Qnan, jalan-jalan dan teman-temannya……

Qnan ikut ‘field trip’!! Ceritanya sejak awal bulan September ini sudah diumumkan di kelas Qnan bahwa akan diadakan field trip ke Bogor di tgl. 26 September 2013, beberapa hari setelah selesainya Pekan Ulangan I di semester ini.ย Sejak dibagikan surat pengumuman dan formulir keikutsertaan itu, Qnan semangat banget langsung meminta untuk aku isi, tanda tangani dan pastinya membayar ๐Ÿ™‚ Itulah selalu ekspresi Qnan saat tau akan melakukan kegiatan bersama teman-temannya. Semangat luar biasa!!!

Entah kenapa ya, dari kecil dulu…. sejak duduk di bangku Play Group, Qnan selalu menikmati acara jalan-jalan bersama teman-temannya, dan tidak pernah satu kalipun minta untuk aku menemaninya. Awalnya memang jelas untuk aku ikut menemani Qnan berkegiatan di hari dan jam kerja tentunya agak sulit buatku, apalagi kalo bukan karena terbentur dengan masalah ijin dan cuti ๐Ÿ™‚ Tapi, kok ya ndilalahnya dari Qnan sendiri gak pernah terlontar permintaan untuk ditemani (akunya keenakan, Qnan’nya justru hepi).

Aku memang membiasakan dan memberi pengertian untuk Qnan, jangan terlalu tergantung segala sesuatu harus dengan “ibu”, kutanamkan kebiasaan untuk mandiri mungkin sudah aku mulai sejak dia bayi ๐Ÿ™‚ Alhasil, pertama kali sekolahpun (saat itu usia 3 tahun, 1 bulan) Qnan gak aku temani satu hari penuh. Cukup aku antar, aku pantau sebentar dan biasanya kurang dari 15 menit justru Qnan yang sudah ‘melupakanku’, langsung menghilang dari pandangan mata, dan ternyata sudah asik berkumpul dengan teman-temannya.

Oiya, pertama kali Qnan harus mengikuti kegiatan sekolah yang diadakan diluar sekolah yaitu pergi ke Kidzania, saat itu Qnan duduk di kelas Play Group. Walaupun sebelumnya pun dia pernah aku ajak ke Kidzania, tapi rupanya pengalaman bermain bersama teman-temannya ini justru yang sangat melekat juga berkesan di hati dan pikirannya. Setelah itu, setiap 6 bulan sekali sekolah TK Qnan selalu mengadakan acara kegiatan di luar sekolah di akhir semester. Ntah itu acara outbond ataupun sekedar jalan-jalan ke Monas dan Ancol. Mulai dari Cinangneng, Ciseeng, Pondok Zaidan dan beberapa tempat outbond lainnya Qnan selalu pergi tanpa aku temani.

Bukannya, kenapa2…….. Toh pihak sekolahnya pun sebetulnya sangat menyarankan untuk anak murid tidak didampingi oleh orang tuanya. Aku tau lah alasan kenapa sekolahpun memberikan peraturan seperti itu, pasti untuk tujuan yang terbaik. Supaya anak lebih mandiri dan tidak terlalu tergantung dengan orang tua dan juga agar anak-anakpun dapat lebih konsentrasi dalam mengikuti seluruh acara. Tau sendiri kan..? Biasanya sikap anak akan berubah total saat ada ibu atau orang dekat di sampingnya. Misal saat gak ada ibu’nya si anak bisa menjadi anak yang sangat mandiri dan penurut kepada gurunya, begitu ada ibu’nya langsung berubah jadi berani ngambek atau bahkan lebih parahnya jadi mogok total sama sekali gak mau mengikuti perintah guru.. ๐Ÿ˜ฆ

Yaaaa… untuk menghindari hal-hal seperti itulah, kenapa sekolah membuat peraturan seperti itu dan akupun sangat mendukung peraturan itu. Aku menghormati apapun aturan yang sudah dibuat oleh pihak sekolah. Apalagi setiap kali ada kegiatan di luar sekolah, pihak sekolah Qnan dulu selalu melibatkan EO (event organizer) untuk membantu melaksanakan kegiatan tersebut. Gimana enggak membuat aku semakin tenang…??

