Pelajaran baru di Kelas Inspirasi Bogor 3

Untuk kali kedua aku mencoba peruntungan untuk menjadi “Fasilitator” di kegiatan Kelas Inspirasi ini.
Peruntungan yang pertama aku dapatkan di saat Kelas Inspirasi Jakarta 4, kali pertama mendaftar menjadi relawan fasiitator. Apa sih kerja juga fungsi fasilitator di kegiatan Kelas Inspirasi ini?
Fasilitator itu ternyata bertugas sebagai penghubung antara para relawan inspirator dengan panitia, juga menghubungkan para relawan inspirator dengan pihak sekolah. Intinya sich begitu,… walaupun tambahan tugasnya juga banyak 🙂 Buat kelompok jadi aktif, buat mereka jagi kompak, bertugas bangun-bangunin kalo ada relawan inspirator yang suka ‘tertidur’ sejenak…. Pokoknya menjadi seorang Fasil itu justru deg-degannya lebih panjang (kalo menurutku), dibanding kalo jadi relawan inspirator.

Mulai dari 2 minggu sebelum Hari Inspirasi, deg-degannya selalu dibuat up and down. Terkadang tenang, terkadang panik apalagi kalo tetiba ada WA japri yang masuk (hahahaha.. ini cerita lebay tapi jujur). Kenapa deg2an banget kalo ada Inspirator yang kirim WA japri..? karena biasanya kalo udah japri begitu pasti ada masalah dan yang paling ditakutkan kalo beritanya itu mengenai kabar tentang pengunduran diri sebagai relawan Inspirator.. Doeng*#%?!  langsung kepala berasa berbintang-bintang deh! Tapi,… honestly, seru banget jadi relawan fasilitator itu. Malah jadi nagih juga nih, setiap kalo ada open recruitment lagi selalu yang dilirik adalah posisi Fasilitator.

Intinya, gak pernah nyesel bisa kecebur mandi basah di komunitas gerakan yang satu ini, bikin nagih juga bisa jadi tempat refreshing dikala kita jenuh dengan kondisi pekerjaan  yang kita temui sehari-hari.

Terimakasih, Terimakasih, Terimakasih….. ❤

Advertisements

Inspirasi itu justru datang darimu,… #KIB2

Bertemu lagi di Kelas Inspirasi Bogor#2, alhamdulillah.. aku dipercaya kembali untuk dapat ikut berpartisipasi menjadi inspirator. Kali ini aku kebagian di SD Negeri Cemplang, wilayah Cilendek Bogor Barat. Hhhmmm, lumayan jauh buat aku yang datang dari Jakarta. Tapi, rasanya gak ada artinya jarak yang jauh dibanding dengan pelajaran juga pengalaman yang bakal aku dapat. Betul, justru aku selalu merasa setiap kali menjadi inspirator di Kelas Inspirasi, justru aku lah yang nantinya terinspirasi oleh mereka…. Anak-anak inilah yang selalu memberikan pelajaran mengenai arti ketulusan, kebahagiaan dan juga kesederhanaan.
Hari Selasa, tgl 9 September 2014 tepat jam 6.45 menit aku tiba di sekolah. Memberi salam kepada beberapa guru yang sudah sempat aku kenal sebelumnya, yaitu beberapa hari lalu saat aku melakukan survey sekolah. Pada hari yang sama juga aku baru bertemu dan berkenalan dengan teman-teman inspirator lainnya, karena memang kami belum pernah bertemu sebelumnya,…. 🙂 Agak ajaib memang untuk kelas inspirasi kali ini. Karena 2 kali aku pernah mengikuti kegiatan yang sama, biasanya kami sempat berkumpul dan bertukar ide dulu sebelumnya untuk merundingkan apa yang akan kami persembahkan nanti di sekolah, tapi untuk kelas inspirasi kali ini semuanya serasa sudah rapi dan beres dengan sempurna saja, tanpa kami perlu bersusah payah. Kenapa bisa begitu..? Jelas ini karena kami punya seorang fasilitator yang luaaaarr biasa,.. Prada, kami bahagia punya fasilitator secanggih kamu! 🙂

