BERTEMU, BERSAMA dan memutuskan untuk BERPISAH

Tau orang itu, ya! kenal orang itu sudah cukup lama, bersama dengan orang itu hanya beberapa saat saja.. dan berakhir dengan sangat tidak menyenangkan, apalagi mengesankan!!

Kata hati berucap, bahwa orang itu tidak ‘menyenangkan’ sudah aku rasakan sejak awal bersama.. Tapi, akal sehat dan rasio ku berkata “Sangat tidak bijaksana untuk menilai seseorang hanya dari satu sisi saja, apalagi hanya karena mengikuti kata hati..”

Awalnya ‘cukup baik’, pertengahan kebersamaan ‘tidak baik’ dan akhir kebersamaan ‘sangat tidak baik’,..

Dari awal kebersamaan aku merasa tidak pernah mencoba untuk mengibarkan bendera peperangan, karena kenyataannya bendera peperangan selalu berawal dari pihak-nya.. dan tidak pernah sekali-pun terpikir untuk membalasnya apalagi sampai bertindak untuk melakukan pembalasan.

Kesabaran yang selalu aku unggulkan, menutupi rasa yg ‘remuk’ hanya dengan candaan, senyuman yang mungkin terlihat hambar tak berasa, tak banyak yang aku lakukan. Karena tetap percaya “Only Heaven Knows’..

Tak pernah diajak bercerita apalagi berbagi rasa, pada akhirnya aku terbuang begitu saja tanpa ada sepatah kata apalagi cerita untuk memutuskan akhirnya kita berpisah.

Melihat semua sikap, sifat dan karakter orang yang seperti ini, masih tersisa-kah kekaguman, kebanggaan apalagi hormat aku untuk-nya? Mungkin tak ada satu orang pun di muka bumi ini yang mau apalagi berharap untuk mengenal sosok orang ini..

GOOD BYE semuanya.. mungkin ini memang yang terbaik, bahkan sangat baik yang sudah Tuhan rencanakan dan akhirnya terjadi untuk kehidupanku selanjutnya. Karena hidup harus tetap berjalan, tak pernah berhenti hanya karena HE’S JUST NOT IN TO ME!!

#kisah di Oktober 2010#

Advertisements

BAIK dan BENAR

Selau mengingat kata-kata “Lebih baik menjadi orang BENAR, dibanding menjadi orang BAIK” disaat semua orang berlomba mencari muka, kata-kata tersebut dapat dijadikan ‘warning’ bagiku..

Menjadi orang benar, pasti akan melalui jalan yang baik.

Tidak untuk menjadi orang baik, yang bisa dilalui dengan cara-cara yang belum tentu benar.

Tidak akan pernah bisa melupakan nasihat itu, … #terimakasih yang tak terhingga untuk seseorang yang pernah memberikan petuah itu, sangat melekat di pikiranku#

Pentingnya “Jalan-jalan”

‘Jenuh’.. Bagaimana tidak? Setiap hari kita melakukan rutinitas yang benar2 tidak bervariasi. Bangun pagi, siapkan kebutuhan Qnan juga ayahnya. Antar Qnan sekolah, langsung pergi ke tempat kerja. Sampai di kantor ya ketemunya sama kerjaan yang itu2 juga. Kalau hasil kerja kita selalu “ok” dimata orang-orang sekitar kita sih no problem,.. Ada saatnya pasti kerjaan kita kena ‘teguran’ atau mendapat ‘keluhan’ dari orang-orang itu, baik atasan, rekan kerja atau bahkan para customer kita. Tapi, yaaaa…. itulah seninya bekerja 🙂 Yang pasti, di akhir bulan kita mendapatkan ‘hasil’nya, meskipun terkadang kita merasa kurang puas karena tidak bisa mengaktualisasikan diri kita secara penuh.

Nah,… sebab itu penting banget yang namanya ‘jalan-jalan’. Jalan-jalan pergi ke mal? halahhh.. cuma ngabisin duit aja, sedikit sekali pelajaran yang bisa kita ambil. Malah mungkin sama sekali gak ada yang bisa diambil.. Apalagi jalan-jalannya sama anak, malah ngajarin anak konsumtif!!! Makanya, kalau aku sih milih jalan-jalan itu ya benar2 jalan-jalan ke suatu tempat yang ‘hidup’, bisa melihat secara langsung culture yang berbeda, orang2 yang berbeda ataupun kebiasaan yang berbeda juga..

