terkesan sangat tertib dengan penjagaan yang sangat ketat untuk wisata yang satu ini,.. Waktunya pun kami dibatasi hanya 20 menit saja untuk ada di puncak menara ini.

Selesai dari Petronas Twin Towers, memilih untuk kembali ke apartemen dulu untuk mandi juga sedikit beristirahat. Karena malam ini adalah malam terakhir kami di KL, rencananya mau cari makan malam khasnya dari kota Kuala Lumpur ini. Kira-kira apa ya..? Akhirnya kami memilih untuk mencoba makanan di salah satu Medan Selera didaerah Kampung Baru, yang konon katanya memang pusat jajanannya orang Melayu dan dijamin halal. Oiya, setelah kami makan menyempatkan diri berputar-putar mengelilingi Kampung  Baru dan tidak jauh dari situ ternyata ada toko yang khusus menjual barang-barang yang langsung didatangkan dari Indonesia. Pemiliknya pun menurut informasi yang aku dapatkan adalah orang asli Padang Sumatera Barat, hebat kan…? Dimana kita bisa melihat peluang yang ada, maka usahapun akan terbuka dengan lebar.. 🙂 Jelas, toko seperti ini banyak diincar orang Indonesia yang tinggal di KL. Karena mereka bisa menemukan apapun juga product dari Indonesia yang tidak banyak dijual di Malaysia. Hhhmmm……..

Malam ini kami akhiri dengan berkeliling Kampung Baru, sebetulnya masih banyak tempat yang aku ingin singgahi. Tapi, apalah daya…waktu ternyata sangat singkat. Tinggal bersisa setengah hari untuk kami ada di KL, dan sudah berencana untuk mengunjungi Beryl’s Chocolate Kingdom. Penasaran seperti apa……???? Yuuuuk, kita istirahat dulu malam ini 🙂 See you tomorrow….

KL – Penang yang kukenang… @ Day-5

Hari ini merupakan hari terkahir kami di Penang, karena sore ini kami harus kembali ke Kuala Lumpur. Pagi ini kami habiskan untuk ‘nongkrong’ di kedai kopi dekat bus stop Jl Burmah. Puas-puasin minum kopi juga teh tareek yang enak ini, sambil makan nasi lemak juga kuih yang beranek ragam (asli, pulang dari jalan-jalan langsung berat badan naik drastis!!) Selesai berlama-lama di kedai kopi, kamipun kembali ke hotel untuk kembali beristirahat. Setelah tanya ke pihak hotel mengenai jam check out, akhirnya kami memutuskan untuk check out pukul 11 siang ini dan menitipkan tas di loker dengan biaya RM1.00, lumayan lah daripada kami harus berjalan-jalan dengan menenteng travel bag.. 🙂

Tepat pukul 11 siang, kami keluar kamar untuk check out sekaligus menitipkan 1 travel bag, 1 ransel  plus 1 kantong besar isi oleh2 (biscuit tambun Ghee Hiang) di loker hotel hanya dengan biaya RM1.00. Melanjutkan berjalan kaki menuju Jl. Transfer menyusuri Lorong Hutton sampai di Chowrasta Market, cukup dengan melihat sebentar situasi pasar di Penang. Sempat membeli keychain juga biscuit tambun Ghee Hiang *lagi* 🙂 Udara juga cuaca pagi ini terasa sangat terik, keringat di dahi Qnan sudah semakin deras bercucuran, apalagi saat itu kami berjalan kaki dengan jarak yang lumayan panjang. Akhirnya kami pun menunggu bus  CAT di bus stop Chowrasta dengan tujuan berkeliling mencari lokasi yang indah untuk kembali kami berfoto-foto. Memutuskan untuk turun di Lebuh Pantai, kembali menyusuri sepanjang Lebuh Pantai sampai kaki semakin terasa pegal dan Qnan mulai kepanasan. Kembali menunggu bus CAT di depan gedung Standard Chartered sangat lama, -/+ 45 menit kami harus menunggu untunglah kami tiba kembali di Tune Hotel sesuai dengan perkiraan kami sebelumnya.