Pagi ini dimulai dengan berkumpul di lapangan sekolah, dengan sambutan dari ibu Kepala Sekolah yang ramah juga baik hatinya ❤ ❤ dilanjut dengan menyanyikan yel yel yang sengaja mereka ciptakan untuk menyambut kami (wuiihh, berasa istimewa sekali kehadiran kami ini)dan juga gak lupa menyanyikan lagu Indonesia Raya, aaahh..selalu saja dibuat merinding setiap kali menyanyikan lagu kebangsaanku ini,.. dan tentu saja yang gak kalah seru ketika Prada melakukan ice breaking dengan dancing “Open Banana”nya.. 🙂 Seruuu… Seruuu… anak-anak sudah semakin terlihat sangat bersemangat! Setelah suasana semakin mencair karena panasnya matahari yang semakin menyengat juga, kami pun bersiap untuk masuk ke kelas.

Kelas yang pertama kali aku masuki adalah kelas 6, yeeess!!! Mereka sangat kooperatif, cukup aktif, kritis juga banyak becandanya. Ada 1 murid yang cukup menonjol, namanya Indra. Anaknya tergolong cerdas, banyak bicara juga aktif becanda.. (kaya’ begini nih yang aku suka!) 😀 hampir di setiap pertanyaan yang aku lempar dia jawab dengan sigap dan tepat! Hhhhhm,,, sangat terkesan dengan murid di kelas ini dan berharap semua yang akan aku masuki memiliki tipikal yang sama… 🙂

Selanjutnya,..kelas 1 yang harus aku masuki. Heheheeeee,… yang terbayang hanya mengajak mereka bermain dan bernyanyi. Kenyataannya..? Benar saja,.. dengan jumlah anak sekitar 43 murid (gabungan dari 2 kelas), wuiihh berasa asoy banget deh pokoknya! Riuh sekali suasana di kelas ini, akhirnya yang aku lakukan yaitu mendatangi mereka kelompok per kelompok. Lumayan membantu lah dengan metode seperti ini, karena akhirnya kita pun gak kehabisan suara dan waktu kita gak habis hanya untuk menenangkan mereka. Ternyata, anak-anak ini lebih berani untuk mengutarakan pendapatnya dan juga menjawab pertanyaan yang aku ajukan, mungkin karena mereka merasa lebih diperhatikan dengan aku yang langsung mendatangi bangku mereka. Lucu, seru juga ajaib banget deh rasanya mengajar di kelas 1 ini,…

Setelah sempat memasuki waktu istirahat selama 30 menit, lanjut lagi masuk ke kelas 4. Huuuuu… seruuu banget deh rasanya masuk di kelas 4 ini, ❤ karena aku bertemu dengan salah satu murid yang ternyata juga berprofesi sebagai pengamen. Entah harus merasa prihatin atau justru bangga, tapi yang pasti saat itu rasaku bercampur aduk! Arya, nama murid itu… Kamu benar-benar membuat aku semakin merasa harus terus belajar dengan yang namanya ketulusan, kebahagiaan juga kesederhanaan. Tanpa merasa malu atau rendah diri dengan profesi sampingannya itu, Arya langsung bernyanyi di depan kelas.. betul-betul dengan rasa percaya dirinya yang penuh! Setelah dibuka dengan nyanyian dari Arya, aku pun mulai bercerita tentang apa pekerjaan ku dan lagi-lagi Arya tetap tampil menonjol dengan selalu menjawab dengan tepat semua pertanyaan yang aku lempar. Secara merata, murid di kelas 4 ini tergolong aktif, kreatif dan komunikatif. Mereka semua cerdas dan aku yakin mereka punya mimpi yang luar biasa untuk masa depannya dan aku yakin mereka mampu meraih itu, semogaaa…..