Saat kelas 1 tahun lalu’pun Qnan ikut acara outbond ke Bogor sendiri tanpa aku temani, padahal banyak juga mama dari teman-temannya yang ikut mendampingi. Walaupun sudah ada aturan orang tua gak boleh mengikuti acara itu, kok ya tetaaaaappp saja ada mama yang ngeyel tetap membuntuti anak-anaknya.. *kadang jadi kesal sendiri* ๐Ÿ˜ฆ Saat itupun Qnan menyambut hari datangnya acara pergi outbond dengan penuh semangat, apalagi saat itu pengalaman pertama dia berkegiatan di luar sekolah selama Qnan sekolah di SD. PB Sudirman.

Kemarin, sempat tertawa dalam hati begitu ada mama teman Qnan yang bbm aku, tanya apakah akan mendampingi Qnan field trip..? Mama teman Qnan ini cari tau, apakah ada bis yang khusus disewa orang tua murid untuk mendampingi acara ini. Setelah tanya kiri kanan depan belakang ๐Ÿ™‚ ternyata pihak wali kelas dengan tegas melarang orang tua untuk ikut serta, andaikan ikutpun harus berada paling dekat 1 km dari tempat acara diadakan. Wkwkwkwkwk……… jadi malah ‘dagelan’ kan kalo begini ceritanya..? Yah ngapain mama’nya ikut kalo cuma bisa parkir dan nungguin jauh-jauh, gak tercapai juga dong kalo tujuannya itu buat jagain anak. Tapi mungkin akan tercapai juga tujuannya kalo si mama-mama itu memang pengen ikut jalan-jalan saja… ๐Ÿ™‚

Makan enak di Penang yuuukk..

Sudah lama sebetulnya punya keinginan buat berbagi cerita tentang makanan-makanan enak yang pernah aku makan. Akhirnya dimulai dari hari ini saja…. Pertama kali yang akan aku bahas disini tentunya makanan yang sangat mengena di hati aku (hati atau lidah ya,,,?) ๐Ÿ™‚ Yup, makanan yang benar-benar bisa memanjakan lidah juga menggetarkan hati aku.. #lebay gak sich..?

Makanan ini aku temukan saat perjalanan liburan aku ke Pulau Penang – Malaysia. Menurut cerita-cerita yang pernah aku dengar, juga tulisan-tulisan yang pernah aku baca bahwa Pulau Penang ini surganya kuliner alias tempat berkumpulnya makanan-makanan enak. Berbekal keyakinan itu pula akhirnya akupun memutuskan untuk berlibur ke Pulau Penang… Ahaaaayyyy, cuma gara-gara “makanan” bisa menentukan tujuan liburan kita.

Yuuuuukkk kita langsung saja mereview beberapa makanan yang sudah aku rasakan dan ternyata maknyus banget!

Pertama, Nasi Lemak. Nasi lemak ini betul-betul merupakan makanan favorit aku, bukan cuma aku tapi juga mas Bayu juga Qnan ๐Ÿ™‚ Kami ber-3 sangat tergila-gila dengan yang namanya ‘nasi lemak’. Awal kita jatuh cinta dengan nasi lemak tepatnya saat kita pergi ke Singapore, trus ketemu nasi lemak di sebuah hawker center dan ternyata enyaaakk banget!! Sejak itu, nasi lemak jadi menu favorit kita ber-3. Nah, nasi lemak di Penang ini sengaja aku cari karena *lagi-lagi* menurut info yang aku dapat dari ‘Penang Street Food’ (brosur yang ada di bandara tentang makanan-makanan enak yang ada di Pulau Penang) nasi lemak di Penang ini juga tergolong yang “must try”! dan itu bisa aku dapatkan di Sri Weld Food Court dan nasi lemak Cili Bili di Gurney Drive, dan ke2-2nya sempat aku rasakan!! kepuasan tersendiri bisa merasakan makanan enak sesuai info yang terpercaya (brosur itu…….) ๐Ÿ™‚ yang aku foto ini nasi lemak Cili Bili di Gurney Drive, lauknya ayam goreng tepung dengan ukuran cukup besar atau telur bulat. Saat itu mas Bayu memilih lauk ayam goreng, disajikannya dengan dipotong-potong. ย Waaahh mantap banget deh pokoknya!

