Hooray,… I’m the Winner!! :)

Qnan juara I untuk lomba menyanyi lagi, setelah sebelumnya pernah beberapa kali juga menjuarai lomba menyanyi. Sama sekali gak terduga, tapi memang sugesti itu bisa mengalahkan segalanya. Sebelum hari “H” lomba selalu saja aku sugestikan Qnan bahwa dirinya pasti akan menang dan menjadi juara. Kenyataannya….??? Beneran loh dia jadi juara…! 🙂

Persiapan yang ala kadarnya, latihan pun hanya sesekali saja. Kostum yang dipilih pun itu kostum dadakan, karena dari rumah sudah mempersiapkan akan menggunakan salah satu koleksi gaun yang dia punya. Tiba di tempat, langsung berubah total! Sampai harus mendadak beli, dan yang dipilih hanya hem warna pink dengan celana jeans model 3/4,… Qnaaaaaaann….. Rasanya pengen protes, tapi gak bisa. Ya sudahlah ikuti saja maunya anak.Tapi memang bagaimanapun juga, gak pernah memaksakan maunya kita sebagai orang tua itu adalah yang terbaik! Mulai dari pemilihan judul lagu, kostum yang dipakai, dandanan yang dimau, semuanya adalah pilihan Qnan pribadi. Aku support semua pilihan dia.

Gaya Qnan menyanyi

Gaya Qnan menyanyi

Alhamdulillah, hasilnya tidak mengecewakan. Qnan jadi juara I di kategori SD kls 1 – 3 dalam lomba menyanyi kali ini. Qnan terlihat sangat senang dengan hasil yang dia sudah dapat, aku dan ayahnya pun jelas lebih senang. Karena semua yang dilakukan Qnan tanpa pernah ada paksaan dari siapapun juga. 

Qnan dan piala kebanggaannya

Qnan dan piala kebanggaannya

Terimakasih Qnan, selalu menjadikan ayah dan ibumu bangga! Terimakasih Tuhan, sudah memberikan talenta yang luar biasa untuk Qnan…

F O K U S

Saat ini yang perlu diingat-ingat :
1. Fokus ke tujuan hidup
Saat ini menginginkan hidup yang lebih nyaman, agar hidup lebih tenang, bahagia dan damai sepanjang waktu hidup.

2. Fokus mencari cara mencapai tujuan
Mulai memikirkan dan menyusun cara yang harus dilakukan agar bisa sampai di tujuan.
Bisa lebih sabar menghadapi segala hal, beribadah dengan lebih baik, bertutur kata dan bersikap yang baik.

3. Fokus melakukan agar sampai di tujuan
Fokus dan konsisten dalam melakukannya, tidak mudah goyah dan tergoda oleh sesuatu yang tidak ada artinya atau yang akan merusak nilai dari tujuan.

4. Fokus ke niat awal
Niat awal adalah segalanya, tidak ada kata mundur atau berhenti di tengah jalan dalam melakukan ini semua. Berniat untuk kebahagiaan dunia dan akhirat.

Selalu menanamkan kata “fokus” dalam pikiran.
Yuuk, mulai saat ini harus FOKUS, FOKUS, FOKUS dan FOKUS….!

Anak itu titipannya Tuhan

Tiba-tiba teringat Qnan,.. Lagi ngapain ya siang ini di sekolah? Suka tiba-tiba di tengah-tengah waktu bekerja aku merasa kangen. Jadi terlintas gaya dan wajah polosnya dia, yang tiba-tiba suka nampak terlihat galak (sama persis seperti emaknya) 😀 Banyak yang bilang, Qnan itu duplikatku saat kecil. Hampir semua orang yang mengenal aku saat kecil, begitu melihat Qnan langsung berkomentar “Waaaahh, kalo ini sih Ambar kecil”. Cuma mungkin hanya 1 perbedaan yang nyata antara aku dulu dan Qnan saat ini, yaitu Qnan lebih “semok” dibanding aku dulu.Hahahaaa,… 😀

Menjadi ibu itu ternyata luar biasa ya rasanya,.. Jadi seperti punya nyawa lain selain nyawa yang menempel dalam diriku. Qnan senang, aku bisa merasakan lebih senang, begitu juga saat Qnan merasa susah ataupun sakit, aku akan merasakan rasa yang jauh lebih susah ataupun sakit.

