KL – Penang yang kukenang… @ Day-4

Hari ini adalah hari ke-4 kami di Malaysia, dan merupakan hari ke-2 kami di Pulau Penang. Schedule kami hari ini jelas untuk mengelilingi George Town dan wisata pantai ke Batu Ferringhi (kesukaan Qnan untuk bermain pantai). Tepat pukul 8 pagi kami keluar dari hotel untuk mencari menu breakfast, dan yang kami tuju adalah hawker center di New World Park. Oooww,.. ternyata jelas belum buka lah ya,.. Akhirnya mata kami tertuju ke dekat bus stop yang ada di dekat pertokoan seberang New World Park. Sebuah kedai non permanent yang terlihat menjual makanan dan dipenuhi oleh pembeli. Apa istimewanya ya kedai ini..?? Akhirnya kakipun melangkah mendekatinya,.. Yang ternyata memang menjual makanan mulai dari nasi lemak yang berlauk ikan, telur atau ayam tinggal pilih, selain itu juga dijual bermacam kuih muih yang menggugah selera. Belum lagi pilihan minumannya, ada teh tareek yang ternyata enak banget loh..!! Tapi, ternyata kopi susu-nya sangat lebih enak…… hhhmmm baru kali ini menemukan kopi yang pas di lidah aku.

Selesai dengan breakfast kami di kedai dekat bus stop yang sangat mengesankan ini, kamipun melanjutkan berjalan kaki ke bus top di Jl Transfer untuk menunggu bus CAT kembali. Tujuan kami pagi ini berkeliling George Town sambil berfoto. Pertama kali yang kami singgahi adalah sebuah lapangan luas bernama Esplanade Penang yang pasti kami bisa berjalan menyeberangi taman dengan pemandangan yang luar biasa indah dan menemukan bangunan lama berupa gedung putih megah bernama Gedung Majlis Perbandaran Pulau Pinang.

CIMG0880

George Town

@ Gedung Majlis Perbandaran Pulau Pinang

@ Gedung Majlis Perbandaran Pulau Pinang

Setelah lelah berpanas-panasan mengelilingi Esplanade Penang dan sekitarnya, kami pun melanjutkan perjalanan untuk makan siang di dekat hotel saja, hawker center yang kami impi-impikan… 🙂 Selesai makan siang, kamipun beristirahat di hotel terlebih dulu (maklum karena kami membawa Qnan). Kira-kira pukul 16.00 kami bersiap untuk pergi ke Batu Ferringhi, dengan naik bus 101. Perjalanan cukup panjang dan lama, ditambah lagi dengan supir bus yang selalu bawa dengan penuh semangat alias ngebut…. 🙂 akibatnya Qnan pun langsung manyun karena menahan rasa yang gak karuan. Untunglah begitu kami turun dan melihat jelas pantainya, rasa eneg juga pusing yang tadi kami rasakan langsung menghilang…. Sungguh indah luar biasa, selain pantainya bersih, pemandangan sekitarnya pun sangat indah. Jadi teringat Siloso beach di Sentosa Island. Qnan sudah gak sabar buat ganti baju dan langsung bermain pasir, lari kesana kemari, pokoknya sangat menikmati…. Gak terasa tiba2 waktu sudah menunjukkan pukul 19.00 (walopun masih terlihat terang) dan sunset pun mulai terlihat dengan jelas.

@ Batu Ferringhi

@ Batu Ferringhi

Setelah puas bermain pasir dan berfoto-foto, akhirnya kamipun bersiap untuk melanjutkan makan malam kami di Gurney Drive. Sebelumnya Qnan mengajak untuk makan di Mc Donald seberang pantai, setelah perut kenyang akhirnya kami menunggu bus 101 , yang kebetulan juga melewati Gurney Drive Hawker Center. Namun bus 101 itu tidak bisa membawa kami untuk turun tepat di depan hawker center, melainkan kami harus turun di bus stop Gurney Drive dan kami pun harus berjalan menyeberangi pertigaan yang ada, tidak jauh dari situ kamipun sudah dapat melihat sebuah keramaian yang ternyata betul itulah Gurney Drive Hawker Center! Setelah puas makan dengan menu yang semuanya enak,.. kamipun kembali ke hotel dengan melanjutkan naik bus 101, turun di Komtar namun kali ini kami harus menyeberangi memasuki pertokoan di dalam Komtar karena ternyata bus tidak memasuki terminal dan kami pun harus berganti bus walaupun masih tetap dengan bus 101.

