Bantimurung,….

Taman Nasional Bantimurung

Beberapa hari tinggal di Makassar rasanya kurang pas kalo kita belum mengunjungi Taman Nasional Bantimurung yang terletak di Kabupaten Maros, sekitar 40km dari kota Makassar. Siapa sih yang gak pernah dengar Bantimurung..? Yang katanya disana kita bisa menemui museum kupu-kupu juga air terjun nya yang indah.

Perjalanan kami mulai siang hari kira-kira pukul 11.00 waktu Makassar, karena sebelumnya kami memilih untuk mencari oleh-oleh dulu sebelum rasa malas muncul untuk berkeliling (yang menurut kami membuang waktu) hanya untuk mencari oleh-oleh. Karena setiap kali perjalanan ke luar kota, aku dan suamiku tidak terlalu ‘bernafsu’ untuk memburu oleh-oleh. Justru yang kami utamakan adalah dapat mengunjungi seluruh ‘icon’ yang ada di kota tersebut. Walau terkadang agak sulit untuk membagi waktu, karena mau nggak mau kami pun harus menyesuaikan dengan kemampuan fisik  Qnan dalam setiap perjalanan kami.

Tiba di Taman Nasional Bantimurung -/+ pukul 12.30, perjalanan lumayan panjang dengan ruas jalan yang agak sempit dan beberapa kali menemui perbaikan jalan. Begitu memasuki gerbang Taman Nasional disambut oleh patung kera besar juga gerbang yang tentu saja berbentuk Kupu-kupu yang sangat besar. Begitu turun dari mobil, kami bisa menghirup udara yang cukup menyegarkan. Sudah gak sabar untuk bisa segera melihat air terjun dengan kupu-kupu berterbangan bebas yang dapat kita nikmati setiap saat (ini menurut info yang aku dapat sebelumnya yaa….) 🙂

Tapi, begitu kami memasuki area Taman Nasional Bantimurung, sangat kecewa… Ternyata kenyataannya tidak seindah apa yang sudah aku bayangkan 😦 Saat itu aku membayangkan taman yang indah dan terawat, dihiasi kupu-kupu yang berterbangan dengan indahnya) Kenyataannya, yang aku temukan adalah sebuah taman yang cukup luas tapi gak terawat dengan baik, banyak sampah yang tidak dibuang pada tempatnya dan yang paling mengecewakan,… tidak satupun aku temukan kupu-kupu yang berterbangan dengan bebas. Yang paling kecewa tentu saja Qnan, karena dari rencana yang sudah kami susun dari Jakarta tujuan kami ke Bantimurung adalah untuk menikmati air terjun yang indah dengan dikelilingi oleh kupu-kupu yang  berterbangan dengan bebasnya. Beberapa kali Qnan bertanya dan tentu saja mendesakku untuk menemukan kupu-kupu yang dimaksud,.. Sampai akhirnya aku harus bertanya pada petugas yang ada, dan jawabannya adalah…. “Saat ini memang agak sulit untuk menemukan kupu-kupu berterbangan diwilayah sekitar taman juga air terjun, populasi mereka sudah bergeser karena semakin banyaknya pengunjung yang datang ke taman wisata ini”. Sedih sekali rasanya mendengar pejelasan dari bapak petugas ini… 😦

Setelah mendengar penjelasan itu, Qnan akhirnya mengajak untuk melihat museum kupu-kupu nya saja. Tapi, lagi-lagi…. kami dibuat kecewa. Museum kupu-kupu dalam keadaan tertutup dan terkunci, setelah kami kembali bertanya kepada petugas, jawabannya adalah karena petugas penjaga museum sudah pulang. OMG,…. bagaimana pariwisata kita akan maju dan dikenal dunia kalo’ caranya seperti ini 😦 Sangat kecewa tentu,.. karena semua yang ada dalam bayangan kami tidak dapat kami temukan satupun juga. Semoga ini hanya kami yang menemukan, tidak untuk di lain hari. Terimakasih untuk pengalamannya di hari ini….. Semoga kamidapat kembali di lain waktu, dengan keadaan yang sudah berbeda.

Air terjun Bantimurung

Gerbang Bantimurung

M A K A S S A R

Kali ini kami pergi liburan ke Makassar, lengkap dengan seluruh keluarga besar. Tentunya sangat menyenangkan, tidak terlalu merepotkan karena dari seluruh keluarga kami sudah tidak ada lagi yang memiliki baby.  Sehingga perjalanan liburan bisa kami lalui dengan lancar tanpa hambatan.

