Singapore (Part II-D2)

Hari ke-2 kami diawali dengan bangun pagi jam 6 (jangan salah jam 6 pagi baru waktu Subuh lho..) 🙂 Beres2 kamar yang berantakan, mandi, leyeh2 lagi.. Jam 07.30 kami baru keluar untuk breakfast, hari itu banyak sekali tamu yang berasal dari Indonesia (sepertinya sih rombongan ibu2 dari Surabaya, dan ada 1 group lagi dari Medan). Seperti biasa, menu breakfast yang ditawarkan ya cuma teh, kopi, roti dengan selai Strawberry dan kacang-nya,.. tapi walopun begitu tetap aku tunggu2 waktu breakfast di ABC Hostel ini, karena kami bisa duduk2 di luar dengan view Victoria Street. Jalanan biasanya masih terlihat sepi, bis juga masih sedikit yang melewati Victoria street, udara pagi masih bersih banget….

Hari ini rencana kami menuju Science Center rd, dengan naik MRT dari Bugis tujuan Joo Koon, kami turun di Jurong East. Perjalanan ini paling nyaman karena kami tidak perlu repot berpindah jalur, karena Jurong East masih berada di jalur hijau. Setelah sampai di Jurong East, kami menuju Bus station interchange dan mencari bus no.335 jurusan Science Center rd. Kebetulan saat itu kami bersamaan dengan banyak turis lainnya, dengan perjalanan yang tidak terlalu lama kami sampai di depan Science Center. Wuih,.. ternyata tempatnya luas juga karena dalam 1 area terdiri dari beberapa gedung yaitu; The Annexe, Science Center, Omni Theatre dan Snow City. Letaknya sih saling berdekatan, tapi 1 area saja sudah sangat luas, lumayan pegel juga untuk anak seumuran Qnan untuk mengelilingi wilayah tersebut..

Qnan berpose tanpa badan dan kaki..

Mas Bayu dengan magic mirror-nya

Ada satu kejadian janggal yang merusak mood Qnan saat berada di Science Center, gara-gara ada robot badut yang sedang menaiki dan menuruni tali.. Ntah kenapa yang selama ini Qnan enggak pernah takut sama yang namanya badut, boneka, ondel-ondel, patung  atau apapun juga sejenisnya. Kali ini Qnan sampai menangis histeris,…. sehisterisnya! Alhasil, kami pun tidak sampai berjalan ke lantai 2 gedung Science Center ini. Yang awalnya Qnan ingin bermain air di Water Works-pun akhirnya kandas begitu saja,.. karena jalan menuju Water Works memang harus memasuki gedung Science Center tersebut, dan tentunya melewati si badut ‘aneh’ itu…. 😦 Selesai berkeliling dengan mood Qnan yang sudah gak baik, akhirnya kami pun memutuskan untuk kembali pulang. Dengan menggunakan bis no.335 (dari halte yang ada di depan Science Center, tanpa perlu menyeberang) kami pun turun di China Garden MRT station untuk pulang kembali ke Bugis.

Sampai di Bugis, menyempatkan untuk berisitirahat terlebih dahulu karena sore ini kami berencana menuju Lau Pa Sat untuk dinner di sini. Lau Pa Sat menurut cerita yang pernah aku baca, merupakan tempat orang menjual makanan (khususnya makanan khas Singapore). Duh, kalo sudah yang namanya kuliner, kaya’nya memang sangat tidak mungkin untuk dilewatkan. Kira2 jam 6 sore, kami berjalan dari hotel menuju Bugis lanjut naik MRT turun di Raffles Place. Waduh,… kalo jam pulang kantor seperti ini jangan harap kita bisa berjalan santai. Selain MRT pasti penuh sesak, cara jalan mereka pun yang perlu kita waspadai, salah2 kita berdiri bisa ketabrak deh,.. Gimana enggak ketabrak,  arus manusia berjalan seperti arus air yang mengalir, jadi agak repot kalo kami berjalan nya tidak mengikuti ritme jalan mereka.. dan Qnan pun harus tetap kami pegang kuat2.

Lau Pa Sat

Sampai di Lau Pa Sat banyak sekali makanan yang pengen kami coba, mulai dari Sate (yang katanya di tempat ini lah banyak dijual aneka ragam sate), chicken rice, Yong Tau Fu, bermacam dessert. Wah, pokoknya buat bingung deh.. akhirnya pilihan jatuh di Yong Tau Fu, dengan cara self service kami bisa memilih sendiri apa yang kita mau (sama persis seperti yang aku temui di Jakarta) setelah memilih 6 item dan memilih menggunakan kuah Tom Yam, hanya $3 yang perlu aku bayarkan… hhhmmm rasanya enak pula! Qnan memilih dessert Ice Cream dengan bubor ketan hitam, rasanya enak juga tidak terlalu manis tapi cukup menyegarkan, itu pun kami hanya perlu membayar $2 saja.. Ada juga penjual macam2 gorengan (seperti Old Chang Kee) yang menjual 3 item hanya dengan $2 saja. Beberapa lama disitu, jadi pengen semuanya dirasain.. Tapi perut mana muat?? Mending pulang aja deh, drpd taruhan berat badan meningkat dahsyat!