CIMG1114

@ HSBC Lebuh Pantai

@ Lebuh Pantai

@ Lebuh Pantai

Beristirahat 30 menit di lobby hotel, kamipun memutuskan untuk langsung menuju Komtar. Flight kami menuju KL sore ini pukul 16.30, dengan perkiraan perjalanan dari Komtar menuju Penang Airport memakan waktu -/+ 1.5 jam (belum lagi kami harus menunggu bus di Komtar yang entah berapa lama). Naik taxi dari depan hotel ke Komtar (kalo kita berjalan kaki paling lama memakan waktu 15 menit) berhubung bawaan kami cukup banyak, dengan matahari yang sangat menyengat saat itu rasanya gak ada salahnya kami mengeluarkan 10RM untuk membayar taxi 🙂

Ternyata memang cukup lama menunggu bus 401E memasuki terminal Komtar (mungkin karena tergolong bus dengan jarak tempuh yang cukup jauh). Begitu bus datang, langsung full penumpang… heheheee, tapi tetap saja terasa nyaman walaupun kami tidak mendapatkan tempat duduk, untungnya masih ada orang yang berbaik hati memberikan tempat duduknya untuk Qnan.  Penumpang yang berdiri hanya beberapa orang saja, AC di dalam bus pun cukup dingin, didukung jalanan yang lancar tak terasa 1 jam pun berlalu dan kamipun tiba di Penang Airport.

Tidak perlu check in karena kami sudah mencetak boarding pass saat keberangkatan kami dari KL menuju Penang, jadi langsung masuk ke ruang tunggu penumpang. Itupun tidak terlalu lama menunggu, pesawat menuju KL pun sudah datang dan kami diperbolehkan untuk menaiki pesawat. Pengalaman yang aku rasakan selama perjalanan kami dari Jakarta – KL – Penang – KL semua pesawat on the time, gak ada yang molor walau hanya 10 menit pun! Luaaaaarrr biasaaa,…. *pengalaman yang jarang2 terjadi nih….

Tiba di KL tepat pukul 17.30 dengan melanjutkan perjalanan menggunakan Aerobus dari LCCT menuju KL Sentral dan dari KL Sentral kami masih memilih menggunakan LRT menuju KLLC  alasannya cepet banget sich…dibanding harus menggunakan taxi di waktu jam pulang kerja seperti ini,… oohh tidaaaaaakkkkk!!! Barulah begitu sampai di KLLC kami menggunakan taxi menuju Sucasa.

Puas rasanya kami sudah diberi kesempatan untuk menikmati perjalanan menuju Penang ini! Yang ternyata Penang ‘lebih sangat memberi arti’ dibandingkan sedikit perjalanan yang sempat kami rasakan di KL beberapa hari lalu. Eits,…… tapi masih ada 1 hari lagi besok untuk kami bisa berkeliling di KL ini dan masih banyak tempat juga yang kami ingin kunjungi (tapi apa mungkin dalam 1 hari saja kami bisa mendapatkan itu semua…???) Kita lihat saja besok,….. 🙂 See You!