IMG-20140911-WA0026

Eng ing eng,… kelas terakhir yang aku masuki adalah kelas 3. #uhuk,.. sepertinya aku harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk kelas terakhirku ini. Mereka luaaarr biasaaa antusias bertemu aku(anggap saja begitu),saking antusiasnya mereka selalu berteriak untuk menjawab semua pertanyaanku. Hihihi… suaraku sudah mulai melemah, suaraku sudah mulai tenggelam tertutup oleh suara riuh mereka. Beberapa anak mulai mendekatiku, mereka minta untuk bernyayi. Yihaaa,.. ide yang sangat bagus! Rasanya pas banget nih menutup hari di siang ini dengan bernyanyi, akhirnya tanpa aku harus minta, mereka langsung kompak untuk berbaris di depan kelas dan menyanyikan lagu tentang Nabi Muhammad SAW. Ish,.. lagi-lagi harus merinding melihat kepolosan mereka, semangat mereka juga kejujuran mereka setiap kali bercerita. Mereka sangat luar biasa!

Akhir cerita,……tetap merasa belum mencapai garis FINISH! Justru semakin banyak tugas yang harus kita kerjakan untuk mereka, anak-anak Indonesia, calon penggerak bangsa di masa depan. Tetap berharap, mereka bisa menggantungkan mimpi-mimpinya setinggi bintang di langit!
GAPAI MIMPIMU, ANAK INDONESIA….!! ❤ ❤

IMG-20140911-WA0000

Kelas Inspirasi Bogor itu….. (sangat menginspirasi hidupku)

Rabu, tgl. 11 September 2013 pun akhirnya datang juga,… Setelah beberapa minggu belakangan ini rasanya waktu terasa lamban berjalan. Termyata, aku sangat menantikan hari ini!! Yippiee,……..

Pagi-pagi buta aku sudah keluar dari rumah (lagi2 janjian ketemuan sama Melissa di pintu tol Cisalak) 🙂  Jam 6 kurang kami pun sudah meluncur ke arah Bogor. Ternyata arah Bogor pagi itu tergolong sangat lancar, dan kami tiba di SD Negeri Kampung Rambutan, Sempur – Bogor tepat jam 7 kurang 15 menit. Lhoh, ternyata kok masih sepi juga… Tapi, gak masalah yang penting kami gak datang terlambat, masih ada waktu untuk menyesuaikan diri dengan udara pagi kota Bogor, masih bisa duduk-duduk santai dulu sebelum kami harus mengeluarkan suara  merdu ini di beberapa kelas nantinya 🙂

Hari ini aku harus mengisi di empat kelas untuk berbagi inspirasi, yaitu di kelas 3, 4, 5 dan 6. Hhhhmmmmm,… bukan pekerjaan yang mudah sebetulnya untuk aku melakukan ini. Jujur, bagi aku jelas lebih sulit berbicara di depan anak-anak ini dibandingkan harus berbicara di depan dewan direksi. Bagaimana tidak..? Aku harus menyusun kata-kata untuk dapat menjadi sebuah kalimat yang mudah mereka pahami juga mengerti demi menjelaskan apa itu kerja seorang “Psikolog”.

Pagi itu diawali dengan berkumpul bersama di lapangan, dibuka oleh ibu Kepala Sekolah yang baik hati.. Memberikan ucapan selamat datang kepada kami semua, sekaligus memperkenalkan kami ke seluruh siswa-sisiwinya bahwa hari ini akan ada sesuatu yang berbeda terjadi di sekolah ini. Setelah ucapan selamat datang dan sedikit salam perkenalan juga dari kami yang diwakili oleh ketua kelompok kami yaitu Pak Hadi, seluruh murid pun dipersilahkan kembali ke kelasnya masing-masing, dan……… kamipun dipersilahkan untuk langsung mengisi masuk ke kelas masing-masing sesuai dengan jadwal yang sudah dibuat sebelumnya.