Hari ini sangat menyenangkan, karena akhirnya kamipun menemukan banyak spot yang bagus untuk berfoto-foto… dan tentunya menemukan kembali keindahan pantai yang luar biasa,… Batu Ferringhi, sepertinya Qnan ingin kembali menemuimu. Terimakasih Tuhan untuk perjalanan kami hari ini!

Advertisements

KL – Penang yang kukenang… @ Day-3

Hari ini Kamis tgl. 28 Februari 2013, adalah hari ke-3 kami di Malaysia. Pagi-pagi buta (sebetulnya sich gak pagi buta banget…..) kira-kira pukul 06.00 kami sudah keluar dari Sucasa menuju LCCT. Langit masih gelap, bahkan adzan Subuh pun baru saja terdengar, tapi ini udah jam 6 pagi loh….. hehehehe, kebiasaan di Jakarta jam 6 pagi Qnan sudah bersiap berangkat sekolah, tapi disini jam 6 pagi masih terasa sangat sepi. Pagi ini kami akan ke Penang dengan jadwal penerbangan pukul.08.30, oleh karenanya kami pun naik taxi menuju KLLC untuk naik LRT menuju KL Sentral. Hanya memerlukan waktu 20 menit saja kami sudah tiba di KL Sentral, dan seperti biasa langsung menuju ke tempat bus menuju LCCT. Akhirnya kami kembali memilih Aerobus untuk kami naiki sampai LCCT, dengan harga ticket untuk RM 8.00 untuk dewasa dan RM 4.00 untuk anak-anak. Selama perjalanan memang paling enak untuk melanjutkan tidur 🙂

Setibanya kami di LCCT, tidak terlalu jauh dari tempat berhentinya bus kami memasuki ruang check in untuk penerbangan domestik, langsung menuju mesin pencetak boarding pass kami pun langsung menuju ruang tunggu. Saat ini kami memang tidak menggunakan bagasi, karena barang yang kami bawa hanya1 travel bag saja. Sambil menunggu kamipun menyempatkan diri untuk breakfast terlebih dahulu, apalagi menu yang dipilih kalo bukan nasi lemak…… 🙂 (kami penggemar nasi lemak!!) Tidak lama kami menyelesaikan breakfast, ternyata pesawat sudah dibuka. Benar-benar on time!

Waktu yang kami butuhkan untuk terbang ke Penang hanya sekitar 30 menit saja. Ada hal lucu yang Qnan alami saat penerbangan menuju Penang. Seperti biasanya, Qnan selalu sajaaaaa….ada keinginan untuk membeli sesuatu di atas pesawat. Ceritanya saat itu Qnan pengen banget beli snack (yg sebetulnya snack itu juga sering dia temui di Jakarta) saat pramugari mulai menawarkan jualannya. Berhubung kami duduk di seat no 20, pramugari itu kok terasa lama sekali belum juga menghampiri tempat duduk kami. Rupanya saat si pramugari menawarkan dan baru melewati kira-kira seat no 15, dia sudah harus kembali ke depan pesawat. Karena pesawat sudah akan mendarat, dan semua bangku sudah mulai ditegakkan, kaca jendela dibuka kembali dan para penumpang diminta untuk duduk kembali dengan memasangkan seat belt masing-masing. Aku pun tertawa geli melihat ekspresi wajah Qnan yang terlihat sangat kecewa,… Tapi ya mau bagaimana lagi, lha wong pesawat memang sudah mau mendarat. Inilah resikonya terbang dengan jarak yang terlalu dekat dan pendek. Hahahahaaaaa……… 🙂