KL – Penang yang kukenang… @ Day-4

Hari ini adalah hari ke-4 kami di Malaysia, dan merupakan hari ke-2 kami di Pulau Penang. Schedule kami hari ini jelas untuk mengelilingi George Town dan wisata pantai ke Batu Ferringhi (kesukaan Qnan untuk bermain pantai). Tepat pukul 8 pagi kami keluar dari hotel untuk mencari menu breakfast, dan yang kami tuju adalah hawker center di New World Park. Oooww,.. ternyata jelas belum buka lah ya,.. Akhirnya mata kami tertuju ke dekat bus stop yang ada di dekat pertokoan seberang New World Park. Sebuah kedai non permanent yang terlihat menjual makanan dan dipenuhi oleh pembeli. Apa istimewanya ya kedai ini..?? Akhirnya kakipun melangkah mendekatinya,.. Yang ternyata memang menjual makanan mulai dari nasi lemak yang berlauk ikan, telur atau ayam tinggal pilih, selain itu juga dijual bermacam kuih muih yang menggugah selera. Belum lagi pilihan minumannya, ada teh tareek yang ternyata enak banget loh..!! Tapi, ternyata kopi susu-nya sangat lebih enak…… hhhmmm baru kali ini menemukan kopi yang pas di lidah aku.

Selesai dengan breakfast kami di kedai dekat bus stop yang sangat mengesankan ini, kamipun melanjutkan berjalan kaki ke bus top di Jl Transfer untuk menunggu bus CAT kembali. Tujuan kami pagi ini berkeliling George Town sambil berfoto. Pertama kali yang kami singgahi adalah sebuah lapangan luas bernama Esplanade Penang yang pasti kami bisa berjalan menyeberangi taman dengan pemandangan yang luar biasa indah dan menemukan bangunan lama berupa gedung putih megah bernama Gedung Majlis Perbandaran Pulau Pinang.

CIMG0880

George Town

@ Gedung Majlis Perbandaran Pulau Pinang

@ Gedung Majlis Perbandaran Pulau Pinang

Setelah lelah berpanas-panasan mengelilingi Esplanade Penang dan sekitarnya, kami pun melanjutkan perjalanan untuk makan siang di dekat hotel saja, hawker center yang kami impi-impikan… 🙂 Selesai makan siang, kamipun beristirahat di hotel terlebih dulu (maklum karena kami membawa Qnan). Kira-kira pukul 16.00 kami bersiap untuk pergi ke Batu Ferringhi, dengan naik bus 101. Perjalanan cukup panjang dan lama, ditambah lagi dengan supir bus yang selalu bawa dengan penuh semangat alias ngebut…. 🙂 akibatnya Qnan pun langsung manyun karena menahan rasa yang gak karuan. Untunglah begitu kami turun dan melihat jelas pantainya, rasa eneg juga pusing yang tadi kami rasakan langsung menghilang…. Sungguh indah luar biasa, selain pantainya bersih, pemandangan sekitarnya pun sangat indah. Jadi teringat Siloso beach di Sentosa Island. Qnan sudah gak sabar buat ganti baju dan langsung bermain pasir, lari kesana kemari, pokoknya sangat menikmati…. Gak terasa tiba2 waktu sudah menunjukkan pukul 19.00 (walopun masih terlihat terang) dan sunset pun mulai terlihat dengan jelas.

@ Batu Ferringhi

@ Batu Ferringhi

Setelah puas bermain pasir dan berfoto-foto, akhirnya kamipun bersiap untuk melanjutkan makan malam kami di Gurney Drive. Sebelumnya Qnan mengajak untuk makan di Mc Donald seberang pantai, setelah perut kenyang akhirnya kami menunggu bus 101 , yang kebetulan juga melewati Gurney Drive Hawker Center. Namun bus 101 itu tidak bisa membawa kami untuk turun tepat di depan hawker center, melainkan kami harus turun di bus stop Gurney Drive dan kami pun harus berjalan menyeberangi pertigaan yang ada, tidak jauh dari situ kamipun sudah dapat melihat sebuah keramaian yang ternyata betul itulah Gurney Drive Hawker Center! Setelah puas makan dengan menu yang semuanya enak,.. kamipun kembali ke hotel dengan melanjutkan naik bus 101, turun di Komtar namun kali ini kami harus menyeberangi memasuki pertokoan di dalam Komtar karena ternyata bus tidak memasuki terminal dan kami pun harus berganti bus walaupun masih tetap dengan bus 101.

