Everything about Happiness

kinan-2Kinan

Suatu saat dimana Qnan baru menjadi murid klas 1 SD di SD PB. Sudirman Cijantung, minta untuk difoto di studio foto. Fotonya mau dipasang di loker miliknya di dalam kelas 1-H. Bangganya dia dengan hasil foto ini… 🙂

kinan-3

Foto ini diambil saat Qnan pentas menari Ondel-ondel dari Jakarta di Mall Depok. Bersama sahabatnya,..

kinan-4

Qnan saat ujian menari Bali Kreasi, yang akhirnya mengantarkan dia menjadi juara I. Hebat kamu, nak……

Qnan-Haula

Bahagia ketika bertemu saudara di Kuala Lumpur. Tidak ada hal yang membahagiakan untuk Qnan selain bertemu, bermain dan bercanda dengan saudara – saudara tercinta…

kinan - 1

 

 

 

 

 

 

Kebahagiaan yang tak terkira, ketika bebas bermain sepuas hati dengan pasir di tepi pantai yang indah… Saat di Batu Ferringhi Pulau Penang, di suatu sore yang cerah.

Advertisements

KL – Penang yang kukenang… @ Last Day

Hari ini adalah hari terakhir kami di Kuala Lumpur, dan pagi ini kami masih harus ke Beryl’s untuk membeli oleh-oleh coklat. Jujur saja, dari kemarin memang kami tidak sempatkan untuk membeli oleh-oleh. Pagi ini aku menyempatkan diri untuk breakfast di Nasi Kandar Pelita, salah satu tempat makan yang membuat aku penasaran sejak awal. Sebetulnya rasa ingin untuk mencicipi Nasi Kandar ini sudah ada sejak kami tiba di Kuala Lumpur, dan semakin menjadi ketika kami ada di Penang. Karena setau aku, Nasi Kandar Pelita ini justru asalnya dari kota Penang. Selama di Penang gak kesampean juga makan di Nasi Kandar Pelita ini karena masih banyak makanan lain yang juga lebih menggiurkan 🙂

@ Nasi Kandar Pelita

@ Nasi Kandar Pelita

Sesampainya di Nasi Kandar Pelita, akhirnya menu yang aku pesan hanya Mie goreng Magi (sama dengan Indomie goreng) entah kenapa begitu melihat menu yang ada langsung berasa kenyang banget… Rata-rata menu yang ditawarkan semua dalam porsi yang sangat besar (menurut aku), potongan ayamnya saja hiiiiiii….ngeri banget kalo aku harus menghabiskannya, sumpah gede banget!! Sepertinya 1 ekor ayam hanya dibagi menjadi 4 potongan, yang tentu saja menghasilkan potongan yang super besar.

Selesai kami breakfast, kamipun langsung ke tujuan terakhir… Yaitu Beryl’s Chocolate Kingdom, yang ternyata tempatnya bukan di suatu tempat yang terlalu ramai. Tapi begitu kami memasuki area gedungnya, akupun langsung memahami bahwa tempat ini jelas merupakan salah satu tempat wisata. Begitu masuk kami langsung diberi sticker yang ditempel di baju kami, yaitu nomor urutan kedatangan.

@ Beryl's Chocolate Kingdom

@ Beryl’s Chocolate Kingdom

Berbagai type chocolate ditawarkan disana, mulai dari dark chocolate, white chocolate, ataupun milk chocolate. Gak terlalu repot untuk memilih karena kita bisa mencicipi dari segala macam chocolate yang ada.  Setelah berbelanja chocolate khususnya untuk stock Qnan di kulkas juga oleh-oleh 🙂 kamipun langsung kembali ke Sucasa untuk melanjutkan perjalanan ke LCCT.

Perjalanan dari Sucasa menuju LCCT memakan waktu -/+ 1 jam perjalanan dengan menggunakan taxi. Tiba di LCCT pukul 13.30 untuk menunggu penerbangan kami kembali ke Jakarta di pukul 15.00. Lebih baik  menunggu lama di bandara dibandingkan kami harus terburu-buru untuk check in. Setibanya di LCCT kami masih sempatkan untuk makan siang terlebih dahulu, setelah itu dilanjutkan berjalan-jalan di sekitar ruang tunggu LCCT, yang lagi-lagi ada dalam pikiranku “Kok bandaranya begini banget yaaa..??” Tapi, begitu ingat kembali bahwa ini adalah bandara untuk penerbangan yang murah meriah, heheheeeeee….. ya lumayan lah!