Tentu saja kami gak langsung pulang hotel, karena masih jam 8 malam kami pun memutuskan untuk jalan2 dulu di Bugis Junction (kebetulan ada yang nitip beli tas Charles & Keith) setelah dapet tas-nya, kami pun menyeberang untuk melanjutkan jalan2 di Bugis Street. Eeehh, rupanya ada yang lapar lagi.. mampir lagi lah kami di Hawker center Albert street. Sudah kecapean jalan kaki, Qnan pun sudah sering minta digendong, akhirnya kami memutuskan untuk pulang hotel dengan menaiki Bus SBS no.7 yang melewati Victoria street, turun tepat di seberang jalan Kubor. Hari ini ditutup dengan duduk2 sejenak di teras hotel, sambil minum soft drink…. Thx God, perjalanan hari ini terbilang lancar….

Advertisements

Singapore (Part II-D1)

Hari ini tanggal 18 April 2011, kali ini kami kembali berangkat ke Singapore namun dengan jumlah hari yang lebih pendek dari perjalanan kami sebelumnya. Kami berangkat dari Jakarta dengan menggunakan (lagi-lagi…) Air Asia, namun dengan jam pemberangkatan yang lebih baik menurutku. Kami mendapatkan flight jam 07.15 WIB, so kami pun berangkat dari rumah jam 04.30 pagi dengan menggunakan taxi. Perjalanan dari rumah ke Bandara hanya perlu waktu sekitar 45 menit saja,… Jadi masih cukup waktu untuk kami agak santai setibanya di Bandara. Setelah check in dan melewati pemeriksaan imigrasi denga lancar, kamipun harus menunggu untuk dibukanya Gate 3D (kalo gak salah…) tempat kami harus menunggu boarding. Beberapa menit saja kami menunggu, akhirnya pintu ruang tunggu dibuka. Ups,… ternyata ada yang terlewat, aku lupa untuk memasukkan koper ke bagasi. Alhasil koper yang cukup besar ini ditolak oleh petugas untuk bisa masuk ke kabin pesawat. Hahahahhaaaa,… disini mas Bayu jadi sewot plus *sedikit* ngomel, dgn kecorobohan ku ini. Tapi,.. untung saja si petugas berbaik hati, tidak mengharuskan untuk kami kembali  ke tempat check in, petugas menyarankan untuk nanti sebelum menaiki pesawat serahkan saja koper ke petugas yang ada disitu. Akhirnya tiba juga waktu kami harus menaiki pesawat *on time banget* sebetulnya deg2an juga, takut koper tertinggal atau salah masuk pesawat *dengan banyak pesan dan banyak tanya ke petugas* akhirnya kami serahkan juga koper, dengan masih saja penuh rasa was2 (karena ini memang kecorobohan-ku!!) 😦

Pesawat landing dengan tepat waktu juga, jam 09.45 waktu Sing kami sudah mendarat di Bandara International Changi. Selama perjalanan Qnan tumben juga gak bobo, sama sekali gak rewel juga… Mungkin karena dia senang, jadi terasa gak ada kendala dalam hatinya 🙂 Setelah pemeriksaan imigrasi, kami sempat berputar2, antara mau makan dulu, sambil cari Ticket Office MRT untuk beli EZ linkcard, juga sekedar cari outlet yang siapa tau lagi ada discount! (haaallaaahhhh… tetep org Indonesia yg dicari selalu saja discount)

keluar dari pesawat, Qnan tetap setia mengendong ‘Qnun’

hasil bidikan Qnan, ayah ibu bergaya..

Akhirnya ketemu juga Ticket office MRT di Terminal 2, harga EZ linkcard untuk dewasa sebesar $12, sedangkan untuk anak seharga 5$. Kali ini Qnan sudah harus mempunyai kartu sendiri, karena setelah diukur tinggi badannya sudah lebih dari 90cm. Untuk anak dengan tinggi badan dibawah 90cm masih boleh ‘dompleng’ orang tuanya,.. Oya, kami harus menunggu kembali beberapa saat lagi karena petugas penjualan tiket sedang istirahat. Jam 12.00 tiket penjualan akan dibuka kembali, sekalian sambil nunggu.. beristirahat lah juga kami sambil duduk lesehan.. Hoho, dimana2 tertulis No drink & No eat, tapi ya gimana dong… Qnan minta makan biscuit-nya (pasti karena dia lapar) akhirnya Qnan makan biscuit sambil mumpet2, lucu jugaa,… Tidak lama kemudian ticket office terbuka, dengan menunjukkan Paspor Qnan akhirnya pembelian EZ linkcard pun selesai, dan kami bersiap untuk naik MRT menuju Tanah Merah.

wajah-wajah kelelahan..