Hari ini sangat menyenangkan, karena akhirnya kamipun menemukan banyak spot yang bagus untuk berfoto-foto… dan tentunya menemukan kembali keindahan pantai yang luar biasa,… Batu Ferringhi, sepertinya Qnan ingin kembali menemuimu. Terimakasih Tuhan untuk perjalanan kami hari ini!

KL – Penang yang kukenang… @ Day-3

Hari ini Kamis tgl. 28 Februari 2013, adalah hari ke-3 kami di Malaysia. Pagi-pagi buta (sebetulnya sich gak pagi buta banget…..) kira-kira pukul 06.00 kami sudah keluar dari Sucasa menuju LCCT. Langit masih gelap, bahkan adzan Subuh pun baru saja terdengar, tapi ini udah jam 6 pagi loh….. hehehehe, kebiasaan di Jakarta jam 6 pagi Qnan sudah bersiap berangkat sekolah, tapi disini jam 6 pagi masih terasa sangat sepi. Pagi ini kami akan ke Penang dengan jadwal penerbangan pukul.08.30, oleh karenanya kami pun naik taxi menuju KLLC untuk naik LRT menuju KL Sentral. Hanya memerlukan waktu 20 menit saja kami sudah tiba di KL Sentral, dan seperti biasa langsung menuju ke tempat bus menuju LCCT. Akhirnya kami kembali memilih Aerobus untuk kami naiki sampai LCCT, dengan harga ticket untuk RM 8.00 untuk dewasa dan RM 4.00 untuk anak-anak. Selama perjalanan memang paling enak untuk melanjutkan tidur 🙂

Setibanya kami di LCCT, tidak terlalu jauh dari tempat berhentinya bus kami memasuki ruang check in untuk penerbangan domestik, langsung menuju mesin pencetak boarding pass kami pun langsung menuju ruang tunggu. Saat ini kami memang tidak menggunakan bagasi, karena barang yang kami bawa hanya1 travel bag saja. Sambil menunggu kamipun menyempatkan diri untuk breakfast terlebih dahulu, apalagi menu yang dipilih kalo bukan nasi lemak…… 🙂 (kami penggemar nasi lemak!!) Tidak lama kami menyelesaikan breakfast, ternyata pesawat sudah dibuka. Benar-benar on time!

Waktu yang kami butuhkan untuk terbang ke Penang hanya sekitar 30 menit saja. Ada hal lucu yang Qnan alami saat penerbangan menuju Penang. Seperti biasanya, Qnan selalu sajaaaaa….ada keinginan untuk membeli sesuatu di atas pesawat. Ceritanya saat itu Qnan pengen banget beli snack (yg sebetulnya snack itu juga sering dia temui di Jakarta) saat pramugari mulai menawarkan jualannya. Berhubung kami duduk di seat no 20, pramugari itu kok terasa lama sekali belum juga menghampiri tempat duduk kami. Rupanya saat si pramugari menawarkan dan baru melewati kira-kira seat no 15, dia sudah harus kembali ke depan pesawat. Karena pesawat sudah akan mendarat, dan semua bangku sudah mulai ditegakkan, kaca jendela dibuka kembali dan para penumpang diminta untuk duduk kembali dengan memasangkan seat belt masing-masing. Aku pun tertawa geli melihat ekspresi wajah Qnan yang terlihat sangat kecewa,… Tapi ya mau bagaimana lagi, lha wong pesawat memang sudah mau mendarat. Inilah resikonya terbang dengan jarak yang terlalu dekat dan pendek. Hahahahaaaaa……… 🙂