Penang Airport terlihat lebih rapi juga bersih (dibanding LCCT :)), kami langsung keluar dan mencari bus top untuk menuju ke Tune Hotel di Jalan Burmah. Tidak terlalu lama menunggu bus Rapid Penang 401E pun datang, dengan ticket seharga 2.70RM untuk dewasa dan anak-anak tidak dikenakan biaya tapi dibayarkan harus dengan uang pas yaaa… Karena mereka tidak menyediakan uang kembali, kecuali apabila memang mengikhlaskan kembaliannya 🙂 Duh, ternyata bus terisi penuh, Qnan pun gak dapat tempat duduk. Tapi tetap bukan suatu masalah buat kami, toh Qnan masih bisa duduk diatas travel bag yang kami bawa. Tapi ternyata,……….. Supir bus bawanya ngebut bangetttt! Sampai terlontar dari mas Bayu “Wah, ini kalo’ di Jakarta ibaratnya supir batak yang bawa nih..” Kira-kira memakan waktu 45 menit kami tiba di Terminal Komtar, setelah itu kami harus naik bus 101 untuk sampai di Tune Hotel jalan Burmah. Karena sebelum naik bus aku sempat bilang tujuan kami ke Tune Hotel ke supirnya, eeehh…akhirnya kami diturunkan tepat di depan hotel (padahal bukan bus stop loh…) heheheheeee, mungkin si supir kasihan melihat kami yang membawa Qnan.

Kami tiba tepat pukul 12.00 siang di Tune Hotel, yang ternyata waktu check in adalah pukul 14.00. Heheheee, gak apa-apa…. toh kami masih tetap bisa beristirahat di lobby hotel. Oiya, untuk menginap di Tune Hotel ini aku sudah memesannya melalui Agoda sejak beberapa bulan sebelumnya, selain karena lebih praktis (kami tinggal memperlihatkan voucher pembeliannya)sekalian bisa mengumpulkan point reward dari Agoda 🙂 Ternyata, jam baru menunjukkan pukul 13.00 kami sudah diberikan kunci kamar. Akhirnyaaaaa………..

Setelah kami berisitirahat sebentar, khususnya Qnan yang harus beristirahat dan mik susu dulu, hehehee… Sambil beristirahat aku sibuk membaca peta juga brosur-brosur tentang kota Penang yang tadi aku dapatkan di airport. Terutama yang aku cari adalah tempat makan dan makanan yang enak. Ternyata, sebelah hotel kami termasuk hawker center yang direkomendasikan, banyak menu makanan yang tersedia disitu. Nama hawker centernya adalah ‘New World Park Hawker Center’. Sore ini kami tertarik untuk mencicipi *lagi lagi* nasi lemak yang ada di Sri Weld Food Court di Lebuh Pantai.

CIMG0806

@ George Town – Penang

Kamipun keluar dari hotel kira-kira pukul 16.30 berjalan kaki dari  hotel tempat kami menginap menuju Jl. Transfer tempat bus CAT melintas. CAT (Central Area Transit) adalah bus gratis yang memang disediakan khususnya untuk wisatawan yang akan mengelilingi George Town, namun kenyataannya bus selalu penuh sesak oleh masyarakat lokal yang (mungkin) berasal dari golongan kurang mampu. Tapi ya masih baguslah ada bus gratis, hehehe……. Setelah kami makan nasi lemak di Sri Weld Food Court, kamipun menyusuri lebuh pantai melihat-lihat gedung2 tua di jaman kolonial yang masih berdiri kokoh dan terawat. Selesai berjalan kaki sepanjang lebuh pantai, kami kembali ke bus stop untuk tujuan pulang ke hotel, sambil berfoto-foto disepanjang  Jl. Burmah sebelum kembali masuk ke hotel kami sempat memasuki New World Park  disitu kami banyak menemui cafe resto termasuk hawker center, dan langsung tersusun rencana untuk menjelajahi makanan yang ada besok siang, yippieee….. Makanan yang enak2..!

Hari ini ditutup dengan duduk di kedai yang menjual bubur kacang merah, pesan dan makan ditempat. Sambil bertanya apakah makanan yang dijual di kedai ini halal..? dan jawabannya adalah ‘tidak’!! heheheee,.. ya sudahlah cukup menghirup bau mie goreng juga mie rebus yang sedang dimasak disitu. Kaki sudah terlalu lelah untuk berjalan, lebih baik kembali dan beristirahat di hotel sambil cari makanan di Seven Eleven saja cukup. Thanks God! Akhirnya akupun bisa menghirup udara Penang, kota yang selama ini membuat aku penasaran 🙂