Mungkin rasa seperti ini akan dirasakan oleh seluruh wanita yang sudah merasakan menjadi ibu. Mengandung 9 bulan, menyusui, merawat hingga detik ini, memberikan kasih sepenuh hati, walaupun disela-sela waktu itu pasti ada saat dimana kita sebagai ibu merasa sangat sayang terhadap si anak tapi dilampiaskan dengan cara yang tidak benar (alias marah-marah) hahahhaa,.. jujur itu beberapa kali pernah aku alami. Walaupun aku sangat tau, tidak benar untuk kita sebagai orang tua memarahi si anak, tapi kok ya untuk menahan emosi supaya tidak meledak-ledak itulah yang masih perlu banyak aku pelajari.

Terkadang masih suka ingin menggendong Qnan seperti saat dia bayi, tapi untuk saat ini mana mungkin…?? Beratnya saja sudah 30kg, tinggi nya saja sudah hampir menyamai diriku. Mana mungkin aku bisa gendong dia lagi..? Jadi ingat diskusi aku dengan seorang kawan baik beberapa waktu lalu. Dia bilang, jangan pernah menolak atau mengabaikan permintaan seorang anak. Kenapa? Karena suatu waktu, saat si anak sudah bisa melakukan apapun seorang diri kita sebagai orang tua pasti akan merindukan melakukan itu terhadap si anak. Misal, saat anak minta digendong, saat anak minta dibuatkan susu, merengek minta disuapi atau apapun yang dibutuhkan oleh seorang anak.
Ternyata waktu berlalu, dan aku mulai merasakan itu. Qnan sudah gak lagi bisa aku gendong, saat ini dia sudah pandai membuat susu sendiri, makanpun sudah mandiri. Hwaaaaaa……. Lama-lama diapun sudah tidak lagi memerlukan bantuanku 😦

Hhhmmm,… Memang betul, bahwa anak itu dititipkan Tuhan kepada kita. Banyak pasangan suami istri yang sangat merindukan hadirnya seorang anak, tapi apabila Tuhan belum mempercayakan kepada mereka, bagaimanapun tak akan hadir. Berbeda bila Tuhan sudah mempercayakan anak kepada pasangan suami istri, menggunakan kontrasepsi-pun anak tetap bisa hadir di tengah kehidupan mereka.
Subhanallah,…..

Alhamdulillah ya Allah,.. sudah mempercayakan aku untuk dapat merawat dan mengasihi Qnan di sepanjang hidupku. Tak ada sesuatu yang lebih membahagiakan hidup selain menghabiskan waktu bersama sang buah hati tercinta… #Qnan, ibu kangen Qnan saat ini….

Qnan

Hari ini,..

Masih selalu bersyukur dengan apa yang sudah aku rasakan di usia baru-ku hari ini. Semakin berkurang usia, tentunya semakin dekat menuju ajal. Terimakasih Tuhan, sudah memberikanku kehidupan yang serba indah, dengan dikelilingi oleh orang-orang yang mencintai juga menyanyangi aku dengan tulus.. (walaupun tidak menutup mata banyak orang yang juga tidak menyayangiku, dan aku anggap itu hal yang wajar dan manusiawi).

Selalu bersyukur dengan kehidupanku dalam keluarga, dilengkapi dengan suami yang sempurna (dimataku), anak yang sehat juga luar biasa cerdas. Masih juga didampingi oleh kedua orang tua-ku yang luar biasa (tiada yang cela dari mereka ber-2), teman-teman juga sahabat yang sangat menyenangkan, rasanya tidak ada yang kurang dari hidupku ini.

Terimakasih, untuk orang-orang yang mencintaiku sepenuh hati, mengasihiku dengan tulus… Tanpa kalian semua apalah artinya aku. Tak lupa, terimakasih juga untuk orang-orang yang tidak mengasihiku, kalian semua tetap memberikan arti bahwa di dunia ini memang tak ada satupun yang sempurna.