Semakin lama, semakin cinta <3

Beruntungnya Qnan terpilih untuk mengikuti acara besar ini.. Diawali dari datangnya undangan untuk ikut latihan menari Bali (khususnya) untuk mengisi acara Cerita Anak Nusantara. Kaget, bertanya-tanya,.. jangan2 salah undang nih. Setelah tanya ini itu, akhirnya dipastikan bahwan Qnan terpilih dan ikut terlibat utnuk mengisi acara besar ini.

Jelas bahagia juga bangga yang dirasakan Qnan,.. Berkali-kali dia tanya, “Bu kapan mulai latihannya? Inan sudah gak sabar..” selalu begitu yang terlontar dari mulutnya. Akhirnya jadwal latihan pun ditetapkan, selama bulan Desember 2015 kemarin latihan dilakukan setiap hari Jumat selama -/+ 2,5 jam setiap pertemuannya.

Semakin mendekati hari H, yang jatuh di tanggal 10 Januari 2016 jadwal latihanpun semakin sering dilakukan. Selama libur sekolah akhir tahun ini, hampir setiap hari Qnan dijadwalkan untuk berlatih. Tapi sayangnya Qnan gak selalu bisa hadir, itu karena disebabkan Qnan sakit, makan susah, badannya pun jadi lemas… 😦 Tapi, begitu Qnan merasa sehat kembali (walopun kalau menurutku sih belum sehat2 banget), Qnan langsung semangat buat datang berlatih kembali. Pernah suatu hari, Qnan harus berlatih jam 4 sore, sedangkan dia baru selesai sekolah jam setengah 4, tapi melihat semangat Qnan untuk berlatih akupun jadi ikut bersemangat. Perjalanan dari Cijantung ke Depok pun gak terasa, Qnan pun bisa tidur dulu di mobil. Latihan hari itupun tidak sebentar, tapi semangat anak2 luar biasa ini memang perlu diacungi jempol, HEBAT pokoknya!! Latihan baru selesai jam 8 malam, tak terlihat sedikitpun kelelahan di wajah Qnan, justru yang nampak jelas adalah rasa happy, happy dan happy…..!!

Hari yang ditunggu pun tiba,… Qnan harus sudah berkumpul di Taman Ismail Marzuki, tepatnya di Gedung Graha Bhakti Budaya di jam setengah 10 pagi!! Sedangkan acara baru akan digelar di jam 4 sore. Dalam hati aku selalu berdoa dan berharap, semoga Qnan selalu sehat dengan mood nya yang baik pula. Karena 2 hal itu saja yang paling penting,… kalo salah satunya saja terganggu, huuuuaaaaaa….. bisa2 emaknya yang guling2 nih!

Akhirnya pertunjukan pun dimulai tepat di jam 4 sore. Sangat bangga melihat Qnan bisa tampil di panggung sebesar ini dengan ditonton oleh beratus-ratus mata… Tetap bisa tampil apa adanya dia, seorang anak yang sedang mempertunjukkan kemampuannya untuk menari. Kagum tidak hanya untuk Qnan, tapi juga untuk para pembimbingnya yang bisa membuat anak-anak ini bisa mencintai kebudayaan kita sendiri, atau mungkin bagi Qnan tidak hanya sekedar mencintai namun sangat sangat mencintai… ❤ ❤ ❤ Bagaimana tidak?? Sejak diperkenalkan dengan tarian daerah dan mulai belajar menari di usia 3 tahun, Qnan gak pernah mau untuk berhenti. Selalu mau lanjut, lanjut dan berlanjut lagi… Bagi Qnan les menari itu sudah suatu kebutuhan, bukan hanya sekedar hobby.

Terimakasih Qnan,…. Ayah dan ibu selalu bangga dengan semua prestasimu!!

 

Advertisements

Mimpiku untuk Qnan… :)

Banyak hal yang aku persiapkan untuk mewujudkan mimpi-mimpiku buat Qnan,.. Hal yang lumrah untuk seorang ibu punya mimpi yang besar untuk anak tersayangnya. Apapun cara dan jalan akan ibu lakukan demi mencapai mimpi-mimpi untuk anak-anaknya. Perkataan yang baik, doa yang tak pernah putus, mimpi-mimpi yang baik dari seorang ibu adalah modal utama untuk kebahagiaan dan kesuksesan anak nantinya. Amin.. Karena seorang ibu adalah orang yang akan mencintai sang anak “dalam kondisi apapun juga” hingga akhir hidupnya.