Image

Nasi Lemak Cili Bili

Kedua, Laksa Penang.ย Laksa ini juga tergolong makanan favorit’ku sejak dulu, khususnya Laksa Singapore. Hhhhhmmmm….membayangkan laksa saja, air liurku sudah bisa menetes dengan sendirinya, apalagi harus dihadapkan langsung dengan makanan itu. Sungguh tak kuasa untuk menolak,… Tapi, kali ini yang aku temui adalah Laksa Penang (yang ternyata beda banget sama Laksa Singapore). Laksa Penang berkuah asam dan tanpa santan, malah cenderung terasa seperti kuah empek-empek. Iya gak sih..? Pokoknya saat itu aku merasakan kuah laksa penang itu cenderung lebih segar dan terasa sekali pedasnya karena ya tanpa santan itu… Walaupun isi dari laksa penang sih jelas hampir sama saja dengan laksa singapore, ada fish cake, fish ball, tofu, cumi-cumi, udang, tauge sama ada irisan gorengan-gorengan lainnya yang jelas terasa itu gorengan terbuat dari ikan atau udang. Oiya, ada tambahan seperti risol’nya juga, tapi dimakan terpisah gak digabung masuk ke kuahnya. Intinya, laksa penang tetap enak!!

Image

Laksa Penang

Ketiga, Pasembur. Pasembur itu makanannya orang India, terdiri dari berbagai macam gorengan dari berbagai jenis makanan laut (cumi, udang, ikan) dicampur sama letuce, irisan timun juga kol, baru disiram kuah merah yang rasanya asam manis. Porsinya,..?? wow, jangan ditanya. Walaupun sebetulnya untuk porsi pasembur kita yang menentukan, karena kita bisa memilih apa saja sesuai keinginan, tapi rasanya sangat tidak mungkin kalo’ kita cuma pilih 1- 2 macam gorengan saja… ๐Ÿ™‚

IMG-20130301-00327

Pasembur

Keempat, Fish ball. Fish ball disini pada dasarnya sih punya rasa yang gak terlalu jauh berbeda dengan baso ikan pada umumnya. Tapi mungkin yang sedikit membedakan disini diberi beberapa lembar rumput laut. Rasanya jadi segar dengan aroma khas rumput laut. Kuahnya kaldunya pun terasa sangat gurih dan segar. Nah kalo yang ini jelas kesukaannya Qnan.. ๐Ÿ™‚

IMG-20130301-00324

Fish Ball

Yaaah, itulah makanan-makanan yang sangat menggugah selera selama perjalananku ke Penang. Semuanya serba enak, dan semuanya juga serba pengen aku coba lagi! Jalan-jalan lagi yuuuk…… ๐Ÿ™‚

Kelas Inspirasi Bogor itu….. (sangat menginspirasi hidupku)

Rabu, tgl. 11 September 2013 pun akhirnya datang juga,… Setelah beberapa minggu belakangan ini rasanya waktu terasa lamban berjalan. Termyata, aku sangat menantikan hari ini!! Yippiee,……..

Pagi-pagi buta aku sudah keluar dari rumah (lagi2 janjian ketemuan sama Melissa di pintu tol Cisalak) ๐Ÿ™‚ ย Jam 6 kurang kami pun sudah meluncur ke arah Bogor. Ternyata arah Bogor pagi itu tergolong sangat lancar, dan kami tiba di SD Negeri Kampung Rambutan, Sempur – Bogor tepat jam 7 kurang 15 menit. Lhoh, ternyata kok masih sepi juga… Tapi, gak masalah yang penting kami gak datang terlambat, masih ada waktu untuk menyesuaikan diri dengan udara pagi kota Bogor, masih bisa duduk-duduk santai dulu sebelum kami harus mengeluarkan suara ย merdu ini di beberapa kelas nantinya ๐Ÿ™‚

Hari ini aku harus mengisi di empat kelas untuk berbagi inspirasi, yaitu di kelas 3, 4, 5 dan 6. Hhhhmmmmm,… bukan pekerjaan yang mudah sebetulnya untuk aku melakukan ini. Jujur, bagi aku jelas lebih sulit berbicara di depan anak-anak ini dibandingkan harus berbicara di depan dewan direksi. Bagaimana tidak..? Aku harus menyusun kata-kata untuk dapat menjadi sebuah kalimat yang mudah mereka pahami juga mengerti demi menjelaskan apa itu kerja seorang “Psikolog”.