Rasa ‘sedikit grogi’ masih menemani langkah ku sampai depan pintu masuk kelas 4 (kelas pertama yang aku masuki pagi ini) Bermodalkan trik tarik nafas dalam-dalam, dan keluarkan nafas dengan pelan…. akhirnya ‘sedikit grogi’pun lenyap dengan sendirinya dan akupun masuk kelas dengan santai (beginilah apa adanya aku, sok PD dan tanpa basa basi) langsung memberi salam dan memperkenalkan diri. Ow Em Ji,….. begitu mendengar dan melihat sambutan dari mereka semua yang begitu antusias, bayangan tentang kesulitan menghadapi mereka langsung hilang lenyap entah kemana. Melihat senyuman tulus mereka, juga jawaban2 yang keluar dari mulut mereka rasanya energi positif langsung merasuki alam bawah sadarku. Aku jadi begitu bersemangat untuk berbagi cerita dengan mereka. Kata-kata pertama yang aku lontarkan untuk memperkenalkan profesiku adalah.. “Kalian pernah merasakan yang namanya bahagia…??” dan ternyata banyak sekali respon dari mereka untuk pertanyaanku itu. Tanpa terasa suasana kelas semakin hangat dan mengalir begitu saja, dengan tetap bercerita dengan bahasa mereka tentunya, bahasa yang mudah mereka pahami.

Setelah disibukkan dengan menjawab beberapa pertanyaan yang aku lontarkan. akhirnya masuklah ke sesi selanjutnya yaitu ‘bermain peran’. Ada yang seolah-olah menjadi ‘Psikolog’ dan menjadi ‘Pasien’nya. Selanjutnya dengan meminta beberapa anak dari mereka untuk maju kedepan dan memberikan contoh beberapa ekspresi wajah. Ternyata, banyak sekali yang berminat untuk bisa maju ke depan kelas (yang awalnya aku pikir mereka akan pasif menyambut ini, ternyata semua kebalikannya) dan tak terasa 45 menit pun berlalu begitu saja..

Image

Selanjutnya langsung memasuki kelas 5, rupanya di kelas ini suasana sedikit agak berbeda. Tetap disambut dengan salam tulus mereka, tapi tetap bisa menangkap ada sedikit perbedaan dengan anak-anak di kelas 4 tadi. Di kelas 5 ini aku menemukan beberapa kelompok anak yang sangat aktif, dan sebagian kelompok lagi lebih senang sebagai ‘penonton’. Tapi itu semua tetap memberikan energi positif ke alam bawah sadarku, masih tetap bisa bersemangat berbagi cerita, masih tetap mendapatkan jawaban-jawaban yang terkadang diluar perkiraanku, dan itu semua membuat aku bahagia! Entah bagi mereka, kehadiranku ini apakah membahagiakan mereka atau justru malah sebaliknya,.. (hiks,.. 😦

Begitu selesai dari kelas 5, sempat merapat ke ruang guru terlebih dulu.. Ternyata energiku terasa mulai berkurang setelah memasuki 2 kelas 😦 tapi semangat untuk dapat berbagi cerita masih sangat menggebu-gebu! hehehee… rupanya kecintaan ku sama anak-anak memang tersalurkan disini. Bertemu, bertatap, bercerita bahkan bercanda dengan mereka itu memang ‘sesuatu’ banget buat aku!

