Happy Milad, dear Bapak…..

Tepat hari ini Bapak berulang tahun dan Alhamdulillah masih diberikan kesehatan yang luar biasa.
Bapakku ini dimata aku anak bontotnya tergolong orang yang luar biasa.
Banyak hal yang bisa dianggap luar biasa dari sosok beliau.
Sampai dengan hari ini masih punya kebiasaan untuk tidak pernah melewatkan membaca surat kabar KOMPAS di pagi hari dan akan memegang KOMPAS lebih lama di hari Minggu karena sambil mengisi TTS 🙂
Sampai dengan hari ini juga masih disibukkan dengan pasien-pasiennya yang masih juga mau untuk datang berobat ke dokter sepuh ini, padahal diluar sana sudah banyak sekali dokter muda yang bertebaran dengan membuka praktek sampai pelosok desa.
Kalo mengenang Bapak duluuuuu pas saat aku masih kecil,.. beliau ini tergolong Bapak yang suka membuat kejutan. Tiba-tiba datang dari Bandung dengan membawa alat musik organ baru. Padahal gak ada satu orangpun di rumah ini yang bisa memainkannya. Itu semua karena apa..? Karena Bapak sudah menyiapkan guru les organ yang khusus didatangkan dari Jakarta seminggu sekali untuk mengajari kami bermain organ. Termasuk kakak laki-lakiku yang belajar bermain gitar gara-gara Bapak juga, yang akhirnya saat ini mas ku justru terjerumus total ke dunia musik, walaupun masku ini seorang Arsitek tapi justru saat ini punya sekolah musik di Yogyakarta. Pernah juga tetiba membeli satu set panci yang seingat aku harganya sangat mahal untuk ukuran tahun 80-an, katanya sich panci buatan Amerika. Ibuku bukannya senang tapi malah justru marah-marah karena tau harga panci yang begitu mahal,.. tapi beberapa bulan setelah itu bahkan sampai dengan hari inipun panci itu justru jadi panci kesayangan ibuku 🙂 Teryata memang kejutan-kejutannya gak pernah salah..
Begitu juga dengan hobby-nya jalan-jalan,…. Bapak ini hobby sekali jalan-jalan. Walaupun kami tinggal di sebuah kota kecil di Jawa Barat yang berjarak -/+ 134km dari Jakarta, tapi untuk urusan semua obyek wisata plus museum juga tempat-tempat bersejarah yang ada di Jakarta ini aku sudah pernah mengunjunginya. Padahal belum tentu anak yang lahir, tinggal dan dibesarkan di kota Jakarta ini justru pernah menyambanginya 🙂 Bapak memang luar biasa!! Gak mau anak-anaknya hanya terkungkung di sebuah kota kecil di era tahun 80-an menjadi anak yang kurang pergaulannya. Sehingga kami punya kebiasaan setiap hari Minggu untuk pergi ke Jakarta hanya untuk berwisata. Entah itu hanya ke Lubang Buaya, museum Fatahillah, TMII, museum Adam Malik, museum Ahmad Yani atau pergi ke Ancol. Aku yakin tidak ada satu tempat wisata dan tempat bersejarah yang terlewatkan, aku yakin itu!

Happy Milad, dear Bapak <3

Happy Milad, dear Bapak ❤


Bapak juga tergolong orang yang sangat suka membaca dan itu jelas menurun kepada kami anak dan cucu-cucunya. Merupakan hal yang rutin untuk kami berbelanja buku di Toko buku Gunung Agung di daerah Kwitang Jakarta Pusat, dan alhamdulillah sampai hari ini buku-buku cerita yang dulu pernah aku beli masih terawat dengan baik dan sekarang pun jadi bacaannya Qnan di waktu luang.
Kalo cerita tentang Bapak dan kebiasaan-kebiasaannya sich jelas panjang banget….
Oiya, kebiasaan Bapak yang sampai sekarang masih berlaku itu Bapak suka sekali makan enak. Segala jenis makanan yang mengandung keju, susu juga durian itu adalah favorit Bapak banget! Sebetulnya ibu sangat khawatir dengan kebiasaan makan Bapak yang sepertinya tidak mengenal pantang. Tapi, kalo semua makanan itu dinikmati dengan penuh syukur rasanya semua makanan itu akan baik-baik saja masuk ke dalam tubuh Bapak. Bapak juga sangat hobby olahraga tennis, bahkan olahraga tennis ini baru Bapak tinggalkan beberapa tahun belakangan ini.. Mungkin kira-kira baru 2 tahun lalu Bapak sudah gak aktif bermain tennis.
Bapak adalah eyang kakung yang tidak banyak bicara sama cucu-cucunya, tapi suka melipir pergi berdua sama Qnan untuk beli ice cream ataupun coklat. Hampir tidak pernah bisa menolak permintaan dari cucu-cucunya… Kalo ada permintaan dari cucunya, selalu senyuman ataupun anggukan yang diberikannya.
Semoga di ulang tahun ini Bapak selalu diberikan kesehatan juga umur yang bermanfaat.. Aamiin..