Pagi itu diawali dengan berkumpul bersama di lapangan, dibuka oleh ibu Kepala Sekolah yang baik hati.. Memberikan ucapan selamat datang kepada kami semua, sekaligus memperkenalkan kami ke seluruh siswa-sisiwinya bahwa hari ini akan ada sesuatu yang berbeda terjadi di sekolah ini. Setelah ucapan selamat datang dan sedikit salam perkenalan juga dari kami yang diwakili oleh ketua kelompok kami yaitu Pak Hadi, seluruh murid pun dipersilahkan kembali ke kelasnya masing-masing, dan……… kamipun dipersilahkan untuk langsung mengisi masuk ke kelas masing-masing sesuai dengan jadwal yang sudah dibuat sebelumnya.

Rasa ‘sedikit grogi’ masih menemani langkah ku sampai depan pintu masuk kelas 4 (kelas pertama yang aku masuki pagi ini) Bermodalkan trik tarik nafas dalam-dalam, dan keluarkan nafas dengan pelan…. akhirnya ‘sedikit grogi’pun lenyap dengan sendirinya dan akupun masuk kelas dengan santai (beginilah apa adanya aku, sok PD dan tanpa basa basi) langsung memberi salam dan memperkenalkan diri. Ow Em Ji,….. begitu mendengar dan melihat sambutan dari mereka semua yang begitu antusias, bayangan tentang kesulitan menghadapi mereka langsung hilang lenyap entah kemana. Melihat senyuman tulus mereka, juga jawaban2 yang keluar dari mulut mereka rasanya energi positif langsung merasuki alam bawah sadarku. Aku jadi begitu bersemangat untuk berbagi cerita dengan mereka. Kata-kata pertama yang aku lontarkan untuk memperkenalkan profesiku adalah.. “Kalian pernah merasakan yang namanya bahagia…??” dan ternyata banyak sekali respon dari mereka untuk pertanyaanku itu. Tanpa terasa suasana kelas semakin hangat dan mengalir begitu saja, dengan tetap bercerita dengan bahasa mereka tentunya, bahasa yang mudah mereka pahami.

Setelah disibukkan dengan menjawab beberapa pertanyaan yang aku lontarkan. akhirnya masuklah ke sesi selanjutnya yaitu ‘bermain peran’. Ada yang seolah-olah menjadi ‘Psikolog’ dan menjadi ‘Pasien’nya. Selanjutnya dengan meminta beberapa anak dari mereka untuk maju kedepan dan memberikan contoh beberapa ekspresi wajah. Ternyata, banyak sekali yang berminat untuk bisa maju ke depan kelas (yang awalnya aku pikir mereka akan pasif menyambut ini, ternyata semua kebalikannya) dan tak terasa 45 menit pun berlalu begitu saja..

Image

Selanjutnya langsung memasuki kelas 5, rupanya di kelas ini suasana sedikit agak berbeda. Tetap disambut dengan salam tulus mereka, tapi tetap bisa menangkap ada sedikit perbedaan dengan anak-anak di kelas 4 tadi. Di kelas 5 ini aku menemukan beberapa kelompok anak yang sangat aktif, dan sebagian kelompok lagi lebih senang sebagai ‘penonton’. Tapi itu semua tetap memberikan energi positif ke alam bawah sadarku, masih tetap bisa bersemangat berbagi cerita, masih tetap mendapatkan jawaban-jawaban yang terkadang diluar perkiraanku, dan itu semua membuat aku bahagia! Entah bagi mereka, kehadiranku ini apakah membahagiakan mereka atau justru malah sebaliknya,.. (hiks,.. ๐Ÿ˜ฆ

Begitu selesai dari kelas 5, sempat merapat ke ruang guru terlebih dulu.. Ternyata energiku terasa mulai berkurang setelah memasuki 2 kelas ๐Ÿ˜ฆ tapi semangat untuk dapat berbagi cerita masih sangat menggebu-gebu! hehehee… rupanya kecintaan ku sama anak-anak memang tersalurkan disini. Bertemu, bertatap, bercerita bahkan bercanda dengan mereka itu memang ‘sesuatu’ banget buat aku!