Penang Airport terlihat lebih rapi juga bersih (dibanding LCCT :)), kami langsung keluar dan mencari bus top untuk menuju ke Tune Hotel di Jalan Burmah. Tidak terlalu lama menunggu bus Rapid Penang 401E pun datang, dengan ticket seharga 2.70RM untuk dewasa dan anak-anak tidak dikenakan biaya tapi dibayarkan harus dengan uang pas yaaa… Karena mereka tidak menyediakan uang kembali, kecuali apabila memang mengikhlaskan kembaliannya 🙂 Duh, ternyata bus terisi penuh, Qnan pun gak dapat tempat duduk. Tapi tetap bukan suatu masalah buat kami, toh Qnan masih bisa duduk diatas travel bag yang kami bawa. Tapi ternyata,……….. Supir bus bawanya ngebut bangetttt! Sampai terlontar dari mas Bayu “Wah, ini kalo’ di Jakarta ibaratnya supir batak yang bawa nih..” Kira-kira memakan waktu 45 menit kami tiba di Terminal Komtar, setelah itu kami harus naik bus 101 untuk sampai di Tune Hotel jalan Burmah. Karena sebelum naik bus aku sempat bilang tujuan kami ke Tune Hotel ke supirnya, eeehh…akhirnya kami diturunkan tepat di depan hotel (padahal bukan bus stop loh…) heheheheeee, mungkin si supir kasihan melihat kami yang membawa Qnan.

Kami tiba tepat pukul 12.00 siang di Tune Hotel, yang ternyata waktu check in adalah pukul 14.00. Heheheee, gak apa-apa…. toh kami masih tetap bisa beristirahat di lobby hotel. Oiya, untuk menginap di Tune Hotel ini aku sudah memesannya melalui Agoda sejak beberapa bulan sebelumnya, selain karena lebih praktis (kami tinggal memperlihatkan voucher pembeliannya)sekalian bisa mengumpulkan point reward dari Agoda 🙂 Ternyata, jam baru menunjukkan pukul 13.00 kami sudah diberikan kunci kamar. Akhirnyaaaaa………..

Setelah kami berisitirahat sebentar, khususnya Qnan yang harus beristirahat dan mik susu dulu, hehehee… Sambil beristirahat aku sibuk membaca peta juga brosur-brosur tentang kota Penang yang tadi aku dapatkan di airport. Terutama yang aku cari adalah tempat makan dan makanan yang enak. Ternyata, sebelah hotel kami termasuk hawker center yang direkomendasikan, banyak menu makanan yang tersedia disitu. Nama hawker centernya adalah ‘New World Park Hawker Center’. Sore ini kami tertarik untuk mencicipi *lagi lagi* nasi lemak yang ada di Sri Weld Food Court di Lebuh Pantai.

CIMG0806

@ George Town – Penang

Kamipun keluar dari hotel kira-kira pukul 16.30 berjalan kaki dari  hotel tempat kami menginap menuju Jl. Transfer tempat bus CAT melintas. CAT (Central Area Transit) adalah bus gratis yang memang disediakan khususnya untuk wisatawan yang akan mengelilingi George Town, namun kenyataannya bus selalu penuh sesak oleh masyarakat lokal yang (mungkin) berasal dari golongan kurang mampu. Tapi ya masih baguslah ada bus gratis, hehehe……. Setelah kami makan nasi lemak di Sri Weld Food Court, kamipun menyusuri lebuh pantai melihat-lihat gedung2 tua di jaman kolonial yang masih berdiri kokoh dan terawat. Selesai berjalan kaki sepanjang lebuh pantai, kami kembali ke bus stop untuk tujuan pulang ke hotel, sambil berfoto-foto disepanjang  Jl. Burmah sebelum kembali masuk ke hotel kami sempat memasuki New World Park  disitu kami banyak menemui cafe resto termasuk hawker center, dan langsung tersusun rencana untuk menjelajahi makanan yang ada besok siang, yippieee….. Makanan yang enak2..!