Kinan

Pertama, aku selalu memimpikan Qnan menjadi seorang anak yang mandiri. Alhamdulillah, sepertinya untuk kearah menjadi pribadi yang mandiri, Qnan sudah menunjukkan itu. Namun hingga saat ini masih menjadi tugas utamaku untuk betul-betul membentuk Qnan pada akhirnya nanti menjadi manusia mandiri dalam arti yang sesungguhnya. Karena menurutku kemandirian itu modal utama manusia untuk bisa bertahan hidup dalam kondisi apapun juga. Pengen banget bisa sekolahkan Qnan jauh-jauh dari kota Jakarta ini (yang artinya jauh juga dari aku dan ayahnya), pengen banget bisa lihat Qnan mampu menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa perlu merasa galau yang berkepanjangan #penyakit anak jaman sekarang 😀

Kedua, memimpikan Qnan untuk menjadi manusia yang humanis. Walaupun aku akui bahwa Qnan bukan terlahir dari kedua orang tua yang “sangat humanis”, namun pengharapan itu tetap boleh ada dong.. 🙂 Ini juga sudah mulai terlihat dari cara bergaul Qnan saat ini, yang sangat memanusiakan teman-temannya, hehehe….. Gak pernah ngambekan, mudah memaafkan, mudah bergaul, mudah menerima teman-temannya untuk masuk ke kehidupannya. Mungkin ini salah satu berkah dari nama kepanjangan Qnan yang memang aku buat degan harapan nantinya Qnan akan menjadi manusia yang mudah mencintai lingkungannya dan kebalikannya juga mudah dicintai dan disayangi oleh orang-orang disekitarnya. Pendar Ayu Kinasih, memiliki arti “memancarkan kecantikan dengan penuh kasih” itulah harapanku untuk Qnan disaat ini dan saat nanti… ❤ 🙂

Ketiga dan yang paling penting adalah, memimpikan Qnan menjadi orang yang takut Tuhan. Sudah bisa dipastikan apabila kita takut Tuhan, maka semuanya akan berjalan dengan baik.

Sangat sederhana mungkin untuk mimpi-mimpiku ini, walaupun tersirat sangat sederhana tapi tetap aku akui bukan hal yang mudah. Namun tetap yakin, kalo dilakukan dengan penuh cinta dan kasih sayang pasti semuanya bisa terwujud dengan sempurna….. Amin……..

Ibu – Qnan

Kalau wajah anak mirip ibu atau ayahnya itu sebetulnya suatu hal yang sangat wajar,.. bagaimana tidak kalo anak setiap kali bertemu, berbicara, dan bercanda dengan kita sebagai orang tuanya. Mau tidak mau dari cara tertawa, bicara dan mungkin marahnya pun akan menyerupai salah satu dari kita orang tuanya. Kalo gak mirip ayahnya ya pasti mirip ibunya… 😀
Qnan itu sering sekali dibilang orang yang melihatnya pasti mirip aku, ibunya. Apalagi kalo orang itu adalah orang yang tau masa kecilku juga, pasti dibilangnya Qnan itu duplikat Ambar kecil.
Sedikit cerita di siang hari, saat ada acara di kelas Qnan :
Aku dan Qnan berdiri bersebelahan, tiba-tiba dihampirilah kami oleh salah satu teman Qnan yang bernama Dhea.
Dhea : Ih,…. Qnan kok sama sich..??
Aku : Oh iya ya, tinggi Qnan hampir sama ya dengan Tante (PD banget gw.. 😀
Dhea : Bukaaaaaannnn,…. tapi kok Qnan mukanya miriiiipp banget sich sama mamanya!
Aku : Terbengong-bengong, ngakak, dilanjut bilang “Oh iya ya, Qnan mukanya mirip tante ya..? Qnan kan anaknya tante….” (masih kegelian dengan komentar polosnya Dhea)

Setelah itu aku berpindah ngobrol dengan salah satu mama dari teman Qnan (mama Radhi) yang didampingi sama adeknya Radhi. Lagi tengah seru-serunya kami bertukar cerita, tiba-tiba adeknya Radhi bisikin mamanya dan sontak pula mamanya Radhi tertawa. And you know what apa yang dibisikkan adeknya Radhi ke mamanya..??
” Ma,… muka mamanya kakak Qnan kok mirip banget sich sama kakak Qnan?”
Wakakakkkaaakk… kembali harus tertawa kegelian dengan komentar polosnya itu.

