Makanan di Semarang ^_^

Ngomongin Semarang rasanya gak jauh dari makanan-makanan yang terkenal enaknya (menurutku lho yaaa…..) 🙂 Inilah makanan yang sempat aku rasakan selama 1.5 hari terdampar di Semarang.

1. Swieke

Bekas makan swieke kuah + goreng

Bekas makan swieke kuah + goreng


Ini menu makanan yang pertama kali kami rasakan begitu tiba di Semarang. Kebetulan saat kami melintas jalan Patimura (dari Statsiun Tawang ke Milo) gak sengaja juga, tiba-tiba mata tertahan di RM Swieke Patimura. Gak pikir panjang, langsung turun dari angkot dan langsung pesan swieke kuah dan swieke goreng. Ternyata,… hhhmmmmmm rasanya enak banget!! Sampai lupa fotoin itu makanan deh, setelah tinggal tulang belulang baru deh keinget belum difoto buat oleh-oleh cerita nanti 🙂

2. Daging ular Cobra

Daging ular cobra paling enak di Semarang

Daging ular cobra paling enak di Semarang


Makanan satu ini termasuk makanan favorit-ku selama tinggal di Semarang dulu. Kebetulan yang tak direncanakan, hotel kami didekat RS Telogorejo yang artinya dekat juga dengan si tenda penjual ular ini. Yippieee! Begitu selesai acara nonton KLa Project itu, langsung deh kami nongkrong di warung ini. Oiya, saat itu aku gak makan di tenda penjual ular-nya, tapi nebeng di tenda sebelah karena kebetulan aku juga sudah pesan jagung bakar serut + minuman hot chocolate, hhhmm…. terbayang kan bagaimana enaknya makan malam aku saat itu. (Masalah berat badan, lupakan saja dulu)

3. Bandeng Presto

Bandeng Presto khas Semarang

Bandeng Presto khas Semarang


Kalo bandeng presto ini memang bukan makanan yang bisa kita santap langsung di tempat, bandeng presto ini lebih cocok dijadikan oleh-oleh. Kebetulan sebelum aku pergi kemarin, Qnan berpesan untuk dibelikan oleh-oleh bandeng presto. Sederhana sekali bukan permintaannya..? Heheheee.. 🙂
Kebetulan punya teman (lagi2 kakak kelasku kuliah dulu) yang punya usaha bandeng presto ini, rasanya gak kalah enak dengan bandeng presto yang dijual di sepanjang Pandanaran itu. Dijamin deeehh…

4. Soto

Soto Pak No

Soto Pak No


Makan soto memang salah satu yang harus dilakukan juga saat kita berkunjung ke Semarang. Kali ini tujuan kami adalah soto Pak No yang di jalan Tri Lomba Juang(yang katanya soto paling enak di Semarang) itu kata pak beca yang kami ajak putar-putar lho.. Walaupun kenyataannya (menurut aku pribadi) sich standar aja lah.. 🙂

5. Wingko Babat

Wingko Babat

Wingko Babat


Nah, kalo cemilan yang satu ini juga merupakan oleh-oleh yang wajib dibeli. Wingko babat ini merk-nya macam-macam, tapi lagi-lagi ini menurut lidah aku pribadi yang paling enak ya tetep Wingko Babat-nya Dyriana dengan rasa nangka juga kelapa muda. Walaupun untuk rasa wingko ini macam-macam, tapi tetep buat aku yang paling enak yang rasa nangka dan kelapa muda, masih terasa rasa ori-nya dibanding rasa lain-lainnya.

Itulah makanan-makanan yang sempat aku coba di kunjungan 1.5 hariku di Semarang. Sebetulnya masih banyak lagi yang pengen aku coba,.. Masih ada babat gongso, nasi gandul, tahu gimbal, garang asem, ngohyang, tahu bakso, pokoknya makanan yang enak-enak lainnya lah… #ngeces banget deh! Semoga lain waktu masih bisa mampir Semarang dan meluangkan waktu hunting makanan itu… 🙂
See you, Semarang!

Advertisements

Menjemput Impian..