Terakhir, memasuki kelas 6 berharap mendapatkan sambutan yang sama seperti kelas-kelas sebelumnya. Eeeehhh, ternyata memang betul bahwa dalam hidup kita boleh berharap, namun terkadang harapan memang tak seindah kenyataan. hihihiiiii…… Di kelas 6 ini aku menemukan murid-murid yang penurut cenderung pasif. Memang mereka terlihat sangat tertib, tapi justru itu terasa ‘flat’ untuk aku. Ada satu hal yang sangat jadi perhatian aku, kenapa dari  tiga kelas yang sudah aku masuki ini mereka rata-rata menjawab pertanyaan “Apa yang kamu takuti selama ini…?” 99% murid adalah menjawab SETAN. Ini jujur saja sangat mengganggu pikiranku, bagaimana tidak…?? Kenapa mereka tidak lebih takut TUHAN..?? Selama ini aku selalu mengajari Qnan anakku yang sudah kelas 2 SD untuk tidak menjadi seorang yang penakut, karena tidak boleh ada yang ditakuti di dunia ini selain TUHAN. Mungkin ketakutan mereka seperti itu sesuatu yang wajar bagi sebagian besar anak di jaman sekarang, bagaimana tidak kalau pengaruh lingkungan sangatlah besar untuk mempengaruhi pola pikir, sikap juga perilaku mereka. Mengadopsi dari apa yang mereka lihat juga dengar itu jelas pengaruh yang luar biasa besar untuk hidup mereka, tapi sayang justru pengaruh yang kurang baik justru yang lebih mudah ditiru dan dilihat untuk saat ini, apalagi kalo bukan karena tontonan televisi yang tidak mendidik, sinetron yang penuh tipu daya, belum lagi tontonan tentang kekerasan. Aaaaaarrrgghhhhhh……. aku benci sinetron!! Pokoknya untuk tontonan sinetron bagi aku tidak ada satu sinetron pun yang mendidik, bohong kalau ada yang berpendapat ada sinteron yang mendidik. Pokoknya tidak, gak ada tapi!! (yeaaahh, malah jadi curhat abis nih)

Hari itu tidak terasa,  tiga kelas aku masuki untuk berbagi cerita tanpa ada jeda waktu yang lama. Padahal, pagi itu aku belum sarapan lho, tapi kok gak terasa lapar apalagi lemas ya…? Semua itu jelas karena anak-anak ini.. Anak-anak dengan tatapan polos yang begitu meluluhkan hati, komentar lucu yang terkadang membuat aku ternganga-nganga juga senyuman tulus mereka yang begitu mententramkan . Hari itu akhirnya aku hanya memasuki 3 kelas, dari 4 kelas yang seharusnya aku masuki. Berhubung waktu sudah habis, akhirnya kelas terakhirpun yaitu kelas 3 berlalu begitu saja.

Setelah kelas terkahir selesai, anak-anakpun disibukkan dengan menempelkan cita-cita mereka ke balon-balon yang sudah kami siapkan sebelumnya. Acara menempelkan cita-citapun berjalan dengan sangat ramai dan seru, banyak dari mereka yang ingin menempelkan ke balon itu sesuai dengan warna yang mereka sukai. Tentu ini sangat merepotkan kami, akhirnya guru pun turun langsung untuk ikut mentertibkan mereka, dan akhirnya mereka dapat dengan tertib menempelkan cita-citanya yang sudah ditulis di secarik kertas ke seluruh balon yang ada.

IMG-20130913-WA013

Puncak acara hari ini dengan menerbangkan 50 balon yang ada, yang sudah ditempeli kertas bertuliskan cita-cita dari mereka semuanya. Semoga anak-anak ini bisa memiliki cita-cita setinggi langit setinggi balon itu terbang ke atas awan…

Akhir cerita, apakah aku sudah puas dan merasa sudah sampai di garis finish dengan ikut berpartisispasi mengikuti Kelas Inspirasi ini..?? Justru tidak,…..!! Aku malah justru merasa berada di garis START, dan harus kembali memutar otak kira-kira apa yang bisa aku berikan selanjutnya untuk masa depan yang lebih baik bagi anak-anak bangsa di negara yang kita cintai ini..?