Advertisements

Holiday @Sing – day 3

Pagi ini bangun dengan sangat segar, seperti hari kemarin diawali dengan breakfast ala kadarnya di kamar dan dilanjut dengan bersiap diri untuk segera keluar dari kamar. Pagi ini kami berencana untuk pergi ke Science Center, tepatnya sich mau ke Snow City, karena dari kemarin Qnan sudah merengek untuk pergi ke Snow City. Sebetulnya, Snow City adalah tujuan yang tidak tercantum di itinerary kami…. karena beberapa waktu lalu saat kami sempat berlibur ke Sing pun, Science Center pernah menjadi tujuan kami. Tapi apa mau dikata, kalo Qnan tetap merengek ingin melihat Snow City.
Oya, sebelum kami menuju Snow City kami mencoba untuk breakfast dimsum di Tak Poo (yang katanya salah satu restaurant dimsum enak dan paling hits di daerah Chinatown) Menu dimsum adalah favorit Qnan, jadi anak inilah yang paling semangat begitu kami ajak mampir ke Tak Poo yang letaknya hanya beberapa meter dari hotel kami. Tentunya pun menu dimsum yang kami pilih “no pork”… 🙂 Lumayan mengenyangkan walaupun terlihat menu yang kami makan sedikit, hehee… bayangannya kalo makan dimsum itu harus banyak-banyak, secara makan tanpa nasi gitu loh.. (perut Indonesia mah tetep) 😀
Selesai breakfast, langsung naik MRT menuju stasiun Jurong East dilanjut dengan naik bus no 335 dan turun tepat di depan Science Center dan Snow City. Yeaaaayyy… begitu happy nya Qnan begitu tiba disana, karena rasa penasarannya yang begitu kuat dengan Snow City.

CIMG8148

Akhirnya hanya Qnan dan mas Bayu yang masuk main ke dalam Snow City,.. aku masih saja bermasalah dengan hidungku ini yang suka tiba-tiba mampet kalo kena udara yang dingin banget, apalagi ini udara -12 derajat celcius. Ampyuuunn maaaakk..!! Ticket masuk Snow City 15$sgd saja, tapiiiiii.. kalo kita mau ambil hasil foto-foto nya saat didalam, 1 lembarnya dihargai 20$sgd. Duuh, mending gak usah deh.. lagian juga gak ada yang terlalu istimewa kok. Ditambah lagi cerita dari Qnan kalo ternyata Snow World yang ada di Genting Highland nya KL jauh lebih bagus dibanding Snow City ini 😦 Yah, walaupun sedikit kecewa tapi Qnan tetap saja bisa menikmati dengan suasana hati yang happy. Aku menunggu diluar selama -/+ 45 menit saja, sangat tidak membosankan karena sambil nunggu Qnan sambil liat banyak anak-anak KG yang sedang wisata juga, lucu-lucu… karena dalam sekelompok kecil saja terlihat kalo mereka berasal dari berbagai ras suku bangsa, china, india, melayu juga ada yang bule…. lucu banget!! Jadi membayangkan andai dulu Qnan yang seperti itu… 😉

Yes,..! selesai dari Snow City, kamipun berjalan-jalan di sekitar Science Center. Walaupun dulu pernah masuk kesini sebetulnya pengen lagi buat kembali masuk ke Science Center, tapi kok waktunya yang sudah terlalu mepet karena sudah ada tujuan lain setelah ini.

CIMG8145

Science Center

Tujuan kami selanjutnya adalah Bugis Street, entah apa yang kami butuhkan untuk kembali menyambangi Bugis Street, namun rasanya selalu saja ada yang kurang kalo kami gak mampir kesana,.. hahaaaaayy… 😀 Akhirnya kami hanya numpang makan di Hawker center Albert Street, pas juga saat itu turun hujan sekalian deh nunggu hujan sampai reda. Ada sedikit perkembangan yang aku temui di Bugis Street, karena jalanannya diperlebar dengan lantai keramik yang sudah diganti baru. Terakhir aku datang kesini di bulan Mei 2014, ternyata 5 bulan setelah itu sudah ada perubahan yang cukup signifikan. Berjalan sepanjang Bugis Street jadi berasa lebih nyaman dan luas…
Oiya, Qnan juga sempat minta dibelikan durian yang sudah dikupas yang dijual tepat di sebrang hawker center Albert Street ini.. Harganya sich cuma 4$sgd tapi rasanya juga standard saja. Selesai kami berjalan-jalan di Bugis Street (dan seperti biasanya, gak ada satupun barang yang dibeli)kamipun kembali ke hotel dengan rencana sore ini kami akan meetup dengan Dhendi di Lau Pa Sat.
Tepat jam 6 sore kami kembali keluar dari hotel dengan tujuan Lau Pa Sat,walaupun akhirnya kami harus menunggu Dhendi selesai meeting dulu dan baru keluar kantor -/+ jam 7 malam. Selama kami menunggu, kami asik mengamati orang-orang yang berlalu lalang disekitar gedung UBS karena ibaratnya wilayah situ adalah Sudirmannya Jakarta gitu,.. 🙂
Setelah kami bertemu Dhendi, kamipun langsung menyeberang ke Lau Pa Sat buat dinner,.. setelah dinner selesai, yang awalnya kami pengen mampir ke Mustafa Center lagi jadi tergoda buat mampir ke apartemen tempat Dhendi tinggal selama ini, setelah selesai kunjungan ke apartemen (macam orang lagi sidak saja), kamipun melanjutkan untuk berjalan kaki ke MBS (masih ditemani Dhendi) dan kamipun menemukan suasana baru yang selama ini belum pernah kami temui, apalagi setelah itu kami sempat melihat pertunjukan laser yang sangat indah.. Keren banget deh pokoknya!! Gak nyesel walaupun malam itu akhirnya kami membatalkan pergi ke Mustafa. Akhirnya kami pun kembali ke hotel kira-kira jam 11.30 malam, lagi-lagi untung saja Qnan gak rewel, justru dia yang paling happy karena bisa melihat pertunjukan laser yang indah itu.
Malam ini tidur dengan nyenyak,… dan berencana besok pagi aku akan tetap pergi sendiri ke Mustafa Center buat beli parfumnya mas Bayu, semoga kuat bangun pagi.. 🙂