Dan masih banyak cerita-cerita lain tentang komentar kemiripan kami ber-2.
Wajarlah karena kami ibu dan anak 🙂 banyak hal kesamaan yang kami ber-2 miliki.
Yaaah, andai merekapun tau… gaya ngambeknya kami ber-2 pun bisa dibilang sama! (kalo ini komentar yang hanya keluar dari mulut ayah Qnan) 😀

Apa kesamaannya yaa..?

Apa kesamaannya yaa..?

Hooray,… I’m the Winner!! :)

Qnan juara I untuk lomba menyanyi lagi, setelah sebelumnya pernah beberapa kali juga menjuarai lomba menyanyi. Sama sekali gak terduga, tapi memang sugesti itu bisa mengalahkan segalanya. Sebelum hari “H” lomba selalu saja aku sugestikan Qnan bahwa dirinya pasti akan menang dan menjadi juara. Kenyataannya….??? Beneran loh dia jadi juara…! 🙂

Persiapan yang ala kadarnya, latihan pun hanya sesekali saja. Kostum yang dipilih pun itu kostum dadakan, karena dari rumah sudah mempersiapkan akan menggunakan salah satu koleksi gaun yang dia punya. Tiba di tempat, langsung berubah total! Sampai harus mendadak beli, dan yang dipilih hanya hem warna pink dengan celana jeans model 3/4,… Qnaaaaaaann….. Rasanya pengen protes, tapi gak bisa. Ya sudahlah ikuti saja maunya anak.Tapi memang bagaimanapun juga, gak pernah memaksakan maunya kita sebagai orang tua itu adalah yang terbaik! Mulai dari pemilihan judul lagu, kostum yang dipakai, dandanan yang dimau, semuanya adalah pilihan Qnan pribadi. Aku support semua pilihan dia.

Gaya Qnan menyanyi

Gaya Qnan menyanyi

Alhamdulillah, hasilnya tidak mengecewakan. Qnan jadi juara I di kategori SD kls 1 – 3 dalam lomba menyanyi kali ini. Qnan terlihat sangat senang dengan hasil yang dia sudah dapat, aku dan ayahnya pun jelas lebih senang. Karena semua yang dilakukan Qnan tanpa pernah ada paksaan dari siapapun juga. 

Qnan dan piala kebanggaannya

Qnan dan piala kebanggaannya

Terimakasih Qnan, selalu menjadikan ayah dan ibumu bangga! Terimakasih Tuhan, sudah memberikan talenta yang luar biasa untuk Qnan…

Anak itu titipannya Tuhan

Tiba-tiba teringat Qnan,.. Lagi ngapain ya siang ini di sekolah? Suka tiba-tiba di tengah-tengah waktu bekerja aku merasa kangen. Jadi terlintas gaya dan wajah polosnya dia, yang tiba-tiba suka nampak terlihat galak (sama persis seperti emaknya) 😀 Banyak yang bilang, Qnan itu duplikatku saat kecil. Hampir semua orang yang mengenal aku saat kecil, begitu melihat Qnan langsung berkomentar “Waaaahh, kalo ini sih Ambar kecil”. Cuma mungkin hanya 1 perbedaan yang nyata antara aku dulu dan Qnan saat ini, yaitu Qnan lebih “semok” dibanding aku dulu.Hahahaaa,… 😀

Menjadi ibu itu ternyata luar biasa ya rasanya,.. Jadi seperti punya nyawa lain selain nyawa yang menempel dalam diriku. Qnan senang, aku bisa merasakan lebih senang, begitu juga saat Qnan merasa susah ataupun sakit, aku akan merasakan rasa yang jauh lebih susah ataupun sakit.

Mungkin rasa seperti ini akan dirasakan oleh seluruh wanita yang sudah merasakan menjadi ibu. Mengandung 9 bulan, menyusui, merawat hingga detik ini, memberikan kasih sepenuh hati, walaupun disela-sela waktu itu pasti ada saat dimana kita sebagai ibu merasa sangat sayang terhadap si anak tapi dilampiaskan dengan cara yang tidak benar (alias marah-marah) hahahhaa,.. jujur itu beberapa kali pernah aku alami. Walaupun aku sangat tau, tidak benar untuk kita sebagai orang tua memarahi si anak, tapi kok ya untuk menahan emosi supaya tidak meledak-ledak itulah yang masih perlu banyak aku pelajari.