Oya, naik MRT dari Changi memang harus turun dulu di Tanah Merah, semua yang bertujuan ke kota seperti City Hall, Raffles Place  termasuk Bugis semuanya harus berganti kereta ke arah Joo Koon. Karena tujuan kami masih sama seperti perjalanan kami sebelumnya (yaitu ABC Hostel di daerah Bugis), maka kami pun bersiap untuk turun di Bugis. Sampai kami lupa, ternyata kami belum sempat makan… Sambil berjalan pelan melalui Victoria Street, mampir lah dulu kami di Restaurant Hj. Maemunah di Jalan Pisang (restaurant andalan, krn menunya Melayu bgt..!!) Untuk makan siang kami bertiga, kami harus mengeluarkan sekitar $9. Harga yang cukup mahal, dibanding kalo kita bisa makan di Hawker Center tentunya,.. Setelah kenyang melanjutkan kembali ke Jalan Kubor (tempat ABC Hostel) yang hanya tinggal beberapa meter saja… lewat 2 gang dari Jalan Pisang, Jalan Kledek barulah kami menemui Jalan Kubor. Langsung chek in, masuk kamar leyeh2…. karena sore ini kami punya rencana untuk ngajak Qnan berenang di Siloso Beach – Sentosa Island….

Kira2 jam 4 sore, kami bersiap untuk berangkat kembali ke Sentosa Island. Lagi2 masih dengan naik MRT tujuan kami saat ini Outram Park (interchange), untuk pindah ke jalur ungu menuju Harbour Front. Menuju Vivo City di lantai 3, kami langsung membeli ticket monorail menuju Sentosa seharga $9 untuk kami bertiga. Station yang kami singgahi pertama adalah Imbiah, sempat berfoto2 sebentar.. Ternyata kali ini Sentosa terlihat ramai sekali, agak berbeda dengan waktu kami datang sebelumnya.. Akhirnya berfoto, dengan latar belakang orang-orang yang sedang berfoto juga! Lucu jadinya,…

berfoto dengan backgroud banyak orang

Ms Bayu dengan background KFC!!

Lanjut menuju Beach Station, ternyata banyak juga orang yang pengen ke Siloso Beach. Mungkin karena waktunya sangat tepat untuk menuggu sunset. Qnan yang paling bersemangat untuk berenang dan main pasir, akhirnya kami bermain sampai dengan jam 18.30 (walo matahari masih terang) dan kami pun memutuskan untuk kembali saja ke Bugis.  Sebelum kembali mampir dulu di 7 Eleven, isi perut makan roti walopun gak gitu nendang tapi lumayan lah bisa cukup mengganjal perut sampai di Bugis nanti, karena kami berencana untuk makan di Hawker Albert Street (belakang Bugis Street). Hari ini kami akhiri dengan beli makan di Hawker Center Albert Street, sampai hostel jam 10 malam langsung istirahat untuk mempersiapkan perjalanan besok pagi…. C U!!

Singapore (Part I-D4 Last Day)

Hari ini kami berencana untuk menyelesaikan target2 kami menjelajahi beberapa tempat yang kemarin belum sempat kami singgahi. Tujuan kami hari itu adalah Merlion Park dan China Town, dari hotel sudah ditetapkan untuk ke Merlion Park  terlebih dahulu karena masih pagi dengan harapan tidak terlalu panas.. Tapi kok tau2 qta sudah sampai di China Town (salah tujuan) 🙂 Akhirnya berjalan keluar dari MRT station China Town, agak bingung cari Pagoda street.. Walaupun nyasar, tetap saja ada tempat menarik yang bisa kami lihat karena setiap sudut jadi tetap terasa menarik! Setelah tanya Security (akhirnya nyerah bertanya juga..) sebetulnya dimana letak Pagoda street, akhirnya mendapat kan pencerahan juga dari si Security itu (walopun dengan bahasa SingLish nya yg kental)..

Turun lagi ke MRT station China Town, ambil jalur yang langsung ke Pagoda street ternyata begitu keluar dari MRT station langsung kami sudah ada di Pagoda street,… Unique! itu yang pertama kali kami rasakan memasuki wilayah ini. Sepanjang jalan banyak yang menjual cendera mata dan ternyata harganya pun cukup murah = Bugis street, tapi disini lebih bervariasi. Ada yang menjual batu giok, hiasan2 yang berbau oriental, juga menjual makanan khas oriental. Penjual nya pun lebih banyak yang bisa berbahasa Melayu, begitu melihat kami yang terlihat “sangat Melayu” mereka pun langsung saja menawarkan barang dengan bahasa Melayu cadel,.. 🙂 Cukup banyak dapat blanja tambahan disini, termasuk kaos2 malah justru kami dapatkan di sini dengan harga $10 untuk 3 kaos ukuran anak2 umur 3-5 tahun, lumayan lah buat oleh2 ponakan juga buat Qnan sendiri.

