Cerita Dulu dan Kini

Pagi tadi ada notif di salah satu sosmed yang aku punya. Ternyata saat aku buka, wah… foto setahun lalu tepat di tgl 16 Januari 2017 saat kami (kawan lama yang berasa bersaudara) tengah berkumpul di salah satu resto dekat ex kantorku dulu. Kembali teringat, di hari itu aku baru saja menyelesaikan semua proses administrasi berkaitan dengan pengunduran diriku dari tempat aku bekerja.

Hhmmm,, tak terasa ternyata sudah terlewati 12 bulan lamanya aku tidak lagi bekerja kantoran, dengan rutinitas berangkat pagi pulang sore terkadang agak malam. Tidak lagi berutinitas pagi yang agak ‘gedebak gedebuk’ karena harus mempersiapkan anakku berangkat sekolah sekaligus mempersiapkan diriku sendiri untuk pergi bekerja. Setibanya dari bekerja terkadang kesal yang dibawa, sampai rumah udah malas ngapa2in, jarang sekali yang namanya bisa masak buat makan malam, sekalinya sempat masak paling juga di akhir minggu kalau pas lagi gak malas. Hahahaa, terlalu banyak alasan untuk melakukan suatu pekerjaan memang. Itu dulu………..

Bisa dibilang kehidupanku banyak sekali berubah sejak aku tidak lagi bekerja kantoran (karena kegiatan bekerja masih tetap berlangsung, walau tidak lagi seperti dulu). Aku jadi lebih banyak punya waktu untuk melakukan apapun juga yang aku mau. Bahkan banyak kegiatan yang dulu hanya ada dalam bayangan, saat ini aku bisa lakukan semau aku mau. Hahahaa, seperti mimpi rasanya 😊😊

Aku tinggal di Jakarta Timur daerah Pasar Rebo, andai dulu ditanya orang, “Pernah gak belanja ke pasar tradisional di Pasar Rebo?” Pasti jawabku, “Sama sekali belum pernah”. Sekitar 12 tahun aku tinggal di wilayah ini dan belum pernah sekalipun aku berbelanja ke pasar tradisionalnya. Saat itu mungkin bagi aku hal yang mustahil banget buat aku bisa berbelanja pergi ke pasar, walaupun itu di akhir minggu. Tapi, gegara ‘udah gak kerja’, kok kegiatan ke pasar ini jadi kegiatan yang sangat mengasyikkan buatku. Begitu juga kegiatan memasak,… kalau dibilang aku ini jago masak, ya jauh banget lah…… mungkin lebih tepatnya aku adalah si jago makan. Tapi, saat ini lagi2 gegara ‘udah gak kerja’ kalau lagi iseng di rumah kerjaannya pengen masak aja, coba buat makanan yang aku suka, lebih bersahabat dengan aplikasi yang namanya “Cookpad”. Tak apalah masak sambil didampingi tablet disamping telenan, yang penting makanan kesukaan jadi sesuai dengan harapan 😁😁 dan aku bahagia!!!

Ukuran kebahagiaan seseorang itu memang sangatlah variatif. Percaya itu! Saat dulu aku masih bekerja, setiap bulan terima gaji yang cukuplah buat hidup di Jakarta, punya banyak teman (sekaligus musuh) di kantor 😑😑, punya tugas dan tanggung jawab yang harus dikerjakan, punya jabatan walaupun enggak seberapa (kalo ini fakta). Mungkin orang sudah menganggap hidupku bahagia,…. Kalau dibilang sudah bahagia?? Hhhhmmm,… ya gitu deh, jawabannya 😊 Tapi ternyata, ukuran kebahagiaanku enggak cuma segitu. Ternyata, saat ini aku merasakan jauuuuhhhh lebih bahagia dengan mengandalkan gaji dari suami, mendapatkan uang dari aku bekerja yang tidak pasti hasilnya berapa, dan segala macam hal yang dulu enggak pernah terlintas sedikitpun di benakku.

Menyambut Qnan (anakku) pulang dari sekolah saja, saat ini rasanya sangatlah membahagiakan (walaupun tidak setiap kali, karena terkadang aku masih ada pekerjaan di luar rumah). Mendengarkan dia bercerita panjang lebar, menemaninya makan siang kemudian istirahat siang di kamar bersama-sama. Apakah dulu pernah terlintas di pikiranku bahwa hal ini membahagiakan? Mungkin tidak. Karena bagi aku dulu, bahagia adalah ketika aku punya gaji besar, pekerjaan mapan dan mungkin punya jabatan?? Ternyata itu semua salah. Bahagia itu memang betul sangatlah sederhana. Apapun juga apabila kita bisa melakukannya dengan tulus ikhlas pasti akan menghasilkan kebahagiaan. Sama seperti dulu saat aku masih aktif bekerja, akupun merasakan bahagia (walaupun tidak sebahagia saat ini) karena aku bekerja dengan tulus dan ikhlas. Buatku saat ini, kegiatan seperti inilah yang membuatku bahagia, banyak waktu di rumah, bisa ke pasar, bisa masak makanan kesukaan, bisa menyambut anak pulang dari sekolah, dengan masih tetap bisa bekerja dengan waktu yang lebih banyak aku yang mengaturnya.

Intinya, kebahagiaan itu bisa disesuaikan dengan kebutuhan kok… selain kita bisa mengukur kebahagiaan (pastinya) setelah kita memiliki sisi pembanding. Saat ini aku sudahlah menemukan jawabannya, karena aku sudah bisa membandingkan antara aku dulu dengan aku sekarang.. 🤗😊 dan aku memilih kehidupanku saat ini, ya….saat ini!!

Terimakasih Tuhan, ini semua terjadi pastilah berkat campur tanganMu dalam setiap keputusanku.

Advertisements