Jelas pilihannya ya jalan-jalan ke luar kota atau bahkan mungkin ke luar negeri. Dengan begitu kita bisa refreshing skalian ngajarin anak sesuatu yg mungkin sebelumnya belum pernah dia lihat sama sekali. Jelas bukan cuma buat anak,.. ayah ibu nya pun bisa skalian ‘study banding’ heheheee… Satu contoh, saat kita jalan-jalan ke luar kota biasanya kita bisa menemukan ‘bahasa’ yang berbeda dengan bahasa yang biasa kita dengar sehari-hari, begitu juga ‘perilaku’ dan ‘kebiasaan’ orang yang berbeda di setiap daerah. Menurutku itu seruuuuu… Seru untuk kita bahas, bisa kita ambil untuk kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari kita apabila memang itu baik, sekaligus memberikan contoh langsung apabila memang itu tidak baik.

Oleh karena itu, paling tidak setiap 6 bulan sekali tentukan arah,.. Kemana kita akan pergi? Gak peduli berapa biaya yang harus dikeluarkan. Tapi, kalau untuk aku pribadi udah ada cara yang sangat efektif untuk supaya kita bisa jalan-jalan tetap dengan biaya yang ekonomis, tapi dijamin tetap aman dan nyaman.

Tentukan jauh-jauh hari tempat / kota mana yang akan kita tuju, cari tau mengenai apa saja yang menarik dari tempat yang akan kita tuju, cari tau juga cara yang paling mudah untuk mencapai tempat yang akan kita tuju, juga kemungkinan yang akan kita temui apabila kita membawa anak (yang notabene masih dibawah 10thn). Biasanya aku selalu melakukan hal ini setiap kali kami pulang dari ‘jalan-jalan’. Sehingga pekerjaan ‘mencari tau’ ini dapat aku lakukan -/+ 6(enam) sampai dengan 8 (delapan) bulan sebelum hari H 🙂 Tentu ini menjadi side job yang sangat meyenangkan untuk aku pribadi, di sela-sela waktu kerja atau di sela-sela weekend, kegiatan untuk browsing tempat dan segala macam printilannya, menjadi hiburan yang sangat menyenangkan.

Untuk transportasi dan akomodasi kita juga bisa tentukan dari awal, tentunya yang paling memudahkan dan aman untuk kita. Apabila jarak tempuh jauh (lebih dari 10 jam) biasanya kami memilih menggunakan pesawat. Pakai saja penerbangan dengan tarif murah (saat ini sudah banyak sekali ditemui maskapai penerbangan murah, tp tetap nyaman). Untuk akomodasi jelas kita bisa pilih budget hotel, dan akhirnya di kota tujuan 90% adalah jalan-jalan (bukan shoping) :)) Pasti menyenangkan!!

SUKSES itu punya SAYA..!