Pagoda Street

Sampai tengah hari kami di China town, akhirnya kami memutuskan untuk lanjut ke Merlion Park. Naik MRT turun di City Hall,…. tetap aja keluar dari MRT station nya celingak celinguk gak jelas, krn sama sekali gak terlihat sign yg menunjukkan arah ke MerlionPark. Akhirnya jalan tak tentu arah, dgn tanya2 orang disekitar arah menuju Merlion Park, eeehh..pada gak tau juga! 😦 Cuma bisa liat Esplanade Theatre  dari jauh, blm ketemu jalan menuju kesana  udh capek duluan akhirnya memutuskan utk balik ke Bugis dulu, istirahat. Lagi2 beginilah resiko jalan2 bawa anak, tp tetap menyenangkan kok.. Karena hari ini adalah hari terakhir, maka sore hari kami pun bersiap untuk berjalan kembali (keukeuh harus ketemu Merlion Park) Kali ini kami memilih untuk naik MRT turun di Raffles Place, kemudian ambil pintu keluar menuju Six Battery road, dan akhirnyaaaa… ketemu juga tuh Boat Quay, sambil berjalan melewati Furletton Hotel, Raffles Landing Site, akhirnya sampai juga kami di Merlion Park. Ternyata ada dua buah patung Merlion, ukuran besar dan kecil di tempat yang saling berdekatan.

Setelah puas kami berjalan menyusuri Singapore River, akhirmya kami memutuskan untuk pulang kembali ke Bugis. Akhirnya perjalanan kami diakhiri disini,.. Alhamdulillah, hampir semua tempat yang merupakan icon dari Singapore sudah kami singgahi. Semoga, next trip kami masih bisa singgah di negara kecil nan bersih ini dengan tujuan wisata yang tentu berbeda…

Qnan dengan Little Merlion

Background : Esplanade Theatre

Singapore (Part I-D3)

Masih sama seperti kemarin di hari ke-3 ini, pagi2 kami sempatkan breakfast di hostel (walo dengan menu seadanya, tapi bisa cukup mengganjal perut). Jam 9 pagi kami sudah mulai berjalan kaki menuju Bugis MRT station, dengan tujuan perjalanan hari itu ke Orchard dan  Mustafa Center.  Tujuan pertama  menuju Orchard, cukup berfoto saja…. Sama sekali tidak ada keinginan untuk belanja2, mungkin karena kami membawa Qnan jadi agak ribet aja kalo’ datang jauh2 kesana cuma jalan2 ke mall juga. Apalagi Qnan paling gak suka kalo masuk mall, muter2, pilih2 barang,…waduuuhhh bisa ngamuk dia! Daripada merusak mood Qnan, is better kami hanya duduk2 saja sambil cari es potong yang dijual uncle2 (tapi agak lama duduk kok gak keliatan juga tuh si uncle).

bergaya di depan Takashimaya

Akhirnya nyebrang ke Lucky Plaza masuk dari Takashimaya trus lewat bawah tanah, keluar2 ketemu counter ice cream nya McD, karena tadi nunggu si uncle gak muncul akhirnya Qnan pasrah saja dapet ice cream cone’nya McD.  Lagi2 karena Qnan memang gampang laper jadi tujuannya ke Lucky Plaza  apalagi kalo bukan cari makan dulu saja, apalagi waktunya memang udah jam 12 siang. Cari2 tempat yang enak,… putar2 ketemu di ground ada food court yang jual macam2 makanan, tapi kok gak ada yang jual nasi lemak. Mas Bayu pengennya makan nasi, Qnan pengen makan mie, kalo aku sendiri jujur saja pengen makan nasi juga.. tapi sempat liat ada counter Yong Taufu juga,…. hhhhhhmmmmmm yummy*membayangkan* (kira2 sama gak ya rasanya dengan Yong Taufu yg di Jakarta..??) Bingung2 milih, akhirnya pilihan jatuh di “Ayam Penyet Ria”… 🙂 Ya sudahlah, pesan ayam penyet dengan sambel lalapnya,…. Qnan pesan mie baso (halah… standar bgt ya..??) Agak kecewa dengan rasa ayam penyetnya, sambel gak seenak di Indonesia, nasi nya lembek bgt,… 😦

