Pengumuman Kelas Inspirasi

Pagi ini rasanya aku ingin loncat setinggi-tingginya karena rasa bahagia yang tak terkatakan!! Begitu membuka email dari BB, yang ternyata datangnya dari Bogor_Kelas Insiprasi, dan isinya adalah……… Ambar Irawati TERPILIH menjadi salah satu relawan untuk penyelenggaraan Kelas Inspirasi Bogor pada tanggal 11 September 2013.

Sebetulnya dari kemarin pagi aku sudah sangat menunggu-nunggu datangnya email ini, karena berdasarkan informasi yang aku dapatkan beberapa waktu lalu sesaat setelah aku mendaftar dalam seleksi ini, bahwa pengumuman akan dilakukan pada hari Minggu tgl. 25 Agustus 2013.

Dan ternyata, email itu datang di hari ini… Senin, 26 Agustus 2013.

Dan itu sangat membahagiakan aku! Terimakasih Tuhan, sudah mendengarkan doa dan harapanku….

Ini isi email yang sangat membahagiakan aku di pagi ini :

bogor@kelasinspirasi.org
07.11 (8 jam yang lalu)

ke saya, inspirasibogor
Halo Ambar IrawatiTerima kasih atas kesediaan Anda untuk bergabung dengan Kelas Inspirasi
Bogor. Atas berbagai pertimbangan, dengan senang hati kami sampaikan bahwa
Ambar Irawati TERPILIH menjadi salah satu relawan untuk penyelenggaraan
Kelas Inspirasi Bogor pada tanggal 11 September 2013.Selanjutnya, sebagai salah satu rangkaian kegiatan, dengan ini kami
mengundang Anda untuk hadir dalam briefing Kelas Inspirasi Bogor yang akan
dilaksanakan pada:
Hari     : Sabtu, 31 Agustus 2013
Waktu    : Jam 09.00 – 12.00 WIB
Tempat   : Aula PT Perusahaan Gas Negara (PGN) area Bogor
Jl Moh A Salmun no 41 Bogor

Tidak ada ketentuan khusus mengenai dress-code, namun kami menghimbau agar
para wanita mengenakan rok di bawah lutut atau celana panjang.

Dalam briefing ini, akan ada pengarahan umum mengenai Kelas Inspirasi dan
juga workshop singkat mengenai tips dan trik mengajar siswa SD. Para
relawan akan dipertemukan dengan perwakilan sekolah tempat relawan akan
menjadi guru sehari, guna berkenalan dan menyusun rencana mengajar. Perlu
diketahui pula bahwa keikutsertaan Anda pada Kelas Inspirasi Bogor kali
ini adalah sebagai Relawan kelompok 3.

Akhirnya, kami ucapkan selamat menjadi bagian dari gerakan semesta
pendidikan. Kami ikut merasa bangga bahwa kita bisa saling menemukan dan
saling bertautan demi sebuah misi sederhana ini. Langkah kecil kita mulai
sekarang, daripada mengutuk dalam gelap, mari kita nyalakan lilin untuk
Indonesia.

Sampai jumpa hari Sabtu nanti!

Team Kelas Inspirasi Bogor
bogor@kelasinspirasi.org

Advertisements

MENGANTRI….

Dengar kata “antrian” mungkin merupakan momok bagi sebagian besar orang-orang di bumi Indonesia tercinta ini. Ada sedikit cerita yang ingin aku bagi disini..

Suatu pagi di sekolah Qnan, saat aku mau bayar SPP. Mungkin karena waktu pembayaran SPP bulan ini adalah pembayaran SPP di tahun ajaran baru dan baru saja memasuki liburan puasa dan lebaran. Sudah bisa ditebak dong,…?? Antrian begitu panjang. Apalagi loket pembayaran khusus untuk Kls I – III hanya dilayani oleh seorang petugas, dan kebetulan juga antrian yang paling panjang memang ada di loket ini.

Begitu masuk ruang pembayaran melihat antrian yang begitu panjang sebetulnya aku gak terlalu kaget juga sich,… Oleh karena itu aku dengan tenang dan tertib (merasa menjadi warga negara yang cinta budaya antri) langsung mengambil antrian dan berdiri manis di urutan paling belakang , gak beberapa lama pun antrian sudah semakin panjang di belakangku.

Tiba-tiba, eng ing eng,.. mak jegagik, mak bedunduk, cling! Datanglah seorang ibu setengah tua (alias STW) yang menggandeng (sepertinya sich cucu’nya) melewati barisan kami. Aku pikir, ibu ini hanya sekedar melewati barisan kami untuk mengantarkan sang cucu duduk di kursi yang kebetulan ada di samping barisan. Lha kok taunya, tanpa rasa berdosa, bersalah apalagi bermasalah si ibu menyerobot antrian yang begitu panjang dan langsung melemparkan kartu SPP beserta uangnya ke meja petugas.

Yaaaaa….pada dasarnya memang situasi sedang ramai dan sibuk, sang petugaspun kurang jeli dalam melihat keanehan tersebut, dan diproses’nya lah kartu pembayaran SPP si ibu itu oleh petugas 😦 Alhasil, banyak mata memandang ‘aneh’ dan terheran-heran menatap si ibu, tapi wajah si ibu STW itu begitu tenang dan dingin, sepintas memang sangat menyejukkan… Tapi tidak untuk hal seperti yang baru saja terjadi!! Ibu, wajahmu jadi begitu menyebalkan untukku,.. mungkin juga untuk orang2 yang sudah mengantri didepanku. Tapi, apalah daya… Akupun belum mampu menjadi warga negara yang baik, yang bisa memberitahukan ke sang ibu untuk bisa menerapkan budaya mengantri. Rasa rikuh pekewuh lebih banyak bicara… (aaarrrghhh.. kapan Indonesia bisa maju kalo masih memelihara  banyak warga negara semacam aku ini… 😦

Walaupun dalam hati sangat miris teriris-iris, karena menyaksikan peristiwa yang baru saja terjadi di depanku. Sebetulnya yang lebih membuat miris teriris-iris adalah tidak ada satupun orang yang mampu dan berani untuk membisikan di telinga si ibu STW ini untuk ikut mengantri dengan tertib.

Dan, akupun hanya bisa memanjatkan doa…. “Tuhan, semoga dibulan depan saat aku mengantri untuk bayar SPP aku tidak dipertemukan dengan ibu ini lagi ” Amin….. (Mungkin Tuhan tidak akan mempertemukan aku dengan si ibu ini, tapi mempertemukan mungkin dengan mbak, mas, oom atau tante yang mungkin bertabiat sama dengan ibu STW ini!! )  Kwak kwawwwwww…………………… Ampyuun dijeh!

KORENG ITU……..

Sepintas lalu memang terlihat tubuh ini begitu sehat, tapi siapa yang menyangka jika tubuh ini menyimpan 2 koreng yang sangat menyakitkan yang semakin lama semakin mengganggu…

Koreng itu tak nampak jelas, namun sangat bisa dirasakan karena menyakitkan. Koreng itu hanya akan nampak sewaktu-waktu saja disaat tubuh ini menggeliat. Koreng itu tak terlihat busuk, walau sangat menebarkan bau.

Sampai kapan koreng ini akan bertahan di tubuh ini..? 😦

images-2