KL – Penang yang kukenang… @ Day-2

Hari ke-2 kami di Kuala Lumpur, pagi ini rencananya akan kami lalui dengan mengunjungi Genting Highland yang terkenal itu. Yang tergolong ‘must see’  kalo kita sempat berkunjung ke Malaysia khususnya KL (katanyaaaaa……) 🙂

Sepertinya hari ini kami terlambat untuk memulai petualangan kami, karena kami baru keluar dari apartemen -/+ pukul 09.30 waktu KL. Jelas sangat berbeda dibandingkan jika kami menginap di Hotel. Karena saat kami menginap di tempat saudara seperti ini rasanya justru ‘keenakan’ untuk bermalas-malasan. Selain Qnan lebih senang untuk bermain bersama sepupunya, akupun dan mas Bayu harus menyesuaikan waktu dengan si empunya rumah. Tapi lumayan juga, masih saja tetap ada yang bisa aku ambil di sela-sela waktu, sempat mengelilingi sekitar apartemen. Dan,…. yippieeee,,,, ketemu orang yang jualan nasi lemak tepat dibawah jembatan penyeberangan depan Apartemen Nomad Sucasa ini. Hhhmmm,.. ternyata rasanya jauh lebih enak nasi lemak ini dibandingkan nasi lemak dari Restaurant Rasamas 🙂

Keluar dari Apartemen Sucasa kami diantar menuju LRT station di KLCC, ternyata disini kami harus membeli token terlebih dahulu untuk menggunakan LRT sesuai dengan tujuan kami. Di KL ini akupun tidak terlalu mendalami mengenai tata cara penggunaaan public transport yang ada, berhubung aku merasa tidak akan terlalu sering menggunakannya. Rupanya membeli token agak ‘lebih ribet’ dibandingkan apabila kita menggunakan smart card tentunya. Uang yang kami gunakan untuk membeli token pun harus betul uang pas, sedangkan untuk memiliki uang pas sampai sen-sen nya itu yang agak sulit buat kami yang hanya memiliki lembaran ringgit saja 🙂 hahahaaaa.. Akhirnya dari KLCC kami naik LRT menuju KL Sentral, aku lupa berapa ringgit yang harus aku keluarkan untuk kami ber-3. Yang aku ingat tidak lebih dari 5 ringgit saja. Setibanya di KL Sentral kamipun langsung menuju tempat penjualan ticket bus ke Genting di counter Resorts World Tours, Go Genting! Kami mendapat ticket bus sekaligus Genting skyway dengan jam keberangkatan bus pukul 11.00am dari KL Sentral seharga $4.30 untuk dewasa, dan $3.20 untuk anak-anak untuk sekali jalan. Ticket untuk kembalinya pun kami langsung pesan di tempat yang sama dengan jam kepulangan kami pilih pukul 06.30pm, toh apabila kami selesai sebelum jam tersebut kami masih tetap  bisa pulang asalkan tempat duduk dalam bus masih kosong.

Ticket bus and Genting skyway

Ticket bus and Genting skyway + ticket Snow World

Perjalanan sangat lancar  yang memakan waktu -/+ 1 jam menuju Lower Skyway, tempat kami harus berpindah untuk berganti skyway menuju Genting Highland. Tidak terlalu mengantri, mungkin karena bukan di akhir minggu dan juga bukan di musim liburan. Itulah enaknya kami bepergian bukan pada saat peak season..:) Tibalah saatnya kami naik cable car *jujur saja agak takut*, karena perjalanan inipun memakan waktu  cukup lama yaitu -/+ 30 menit (sangat lama buat aku yang agak takut ketinggian), tapi menjadi hiburan yang sangat menyenangkan untuk Qnan yang terlihat sangat menikmati perjalanan menggunakan cable car ini melewati hutan belantara, diiringi sejuknya udara pegunungan. Yaaaahhh….. daripada tegang, better foto-foto saja. Ini trik dari mas Bayu 🙂 daripada liat kebawah, mending fotoin kereta kereta lainnya yang terlihat indah berderet-deret melintasi hutan. Hihiiiii.. jujur, karena memang takut.
Skyway menuju Genting Highland

Skyway menuju Genting Highland

Begitu kami turun dari skyway, 1 tempat yang kami tuju dan langsung kami cari adalah…..Indoor Entertainment Park, karena hanya ini yang memungkinkan untuk Qnan bisa bermain. Langsung Qnan pun minta untuk masuk ke Snow World, hei..hei..hei… ternyata untuk mencari 1 tujuan saja cukup sulit karena begitu luasnya tempat ini. Sampai terlontar dari Qnan ‘kok jauh banget ya bu..? jalannya harus naik turun lagi” hahahaaa… Walaupun begitu tetap saja dia happy juga semangat!