sebrang Lucky Plaza

Selesai berputar di area Orchard, kami memutuskan untuk lanjut ke Mustafa Center. Untuk ke Mustafa Center kami naik MRT dari Orchard tujuan Farrer Park, keluar dari MRT station nya kami tinggal jalan beberapa ratus meter saja melalui Serangoon Plaza sampai akhirnya masuk Mustafa Center. Wuuuuuiiiiiiihhhhhhh,…. ternyata begini tho suasana Mustafa Center?? apapun juga jenis barang tersedia disini, kalo yang kata orang harganya lebih miring…gak tau juga ya?? tapi yg jelas2 aku temukan lbh murah dari harga di Indonesia itu jam tangan Casio, dengan bentuk dan seri yang sama harga bisa selisih 150ribuan,.. (lumayan kan?) 🙂

Paling enak belanja coklat disini, mulai dari yang murahan sampai yg mahal semua lengkap ada disini.. Selain coklat, kami juga beli beberapa cenderamata buat teman di Jakarta, seperti asbak gambar Merlion, hiasan kulkas juga tentu saja key chain! Saking banyak nya barang, aku sendiri sampe bingung alias mblenger ngeliatnya! Yang heboh belanja malah mas Bayu sama Qnan. Mas Bayu dapet sepatu olahraga, dompet, sabuk  (ntah harganya lebih mahal atau lebih murah dari Jakarta :)) Qnan juga dapet sepatu Kickers, dengan model yang ‘cute’ banget dan jelas dengan harga yang jauh lebih murah ketimbang di Jakarta.

Selesai puas berputar di Mustafa, kami pun memutuskan kembali ke hostel. Enggak nyaman juga kalo kami lanjutkan untuk jalan2 dengan tentengan belanjaan yang sudah sebegitu banyaknya… 😦 Kembali naik MRT dari Farrer Park menuju Bugis, kami pun sempat beristirahat di hostel sampai sore hari.

Setelah Qnan bangun dari istirahat siangnya, mandi dan kami pun bersiap kembali untuk melanjutkan perjalanan menjelajahi negara kecil ini. Tujuan dari hostel kami ingin ke Marina Bay, berdasarkan info yang aku baca jalan menuju kesana bisa dengan menggunakan MRT jurusan Marina Bay. Tapi setelah kami turun di Marina Bay station,…. kok agak membingungkan ya? walopun terdapat sign yang menunjukkan arah menuju Marina Bay, tapi kami perlu jalan cukup jauh dan harus dilanjutkan naik bus SBS. Hhhmmmmm,,….. sepertinya perlu kami pikirkan lagi perjalanan yang agak mencurigakan ini..@#*%??? Mas Bayu pun memutuskan untuk mengajak kami kembali saja ke area Bugis.  Toh, selama ini walopun kami menginap di dekat Bugis, kami belum sempat menghabiskan waktu kami untuk jalan2 di sekitar area tersebut. Bahkan saat itu pun kami belum menemukan “Bugis Street” yang tersohor itu,…. 🙂

Finally, kami pun kembali ke Bugis dan setelah berjalan melewati Bugis Junction, mata kami tertuju ke seberang jalan… dan ternyata, itulah yang dinamakan Bugis Street. Area perbelanjaan yang lebih tepatnya sih seperti pasar, namun tetap terlihat bersih juga nyaman. Ternyata harga berbagai macam cendera mata dari Singapore jauh lebih murah dijual disini. Contohnya seperti key chain, yang sempat kami beli di Mustafa untuk 6 buah seharga $6 – 7, di Bugis kami bisa menemukan 18 buah key chain seharga $10. Hohohoho,……… kalap lagi deh buat belanja,..

Singapore (Part I-D2)

Hari ke-2 kami di Sing, diawali dengan breakfast di hostel… Lumayan lah, hostel dengan harga segitu tapi masih menyediakan breakfast juga, walopun hanya roti dan minuman (teh & kopi) dan semuanya serba self service.  Ntah kenapa,.. aku kok malah nyaman banget ya dengan situasi hostel yang seperti ini, semuanya serba self service tapi kebersihan tetap sangat terjaga. Setiap kali breakfast pun kami bisa menikmati nya sambil duduk di luar (samping hostel) di tengah2 perkampungan, tapi juga bisa memandang ke Victoria street.

Breakfast w/ bread & tea

Hari ini diawali dengan berjalan kaki ke arah North Bridge road menuju Sultan Mosque (yang letaknya di daerah Kampong Glam), nyaman banget berjalan kaki sepanjang jalan ini. Sempat masuk ke masjid yang katanya tertua ini, Qnan semangat skali melihat2 ke dalam masjid. Bahkan beberapa kali minta difoto di dalam masjid. Sayangnya kami gak boleh mengambil foto di dalam masjid dari dekat, jadi hanya boleh dari jarak jauh saja. Setelah puas melihat2 masjid, kami lanjutkan berjalan kaki melewati beberapa ruko khas Malaysia berada.  Melewati Arab street, Haji Lane dan Bali Lane kemudian kembali menuju Bugis Junction, sempat merapat sebentar di Bugis Junction untuk sekedar melihat-lihat dan ‘ngadem’ tentunya,…. 🙂 Qnan sempat mampir makan lagi di McD (maklum anak-ku ini boros  makannya), hehehe….