Ada beberapa point penting yang cukup membuat aku ‘galau’ (halaaahhh bahasanya) , pertama sebagian besar dari mereka tidak suka membaca, padahal membaca itu menurutku adalah jendela dunia. Kita akan mengetahui berbagai macam hal tanpa harus kita mengalami sendiri hanya cukup dengan membaca, sedih rasanya menemukan anak-anak ini kurang berminat untuk membaca 😦 Kedua sebagian besar pula dari mereka tidak senang bertanya walaupun mereka lebih senang menjawab, tapi alangkah baiknya juga mereka dibiasakan untuk lebih banyak bertanya, karena ada pepatah pula yang mengatakan “Malu bertanya, sesat dijalan” 🙂 ini jelas ada arti yang sangat mendalam dari pepatah tersebut, dan yang terakhir yang sangat membuatku galau adalah, mereka secara spontan selalu menjawab sangat takut Setan!!! Rrrrgghhh,… kenapa harus setan..?? padahal bisa saja mereka menjawab takut anjing, kucing, kecoa atau mungkin takut kegelapan, takut petir, atau ketakutan-ketakutan lain yang lebih masuk diakal sehat kita. Tapi ya sudahlah,…. Itulah kenyataan yang aku temui di depan mataku.

Pokoknya, aku bahagia sempat merasakan ini, walaupun akhirnya berasa punya utang. Apa yang harus aku lakukan selanjutnya….???

🙂 🙂

Briefing II – Kelas Inspirasi Bogor

Hari ini Sabtu, tgl. 7 september 2013 kami dari kelompok 3 berkumpul kembali untuk observasi sekolah sekaligus merencanakan apa saja yang akan kami perbuat di hari H nya nanti. Setiap profesi pastinya akan menceritakan profesi kami masing-masing, namun disela-sela itu pun kami harus memberikan Little Bang sekaligus Big Bang bagi mereka. Little Bang kami berikan di tengah-tengah acara kita di hari itu, ditujukan untuk anak murid kelas 1 dan kelas 2 yang akan pulang terlebih dulu. Sedangkan Big Bang akan kami berikan di akhir acara sebagai acara penutup  hari itu untuk seluruh anak murid dari kelas 3 sampai dengan kelas 6.

Oiya, pagi itu aku berangkat ke Bogor janjian sama teman baruku Melissa (she is very kind and friendly) 🙂 karena kebetulan hari itu mas Bayu ada acara, akhirnya aku pun cukup diantar sampai depan pintu tol Cisalak sebelum akhirnya aku bertemu dengan Melissa. Ada pengalaman lucu sekaligus seru,.. saking asiknya ngobrol ngalor ngidul akhirnya terlewat lah pintu keluar ke kota Bogor, dan dengan manisnya kami terbawa arus untuk keluar pintu tol ke arah Ciawi. Jauuuuhhh booooo,… dari tujuan awal kami, tapi apa mau dikata. Hari itu kami janjian dengan teman-teman untuk berkumpul jam 8 pagi di lokasi, namun karena ada acara “kebablasan” sampai pintu tol Ciawi, kamipun tiba di lokasi -/+ jam 9 pagi dengan disambut senyuman dari teman-teman semua yang sudah terlebih dulu tiba.  Oiya, kami dari kelompok 3 mendapat sekolah untuk kami berbagi inspirasi di SD Negeri Kampung Rambutan, Sempur – Bogor Kota. Tempatnya tidak terlalu pelosok, dengan lingkungan sekolah yang cukup nyaman, yaitu rumah penduduk yang cukup baik kondisinya alias perumahan penduduk dari golongan menengah ke atas.

