Pulau Harapan – day1

Pagi ini, tgl. 24 Agustus 2014 waktunya kami untuk berangkat ke Pulau Harapan, sebuah pulau kecil di utara Pulau Seribu dimana kami akan membangun mimpi anak Indonesia…..!! Tepat jam 05.00 WIB diantar mas Bayu (yang lagi ultah, tapi malah ditinggal) ke Citos janjian dengan teman-teman dari KIJP yang akan berangkat ke Muara Angke bersama-sama. Beeuhhh,… membayangkan Muara Angke pun aku gak bisa, bagaimana aku bisa berangkat sendiri tanpa bersama mereka..? hehe.. 😀

Berangkat dari Citos jam 05.45 WIB  menuju Muara Angke pake taxi itu sesuatu banget, karena ternyata yang namanya pelabuhan Muara Angke itu harus melewati pasar ikan yang becek dengan bau ikan yang khas… (alias bau banget buat perut langsung berasa mual euy..) Akhirnya kamipun berkumpul dan berdoa bersama untuk kelancaran perjalanan kami di depan Indomaret Pom Bensin Muara Angke, berasa mau pergi ke medan perang.

IMG-20140824-WA0001

Begitu ada instruksi untuk kita naik kapal, bergegaslah kami beramai-ramai menuju kapal, tidak lupa juga sebelum naik kapal tanya dulu jurusannya kemana. Takutnya ke-PD an masuk, cari posisi wenak ternyata salah jurusan..! hehe, tengsin pasti, nyusahin juga pasti. Setelah tanya2 yang jurusan ke Pulau Kelapa, akhirnya ketemu itu kapal yang bersandar paling pinggir, tidak menyusahkan untuk kita menaikinya. Tapi, jujur saja…. Ini adalah kali pertama aku naik kapal, hiks.. gak terbayang sama sekali tata cara naik kapal seperti apa, dan harus bagaimana. Yang sudah pasti aku ingat adalah tips dari salah satu kawan, untuk pilih tempat duduk di kapal bagian atas supaya nanti saat gelombang besar goyangannya gak terlalu berasa.

Begitu naik kapal, di bagian atas awalnya agak shock juga liat sudah banyaknya penumpang yang duduk disitu beralaskan terpal, dan dengan santainya juga aku masuk dengan pake sepatu,.. alhasil diteriakin lah sama seorang bapak “mbak,.. sepatunya dilepas dulu yaaa..” kwak kwaaaww………. 😀 melongo karena kaget, owalaaa ternyata harus lepas sepatu toh? hihihii…. karena akhirnya lepas sepatu di dekat pintu masuk, akupun langsung ambil posisi duduk disitu, aku pikir biar kena angin banyak menghindari ‘jackpot’ 🙂

Kapalpun mulai melaju, 1 jam pertama kondisi masih terasa aman terkendali.. Walaupun goyangannya cukup terasa, tapi aku masih bisa duduk dengan tenang. Pengen banget bisa tidur, tapi kok mata gak mau diajak merem,.. akhirnya menghabiskan waktu dengan buka gadget. Memasuki waktu 2 jam perjalanan, duuuh… kaya’nya ini nih yang namanya “mabok laut”, karena badan mulai berasa gak enak banget, perut mual, keringat dingin pun mulai keluar tapi masih aku tahan2, aku tetap memotivasi diriku sendiri, terus membisikkan dalam hati bahwa ini adalah perjalanan yang luar biasa, aku gak boleh kalah hanya karena hal seperti ini….

Sempat merapat di Pulau Pramuka, aaaahh… lumayan rasanya untuk sedikit mengobati badan yang tadi sudah gak karu2an, sedikit bisa tenang nih perut,… cuma kira-kira 10 menit merapat, tapi cukup membuat badan terasa lebih baik. Lanjut lagi berlayar, tanya kiri kanan.. kira-kira berapa jam lagi kami bisa sampai di Pulau Kelapa? hehehe, karena rasanya lama banget nih perjalanan… 🙂