Hari ini ditutup dengan duduk di kedai yang menjual bubur kacang merah, pesan dan makan ditempat. Sambil bertanya apakah makanan yang dijual di kedai ini halal..? dan jawabannya adalah ‘tidak’!! heheheee,.. ya sudahlah cukup menghirup bau mie goreng juga mie rebus yang sedang dimasak disitu. Kaki sudah terlalu lelah untuk berjalan, lebih baik kembali dan beristirahat di hotel sambil cari makanan di Seven Eleven saja cukup. Thanks God! Akhirnya akupun bisa menghirup udara Penang, kota yang selama ini membuat aku penasaran 🙂

KL – Penang yang kukenang… @ Day-2

Hari ke-2 kami di Kuala Lumpur, pagi ini rencananya akan kami lalui dengan mengunjungi Genting Highland yang terkenal itu. Yang tergolong ‘must see’  kalo kita sempat berkunjung ke Malaysia khususnya KL (katanyaaaaa……) 🙂

Sepertinya hari ini kami terlambat untuk memulai petualangan kami, karena kami baru keluar dari apartemen -/+ pukul 09.30 waktu KL. Jelas sangat berbeda dibandingkan jika kami menginap di Hotel. Karena saat kami menginap di tempat saudara seperti ini rasanya justru ‘keenakan’ untuk bermalas-malasan. Selain Qnan lebih senang untuk bermain bersama sepupunya, akupun dan mas Bayu harus menyesuaikan waktu dengan si empunya rumah. Tapi lumayan juga, masih saja tetap ada yang bisa aku ambil di sela-sela waktu, sempat mengelilingi sekitar apartemen. Dan,…. yippieeee,,,, ketemu orang yang jualan nasi lemak tepat dibawah jembatan penyeberangan depan Apartemen Nomad Sucasa ini. Hhhmmm,.. ternyata rasanya jauh lebih enak nasi lemak ini dibandingkan nasi lemak dari Restaurant Rasamas 🙂

Keluar dari Apartemen Sucasa kami diantar menuju LRT station di KLCC, ternyata disini kami harus membeli token terlebih dahulu untuk menggunakan LRT sesuai dengan tujuan kami. Di KL ini akupun tidak terlalu mendalami mengenai tata cara penggunaaan public transport yang ada, berhubung aku merasa tidak akan terlalu sering menggunakannya. Rupanya membeli token agak ‘lebih ribet’ dibandingkan apabila kita menggunakan smart card tentunya. Uang yang kami gunakan untuk membeli token pun harus betul uang pas, sedangkan untuk memiliki uang pas sampai sen-sen nya itu yang agak sulit buat kami yang hanya memiliki lembaran ringgit saja 🙂 hahahaaaa.. Akhirnya dari KLCC kami naik LRT menuju KL Sentral, aku lupa berapa ringgit yang harus aku keluarkan untuk kami ber-3. Yang aku ingat tidak lebih dari 5 ringgit saja. Setibanya di KL Sentral kamipun langsung menuju tempat penjualan ticket bus ke Genting di counter Resorts World Tours, Go Genting! Kami mendapat ticket bus sekaligus Genting skyway dengan jam keberangkatan bus pukul 11.00am dari KL Sentral seharga $4.30 untuk dewasa, dan $3.20 untuk anak-anak untuk sekali jalan. Ticket untuk kembalinya pun kami langsung pesan di tempat yang sama dengan jam kepulangan kami pilih pukul 06.30pm, toh apabila kami selesai sebelum jam tersebut kami masih tetap  bisa pulang asalkan tempat duduk dalam bus masih kosong.