Akhirnya sampai juga kami di Snow World, setelah sempat berfoto-foto disekitar arena permainan dan sebelum kami membeli ticket untuk masuk Snow World, Qnan mengajak ku untuk makan terlebih dulu. Okelah, kami akhirnya pergi untuk mencari makan terlebih dulu….. Sepertinya Qnan sudah tidak terlalu berminat untuk makanan fast food seperti KFC ataupun Mc D. Jatuhlah pilihan di sebuah food court bernama “Market Food Street”  yang banyak macam pilihan makanannya. Qnan memang paling suka makan udang, mas Bayu pun sangat tertarik dengan aneka pilihan makanannya, bahkan sambal udang petai pun ada 😀 iseng banget mas Bayu pun ambil udang petai yang kalo dari wanginya memang sangat menggoda. Tapi aku sempat curiga, bentuk petainya disini ternyata jauh lebih besar dibandingkan yang sering aku temui di Jakarta ini. Ternyata memang betul, begitu kami rasakan, rasa petainya pun sangat tajam dengan aroma yang lebih tajam pula. Hahahahaaaaa………… sampai akhirnya malah gak kemakan deh,.. Selesai makan pun, mas Bayu malah sibuk cari permen mint untuk penghilang rasa juga aroma yang gak hilang2. Tobaaaattttt…….!!! Belum lagi dengan harga dari makanan yang kami pesan agak ajaib juga, untuk harga sesendok udang petai yang membuat mabuk itu dihargai 8.00RM dan 7 ekor udang yang dimakan Qnan pun dihargai 21.00RM. Hahahahaaaaa… wajarlah, kalo harga makanan begitu sampai di Genting jadi begitu mahal, mengingat perjalanannya saja tadi yang cukup jauh dan menantang 🙂

Entertainment Park - Genting

Entertainment Park – Genting

Setelah selesai makan, kamipun langsung menuju ke Snow World untuk membeli ticket, yang kebetulan pas banget 15 menit lagi pintu dibuka. Kami mendapatkan ticket untuk pukul 14.30 – 15.10, dengan harga 25.00RM untuk anak-anak dan 30.00RM untuk dewasa. Tidak lama menunggu kamipun diperbolehkan untuk memasuki area Snow World dengan diberikan koin untuk mengunci loker. Sayangnya kami tidak diperbolehkan membawa kamera maupun hp. Sebelumnya kamipun mengambil jacket, sarung tangan juga sepatu. Disini  kami disediakan dengan berbagai ukuran mulai dr ukuran anak sampai ukuran XXL, tapi ya gitu deeeehh dengan kondisi semuanya tidak terlalu baik…. Kancing jacket banyak yang sudah tidak lengkap, kondisi sepatu yang lembab, juga sarung tangan yang lembab juga. Tapi yaaaa….namanya juga barang pinjaman, hehehe,,, Suhu di dalam ruang yaitu -6 derajat celcius, bbbrrrr.. suhu yang sangat dingin buat aku. Belum terlalu lama didalam hidung langsung terasa mampet (kebiasaan penyakit di udara dingin), tangan juga kaki udah terasa membeku, berbeda dengan  Qnan yang masih asik dan sangat menikmati bermain dengan salju. Akhirnya baru 20 menit didalam, terpaksa aku menyerah….. Aku keluar terlebih dulu, sedangkan mas Bayu masih menemani Qnan yang masih saja asik bermain dengan salju.

Selesai kami di Snow World, rasanya sudah tidak ada lagi tempat  yang menarik minat baik Qnan maupun aku. Kamipun memutuskan untuk berjalan-jalan saja mengambil arah pulang ke tempat dimana skyway akan membawa kembali ke tempat pemberhentian bus Go Genting! Masih terheran heran dengan magnet apa gerangan yang banyak sekali menyedot wisatawan untuk datang berkunjung ke Genting ini.. Padahal, over all (kalo boleh jujur) menurut aku  tidak ada sesuatu yang ‘unique’ di Genting ini, mungkin karena tempatnya saja yang di dataran tinggi sehingga wisatawan bisa menemukan udara dingin dan segar, hawa khas pegunungan. Selebihnya tidak ada yang terlalu istimewa,….