Terakhir, memasuki kelas 6 berharap mendapatkan sambutan yang sama seperti kelas-kelas sebelumnya. Eeeehhh, ternyata memang betul bahwa dalam hidup kita boleh berharap, namun terkadang harapan memang tak seindah kenyataan. hihihiiiii…… Di kelas 6 ini aku menemukan murid-murid yang penurut cenderung pasif. Memang mereka terlihat sangat tertib, tapi justru itu terasa ‘flat’ untuk aku. Ada satu hal yang sangat jadi perhatian aku, kenapa dari ย tiga kelas yang sudah aku masuki ini mereka rata-rata menjawab pertanyaan “Apa yang kamu takuti selama ini…?” 99% murid adalah menjawab SETAN. Ini jujur saja sangat mengganggu pikiranku, bagaimana tidak…?? Kenapa mereka tidak lebih takut TUHAN..?? Selama ini aku selalu mengajari Qnan anakku yang sudah kelas 2 SD untuk tidak menjadi seorang yang penakut, karena tidak boleh ada yang ditakuti di dunia ini selain TUHAN. Mungkin ketakutan mereka seperti itu sesuatu yang wajar bagi sebagian besar anak di jaman sekarang, bagaimana tidak kalau pengaruh lingkungan sangatlah besar untuk mempengaruhi pola pikir, sikap juga perilaku mereka. Mengadopsi dari apa yang mereka lihat juga dengar itu jelas pengaruh yang luar biasa besar untuk hidup mereka, tapi sayang justru pengaruh yang kurang baik justru yang lebih mudah ditiru dan dilihat untuk saat ini, apalagi kalo bukan karena tontonan televisi yang tidak mendidik, sinetron yang penuh tipu daya, belum lagi tontonan tentang kekerasan. Aaaaaarrrgghhhhhh……. aku benci sinetron!! Pokoknya untuk tontonan sinetron bagi aku tidak ada satu sinetron pun yang mendidik, bohong kalau ada yang berpendapat ada sinteron yang mendidik. Pokoknya tidak, gak ada tapi!! (yeaaahh, malah jadi curhat abis nih)

Hari itu tidak terasa, ย tiga kelas aku masuki untuk berbagi cerita tanpa ada jeda waktu yang lama. Padahal, pagi itu aku belum sarapan lho, tapi kok gak terasa lapar apalagi lemas ya…? Semua itu jelas karena anak-anak ini.. Anak-anak dengan tatapan polos yang begitu meluluhkan hati, komentar lucu yang terkadang membuat aku ternganga-nganga juga senyuman tulus mereka yang begitu mententramkan . Hari itu akhirnya aku hanya memasuki 3 kelas, dari 4 kelas yang seharusnya aku masuki. Berhubung waktu sudah habis, akhirnya kelas terakhirpun yaitu kelas 3 berlalu begitu saja.

Setelah kelas terkahir selesai, anak-anakpun disibukkan dengan menempelkan cita-cita mereka ke balon-balon yang sudah kami siapkan sebelumnya. Acara menempelkan cita-citapun berjalan dengan sangat ramai dan seru, banyak dari mereka yang ingin menempelkan ke balon itu sesuai dengan warna yang mereka sukai. Tentu ini sangat merepotkan kami, akhirnya guru pun turun langsung untuk ikut mentertibkan mereka, dan akhirnya mereka dapat dengan tertib menempelkan cita-citanya yang sudah ditulis di secarik kertas ke seluruh balon yang ada.

IMG-20130913-WA013

Puncak acara hari ini dengan menerbangkan 50 balon yang ada, yang sudah ditempeli kertas bertuliskan cita-cita dari mereka semuanya. Semoga anak-anak ini bisa memiliki cita-cita setinggi langit setinggi balon itu terbang ke atas awan…

Akhir cerita, apakah aku sudah puas dan merasa sudah sampai di garis finish dengan ikut berpartisispasi mengikuti Kelas Inspirasi ini..?? Justru tidak,…..!! Aku malah justru merasa berada di garis START, dan harus kembali memutar otak kira-kira apa yang bisa aku berikan selanjutnya untuk masa depan yang lebih baik bagi anak-anak bangsa di negara yang kita cintai ini..?