Jumat, tgl. 29 November 2013 menjelang waktu itu sudah aku persiapkan 2 minggu sebelumnya. Ada apa dan kenapa..? Pergi ke Semarang bersama sahabatku saat kuliah dulu, yang saat ini sama-sama tinggal di Jakarta untuk melihat perform Kla Project di Hotel Horison Semarang. Awalnya kami berencana untuk pergi ber-3 (aku, Wiwit sama Esti), tapi sayangnya justru last minute Wiwit membatalkan dengan alasan gak bisa ambil cuti, padahal ticket nonton dan ticket KA sudah ditangan. Hiks sedih jugaa… 😦 Tapi mau gimana lagi, kami ber-2 akhirnya tetap harus berangkat.

Berangkat dari rumah jam 5 pagi, naik taxi ke Gambir. Sumpah, gagap banget dengan Gambir saat ini karena sudah hampir 10 tahun gak pernah lagi menginjakkan kaki ke Gambir. Apalagi saat ini prosedur naik KA ternyata sudah jauh berbeda dengan saat aku terakhir kali naik KA. Sampai dibilang ‘ndeso’ sama Wiwit.. Hahahaha… gimana gak dibilang ‘ndeso’ kalo aku betul-betul gak tau pintu depannya Gambir itu yang mana sich..?? 🙂 parah banget kan..?
Akhirnya setelah kami ber-3 ketemuan di Dunkin’ Donuts, dan Wiwit sudah mengembalikan ticket-nya karena gak jadi dipakai (walaupun uangnya baru cair di awal tahun depan) hahhahaa…. aku dan Esti pun langsung naik ke atas dan ternyata hampir semua penumpang sudah duduk di bangkunya masing-masing. Jadi, tergolong kami ini yang terlalu santai atau karena memang gak tau tata cara naik KA sich..?

Menikmati perjalanan selama -/+ 6 jam menggunakan KA itu memang ‘sesuatu’ banget buat aku. Mulai dari menghabiskan waktu dengan ngobrol, makan, tidur, bangun lanjut makan lagi, ngobrol lagi eeeehh gak berasa juga tiba-tiba sudah memasuki wilayah Semarang. Tepat jam 2 siang kami sudah memasuki statsiun Semarang Tawang, dan itu sangaaaaaatttt membahagiakan aku. Setelah sekian tahun gak pernah lagi menginjakkan kaki ke Semarang dalam rangka “main’, terakhir menginjakkan kaki di Semarang kira-kira tahun 2007-2008 untuk melakukan tugas negara alias bekerja 🙂 dan saat ini aku menginjakkan kaki lagi di Semarang betul-betul dengan membawa niat untuk bersenang-senang, full….senang-senang!
Turun dari kereta, saking exciting-nya kami ber-2, langsung berfoto-foto, sempat minta tolong orang juga untuk foto kami. Selesai ber-haha hihi berdua Esti, keluar dari Statsiun jelas yang kami cari adalah taxi, tapi berhubung taxi disana kebanyakan gaya alias jual mahal, kami pun memutuskan untuk naik angkot saja. Memang mereka pikir kami gak bisa apa naik angkot..? Wong Semarang je,.. 😀 Lagi asik bernostalgia dengan naik angkot di kota Semarang, tiba-tiba criiinngg.. terlihat lah papan nama sebuah restaurant “Swieke Pattimura”

Statsiun Semarang Tawang

Statsiun Semarang Tawang


Swieke Patimura

Swieke Patimura

Langsung mampir makan swieke dulu, walaupun gak terlalu lapar tapi rupanya karena makanan ini jarang aku temui, tetep aja lahap dan terkagum-kagum dengan rasanya. Sampai akhirnya aku juga Esti pesan buat dibawa pulang ke Jakarta, dan akan kami ambil besok siang. Hehehheee.. niat banget kan..?
Selesai makan dan kenyang, akhirnya melanjutkan ke hotel masih dengan ngangkot alias naik angkot 🙂 seru banget ternyata. Untung Esti masih punya ingatan yang tajam tentang seluk beluk Semarang, kalo aku jujur saja sudah mulai bingung. Tapi begitu sampai di daerah Simpang Lima, baru deh ingat, turun disitu jalan sedikit sampai deh di hotelnya.