Kamipun akhirnya memutuskan untuk turun. Hwaaaaaa… ternyata perjalanan dengan menggunakan skyway saat turun jauuuuhhh lebih mengerikan ketimbang saat kami naik tadi. Karena rasanya kami dilepaskan dari ketinggian ke jurang yang dalam,… aaarrgghh ini sich jelas karena memang aku yang terlalu takut dengan ketinggian. Beberapa menit sempat sama sekali gak berani untuk melihat bawah, tapi setelah itu sudah kembali ke jalan yang normal, hehehee…. Saat itu, justru Qnan yang tertawa kegirangan melihat ayah dan ibu’nya sempat pasang muka tegang. Betul2 yang terbayang, andaikan kabel ini putus apa yang akan terjadi..? (pertanyaan yg terlontar dari mas Bayu). Masih sama saat keberangkatan tadi, kami memerlukan waktu -/+ 30 menit dan begitu tiba kami langsung mencari bus yang akan berangkat kembali ke KL. Rupanya kami harus menunggu bus selanjutnya, walaupun jam keberangkatan kami yang tertera di ticket adalah pukul 18.30, tapi kami tetap diperbolehkan untuk mengikuti bus keberangkatan pukul 17.00.

Tiba kembali di KL Sentral, waktu masih menunjukkan pukul 18.00. Saat itu Qnan sudah gak sabar untuk ingin segera kembali ke apartemen (yang ada dalam bayangannya hanya ingin bercanda dan bermain bersama saudara sepupunya) 🙂 Segera kami membeli token LRT dengan tujuan Ampang Park, dengan harapan kami bisa lebih dekat dan cepat tiba di apartemen kembali. Yang ternyata ,… ow….ow… sepanjang jalan Ampang di jam pulang kerja betul-betul macet , yang akhirnya kami memilih untuk berjalan kaki saja dibandingkan kami harus naik taxi. Jarak yang lumayan jauh untuk kaki kecil Qnan, kira-kira 2 km kami harus berjalan kaki menuju Apartemen Sucasa, dengan waktu tempuh -/+ 30 menit dengan berjalan santai.

Terimakasih Tuhan, untuk perjalanan juga petualangan kami di hari kedua kami di Malaysia. Full day at Genting,.. Bagi yang penasaran dengan berita kehebohan Genting,… Go Genting!! ;p

KL – Penang yang kukenang… @ Day-1

Kali ini liburan kami akan menuju negeri tetangga kita sendiri, Malaysia 🙂 Berangkat dari rumah pagi jam 05.30 WIB, padahal flight baru jam 08.30. Tapi jelas saja alasan kami saat itu karena malas terburu-buru, dengan harapan setibanya di Bandara masih bisa breakfast ataupun bersantai-santai dulu. Masih tetap sama seperti liburan sebelumnya, kami masih setia dengan menggunakan Air Asia, pesawat berbudget rendah 🙂 Tapi, untuk saat ini kok kami justru malah merasa lebih nyaman memasuki Terminal 3 di bandara Soekarno Hatta ini, dibandingkan harus memasuki Terminal 2 yang sangat terasa sesak juga cenderung kumuh. Mungkin karena Terminal 3 masih baru ya…?? Menurut info yang aku dapat, Terminal 3 ini nantinya akan menjadi terminal khusus untuk penerbangan berbudget rendah. Semoga saja kebersihannya masih bisa tetap terjaga seperti saat ini.

Setelah selesai check in, kamipun berniat untuk meng’up grade bagasi untuk kepulangan dari KL menuju Jakarta, dengan alasan   pasti bawaan akan lebih banyak dan jauh lebih berat (karena pasti ada oleh-oleh) dibandingkan keberangkatan kami dari Jakarta ini. Dengan menambah berat  maksimal menjadi 30kg aku harus menambah 150ribu, is better lah….. dibanding aku harus menambah bagasi on the spot. (Ini saran dari petugas Air Asia-nya langsung lho, saat tadi kami check in..)