Perjalanan liburan kami kali ini adalah perjalanan liburan terpanjang juga terlama yang pernah kami lakukan (mungkin karena ada 2 kota tujuan yang kami singgahi yaitu KL – Penang). Itu saja rasanya belum puas untuk mengelilingi juga singgah di tempat2 yang ‘must see’ kita lakukan saat berkunjung ke negeri Jiran ini…

Terimakasih Tuhan untuk segalanya yang sudah kami rasakan!

KL – Penang yang kukenang… @ Day-6

Hari Minggu tanggal 3 Maret 2013, hari kesekian kami di Malaysia.. 🙂 Karena hari ini merupakan hari terakhir kami untuk menjelajahi Kuala Lumpur, jadi banyak sekali sebetulnya daftar tempat yang ingin kami kunjungi. Pengen ke Batu Cave, Petaling Street, pengen tau Putra Jaya juga selain ke Petronas Twin Towers.

Hmmmm,…. akhirnya pagi ini kami berombongan (karena akhirnya di guide oleh sepupuku) dengan menggunakan mobil pribadi, tentunya lebih nyaman tapi tetap saja tidak untuk-ku. Aku pengennya bisa tahu dan merasakan public transport di KL, dengan lika likunya yang tentu saja menyenangkan. Tapi ya apa mau dikata, punya saudara yang terlalu baik … 🙂 kemanapun kami mau, mereka siap untuk mengantar. Pagi ini tujuan pertama kami adalah wilayah persekutuan Putrajaya, dimana merupakan pusat pemerintahan negara Malaysia yang terletak agak jauh dari pusat bisnis kota KL. Sangat bersih dan rapi, kesan pertama yang aku ambil. Disitu juga ada Masjid Putrajaya yang cukup terkenal  dikelilingi dengan danau buatan, dimana ada beberapa boat yang terlihat hilir mudik. Indah memang….

Masjid Putrajaya - Wilayah Persekutuan

Masjid Putrajaya – Wilayah Persekutuan

Lelah berkeliling  dan berfoto-foto di Putrajaya, kamipun melanjutkan perjalanan dengan tujuan Mines Resort, sebuah mall namun dengan suasana yang berbeda, karena mall ini berdiri diatas danau buatan. Menyempatkan untuk menaiki boat mengelilingi danau tersebut, tapi lupa berapa RM / orang yang harus dibayarkannya (lagi2 karena dibayarin sich… heheheeee..) Yang pasti pengalaman mengelilingi danau yang dimulai dari dalam mall dan diakhiri kembali ke dalam mall pun sangat mengesankan. Masalahnya di Indonesia belum ada mall yang berkonsep seperti ini 🙂

Pas jam makan siang, makan dulu di Nando’s    (restaurant dengan menu serba ayam dari Afrika Selatan) yang tentu saja rasanya tetap saja gak pas lidah’ku yang Melayu ini.. Tapi, ya gak apa2 lah… Ada pengalaman makan Nando’s di luar Indonesia. Selesai makan siang, perjalanan kami lanjutkan ke KLCC tapi lagi2 karena memenuhi selera anak2, akhirnya yang kami tuju pun adalah Petrosains yang berlokasi di dalam Suria KLCC. Semacam Science Center di Singapore tapi dengan konsep yang berbeda karena Petrosains ini berdiri di dalam mall. Saat memasuki Petrosains kami harus menggunakan Dark Ride. Kenapa di sebut ‘Dark Ride’…?? karena kami harus duduk di sebuah kereta di dalam ruangan gelap yang berlahan akan membawa kami menuju ruang exhibition, selama dalam perjalanan di kereta kami akan disuguhkan beberapa cerita mengenai alam Malaysia. Oiya,  ticket masuk ke Petrosains untuk Child sebesar RM15 untuk non MyKad dan RM25 untuk Adult non MyKad. Harga yang gak terlalu mahal lah untuk hiburan yang berbau edukasi seperti ini.. (Pantas saja antriannya begitu panjang untuk kami bisa masuk ke Petrosains ini)