Setelah aku dan Melissa (yang datang paling akhir) berputar sebentar untuk melihat kondisi kelas juga murid-murid disana, kami pun melanjutkan berkumpul sambil makan siang (makan pagi atau siang ya…? Karena saat itu baru jam 10) 🙂 atau lebih tepatnya mungkin Branch, alias Breakfast and Lunch di warung makan Pak Ewok di daerah Taman Kencana. Hihiiii.. benar2 pengalaman buat aku, yang selama ini hampir tidak pernah berwisata kuliner di wilayah Bogor. Karena yang aku tau cuma Apple Pie dan Macaroni Panggang (jujur banget) 😀

Sambil terus berdiskusi (sambil makan) tentang apa saja yang akan kami perbuat nanti di hari H, akhirnya sepakatlah kami untuk nanti melakukan beberapa hal. Salah satunya kami perlu balon gas untuk acara Big Bang-nya nanti.. 🙂 jaman sekarang rupanya bukan hal mudah untuk kita bisa menemukan tukang balon gas. Tapi setelah cari info kesana kemari (akhirnya info terkahir kami dapat dari penjual jamu) bahwa ada tukang balon gas di sebuah bengkel las di suatu tempat (hihihi….. aku gak tau nama daerahnya apa, maklum bukan orang mBogor) 🙂

Akhirnya briefing kami hari itu ditutup setelah kami semua kekenyangan. Hehehehee….. briefing ditutup bukan karena kami telah memahami apa yang harus kami lakukan nanti, tapi briefing ditutup setelah kami kekenyangan. Dan acara makan- makan itu ternyata ditraktir bu Suraya, bu dosen yang sangaaaaaatttt baik hati. Gimana gak baik hati,..? setelah kami ditraktir makan, aku pun masih boleh nebeng pulang ke Jakarta  bareng bu Suraya. Ih, ibu bener-bener baik hati deh, gak nyesel punya teman kelompok yang baik2 begini..

Hari ini ditutup dengan mencari tukang balon gas di sebuah bengkel, sebelum kami melanjutkan pulang ke Jakarta. Terimakasih teman-teman, sampai jumpa di hari Rabu tgl 11 September……!!

Briefing I – Kelas Inspirasi Bogor

Diawali dengan pertemuan pertama kami sebagai relawan pengajar untuk Kelas Inspirasi Bogor, di Aula PT PGN di daerah Bogor. Berangkat jam 7 pagi dari Jakarta ditemani mas Bayu juga Qnan, ternyata mencari sebuah lokasi di Bogor ini sangat penuh perjuangan. Karena selain kota ini dimacetkan oleh banyaknya Angkot, banyak jalur juga yang ternyata searah saja. Sehingga kalo kita salah jalan, atau terlewat sedikit saja ya resikonya harus putar balik jauh2 deh…. Dan ini yang membuat mas Bayu stress!! 😀 Tapi, untung saja tepat di jam 9 pagi, sesuai dengan undangan aku sudah ada di lokasi.

Dan, eng ing eng,…. begitu masuk kedalam Aula ternyata sudah banyak peserta lainnya yang sudah hadir terlebih dulu dan kami pun disambut dengan duduk lesehan. Asik banget …. langsung bergabung dengan kelompok 3, berkenalan dan duduk manis.

Acara pun dibuka, dengan pertama kali berdiri untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya, merinding…. mendadak jadi rasa nasionalis aku pun terbang tinggi ke angkasa. Bercampur baur rasa, antara bangga, bahagia, juga terharu karena bisa berdiri diantara ratusan orang yang mempunyai visi dan misi yang sama.

IMG-20130831-00756

Sehari itu kami mendapatkan briefing mengenai teknik juga aturan main selama kami memberikan inspirasi bagi murid-murid SD yang sudah ditunjuk. Dari cerita-cerita yang dibagikan berdasarkan pengalaman mengajar yang dilakukan oleh para relawan Indonesia Mengajar sungguh membuat aku tercengang. Salut untuk mereka, sudah lulus sarjana, masih muda, mau mengajar, ditempatkan di pelosok Indonesia pula dengan tidak dibayar! Ckckckck…….. Siapa yang gak kagum,… Bisa dibaca di http://www.indonesiamengajar.org tentang kegiatan mereka.