Ticket bus and Genting skyway

Ticket bus and Genting skyway + ticket Snow World

Perjalanan sangat lancar  yang memakan waktu -/+ 1 jam menuju Lower Skyway, tempat kami harus berpindah untuk berganti skyway menuju Genting Highland. Tidak terlalu mengantri, mungkin karena bukan di akhir minggu dan juga bukan di musim liburan. Itulah enaknya kami bepergian bukan pada saat peak season..:) Tibalah saatnya kami naik cable car *jujur saja agak takut*, karena perjalanan inipun memakan waktu  cukup lama yaitu -/+ 30 menit (sangat lama buat aku yang agak takut ketinggian), tapi menjadi hiburan yang sangat menyenangkan untuk Qnan yang terlihat sangat menikmati perjalanan menggunakan cable car ini melewati hutan belantara, diiringi sejuknya udara pegunungan. Yaaaahhh….. daripada tegang, better foto-foto saja. Ini trik dari mas Bayu 🙂 daripada liat kebawah, mending fotoin kereta kereta lainnya yang terlihat indah berderet-deret melintasi hutan. Hihiiiii.. jujur, karena memang takut.
Skyway menuju Genting Highland

Skyway menuju Genting Highland

Begitu kami turun dari skyway, 1 tempat yang kami tuju dan langsung kami cari adalah…..Indoor Entertainment Park, karena hanya ini yang memungkinkan untuk Qnan bisa bermain. Langsung Qnan pun minta untuk masuk ke Snow World, hei..hei..hei… ternyata untuk mencari 1 tujuan saja cukup sulit karena begitu luasnya tempat ini. Sampai terlontar dari Qnan ‘kok jauh banget ya bu..? jalannya harus naik turun lagi” hahahaaa… Walaupun begitu tetap saja dia happy juga semangat!

Akhirnya sampai juga kami di Snow World, setelah sempat berfoto-foto disekitar arena permainan dan sebelum kami membeli ticket untuk masuk Snow World, Qnan mengajak ku untuk makan terlebih dulu. Okelah, kami akhirnya pergi untuk mencari makan terlebih dulu….. Sepertinya Qnan sudah tidak terlalu berminat untuk makanan fast food seperti KFC ataupun Mc D. Jatuhlah pilihan di sebuah food court bernama “Market Food Street”  yang banyak macam pilihan makanannya. Qnan memang paling suka makan udang, mas Bayu pun sangat tertarik dengan aneka pilihan makanannya, bahkan sambal udang petai pun ada 😀 iseng banget mas Bayu pun ambil udang petai yang kalo dari wanginya memang sangat menggoda. Tapi aku sempat curiga, bentuk petainya disini ternyata jauh lebih besar dibandingkan yang sering aku temui di Jakarta ini. Ternyata memang betul, begitu kami rasakan, rasa petainya pun sangat tajam dengan aroma yang lebih tajam pula. Hahahahaaaaa………… sampai akhirnya malah gak kemakan deh,.. Selesai makan pun, mas Bayu malah sibuk cari permen mint untuk penghilang rasa juga aroma yang gak hilang2. Tobaaaattttt…….!!! Belum lagi dengan harga dari makanan yang kami pesan agak ajaib juga, untuk harga sesendok udang petai yang membuat mabuk itu dihargai 8.00RM dan 7 ekor udang yang dimakan Qnan pun dihargai 21.00RM. Hahahahaaaaa… wajarlah, kalo harga makanan begitu sampai di Genting jadi begitu mahal, mengingat perjalanannya saja tadi yang cukup jauh dan menantang 🙂

Entertainment Park - Genting

Entertainment Park – Genting

Setelah selesai makan, kamipun langsung menuju ke Snow World untuk membeli ticket, yang kebetulan pas banget 15 menit lagi pintu dibuka. Kami mendapatkan ticket untuk pukul 14.30 – 15.10, dengan harga 25.00RM untuk anak-anak dan 30.00RM untuk dewasa. Tidak lama menunggu kamipun diperbolehkan untuk memasuki area Snow World dengan diberikan koin untuk mengunci loker. Sayangnya kami tidak diperbolehkan membawa kamera maupun hp. Sebelumnya kamipun mengambil jacket, sarung tangan juga sepatu. Disini  kami disediakan dengan berbagai ukuran mulai dr ukuran anak sampai ukuran XXL, tapi ya gitu deeeehh dengan kondisi semuanya tidak terlalu baik…. Kancing jacket banyak yang sudah tidak lengkap, kondisi sepatu yang lembab, juga sarung tangan yang lembab juga. Tapi yaaaa….namanya juga barang pinjaman, hehehe,,, Suhu di dalam ruang yaitu -6 derajat celcius, bbbrrrr.. suhu yang sangat dingin buat aku. Belum terlalu lama didalam hidung langsung terasa mampet (kebiasaan penyakit di udara dingin), tangan juga kaki udah terasa membeku, berbeda dengan  Qnan yang masih asik dan sangat menikmati bermain dengan salju. Akhirnya baru 20 menit didalam, terpaksa aku menyerah….. Aku keluar terlebih dulu, sedangkan mas Bayu masih menemani Qnan yang masih saja asik bermain dengan salju.