Setelah kami selesai di urusan check in dan up grade bagasi, langsung menuju ruang tunggu. Sebelumnya, mampir dulu ke Circle K untuk beli minuman juga roti, berhubung di terminal 3 ini ternyata tidak ada restaurant yang mengundang minat kami. Karena memang hanya ada 1 restaurant  dan itupun aku pernah mendapatkan pelayanan yang kurang baik, jadi rasanya enggan untuk masuk kesitu lagi.. (restaurant apa hayo,…?? Yang pernah masuk ke Terminal 3 pasti bisa langsung nebak karena  memang hanya 1-1 nya restaurant yang ada di lantai dasar) 🙂

Kami lanjutkan menuju ruang tunggu, dengan melewati bagian imigrasi, stempel Paspor lancar. Tapi begitu kami memasuki bagian pemeriksaan barang, ada 1 travel bag yang saat itu memang aku tenteng karena isinya baju ganti Qnan juga printilan lainnya. Duh, lagi2 aku membuat suatu kesalahaan besar kali ini…. Padahal bukan kali pertama untuk aku melakukan perjalanan internasional, dimana aturan yang ada adalah tidak boleh membawa cairan lebih dari 100ml. Ternyata (betul2 tanpa sadar), aku memasukkan Body Lotion’ku di travel bag ini…. Hwaaaaa…..:'(( Petugas langsung meminta kami untuk meninggalkan (alias dibuang) atauuuuuu…kami susulkan masuk kedalam koper yang akan masuk ke bagasi. Hiks…. hiks…. pilihan yang sama beratnya, karena membayangkan untuk kembali ke tempat check in saja sudah cape’ tapi kalo harus dibuang pun jelas lebih sayang…… karena harganya pun tidak lebih murah dari  airport tax yang tadi kami bayarkan. Akhirnya setelah kasak kusuk sama mas Bayu :), aku putuskan untuk aku yang lari mengejar si koper yang semoga saja belum masuk ke bagasi pesawat. Yang pada akhirnya si botol Body Lotion pun bisa aku susulkan masuk ke dalam koper :)) pelajaran yang sangat berharga *untuk diingat2 kalo mau melakukan penerbangan internasional*

Akhirnya kamipun menaiki pesawat, penerbangan kali ini betul2 on time tanpa terlambat semenit’pun. Diatas pesawat kami disambut oleh pramugari asal Malaysia, jadi berasa sudah sampai di KL. Dari penyampaian informasi penerbangan pun sudah menggunakan bahasa Melayu Malaysia, bahkan saat kami bertransaksi di atas pesawat’pun sudah menggunakan mata uang Ringgit. Adaaaa saja yang selalu ingin dibeli Qnan diatas pesawat 🙂 yang sepertinya juga gak penting2 banget dibutuhkan, tapi ya namanya anak2 selalu terkesan dengan hal-hal baru. Perjalanan udara kami memerlukan waktu kurang lebih 1 jam 40 menit, dengan perbedaan waktu antara Jakarta dan Kuala Lumpur 1 jam lebih cepat.

Begitu turun dari pesawat, agak kaget juga melihat Bandara’nya yang ternyata hhhmmm…sangat standard, atau bahkan dibawah standard ya? heheheee… Yah, namanya juga LCCT (Low Cost Carrier Terminal) jadi ya memang bandaranya untuk pesawat – pesawat murah saja. Perjalanan dari turun pesawat sampai tempat pengambilan bagasi ternyata cukup jauuuuhhh….. 🙂 tapi, tetap saja dinikmati dong namanya juga berpetualang, hhahahahhaa.. Sebelum kami mengambil bagasi, kamipun harus kembali antri untuk pemeriksaan imigrasi yang ternyata tidak terlalu ketat, juga gak terlalu banyak tanya. Berbeda dengan pemeriksaan imigrasi yang pernah kami rasakan di Singapore, yang terkesan lebih tertib dengan pertanyaan yang lebih detail. Kami bersamaan dengan orang-orang dari Bangladesh maupun India, dan mereka terlihat nyata datang ke Malaysia bukan untuk berwisata. Setelah selesai urusan keimigrasian, kamipun langsung mengambil bagasi. Keluar dari pengambilan bagasi langsung terlihat beberapa counter yang menjual ticket bus menuju KL Sentral. Di Counter yang bertuliskan Aerobus LCCT – KL Sentral, aku pun membeli 2 ticket dewasa dan 1 ticket anak. TIcket dewasa seharga 8.00 RM dan untuk anak seharga 4.00 RM, hehehheeee harga yang cukup murahlah untuk harga bus yang cukup nyaman juga dengan tujuan yang cukup jauh pula menuju KL Sentral. Perjalanan menuju KL Sentral memakan waktu +/- 1 jam, dengan kondisi jalan yang cukup lancar. Lagi2 dibuat kaget dengan tempat pemberhentian bus di KL Sentral yang terlihat kumuh, awalnya agak ragu-ragu. Betulkah ini yang dinamakan KL Sentral…? Tapi berhubung, semua penumpang turun akhirnya kamipun ikutan turun 🙂 (kebiasaan kalo di tempat baru, mengekor saja).