Selesai berkeliling di Petrosains dengan waktu yang sangat terbatas, karena kami harus melanjutkan untuk masuk ke Petronas Twins Towers. Untung jaraknya tidak terlalu jauh (masih di lokasi yang sama di dalam Suria KLCC). Nah, untuk wisata yang 1 ini memang saat ini merupakan wisata yang tergolong cukup mahal di Malaysia. Konon beberapa tahun lalu untuk dapat memasuki Twins Towers tidak dikenai biaya sama sekali, namun seiring berjalannya waktu, semakin banyak wisatawan yang ingin tau secara langsung menara dengan tinggi 452 meter ini. Oleh karena itu akhirnya dikomersilkan lah menara ini setiap kali wisatawan ingin melihat secara langsung dan merasakan naik ke level 86 yang merupakan puncak tertinggi gedung ini. Ticket untuk bisa masuk ke Twin Towers terbilang mahal, untuk Child non MyKad saja sebesar RM30 dan untuk Adult non MyKad sebesar RM80.

@ Dinosaurus - Petrosains

@ Dinosaurus – Petrosains

Level 86 - Petronas Twin Towers

Level 86 – Petronas Twin Towers

Pengalaman yang luar biasa juga aku bisa merasakan ada di puncak tertinggi dari menara ini. Jujur saja,… agak mengerikan juga loh, karena saat kita ada diatas bangunan ini akan terasa seperti bergerak-gerak tertiup angin. Apalagi begitu kami ada di level 86, orang yang masuk pun dibatasi tidak lebih dari 50 orang saja. Terkesan sangat tertib dengan penjagaan yang sangat ketat untuk wisata yang satu ini,.. Waktunya pun kami dibatasi hanya 20 menit saja untuk ada di puncak menara ini.

Selesai dari Petronas Twin Towers, memilih untuk kembali ke apartemen dulu untuk mandi juga sedikit beristirahat. Karena malam ini adalah malam terakhir kami di KL, rencananya mau cari makan malam khasnya dari kota Kuala Lumpur ini. Kira-kira apa ya..? Akhirnya kami memilih untuk mencoba makanan di salah satu Medan Selera didaerah Kampung Baru, yang konon katanya memang pusat jajanannya orang Melayu dan dijamin halal. Oiya, setelah kami makan menyempatkan diri berputar-putar mengelilingi Kampung  Baru dan tidak jauh dari situ ternyata ada toko yang khusus menjual barang-barang yang langsung didatangkan dari Indonesia. Pemiliknya pun menurut informasi yang aku dapatkan adalah orang asli Padang Sumatera Barat, hebat kan…? Dimana kita bisa melihat peluang yang ada, maka usahapun akan terbuka dengan lebar.. 🙂 Jelas, toko seperti ini banyak diincar orang Indonesia yang tinggal di KL. Karena mereka bisa menemukan apapun juga product dari Indonesia yang tidak banyak dijual di Malaysia. Hhhmmm……..

Malam ini kami akhiri dengan berkeliling Kampung Baru, sebetulnya masih banyak tempat yang aku ingin singgahi. Tapi, apalah daya…waktu ternyata sangat singkat. Tinggal bersisa setengah hari untuk kami ada di KL, dan sudah berencana untuk mengunjungi Beryl’s Chocolate Kingdom. Penasaran seperti apa……???? Yuuuuk, kita istirahat dulu malam ini 🙂 See you tomorrow….

KL – Penang yang kukenang… @ Day-5

Hari ini merupakan hari terkahir kami di Penang, karena sore ini kami harus kembali ke Kuala Lumpur. Pagi ini kami habiskan untuk ‘nongkrong’ di kedai kopi dekat bus stop Jl Burmah. Puas-puasin minum kopi juga teh tareek yang enak ini, sambil makan nasi lemak juga kuih yang beranek ragam (asli, pulang dari jalan-jalan langsung berat badan naik drastis!!) Selesai berlama-lama di kedai kopi, kamipun kembali ke hotel untuk kembali beristirahat. Setelah tanya ke pihak hotel mengenai jam check out, akhirnya kami memutuskan untuk check out pukul 11 siang ini dan menitipkan tas di loker dengan biaya RM1.00, lumayan lah daripada kami harus berjalan-jalan dengan menenteng travel bag.. 🙂