Aku dan keluarga berangkat dari Jakarta, karena 2 kakak’ku berangkat dari kota tempat tinggalnya masing-masing (Samarinda dan Yogyakarta) dan kami sepakat untuk langsung bertemu di Makassar saja. Kebetulan kakak iparku memang orang asli dari Makassar, sehingga selama liburan kami tidak lagi memikirkan akomodasi kami selama disana (tempat untuk kami menginap dan kendaraan yang akan kami gunakan selama disana pun sudah tersedia). Lumayan lah,… banyak mengurangi budget! 🙂

Berangkat dari Jakarta menggunakan Lion Air, pkl.11.30 WIB (yang kenyataannya harus mundur sampai dengan pkl. 13.30 WIB kami baru diterbangkan). Tiba di Makassar pkl.16.30 WITA, perjalanan yang lumayan lama dan tentu saja waktu yang sangat lama untuk yang menjemput kami setibanya di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar 🙂  Kami berangkat bertepatan dengan hari ulang tahun Qnan yang ke-6, karena liburan kami kali ini sekaligus sebagai hadiah ulang tahunnya.

Bandara Sultan Hasanuddin – Makassar

Setelah menempuh perjalanan cukup panjang dan lama (untuk ukuran perjalanan domestik), akhirnya keluar dari Bandara apalagi yang dicari kalo’ bukan tempat makan. Perut kelaparan, otak sudah membayangkan makanan khas kota Daeng ini.. Ternyata kami diajak ke suatu tempat di depan Benteng Fort Rotterdam yang terkenal itu, namanya Kampung Popsa. Untuk rasa dari makanan yang ada memang nilainya gak sampai di angka 7 (penilaian 1 – 10) ;p, tapi untuk suasana dan view yang kami dapatkan memang top abissss…. Sore-sore saat matahari tenggelam, sangat indah pemandangan yang dapat kami nikmati. Kebetulan kami duduk pas di tepi pantai, dengan model seperti dermaga resto ini memang sangat menarik perhatian para pengunjung karena terlihat dari tempat duduk yang paling diminati adalah tempat duduk outdoor.

Hari ini ditutup dengan menikmati makan sore kami di Kampung Popsa, karena besok masih banyak lagi rencana yang akan kami lalui. Menikmati keindahan Makassar mulai dari pantainya, makanannya dan juga tentu penduduk aslinya. Sampai ketemu besok lagi Daeng,..!

Pemandangan tepi pantai dari Kampung Popsa

You make me proud!!

Saat ini aku semakin yakin dengan bakat yang dimiliki oleh Qnan. Semakin hari Qnan semakin menunjukkan bakatnya di bidang seni. Selain prestasi di kelas Ayodya Pala yang semakin baik, juga ditunjukkan dengan minatnya yang begitu kuat untuk menari dan menyanyi. Sampai dengan saat ini, Qnan sudah memasuki tahun ke -2 (semester 4) mengikuti kelas terpadu, dimana di kelas tersebut diberikan pelajaran menari, modelling dan vocal.

Pada ujian semester ke-3 kemarin, Qnan mendapatkan peringkat pertama di kelasnya, dari 12 anak yang ada di kelasnya. Suatu prestasi yang luar biasa buat Qnan, juga buatku… Karena di semester sebelumnya, Qnan menduduki peringkat ke-2, dan untuk semester 3 ini ujian menarinya tergolong susah, karena Qnan harus menari Bali kreasi. Tapi, alhamdulillah…. perjuangan Qnan selama ini tidak sia-sia, juga pengorbananku untuk mengantar Qnan setiap hari Sabtu untuk pergi les.

Begitu juga beberapa waktu lalu, saat sekolah TK  mengikut sertakan murid-muridnya untuk mengikuti  ‘Art Talent Competition’, Qnan ikut berperan dengan mengikuti lomba menyanyi. Tak diduga tak disangka, Qnan menjadi Juara I dan itu membuat dirinya sangat senang dan semakin termotivasi untuk terus berlatih. Tentu saja bukan hanya Qnan yang senang, aku sebagai ibu dan ayahnya pun tak kalah senang dan bangga.

I love you Qnan… Really, you make me proud!

Tari Kreasi Bali