Terkadang masih suka ingin menggendong Qnan seperti saat dia bayi, tapi untuk saat ini mana mungkin…?? Beratnya saja sudah 30kg, tinggi nya saja sudah hampir menyamai diriku. Mana mungkin aku bisa gendong dia lagi..? Jadi ingat diskusi aku dengan seorang kawan baik beberapa waktu lalu. Dia bilang, jangan pernah menolak atau mengabaikan permintaan seorang anak. Kenapa? Karena suatu waktu, saat si anak sudah bisa melakukan apapun seorang diri kita sebagai orang tua pasti akan merindukan melakukan itu terhadap si anak. Misal, saat anak minta digendong, saat anak minta dibuatkan susu, merengek minta disuapi atau apapun yang dibutuhkan oleh seorang anak.
Ternyata waktu berlalu, dan aku mulai merasakan itu. Qnan sudah gak lagi bisa aku gendong, saat ini dia sudah pandai membuat susu sendiri, makanpun sudah mandiri. Hwaaaaaa……. Lama-lama diapun sudah tidak lagi memerlukan bantuanku 😦

Hhhmmm,… Memang betul, bahwa anak itu dititipkan Tuhan kepada kita. Banyak pasangan suami istri yang sangat merindukan hadirnya seorang anak, tapi apabila Tuhan belum mempercayakan kepada mereka, bagaimanapun tak akan hadir. Berbeda bila Tuhan sudah mempercayakan anak kepada pasangan suami istri, menggunakan kontrasepsi-pun anak tetap bisa hadir di tengah kehidupan mereka.
Subhanallah,…..

Alhamdulillah ya Allah,.. sudah mempercayakan aku untuk dapat merawat dan mengasihi Qnan di sepanjang hidupku. Tak ada sesuatu yang lebih membahagiakan hidup selain menghabiskan waktu bersama sang buah hati tercinta… #Qnan, ibu kangen Qnan saat ini….

Qnan

Qnan, jalan-jalan dan teman-temannya……

Qnan ikut ‘field trip’!! Ceritanya sejak awal bulan September ini sudah diumumkan di kelas Qnan bahwa akan diadakan field trip ke Bogor di tgl. 26 September 2013, beberapa hari setelah selesainya Pekan Ulangan I di semester ini. Sejak dibagikan surat pengumuman dan formulir keikutsertaan itu, Qnan semangat banget langsung meminta untuk aku isi, tanda tangani dan pastinya membayar 🙂 Itulah selalu ekspresi Qnan saat tau akan melakukan kegiatan bersama teman-temannya. Semangat luar biasa!!!

Entah kenapa ya, dari kecil dulu…. sejak duduk di bangku Play Group, Qnan selalu menikmati acara jalan-jalan bersama teman-temannya, dan tidak pernah satu kalipun minta untuk aku menemaninya. Awalnya memang jelas untuk aku ikut menemani Qnan berkegiatan di hari dan jam kerja tentunya agak sulit buatku, apalagi kalo bukan karena terbentur dengan masalah ijin dan cuti 🙂 Tapi, kok ya ndilalahnya dari Qnan sendiri gak pernah terlontar permintaan untuk ditemani (akunya keenakan, Qnan’nya justru hepi).

Aku memang membiasakan dan memberi pengertian untuk Qnan, jangan terlalu tergantung segala sesuatu harus dengan “ibu”, kutanamkan kebiasaan untuk mandiri mungkin sudah aku mulai sejak dia bayi 🙂 Alhasil, pertama kali sekolahpun (saat itu usia 3 tahun, 1 bulan) Qnan gak aku temani satu hari penuh. Cukup aku antar, aku pantau sebentar dan biasanya kurang dari 15 menit justru Qnan yang sudah ‘melupakanku’, langsung menghilang dari pandangan mata, dan ternyata sudah asik berkumpul dengan teman-temannya.

Oiya, pertama kali Qnan harus mengikuti kegiatan sekolah yang diadakan diluar sekolah yaitu pergi ke Kidzania, saat itu Qnan duduk di kelas Play Group. Walaupun sebelumnya pun dia pernah aku ajak ke Kidzania, tapi rupanya pengalaman bermain bersama teman-temannya ini justru yang sangat melekat juga berkesan di hati dan pikirannya. Setelah itu, setiap 6 bulan sekali sekolah TK Qnan selalu mengadakan acara kegiatan di luar sekolah di akhir semester. Ntah itu acara outbond ataupun sekedar jalan-jalan ke Monas dan Ancol. Mulai dari Cinangneng, Ciseeng, Pondok Zaidan dan beberapa tempat outbond lainnya Qnan selalu pergi tanpa aku temani.