Kira2 jam 12 siang, kami lanjutkan perjalanan menuju Sentosa Island. Naik MRT dari Bugis, tujuan kami Harbour Front (Vivo City) Lt.3 tempat penjualan ticket menuju Sentosa. Dengan menggunakan monorail, pemberhentian pertama kami yaitu Imbiah, selanjutnya dengan menggunakan bis warna orange yang disediakan secara gratis, kami bisa jalan2 mengelilingi Sentosa sepuasnya. O,ya kami juga sempat melihat pertunjukkan di Merlion, setelah itu kami dibawanya ke mulut Merlion dengan naik menggunakan lift. Sesampainya diatas ada 3 orang perempuan, dimana salah satu nya mempersilahkan untuk kami berfoto di mulut Merlion, dan 2 orang lainnya sebagai fotografer dan pengarah gaya-nya. Jelas saja kami pikir itu adalah salah satu bonus dari menonton pertunjukkan Merlion, hehehheeee….. yang lagi2 kami over confidence alias ke-GR’an, sesampainya di lantai bawah menuju pintu keluar dari Merlion, kami diberikan hasil foto tersebut dan dimintainya kami untuk biaya pemotretan sebesar  $15, hahahahhahaa…. 😀

dari mulut Merlion,..

Setelah itu kami sempat jalan2 di sekitar Siloso beach,… gemeeesss banget ngeliat air lautnya yg biru, pengen banget turun berenang sambil main2, tapi sayang nya panas bangeeeeettttt! sebetulnya sdh lengkap bawa baju renang, tapi kaya’nya kami datang tdk di waktu yg tepat! hehehe,…

Sekian jalan2 kami di hari ke-2, malemnya kami sempat jalan di Kampong Glam yg unik, skalian nongkrong2 aja melihat dan menikmati malam dengan situasi Malay yang kental,…

Pantai Siloso yang luaaarrrrr biasa indah,..

Singapore (Part I-D1)

Hari ini, Senin tanggal 12 Juli 2010 liburan aku dan my little fam akhirnya tiba juga,.. Karena kami menggunakan penerbangan siang, maka Qnan sempat pergi sekolah dulu (apalagi hari itu, hari pertama masuk sekolah di tahun ajaran baru) 🙂 Dari rumah menuju bandara SoeTa kami naik Bis Damri (sangat ekonomis, dan cukup nyaman)..  Bawaan kami pun sangat simpel, ini karena Mas Bayu memang sangat tidak suka kalo harus bawa barang sampe berkoper2, untuk kami ber3 cukup dengan 1 koper saja ukuran sedang, aku dan Mas Bayu  masing2 membawa tas ransel (yang akan kami gunakan sehari hari selama disana).

Terminal D adalah tujuan kami, karena Air Asia (tujuan internasional) memang terletak di terminal D. Flight kami pukul 14.15, karena kami gak mau terburu-buru juga, pukul 12.00 kami sudah sampai dan tinggal menunggu check in saja.. Ternyata, untuk check in di Air Asia tujuan  Singapore sangat panjang dan lamaaaaaaaaaa… Gak tau juga deh, lamanya itu disebabkan karena apa. Akhirnya kami pindah haluan untuk antri di barisan lain, gak tau juga apa bedanya akhirnya kami tidak terlalu lama harus mengantri. Untuk selanjutnya, cukup lancar dan cepat sampai dengan di bagian imigrasi. Satu kesalahan kami saat itu, kami sama sekali tidak membawa identitas diri yang menyatakan bahwa kami ini satu keluarga, dan antara saya dengan suami itu adalah pasangan suami istri yang sah!! Karena untuk bebas fiskal, harus menunjukkan kartu NPWP, sedangkan saat itu yang memiliki kartu NPWP hanya suami,… tp Alhamdulillah…… si petugas akhirnya menemui jawabannya sendiri, yang menyatakan bahwa kami pasangan suami istri yang sah, karena Paspor Qnan! (hehehee… tumben, ada petugas imigrasi yang begitu baik dan ramah tanpa mempersulit rakyat kecil seperti kami ini… :p)

Akhirnya,.. kami bisa duduk tenang di ruang tunggu, tapi seperti biasa… delay sampai pukul 16.00 (berarti molor brp jam tuh…) No problem lah, untuk kami yang mau terbang dengan tujuan main sih cuek aja, gak tau juga kalo yang mau ada acara ato kerja pasti udah ngedumel, mel, mel…….