Kalau kita bicara masalah KESUKSESAN, terkadang orang menganggap bahwa ‘sukses’ itu punya orang2 tertentu saja, atau malah terkadang ada yg beranggapan kalau ‘sukses’ itu cuma punya orang2 yg ‘bejo’ alias mujur hidupnya..
Tapi, aku punya pendapat sendiri mengenai KESUKSESAN, karena menurut aku.. (pribadi) sukses itu sangat berkaitan dan sangat ditentukan oleh diri kita sendiri. Dimana kita mau merubah hidup kita, pola pikir ato mind set kita, sikap kita menanggapi suatu masalah, perilaku kita terhadap lingkungan sekitar dan lain lainnya yang secara otomatis itu akan terpancar dan tercermin dalam kehidupan kita sehari-hari.
Apabila ada yg beranggapan bahwa yg menentukan ‘sukses’ kita adalah Tuhan, its OK.. krn memang DIA lah yg membuat skenario dalam kehidupan kita di dunia. Tapi,… (masih ada tapinya) lha kalo’ kita sendiri gak ingin, gak mau, gak action untuk merubah hidup kita.. apa ya ‘sukses’ itu bakal menghampiri hidup kita..?? Jelas cuma mimpi kali yeee….
Oleh karena itu terkadang ‘gemas’ dengan orang-orang yg cuma bisa menunggu, berpangku tangan, bertopang dagu menunggu datangnya ‘perubahan’ dalam hidupnya! Kita ini hidup selalu dinamis, kadang dibawah kadang diatas.. itu pasti! Tapi gak mustahil juga kok untuk kita selalu berada dalam posisi ‘aman’, kalau kita sendiri tau bagaimana memaksimalkan situasi dan kondisi saat itu untuk bisa bertahan lebih lama atau bahkan bisa memanfaatkan situasi aman tersebut agar bisa menjadi ‘lebih aman’…….
Menurut pendapat aku lagi,.. (lagi2 ini pendapat pribadi ya..) orang lain diluar diri kita itu hanya menyumbangkan beberapa % nya saja untuk kesuksesan dalam pribadi kita. Karena percuma saja kalo lingkungan kita, orang-orang yang ada di sekitar kita memberikan dukungan atau bahkan pengaruh yang luar biasa ke dalam diri kita tapi kita-nya sendiri hanya berdiam diri.. Tetap saja,.. mana bisa berubah???
Kesimpulan,… KESUKSESAN hanya datang apabila ada keinginan dari dalam diri kita untuk mendapatkannya! Orang lain, lingkungan, dan lain-lainnya ya cuma ‘bonus’ aja,.. syukur2 kalau orang lain itu memang bisa memberikan pengaruh yg baik, syukur2 juga kalau lingkungan kita mendukung untuk kita bisa mendapatkan apa yg kita mau, selebihnya pengaruh yg terbesar adalah dari DALAM DIRI KITA….

Gagahnya Fort Rotterdam..

Hari ke-2 di Makassar, diawali dengan breakfast and lunch di KFC Sam Ratulangi, sambil menunggu para kaum lelaki yang sedang menjalankan shalat Jumat. Hari ini kami keluar rumah sudah terlalu siang (mungkin masih kelelahan karena semalam baru tiba), dan rencananya akan kami lalui dengan mengunjungi Benteng Fort Rotterdam dan sisa waktunya akan mengikuti acara reuni dari sekolah kakak ipar. Maklum, karena kami nebeng jadi mau gak mau pun harus mengikuti kemanapun mereka pergi 🙂 Ditambah lagi sore hari ini kami harus menjemput rombongan kakak’ku dari Yogya.

Bangunan gedung yang berderet ‘cantik’

Museum La Galigo

Setelah waktu shalat Jumat selesai, kami pun melanjutkan perjalanan. Sesuai dengan rencana awal, sementara kakak’ku ada acara lain kamipun ditinggal di Benteng Fort Rotterdam. Akhirnya kami mengelilingi Benteng ber-3 dengan mas Bayu dan Qnan. Begitu turun di depan Benteng, Qnan sangat antusias melihat Benteng yang berdiri di tengah perkotaan dengan megah dan sederetan bangunan gedung yang terlihat apik dan rapi. Beberapa kali Qnan minta untuk difoto, dan inilah hasil dari Qnan bergaya…. 😀

Langsung berkeliling mengitari benteng yang sangat luas. Sayangnya kami tidak menemukan ‘tour guide’ yang bisa membantu kami untuk berkeliling benteng. Padahal setauku, kalo kami bisa mengitari seluruh benteng, kami bisa melihat dan menemukan ruang bekas penjara Pangeran Diponegoro 😦 Tapi, ya gak apa-apa juga lah… Mungkin someday kami bisa mengunjungi tempat ini lagi.

Matahari sudah semakin terik, akhirnya kamipun menyudahi acara berjalan-jalan mengitari Benteng Fort Rotterdam yang indah ini. Selain karena memang kami sudah akan dijemput kembali untuk langsung ke Bandara menjemput kakak’ku yang akan datang dari Yogya. Terimakasih untuk kota Makassar, yang masih bisa merawat dengan baik benteng ini, sehingga kamipun bisa menikmatinya dengan nyaman dan memberikan pengetahuan baru untuk Qnan.. 🙂

Gerbang Fort Rotterdam

depan Fort Rotterdam