Bukannya, kenapa2…….. Toh pihak sekolahnya pun sebetulnya sangat menyarankan untuk anak murid tidak didampingi oleh orang tuanya. Aku tau lah alasan kenapa sekolahpun memberikan peraturan seperti itu, pasti untuk tujuan yang terbaik. Supaya anak lebih mandiri dan tidak terlalu tergantung dengan orang tua dan juga agar anak-anakpun dapat lebih konsentrasi dalam mengikuti seluruh acara. Tau sendiri kan..? Biasanya sikap anak akan berubah total saat ada ibu atau orang dekat di sampingnya. Misal saat gak ada ibu’nya si anak bisa menjadi anak yang sangat mandiri dan penurut kepada gurunya, begitu ada ibu’nya langsung berubah jadi berani ngambek atau bahkan lebih parahnya jadi mogok total sama sekali gak mau mengikuti perintah guru.. 😦

Yaaaa… untuk menghindari hal-hal seperti itulah, kenapa sekolah membuat peraturan seperti itu dan akupun sangat mendukung peraturan itu. Aku menghormati apapun aturan yang sudah dibuat oleh pihak sekolah. Apalagi setiap kali ada kegiatan di luar sekolah, pihak sekolah Qnan dulu selalu melibatkan EO (event organizer) untuk membantu melaksanakan kegiatan tersebut. Gimana enggak membuat aku semakin tenang…??

Saat kelas 1 tahun lalu’pun Qnan ikut acara outbond ke Bogor sendiri tanpa aku temani, padahal banyak juga mama dari teman-temannya yang ikut mendampingi. Walaupun sudah ada aturan orang tua gak boleh mengikuti acara itu, kok ya tetaaaaappp saja ada mama yang ngeyel tetap membuntuti anak-anaknya.. *kadang jadi kesal sendiri* 😦 Saat itupun Qnan menyambut hari datangnya acara pergi outbond dengan penuh semangat, apalagi saat itu pengalaman pertama dia berkegiatan di luar sekolah selama Qnan sekolah di SD. PB Sudirman.

Kemarin, sempat tertawa dalam hati begitu ada mama teman Qnan yang bbm aku, tanya apakah akan mendampingi Qnan field trip..? Mama teman Qnan ini cari tau, apakah ada bis yang khusus disewa orang tua murid untuk mendampingi acara ini. Setelah tanya kiri kanan depan belakang 🙂 ternyata pihak wali kelas dengan tegas melarang orang tua untuk ikut serta, andaikan ikutpun harus berada paling dekat 1 km dari tempat acara diadakan. Wkwkwkwkwk……… jadi malah ‘dagelan’ kan kalo begini ceritanya..? Yah ngapain mama’nya ikut kalo cuma bisa parkir dan nungguin jauh-jauh, gak tercapai juga dong kalo tujuannya itu buat jagain anak. Tapi mungkin akan tercapai juga tujuannya kalo si mama-mama itu memang pengen ikut jalan-jalan saja… 🙂

Everything about Happiness

kinan-2Kinan

Suatu saat dimana Qnan baru menjadi murid klas 1 SD di SD PB. Sudirman Cijantung, minta untuk difoto di studio foto. Fotonya mau dipasang di loker miliknya di dalam kelas 1-H. Bangganya dia dengan hasil foto ini… 🙂

kinan-3

Foto ini diambil saat Qnan pentas menari Ondel-ondel dari Jakarta di Mall Depok. Bersama sahabatnya,..

kinan-4

Qnan saat ujian menari Bali Kreasi, yang akhirnya mengantarkan dia menjadi juara I. Hebat kamu, nak……

Qnan-Haula

Bahagia ketika bertemu saudara di Kuala Lumpur. Tidak ada hal yang membahagiakan untuk Qnan selain bertemu, bermain dan bercanda dengan saudara – saudara tercinta…

kinan - 1

 

 

 

 

 

 

Kebahagiaan yang tak terkira, ketika bebas bermain sepuas hati dengan pasir di tepi pantai yang indah… Saat di Batu Ferringhi Pulau Penang, di suatu sore yang cerah.