Brangkat tepat pukul 16.00, tiba di Changi pukul 18.15 (waktu Sing) beda 1 jam duluan Sing.. begitu keluar dari pesawat, ngekor orang aja.. mulai dari pengambilan bagasi sampai ke pemeriksaan imigrasi, ngekor trussssss… 🙂 tp, kalo menurutku, di Changi (secara keseluruhan di Sing) semua sign sangat lengkap!! jadi jangan takut nyasar, asal kita bisa baca sign,.. hehehe… jangan ngarep bisa nanya’ orang deh, karena disana jarang skali terlihat orang yang bisa diajak tanya2, mereka semua terlihat sibuk, jalannya serba cepat, jadi ngebuat sungkan (juga males) aja kalo mau nanya sesuatu ke orang..

Yang terlontar dari Qnan begitu keluar dari pesawat masuk ke Changi Airport Terminal 1,… “wuiiihhhh, bu…… bagus banget ya bandara nya?” 1 pelajaran yang bisa diambil Qnan, kalo mau sesuatu selalu bagus, di Indonesia nanti Qnan harus perduli dengan kebersihan juga merawat fasilitas yang ada di public area.. (sederhana bukan?) 🙂

@ Changi Airport, Qnan kagum dengan kebersihannya

Setelah selesai urusan, kami langsung ke Terminal 2 karena MRT adanya disana. Oya, kami sempat terlihat ‘dungu’ karena kami sudah bawa EZ linkcard pinjeman dari teman di Jakarta, yg katanya msh bisa dipakai karena usia kartu blm sampai 5 tahun. Tapi,… ternyata,.. pas kami mau isi ulang kok gak bisa juga?? oow, ternyata kartu memang sdh gak bisa terpakai lagi. Akhirnya kami beli juga deh,.. Lupa harga 1 kartu nya berapa, kami cukup beli 2 karena Qnan msh blm dikenai biaya, tingginya msh kurang dari 100cm.

Oya,… kami juga punya teman jalan baru lho yang sama2 dari Jakarta. Namanya Tante Lia, beliau tujuan utamanya sih mau ke Penang antar suaminya berobat, tapi mampir main dulu ke Sing untuk 2 hari kedepan. Akhirnya karena merasa “sama”, langsung kompak deh… Mulai dari naik MRT juga bareng, tapi kami lain tujuan. Tante Lia turun duluan, karena dia sudah sewa apartemen di Lucky Plz.  Setelah itu kami turun di Bugis MRT station,.. Setelah turun,… weeekkkssssss, ternyata cukup membingungkan buat kami yang hanya membawa alamat ABC hostel. Exit dari pintu mana pun juga kami tetap saja bingung, hiksss…. duh mana perut lapar lagi,..  Tapi untungnya kami ada di Bugis Junction, hihihi.. ada Old Chang Kee (sejenis makanan, kaya’ gorengan kalo di Indonesia) akhirnya kami mampir beli, dan makan. Qnan kehausan juga, mampir lah beli orange juice di McD. Sambil celingak celinguk cari sign, siapa tau ada yang lebih jelas.  Sudah agak putus asa, karena semakin malam, akhirnya nekat juga tanya orang yang kira2 ‘sangat bisa dipercaya’. Ternyata, sambutannya cukup ramah dan dia bawa GPS!! Alhamdulillah,……. karena bantuannya, akhirnya kami pun bisa tau arah mana yang harus kami lewati. Karena sdh sempet nyasar kemana2, jadi terkesan jalan kaki kok jauh banget yaaa…??

Sampai di hostel Jalan Kubor setelah kami check in, lanjutkan makan Old Chang Kee, mandi, bersih2, dsb.  Tadinya udah mau nyerah tidur saja, tapi Mas Bayu tetap ngajak jalan Qnan, kalo Qnan sih OK saja diajak jalan.. 🙂 Akhirnya aku pun ikut juga, masa’ iya mau ditinggal sendiri di kamar?? Jalan saja ikuti kemana kaki melangkah, kok tau2 ketemu resto yang jual nasi briyani (pdhl sudah jam 11 malam) dimana toko2 yang lain sudah pada tutup, jalan juga sudah semakin sepi.. Ya, makan malam pun akhirnya dimulai.  Sudah pasti aku pesan Teh Tarik (my fav drink), wuiihh ternyata uenak bgt teh tariknya! Mas Bayu sama Qnan makan nasi briyani berlauk udang juga chicken honey.

Makan nasi briyani w/ Chicken honey (kuenyaaaang..)

Teh tarik-nya, wueeenaakk tenan!

Huuuuffftthh,.. akhirnya berakhir juga cerita kami di hari pertama memasuki Sing,.. badan pegel, perut kenyang, balik hostel langsung tidoooooorrrr..!!  C u tomorrow,..