Setelah kami memasuki gedung KL Sentral, barulah terlihat apabila KL Sentral adalah pusatnya angkutan yang akan membawa kita kemanapun tujuannya. Baik dengan menggunakan LRT ataupun Rapid KL (bus kota). Oya, sebelum kami keluar dari KL Sentral, kami sempatkan terlebih dulu untuk makan siang (walaupun agak terlambat, karena saat itu jam sudah menunjukkan pukul 3 sore)

@ KL Sentral

@ KL Sentral

Akhirnya pilihan makan siang kami pun jatuh ke Restaurant Rasamas, mas Bayu memilih menu Nasi Lemak dengan tambahan Chicken Rice (doyan apa lapar mas..? ;p) sedangkan aku memilih menu favorit-ku Curry Laksa,hhmmmmm sudah langsung terbayang yummy’nya. Qnan jelas memilih menu yang standar anak-anak, Fried Chicken dengan Chicken Rice. Ternyata dari ke-3 macam menu yang kami pesan, tetap juaranya adalah….. Curry Laksa!! Mas Bayu pun menyesal kenapa gak pesan Laksa saja ya, karena ternyata Nasi Lemak yang diidolakan’nya pun tidak seenak yang dia bayangkan 🙂 Tapi,.. ya sudahlah, bisa menjadi bahan referensi bagi kami kalo mau cari Nasi Lemak yang enak jangan cari di dalam restaurant, justru nasi lemak emper jalanan akan jauh lebih nikmat!

Setelah perut kenyang, kami pun bersiap untuk keluar dari KL Sentral. Tujuan kami adalah Apartemen Nomad Sucasa di Jl. Ampang, kebetulan ini adalah tempat saudara sepupuku tinggal. Jadi selama di Kuala Lumpur, kami akan tinggal disini. Sebelumnya kami membeli ticket taxi terlebih dulu seharga 16.00 RM. Setelah ticket kami dapat, kami pun mendatangi supir taxi yang sudah menunggu di luar, kamipun menyebutkan tujuan kami. Dan pertanyaan yang keluar dari si supir adalah, ” Sudah tahu jalannya..??” Damn!! Ternyata Si Supir Taxi yang nampak jelas keturunan India itupun gak tau jalan, tapi masih lebih bagus si supir ini ketimbang kebanyakan supir taxi di Indonesia ;p nampak jelas dia berusaha untuk menghubungi teman-temannya agar dapat menemukan alamat tersebut. Aku sih duduk tenang saja, gak takut argo melonjak karena dibawa putar2 ndak jelas, wong kita sudah bayar duluan. Masalah nanti muter2 itu kan resiko si supir taxi yang ‘kuper’ karena tidak tau jalan, heheheeee…..Untung saja, kamipun tidak dibawanya untuk keliling KL. Karena ternyata Jl. Ampang yang aku tuju itu pusat perkantorannya KL, yaaaa.. semacam Kuningan lah kalo di Jakarta, karena disekitar situ hanya ada kantor, mal, hotel juga apartemen. Cukup mudah sebetulnya untuk mencari alamat tersebut. Wah, berarti jelas si supir tadi yang kurang pergaulan.

Malam pertama kami di KL, kami habiskan untuk berjalan disekitaran Suria KLCC, termasuk makan malam disana dan diakhiri dengan berfoto dengan background Twin Towers yang tersohor itu,…..

Twin Towers

Twin Towers