Kalau dibanding aku ini yang hanya relawan pengajar untuk Kelas Inspirasi, rasanya kok jadi seperti gak ada apa2nya ya dibanding mereka…? Selama briefing itu, aku benar-benar merasa happy, fun bangettt… Bisa tertawa2 bebas saat ada cerita yang lucu, tapi bisa kembali merenung saat mereka menceritakan kondisi mengajar di daerah yang seperti apa. Pokoknya hampir 4 jam pertemuan aku sama sekali tidak merasa bosan.

Acara diakhiri dengan berkumpul dalam 1 kelompok kecil, yaitu kelompok 3. Merencanakan kita kembali berkumpul untuk observasi lapangan, melihat langsung kondisi sekolah, mendata jumlah siswa, melihat situasi sekolah secara langsung sebelum kami terjun bebas disana. Terakhir, hari itu merupakan pengalaman yang sangat luar bisa untuk aku…

Pengumuman Kelas Inspirasi

Pagi ini rasanya aku ingin loncat setinggi-tingginya karena rasa bahagia yang tak terkatakan!! Begitu membuka email dari BB, yang ternyata datangnya dari Bogor_Kelas Insiprasi, dan isinya adalah……… Ambar Irawati TERPILIH menjadi salah satu relawan untuk penyelenggaraan Kelas Inspirasi Bogor pada tanggal 11 September 2013.

Sebetulnya dari kemarin pagi aku sudah sangat menunggu-nunggu datangnya email ini, karena berdasarkan informasi yang aku dapatkan beberapa waktu lalu sesaat setelah aku mendaftar dalam seleksi ini, bahwa pengumuman akan dilakukan pada hari Minggu tgl. 25 Agustus 2013.

Dan ternyata, email itu datang di hari ini… Senin, 26 Agustus 2013.

Dan itu sangat membahagiakan aku! Terimakasih Tuhan, sudah mendengarkan doa dan harapanku….

Ini isi email yang sangat membahagiakan aku di pagi ini :

bogor@kelasinspirasi.org
07.11 (8 jam yang lalu)

ke saya, inspirasibogor
Halo Ambar IrawatiTerima kasih atas kesediaan Anda untuk bergabung dengan Kelas Inspirasi
Bogor. Atas berbagai pertimbangan, dengan senang hati kami sampaikan bahwa
Ambar Irawati TERPILIH menjadi salah satu relawan untuk penyelenggaraan
Kelas Inspirasi Bogor pada tanggal 11 September 2013.Selanjutnya, sebagai salah satu rangkaian kegiatan, dengan ini kami
mengundang Anda untuk hadir dalam briefing Kelas Inspirasi Bogor yang akan
dilaksanakan pada:
Hari     : Sabtu, 31 Agustus 2013
Waktu    : Jam 09.00 – 12.00 WIB
Tempat   : Aula PT Perusahaan Gas Negara (PGN) area Bogor
Jl Moh A Salmun no 41 Bogor

Tidak ada ketentuan khusus mengenai dress-code, namun kami menghimbau agar
para wanita mengenakan rok di bawah lutut atau celana panjang.

Dalam briefing ini, akan ada pengarahan umum mengenai Kelas Inspirasi dan
juga workshop singkat mengenai tips dan trik mengajar siswa SD. Para
relawan akan dipertemukan dengan perwakilan sekolah tempat relawan akan
menjadi guru sehari, guna berkenalan dan menyusun rencana mengajar. Perlu
diketahui pula bahwa keikutsertaan Anda pada Kelas Inspirasi Bogor kali
ini adalah sebagai Relawan kelompok 3.

Akhirnya, kami ucapkan selamat menjadi bagian dari gerakan semesta
pendidikan. Kami ikut merasa bangga bahwa kita bisa saling menemukan dan
saling bertautan demi sebuah misi sederhana ini. Langkah kecil kita mulai
sekarang, daripada mengutuk dalam gelap, mari kita nyalakan lilin untuk
Indonesia.

Sampai jumpa hari Sabtu nanti!

Team Kelas Inspirasi Bogor
bogor@kelasinspirasi.org