Ada beberapa point penting yang cukup membuat aku ‘galau’ (halaaahhh bahasanya) , pertama sebagian besar dari mereka tidak suka membaca, padahal membaca itu menurutku adalah jendela dunia. Kita akan mengetahui berbagai macam hal tanpa harus kita mengalami sendiri hanya cukup dengan membaca, sedih rasanya menemukan anak-anak ini kurang berminat untuk membaca ๐Ÿ˜ฆ Kedua sebagian besar pula dari mereka tidak senang bertanya walaupun mereka lebih senang menjawab, tapi alangkah baiknya juga mereka dibiasakan untuk lebih banyak bertanya, karena ada pepatah pula yang mengatakan “Malu bertanya, sesat dijalan” ๐Ÿ™‚ ini jelas ada arti yang sangat mendalam dari pepatah tersebut, dan yang terakhir yang sangat membuatku galau adalah, mereka secara spontan selalu menjawab sangat takut Setan!!! Rrrrgghhh,… kenapa harus setan..?? padahal bisa saja mereka menjawab takut anjing, kucing, kecoa atau mungkin takut kegelapan, takut petir, atau ketakutan-ketakutan lain yang lebih masuk diakal sehat kita. Tapi ya sudahlah,…. Itulah kenyataan yang aku temui di depan mataku.

Pokoknya, aku bahagia sempat merasakan ini, walaupun akhirnya berasa punya utang. Apa yang harus aku lakukan selanjutnya….???

๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚

Briefing II – Kelas Inspirasi Bogor

Hari ini Sabtu, tgl. 7 september 2013 kami dari kelompok 3 berkumpul kembali untuk observasi sekolah sekaligus merencanakan apa saja yang akan kami perbuat di hari H nya nanti. Setiap profesi pastinya akan menceritakan profesi kami masing-masing, namun disela-sela itu pun kami harus memberikan Little Bang sekaligus Big Bang bagi mereka. Little Bang kami berikan di tengah-tengah acara kita di hari itu, ditujukan untuk anak murid kelas 1 dan kelas 2 yang akan pulang terlebih dulu. Sedangkan Big Bang akan kami berikan di akhir acara sebagai acara penutup ย hari itu untuk seluruh anak murid dari kelas 3 sampai dengan kelas 6.

Oiya, pagi itu aku berangkat ke Bogor janjian sama teman baruku Melissa (she is very kind and friendly) ๐Ÿ™‚ karena kebetulan hari itu mas Bayu ada acara, akhirnya aku pun cukup diantar sampai depan pintu tol Cisalak sebelum akhirnya aku bertemu dengan Melissa. Ada pengalaman lucu sekaligus seru,.. saking asiknya ngobrol ngalor ngidul akhirnya terlewat lah pintu keluar ke kota Bogor, dan dengan manisnya kami terbawa arus untuk keluar pintu tol ke arah Ciawi. Jauuuuhhh booooo,… dari tujuan awal kami, tapi apa mau dikata. Hari itu kami janjian dengan teman-teman untuk berkumpul jam 8 pagi di lokasi, namun karena ada acara “kebablasan” sampai pintu tol Ciawi, kamipun tiba di lokasi -/+ jam 9 pagi dengan disambut senyuman dari teman-teman semua yang sudah terlebih dulu tiba. ย Oiya, kami dari kelompok 3 mendapat sekolah untuk kami berbagi inspirasi di SD Negeri Kampung Rambutan, Sempur – Bogor Kota. Tempatnya tidak terlalu pelosok, dengan lingkungan sekolah yang cukup nyaman, yaitu rumah penduduk yang cukup baik kondisinya alias perumahan penduduk dari golongan menengah ke atas.

Setelah aku dan Melissa (yang datang paling akhir) berputar sebentar untuk melihat kondisi kelas juga murid-murid disana, kami pun melanjutkan berkumpul sambil makan siang (makan pagi atau siang ya…? Karena saat itu baru jam 10) ๐Ÿ™‚ atau lebih tepatnya mungkin Branch, alias Breakfast and Lunch di warung makan Pak Ewok di daerah Taman Kencana. Hihiiii.. benar2 pengalaman buat aku, yang selama ini hampir tidak pernah berwisata kuliner di wilayah Bogor. Karena yang aku tau cuma Apple Pie dan Macaroni Panggang (jujur banget) ๐Ÿ˜€