Tepat pukul 11 siang, kami keluar kamar untuk check out sekaligus menitipkan 1 travel bag, 1 ransel  plus 1 kantong besar isi oleh2 (biscuit tambun Ghee Hiang) di loker hotel hanya dengan biaya RM1.00. Melanjutkan berjalan kaki menuju Jl. Transfer menyusuri Lorong Hutton sampai di Chowrasta Market, cukup dengan melihat sebentar situasi pasar di Penang. Sempat membeli keychain juga biscuit tambun Ghee Hiang *lagi* 🙂 Udara juga cuaca pagi ini terasa sangat terik, keringat di dahi Qnan sudah semakin deras bercucuran, apalagi saat itu kami berjalan kaki dengan jarak yang lumayan panjang. Akhirnya kami pun menunggu bus  CAT di bus stop Chowrasta dengan tujuan berkeliling mencari lokasi yang indah untuk kembali kami berfoto-foto. Memutuskan untuk turun di Lebuh Pantai, kembali menyusuri sepanjang Lebuh Pantai sampai kaki semakin terasa pegal dan Qnan mulai kepanasan. Kembali menunggu bus CAT di depan gedung Standard Chartered sangat lama, -/+ 45 menit kami harus menunggu untunglah kami tiba kembali di Tune Hotel sesuai dengan perkiraan kami sebelumnya.

CIMG1114

@ HSBC Lebuh Pantai

@ Lebuh Pantai

@ Lebuh Pantai

Beristirahat 30 menit di lobby hotel, kamipun memutuskan untuk langsung menuju Komtar. Flight kami menuju KL sore ini pukul 16.30, dengan perkiraan perjalanan dari Komtar menuju Penang Airport memakan waktu -/+ 1.5 jam (belum lagi kami harus menunggu bus di Komtar yang entah berapa lama). Naik taxi dari depan hotel ke Komtar (kalo kita berjalan kaki paling lama memakan waktu 15 menit) berhubung bawaan kami cukup banyak, dengan matahari yang sangat menyengat saat itu rasanya gak ada salahnya kami mengeluarkan 10RM untuk membayar taxi 🙂

Ternyata memang cukup lama menunggu bus 401E memasuki terminal Komtar (mungkin karena tergolong bus dengan jarak tempuh yang cukup jauh). Begitu bus datang, langsung full penumpang… heheheee, tapi tetap saja terasa nyaman walaupun kami tidak mendapatkan tempat duduk, untungnya masih ada orang yang berbaik hati memberikan tempat duduknya untuk Qnan.  Penumpang yang berdiri hanya beberapa orang saja, AC di dalam bus pun cukup dingin, didukung jalanan yang lancar tak terasa 1 jam pun berlalu dan kamipun tiba di Penang Airport.

Tidak perlu check in karena kami sudah mencetak boarding pass saat keberangkatan kami dari KL menuju Penang, jadi langsung masuk ke ruang tunggu penumpang. Itupun tidak terlalu lama menunggu, pesawat menuju KL pun sudah datang dan kami diperbolehkan untuk menaiki pesawat. Pengalaman yang aku rasakan selama perjalanan kami dari Jakarta – KL – Penang – KL semua pesawat on the time, gak ada yang molor walau hanya 10 menit pun! Luaaaaarrr biasaaa,…. *pengalaman yang jarang2 terjadi nih….

Tiba di KL tepat pukul 17.30 dengan melanjutkan perjalanan menggunakan Aerobus dari LCCT menuju KL Sentral dan dari KL Sentral kami masih memilih menggunakan LRT menuju KLLC  alasannya cepet banget sich…dibanding harus menggunakan taxi di waktu jam pulang kerja seperti ini,… oohh tidaaaaaakkkkk!!! Barulah begitu sampai di KLLC kami menggunakan taxi menuju Sucasa.

Puas rasanya kami sudah diberi kesempatan untuk menikmati perjalanan menuju Penang ini! Yang ternyata Penang ‘lebih sangat memberi arti’ dibandingkan sedikit perjalanan yang sempat kami rasakan di KL beberapa hari lalu. Eits,…… tapi masih ada 1 hari lagi besok untuk kami bisa berkeliling di KL ini dan masih banyak tempat juga yang kami ingin kunjungi (tapi apa mungkin dalam 1 hari saja kami bisa mendapatkan itu semua…???) Kita lihat saja besok,….. 🙂 See You!