Selesai kami di Snow World, rasanya sudah tidak ada lagi tempat  yang menarik minat baik Qnan maupun aku. Kamipun memutuskan untuk berjalan-jalan saja mengambil arah pulang ke tempat dimana skyway akan membawa kembali ke tempat pemberhentian bus Go Genting! Masih terheran heran dengan magnet apa gerangan yang banyak sekali menyedot wisatawan untuk datang berkunjung ke Genting ini.. Padahal, over all (kalo boleh jujur) menurut aku  tidak ada sesuatu yang ‘unique’ di Genting ini, mungkin karena tempatnya saja yang di dataran tinggi sehingga wisatawan bisa menemukan udara dingin dan segar, hawa khas pegunungan. Selebihnya tidak ada yang terlalu istimewa,….

Kamipun akhirnya memutuskan untuk turun. Hwaaaaaa… ternyata perjalanan dengan menggunakan skyway saat turun jauuuuhhh lebih mengerikan ketimbang saat kami naik tadi. Karena rasanya kami dilepaskan dari ketinggian ke jurang yang dalam,… aaarrgghh ini sich jelas karena memang aku yang terlalu takut dengan ketinggian. Beberapa menit sempat sama sekali gak berani untuk melihat bawah, tapi setelah itu sudah kembali ke jalan yang normal, hehehee…. Saat itu, justru Qnan yang tertawa kegirangan melihat ayah dan ibu’nya sempat pasang muka tegang. Betul2 yang terbayang, andaikan kabel ini putus apa yang akan terjadi..? (pertanyaan yg terlontar dari mas Bayu). Masih sama saat keberangkatan tadi, kami memerlukan waktu -/+ 30 menit dan begitu tiba kami langsung mencari bus yang akan berangkat kembali ke KL. Rupanya kami harus menunggu bus selanjutnya, walaupun jam keberangkatan kami yang tertera di ticket adalah pukul 18.30, tapi kami tetap diperbolehkan untuk mengikuti bus keberangkatan pukul 17.00.

Tiba kembali di KL Sentral, waktu masih menunjukkan pukul 18.00. Saat itu Qnan sudah gak sabar untuk ingin segera kembali ke apartemen (yang ada dalam bayangannya hanya ingin bercanda dan bermain bersama saudara sepupunya) 🙂 Segera kami membeli token LRT dengan tujuan Ampang Park, dengan harapan kami bisa lebih dekat dan cepat tiba di apartemen kembali. Yang ternyata ,… ow….ow… sepanjang jalan Ampang di jam pulang kerja betul-betul macet , yang akhirnya kami memilih untuk berjalan kaki saja dibandingkan kami harus naik taxi. Jarak yang lumayan jauh untuk kaki kecil Qnan, kira-kira 2 km kami harus berjalan kaki menuju Apartemen Sucasa, dengan waktu tempuh -/+ 30 menit dengan berjalan santai.

Terimakasih Tuhan, untuk perjalanan juga petualangan kami di hari kedua kami di Malaysia. Full day at Genting,.. Bagi yang penasaran dengan berita kehebohan Genting,… Go Genting!! ;p