Begitu check in, masuk kamar lanjut mandi karena sudah ditunggu sama Mbak Erna (kakak kelasku di kampus dulu yang sangat cantik dan baik hati)
#bighug mbak Erna…
Karena sampai dengan sore itu, ticket untuk nonton KLa belum aku pegang. Tepat jam 5 sore kami sudah keluar dari kamar kembali, dan lanjut ke Krakatau Ballroom di lantai 9 tempat KLa Project akan mengguncang Semarang, halaaaaaahhh…..

Bergaya dulu bersama teman-teman..

Bergaya dulu bersama teman-teman..

IMG-20131129-00956

Ternyata waktu untuk menunggu sampai dengan pintu ballroom terbuka lumayan lama. Walaupun begitu tetap gak berasa lama, karena ternyata di tempat yang tidak terlalu besar ini aku malah bertemu dengan beberapa (tidak hanya 1 atau 2) teman kuliahku dulu, heheehee serasa acara reuni saja. Disitulah letak keunikannya, Semarang kota yang tidak terlalu besar gak heran rasanya kalo akhirnya akupun gampang banget bertemu dengan beberapa temanku yang memang notabene asli Semarang dan tidak pernah move on sampai dengan mereka bekerja. Mantap!!

Pintu akhirnya baru terbuka +/- pukul setengah 8 malam, langsung ngacirrrrr cari tempat duduk yang paling strategis. Walaupun aku pegang ticket VIP class tapi kok ya tetap saja rasanya tempat duduk-ku ini masih terlalu jauh dari stage. Heheheheee,, gak puas rasanya memandangi penampilan Katon dkk dengan jarak sejauh ini (tempat dudukku +/- 20 meter dari panggung). Yeaaaaahhh,…….
Setelah dibuka dengan band pembuka dan berbagai macam kuis yang dihadirkan oleh Horison Hotel (karena memang ini sesungguhnya adalah acara ultah Hotel Horison) akhirnyaaaaaaa….. KLa tampil dengan perform yang masih saja terlihat dan terdengar SEMPURNA!. Tampil membawakan 15 lagu, rasanya menjadi sebuah pertunjukan yang luar biasa sempurna dan cukup mengobati rasa rinduku untuk bisa melihat penampilan langsung mereka. Jam 11 malam acara berakhir, masih sempat mengejar ke belakang panggung (karena rasa penasaran pengen jumpa langsung) 🙂 bisa terbayang kan,.. penggemar KLa yang rata-rata di usiaku atau mungkin 10 tahun diatasku dan 10 tahun dibawahku yang saat itu rasanya semua “lupa” dengan usia karena terpana.

Ticket VIP-ku

Ticket VIP-ku

Selesai acara, baru teringat kalo kami memang belum pegang ticket untuk besok kembali ke Jakarta. Akhirnya minta bantuan sana sini (maklum kami ini tergolong orang yang punya networking dimana-mana) hahaaaaaaayyy….. 🙂
Sempat ke statsiun Tawang untuk mencari jadwal terbaik besok kami kembali ke Jakarta, tapi setelah dipikir-pikir kok rasanya energi kami sudah mulai sangat berkurang, selain karena kami ditunggu oleh anak-anak di rumah, hahhaaa.. rasanya ingin segera kembali ke Jakarta secepatnya, gak pengen lagi buang-buang waktu kami lama di perjalanan. Berbeda dengan saat kami berangkat, rasanya perjalanan menggunakan KA itu sangat kami nikmati.

Akhirnya ticket pesawat sudah ada di tangan kami berdua di jam 1 pagi hari Sabtu tgl. 30 November 2013. Hehehhehee, bisa dibayangkan badan rasanya sudah melayang dan di jam setengah 2 pagi kami masuk kamar langsung tidoooorrrrrr…. Mempersiapkan energi kembali untuk jalan-jalan kuliner kami besok pagi. Terimakasih untuk semua pihak yang sudah mendukung jalan-jalan ku kali ini 🙂 , sehingga terasa sangat lancar dan nyaman. Juga terimakasih penuh cinta buat mas Bayu suamiku terkasih, yang sudah ijinkan aku menikmati hidupku seorang diri tanpa beban apapun. Terimakasih Tuhan,…!!