Akhirnya, tiba juga kami di dermaga Pulau Harapan. Dengan kepala yang masih agak terasa ‘keliyengan’, tapi senang juga rasanya karena kami disambut dengan teriknya matahari di pulau ini. Setelah kami semua sibuk menyimpan barang bawaan kami ke atas becak, kami pun sibuk mencari sepeda yang akan kami gunakan untuk transportasi kami selama di pulau tersebut, dan lucunya lagi dari semua sepeda yang ada rem-nya tidak berfungsi dengan baik. Alhasil selama itu banyak sekali lecet-lecet di badanku ini #karena emang gw gak lancar naik sepeda…. 😀

Kira-kira jam setengah 12 siang, kami sudah memasuki home stay. Adeeeemmm….. langsung asal aja masuk kamar, gak pake acara milih milih teman sekamar, yang penting bisa tidur! Ngecek handphone, seperti biasa memasuki wilayah baru pasti ada saja sedikit masalah dengan provider ini. Tiba-tiba blank, tapi gak lama kemudian full signal. Telp Qnan, mengabari bahwa ibu-nya ini sudah sampai di sebuah pulau kecil dengan selamat, hehhee…. 🙂 Lanjut makan siang, briefing sebentar dan istirahat shalat, kami pun melanjutkan pergi bersepeda ke sekolah yang besok akan kami datangi. Ceritanya nih janjian sama Kepala Sekolah dan beberapa gurunya, tapi setibanya disana dan menunggu kurang lebih 1 jam, ternyata gak nongol juga tuh guru-guru… 🙂 Tapi mungkin memang salah kami juga yang minta bapak ibu guru untuk datang ke sekolah di hari Minggu (ini hari Minggu lho…) 😀

Kamipun memutuskan untuk menyusul teman-teman yang di SD Kelapa 02, iseng sebenarnya karena daripada gak ada tujuan lagi, padahal masih pengen bersepeda dan menikmati ‘panasnya’ pulau ini. Sumpaaaahhh, … panas bingitss! Kulit rasanya sudah terbakar, tapi ya memang itulah tujuan kami. Belum sampai kami di tujuan, ternyata kami bertemu rombongan dari SD Kelapa 02 yang akan berjalan menuju Kelapa 2, menyebrang menggunakan kapal untuk melihat penangkaran tukik dan mangrove. Yeaaayy….!!! langsung bergabung dengan mereka. Nyebrang lagi menggunakan kapal, walaupun agak ngeri karena ‘sepertinya’ ini kapal bakalan overload, berasa banget gak imbangnya. Untung saja jaraknya sangat dekat, hanya sekitar 5 menit menyeberang.

Wuuihhh, ternyata kami menemukan banyak keunikan di Pulau Kelapa 2 ini. Selain kami bisa melihat penangkaran tukik dan budidaya mangrove, kamipun menemukan satu perkampungan yang seluruh penduduknya berisi orang dari suku Bugis. Justru aku lebih tertarik untuk berjalan-jalan masuk ke kampung ini daripada pegang-pegang tukik yang menggelikan itu 🙂 dan benar saja, ada sebuah rumah yang menjual ‘stick cumi’, lumayan ketemu cemilan buat oleh-oleh nanti. Biasa kan, emak-emak apalagi sich yang dipikirkan selain belanja oleh-oleh dan oleh-oleh #ups, ketauan deh!

Setelah lelah berkeliling, kamipun kembali menyeberang.. Hiks, kaki sebetulnya sudah terasa pegal sangat! tapi untuk kembali ke home stay, tetap harus mengayuh sepeda yang super duper unik ini _tanpa rem, tanpa bel sepeda_ dengan bunyi yang keluar saat kita kayuh “ngeekk…ngeeekk…ngeekkk…”

Tiba di home stay, langsung mandi….. segaaaaarrrrrrr rasanya, lanjut makan malam. Sebetulnya malam nanti masih ada latihan lagi buat flashmob besok pagi di sekolah. Tapi, entah kenapa aku sudah terlanjur ketiduran dan gak satu orangpun yang bangunkan aku! Hahaha,… 😀 kebiasaan di rumah, jam 8 malam leyeh-leyeh, kelonin Qnan langsung bablas deeehhh…..

Ketemu di besok pagi, SEMANGAT!!!

 

 

 

One thought on “Pulau Harapan – day1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s