Holiday = Budget

Suatu saat terpikir untuk berlibur bersama suami dan anak,.. setelah berdiskusi dgn suami kira2 tujuan mana yang tepat untuk berlibur bersama Qnan yang saat ini berumur 4 tahun. Awalnya kami ingin ke Bali, dengan alasan banyak yang bisa kami ajarkan ke Qnan kalo kami ke sana. Namun setelah dihitung2 biayanya,..ternyata jauh melampui budget yang sudah kami siapkan!! 😦 Akhirnya kembali aku harus cari informasi mengenai tujuan berlibur yang paling pas bagi kami yang punya anak balita, dan dengan tujuan liburan tidak hanya sekedar liburan saja tapi harus ada unsur ‘edukasi’nya buat Qnan.

Aku selalu mencari cari informasi sendiri, tanpa bantuan suami (karena suami full trust me, untuk urusan semacam ini) 🙂 Mulai dari Googling, baca buku, cari referensi dari teman, pokoknya apa saja yang bisa aku kumpulkan sebagai referensi…

Akhirnya, setelah perjalanan panjang mencari2 informasi… aku memutuskan untuk kami pindah haluan saja, dari liburan domestik ke liburan international (walopun international nya cuma tetangga saja :)) kami memutuskan untuk liburan ke Singapore, yg ternyata setelah dihitung2 sangat sesuai dengan budget yang sudah kami siapkan sebelumnya. Diawali dengan mencari ticket pesawat yang murah sampai dengan mencari tempat menginap yang strategis, aman, bersih dan tentu saja murah………

Ticket pesawat yang murah, tentu saja kami dapatkan dari Air Asia.. walopun masih banyak pilihan lain seperti Tiger atopun Jetstar, tapi harga yang paling pas untuk tgl yang kami butuhkan saat itu kami dapatkan dari Air Asia. Tergolong waktu yang mepet antara tgl pemesanan sampai dengan tgl keberangkatan kami. Hanya 2 minggu saja!! Saat itu kami mendapatkan ticket return dengan harga 3.5 juta lebih dikit untuk kami bertiga.. Yah, cukup ekonomis lah untuk pemesanan yang sangat mendadak… dan yang penting, kami pun mendapatkan jam penerbangan yang cukup baik, lagi2 karena kami membawa Qnan!

Untuk urusan dimana kami menginap, setelah browsing kemana2 kami memutuskan untuk menginap di hostel saja. Tujuan kami ke Sing pun karena ingin jalan2, bukan leyeh di hotel.. Jadi gak ada salahnya kalo kami pun bukan mencari hotel mewah, yang kami cari adalah tempat yang bisa buat menampung kami tidur dengan nyaman dan aman,… Just a simple reason!! Kami mendapatkan hostel di daerah Bugis, namanya ABC Backpackers hostel (nah, udah ketauan kan dari namanya..) dengan tarif  private room with attached bathroom 95$ SGD. Kalo dibilang gak terlalu murah memang seperti itu lah adanya, di Singapore jangan harap bisa mendapatkan harga hotel yang murah.

Aku selalu membiasakan diri untuk membuat Itinerary. Dengan harapan, jangan sampai setibanya kami disana waktu hanya dihabiskan untuk bengang bengong karena gak tau apa yang harus kami lakukan, atopun kebingungan dengan pengeluaran yang ternyata tdk sesuai dengan budget yang sudah disiapkan. Isi dari Itinerary itu, terdiri dari tujuan kami disana, biaya yang diperlukan untuk tujuan kami bermain, biaya transport selama disana, sampai dengan perkiraan biaya makan kami selama disana.

Contoh Itinerary yang pernah aku buat sebelumnya; (sangat sederhana namun sangat membantu)

ITINERARY
DATE TIME DESTINATION TRANSPORT COST
18-Apr 10 – 12 Hostel MRT Tanah Merah –> Bugis
14 – 17 Little India MRT Little India
18 – 20 Sentosa (Siloso beach) MRT Harbour Front –> Sentosa Express
China Town Complex Food Centre MRT China Town
19-Apr 8 – 12 Jurong Bird Park MRT Boon Lay –> Bus SBS transit no.194 / 251 Ticket 45$, Panorail 12.5$
13 – 15 Science Centre Road MRT Jurong East, dilanjut naik bus 335 Ticket 15$
Snow City Ticket 36$
16 – 18 Hostel
19 – 20 Boat Quay MRT Raffles –> exit H
21 – 23 Lau Pa Sat MRT Raffles –> exit F
20-Apr 8 – 10 Bugis Street
11 – 14 Merlion Park MRT Raffles
15 – 17 Hostel
18 – 21 Mustafa Center MRT Farrer Park -> exit G