Sambil terus berdiskusi (sambil makan) tentang apa saja yang akan kami perbuat nanti di hari H, akhirnya sepakatlah kami untuk nanti melakukan beberapa hal. Salah satunya kami perlu balon gas untuk acara Big Bang-nya nanti.. ๐Ÿ™‚ jaman sekarang rupanya bukan hal mudah untuk kita bisa menemukan tukang balon gas. Tapi setelah cari info kesana kemari (akhirnya info terkahir kami dapat dari penjual jamu) bahwa ada tukang balon gas di sebuah bengkel las di suatu tempat (hihihi….. aku gak tau nama daerahnya apa, maklum bukan orang mBogor) ๐Ÿ™‚

Akhirnya briefing kami hari itu ditutup setelah kami semua kekenyangan. Hehehehee….. briefing ditutup bukan karena kami telah memahami apa yang harus kami lakukan nanti, tapi briefing ditutup setelah kami kekenyangan. Dan acara makan- makan itu ternyata ditraktir bu Suraya, bu dosen yang sangaaaaaatttt baik hati. Gimana gak baik hati,..? setelah kami ditraktir makan, aku pun masih boleh nebeng pulang ke Jakarta ย bareng bu Suraya. Ih, ibu bener-bener baik hati deh, gak nyesel punya teman kelompok yang baik2 begini..

Hari ini ditutup dengan mencari tukang balon gas di sebuah bengkel, sebelum kami melanjutkan pulang ke Jakarta. Terimakasih teman-teman, sampai jumpa di hari Rabu tgl 11 September……!!

Briefing I – Kelas Inspirasi Bogor

Diawali dengan pertemuan pertama kami sebagai relawan pengajar untuk Kelas Inspirasi Bogor, di Aula PT PGN di daerah Bogor. Berangkat jam 7 pagi dari Jakarta ditemani mas Bayu juga Qnan, ternyata mencari sebuah lokasi di Bogor ini sangat penuh perjuangan. Karena selain kota ini dimacetkan oleh banyaknya Angkot, banyak jalur juga yang ternyata searah saja. Sehingga kalo kita salah jalan, atau terlewat sedikit saja ya resikonya harus putar balik jauh2 deh…. Dan ini yang membuat mas Bayu stress!! ๐Ÿ˜€ Tapi, untung saja tepat di jam 9 pagi, sesuai dengan undangan aku sudah ada di lokasi.

Dan, eng ing eng,…. begitu masuk kedalam Aula ternyata sudah banyak peserta lainnya yang sudah hadir terlebih dulu dan kami pun disambut dengan duduk lesehan. Asik banget …. langsung bergabung dengan kelompok 3, berkenalan dan duduk manis.

Acara pun dibuka, dengan pertama kali berdiri untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya, merinding…. mendadak jadi rasa nasionalis aku pun terbang tinggi ke angkasa. Bercampur baur rasa, antara bangga, bahagia, juga terharu karena bisa berdiri diantara ratusan orang yang mempunyai visi dan misi yang sama.

IMG-20130831-00756

Sehari itu kami mendapatkan briefing mengenai teknik juga aturan main selama kami memberikan inspirasi bagi murid-murid SD yang sudah ditunjuk. Dari cerita-cerita yang dibagikan berdasarkan pengalaman mengajar yang dilakukan oleh para relawan Indonesia Mengajar sungguh membuat aku tercengang. Salut untuk mereka, sudah lulus sarjana, masih muda, mau mengajar, ditempatkan di pelosok Indonesia pula dengan tidak dibayar! Ckckckck…….. Siapa yang gak kagum,… Bisa dibaca di http://www.indonesiamengajar.org tentang kegiatan mereka.

Kalau dibanding aku ini yang hanya relawan pengajar untuk Kelas Inspirasi, rasanya kok jadi seperti gak ada apa2nya ya dibanding mereka…? Selama briefing itu, aku benar-benar merasa happy, fun bangettt… Bisa tertawa2 bebas saat ada cerita yang lucu, tapi bisa kembali merenung saat mereka menceritakan kondisi mengajar di daerah yang seperti apa. Pokoknya hampir 4 jam pertemuan aku sama sekali tidak merasa bosan.

Acara diakhiri dengan berkumpul dalam 1 kelompok kecil, yaitu kelompok 3. Merencanakan kita kembali berkumpul untuk observasi lapangan, melihat langsung kondisi sekolah, mendata jumlah siswa, melihat situasi sekolah secara langsung sebelum kami terjun bebas disana. Terakhir, hari itu merupakan pengalaman yang sangat luar bisa untuk aku…